+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Pentingnya Supply Chain Management Untuk Mengoptimalkan Kinerja Bisnis

3 December, 2023   |   aurelivone

Pentingnya Supply Chain Management Untuk Mengoptimalkan Kinerja Bisnis

Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, supply chain management (SCM) menjadi elemen kunci dalam kesuksesan sebuah bisnis. SCM tidak hanya berperan dalam efisiensi operasional, akan tetapi juga memainkan peran strategis dalam membangun keunggulan kompetitif. Dalam artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai pentingnya supply chain management dalam bisnis. 
 

Apa Itu Supply Chain Management 

Supply Chain Management merupakan pendekatan strategis yang melibatkan perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan seluruh proses yang terlibat dalam memindahkan produk atau layanan dari pemasok hingga pelanggan akhir. Konsep ini mencakup koordinasi efisien dari berbagai elemen seperti pemasok, produsen, distributor, hingga retailer, dengan tujuan utama untuk mencapai efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. SCM tidak hanya berfokus pada pergerakan fisik barang, tetapi juga mengelola aliran informasi dan dana di seluruh rantai pasok. Dengan memanfaatkan teknologi, analisis data, dan strategi yang baik, perusahaan dapat merancang dan mengelola rantai pasok yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan, memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan. 

 

Komponen Supply Chain Management 

Supply Chain Management terdiri dari berbagai komponen yang saling terkait untuk mengoptimalkan aliran barang, informasi, dan dana di seluruh rantai pasok. Berikut beberapa komponen dalam Supply Chain Management: 

1. Perencanaan
Pada komponen pertama yaitu perencanaan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, tentu ada proses yang dimulai dengan perencanaan untuk mencocokkan pasokan dengan permintaan pelanggan dan manufaktur. Selain itu, melakukan penentuan budgeting untuk bisa mengetahui biaya yang dikeluarkan selama proses produksi sehingga bisa sampai ke tangan konsumen. 

2. Sumber
Memilih sumber dengan melakukan kerja sama dengan vendor atau supplier sebagai pemasok bahan baku dengan memastikan pengiriman tepat waktu dengan kualitas yang baik. 

3. Manufaktur
Pada komponen ini, tugas SCM melakukan pengawasan saat barang yang akan diproduksi dikelola. Perusahaan mengubah bahan mentah menggunakan mesin atau tenaga kerja untuk membuat sesuatu yang berkualitas dan memastikan berjalan seefisien mungkin sesuai dengan perencanaan. 

4. Pengiriman 
Setelah produk selesai dibuat, perusahaan menyerahkan produk tersebut ke tangan pelanggan dengan melakukan proses distribusi logistik menggunakan jasa pengiriman yang terpercaya. 

5. Pengembalian Barang Bermasalah 
Dalam hal ini jika barang yang sudah sampai di tangan konsumen dalam keadaan rusak atau cacat, produk tidak layak pakai maupun barang tidak sesuai, maka perusahaan harus memastikan menerima produk yang dikembalikan dan menetapkan pengembalian uang. 

Dengan memahami dan mengelola setiap komponen dengan baik, perusahaan dapat menciptakan rantai pasok yang efisien, responsif, dan dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan. 

 

Tujuan Supply Chain Management 

Tujuan Supply Chain Management adalah mencapai efisiensi dan efektivitas dalam pergerakan barang, informasi, dan dana dari pemasok hingga pelanggan. Berikut beberapa tujuan dari SCM: 

1. Kualitas dan Kepuasan Pelanggan 
Meningkatkan kualitas produk atau layanan dan menciptakan pengalaman pelanggan yang positif untuk membangun loyalitas dan reputasi merek. 

2. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas 
Supply Chain Management membantu perusahaan dalam menekan biaya dan meningkatkan kualitas produk. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengoptimalkan proses produksi dan distribusi produk. 

3. Meningkatkan Profitabilitas 
Supply Chain Management memastikan bahwa perusahaan akan selalu memiliki stok yang cukup dan harga produk tetap stabil. Hal tersebut dapat membantu perusahaan meningkatkan laba dan mempertahankan stabilitas bisnis. 

Melalui pencapain tujuan ini, perusahaan dapat menciptakan rantai pasok yang adaptif, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah kepada pelanggan serta mencapai keunggulan kompetitif di pasar. 

 

Strategi Supply Chain Management 

Pada sistem SCM ini memiliki strategi tertentu agar hasil yang didapatkan bisa maksimal. Alasan mengapa adanya strategi ini supaya proses supply chain management berjalan dengan lancar dan terorganisir. Berikut strategi yang dapat digunakan untuk supply chain management: 

1. Ketahui terlebih dahulu kondisi internal perusahaan 
2. Memiliki kerja sama dengan berbagai pemasok 
3. Mengembangkan Kemitraan 
4. Dan yang terakhir fokus pada pelanggan
Strategi ini sangat penting agar terjalin kerja sama yang baik antar perusahaan dengan pemasok. 

 

Keuntungan Supply Chain Management

Implementasi yang efektif dari Supply Chain Management dapat memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan. Berikut beberapa keuntungan SCM: 

1. Efisiensi Operasional 
SCM membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi pemborosan waktu, tenaga, dan sumber daya. Proses ini yang dioptimalkan menghasilkan biaya yang lebih rendah dan meningkatkan produktivitas. 

2. Peningkatan Kualitas Produk 
Dengan memantau dan mengelola setiap tahap produksi dan distribusi, SCM dapat meningkatkan kualitas produk dan mengurangi risiko produk cacat atau kerusakan. 

3. Peningkatan Layanan Pelanggan 
SCM membantu perusahaan untuk memnuhi kebutuahn pelanggan dengan lebih baik melalui pengelolaan persediaan yang tepat, pengiriman yang cepat, dan pelayanan pelanggan yang efisien. 

4. Reduksi Biaya 
Dengan manajemen persediaan yang tepat, optimasi rute transportasi, dan negosiasi harga yang baik dengan pemasok, perusahaan dapat mengurangi biaya produksi, transportasi, dan penyimpanan. 

5. Kemitraan yang Kuat
SCM mempromosikan kemitraan yang kuat dengan pemasok, mitra logistik, dan pelanggan, menciptakan kolaborasi yang bermanfaat dan berkelanjutan. 

6. Manajemen Risiko yang Lebih Baik 
Dengan pemahaman mendalam mengenai risiko dalam rantai pasok, perusahaan dapat mengelolanya dengan lebih baik, termasuk risiko pasokan, risiko keamanan, dan risiko finansial. 

Dengan menerapkan prinsip SCM dengan baik, maka perusahaan dapat mencapai efisiensi operasional, meningkatkan daya saing, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan yang pada akhirnya dapat merangsang pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. 

 

Bagaimana Cara Kerja Supply Chain Management 

Supply Chain Management bekerja melalui koordinasi dan integrasi berbagai elemen dalam rantai pasok untuk mencapai tujuan bisnis. Berikut adalah langkah-langkah cara SCM bekerja:

1. Perencanaan 
Analisis permintaan pasar dilakukan untuk memahami kebutuhan pelanggan. Merencanakan produksi berdasarkan perkiraan permintaan dan persediaan yang tersedia.

2. Implementasi 
Setelah melakukan perencanaan, perusahaan mengimplementasikannya. Hal ini melibatkan pada setiap tahapan dalam proses produksi, seperti pembelian bahan baku, produksi, dan pengiriman produk. 

3. Monitoring 
Tahap selanjutnya, perusahaan memantau setiap tahapan dalam proses produksi. Hal tersebut untuk memastikan bahwa setiap tahapan ini dilakukan dengan baik, benar dan tepat waktu. 

4. Feedback 
Setelah produk diterima oleh pelanggan, supply chain management memantau feedback dan memastikan bahwa pelanggan puas dengan produk yang diterima. Jika pelanggan tidak puas, maka perusahaan dapat membuat perubahan yang diperlukan untuk memastikan bahwa masalah itu tidak akan terjadi kembali. 

Supply Chain Management bekerja secara holistik, yang memungkinkan perusahaan untuk mencapai efisiensi, responsivitas, dan kepuasan pelanggan. Integrasi informasi dan teknologi menjadi kunci dalam mendukung visibilitas dan pengelolaan rantai pasok secara efektif. 

 

Industri yang Membutuhkan Supply Chain Management 

Dalam poin yang sudah kita bahas mengenai Supply Chain Management, kamu mungkin berpikir bahwa hanya industri tertentu saja yang memerlukan sistem tersebut. Namun faktanya, hampir setiap industri memiliki proses SCM pada operasionalnya. Maka dari itu, berikut beberapa industri yang membutuhkan supply chain management: 

1. Retail 
Pada industri retail ini, memahami kebutuhan pelanggan adalah segalanya dan jika kamu masih mengalami masalah, sistem SCM adalah solusinya. Sistem SCM merupakan kunci kesuksesan pada industri retail karena peran sistem SCM sendiri dapat membantu perusahaan untuk melakukan forecasting dengan tepat apa yang pelanggan inginkan dan bagaimana permintaan tersebut. 

2. Manufaktur 
Supply Chain Management dalam industri manufaktur merujuk pada suatu serangkaian proses dan aktivitas yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan pengiriman produk-manufaktur dari pemasok bahan baku hingga konsumen akhir. Pada industri manufaktur, SCM menjadi kunci dalam mengintegrasikan rantai pasokan. 

3. Fast Moving Consumer Goods 
Dalam industri Fast Moving Consumer Goods ini membutuhkan sistem SCM karena produk-produk yang dikategorikan dalam FMCG merupakan suatu produk yang bisa terjual dengan cepat dan umur penyimpanannya yang lama. 

4. Food and Beverage
Industri food and beverage, sistem SCM berperan untuk memastikan bahwa setiap bahan berkualitas sampai tepat tepat waktu untuk diolah dan diproduksi. Dimulai dari pengadaan bahan mentah dari pemasok terpilih, pengiriman bahan mentah tersebut untuk diolah di dapur, proses pengolahan menjadi sebuah produk yang dapat dinikmati, hingga pendistribusiannya ke customer atau toko seluruh dunia. Seluruh proses itu dapat dengan mudah dikoordinasikan dengan SCM. 

 

Tahapan yang Dilakukan Sebelum Melakukan Implementasi SCM 

Sebelum melakukan implementasi supply chain management, perusahaan perlu melalui serangkaian tahapan persiapan untuk memastikan bahwa proses implementasi berjalan lancar dan efektif. Berikut beberapa tahapan yang dilakukan sebelum implementasi SCM:

1. Mengetahui Rantai Pasok Bermasalah atau Tidak 
Pertama-tama, kamu harus mengidentifikasi terlebih dulu bagaimana proses yang terlibat dalam mengantarkan produk ke pelanggan. Seperti, bagaimana kualitas pemasok menyediakan barang mentah, berapa lama produsen membuat produk, berapa banyak barang yang rusak saat proses produksi, apa saja hambatan distributor dalam menyalurkan produk, sampai akhirnya pembeli menggunakan produk tersebut. Kamu perlu mengumpulkan semua data yang terkait dengan informasi setiap tahapan dalam rantai pasok. Setelah kamu sudah memiliki data tersebut, maka sudah saatnya untuk melakukan perbaikan di setiap tahapannya. 

2. Pilih Supplier yang Tepat
Supplier memiliki peran yang krusial, makan kamu perlu menentukan terlebih dahulu kriteria pemilihan yang tepat demi keberlangsungan bisnis kamu. Kamu perlu memastikan bahwa supplier yang kamu pilih menyediakan bahan atau produk yang sesuai dengan standar kamu. Selain itu, kamu juga harus bisa mempertimbangkan harga yang ditawarkan, harga yang mahal mungkin dapat meningkatkan biaya yang kamu keluarkan, tapi harga murah yang memiliki kualitas rendah. 

3. Permasalahan dalam Mengelola Persediaan 
Hal yang dapat kamu lakukan dalam mengelola persediaan barang yaitu dengan melakukan perhitungan dan mencatat semua barang yang dimiliki oleh perusahaan kamu. Seperti seberapa banyak bahan mentah yang dimiliki dalam periode tertentu, barang yang sedang dalam proses produksi dan produk jadi yang sudah siap untuk dikirim. Selanjutnya kamu dituntut untuk mengetahui pola permintaan pelanggan. Hal ini melibatkan berdasarkan analisis histori penjualan dalam periode tertentu, seberapa banyak barang yang harus disiapkan agar tidak merugi. Dalam hal inilah peran sistem SCM dibutuhkan, yang dapat mmebantu perusahaan kamu dalam mengelola persediaan yang lebih matang. Terlebih lagi, sistem SCM dapat melakukan pelacakan persediaan secara real-time, peringatan otomatis saat stok rendah. 

4. Pengaturan Proses Produksi 
Kamu dapat merencanakan berapa banyak produk yang akan kamu produksi dalam periode tertentu. Proses produksi juga harus diikuti dengan proses produksi, seperti aliran kerja, layout tempat dan pemilihan alat, sehingga bisa meminimalkan biaya. Selain itu, aspek yang tidak kalah penting dalam hal ini adalah mengatur alokasi sumber daya manusia dan bahan baku. Kamu juga harus memastikan bahwa peralatan berfungsi dengan baik dan tenaga kerja yang terampil tersedia. 

5. Pengukuran Kinerja 
Pada langkah terakhir yang dapat dilakukan sebelum menerapkan sistem SCM ini adalah melakukan pengukuran kinerja yang mana kinerja perusahaan sudah maksimal atau belum. Kamu dapat menerapkan indicator atau KPI untuk menilai kinerja perusahaan kamu. Sebagai contoh kamu dapat menentukan tujuan atau strategi dengan menetapkan standar target penjualan, tingkat kepuasan pelanggan, biaya persediaan, dan lainnya. Penilaian kinerja dapat kamu lakukan secara periodik, harian, minggu atau bahkan tahunan. Dengan melakukan penilaian, maka perusahaan kamu dapat mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dan memperbaiki area yang perlu ditingkatkan. 

 

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah menjelaskan mengenai pentingnya Supply Chain Management untuk mengoptimalkan bisnis. SCM bukan hanya sekedar pendekatan logistik, melainkan strategi integral yang mencakup perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi, dan manajemen informasi di seluruh rantai pasok. Dengan memahami dan menerapkan SCM dengan baik, perusahaan dapat menghasilkan sejumlah keuntungan signifikan. 

SCM juga membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan, membangun kemitraan yang kuat, dan mengelola risiko dengan lebih baik. Pentingnya SCM terletak dalam kemampuannya untuk menciptakan rantai pasok yang tangguh, adaptif, dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Dengan memanfaatkan teknologi, integrasi informasi, dan strategi yang baik, perusahaan dapat mencapai keunggulan yang kompetitif, menjaga daya saing di pasar, dan mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Dengan demikian, SCM menjadi fondasi yang krusial dalam mendukung kinerja optimal perusahaan dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

Kamu bingung dengan masalah sistem bisnis kamu yang makin hari makin berantakan? Teman-teman nggak ada yang bisa bantuin masalah bisnis kamu? Tenang, aku punya solusinya! Sini aku kasih tau solusinya. Kalau sistem bisnis kamu berantakan gabung aja di IDMETAFORA. IDMETAFORA ini adalah sebuah platform web yang dapat membantu bisnis kamu dalam mengelola bisnis mulai dari pemasukan hingga pengeluaran. Jangan khawatir di IDMETAFORA sudah menyediakan berbagai fitur yang memudahkan pengelolaan bisnis kamu agar tetap aman dan terjaga. Jadi kamu nggak perlu khawatir lagi deh dengan sistem bisnis kamu. Yuk buruan daftarkan bisnis kamu di idmetafora.com
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda