+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Apa Itu Inflasi : Definisi, Penyebab, Penggolongan, Dampak, Jenis-Jenis Inflasi

12 September, 2022   |   srimulia

Apa Itu Inflasi : Definisi, Penyebab, Penggolongan, Dampak, Jenis-Jenis Inflasi

Sebagian dari kita pasti tidak asing lagi dengan istilah ini. Kata inflasi banyak digunakan apalagi jika menyangkut dalam perekonomian suatu negara. Dapat lebih jelas nya simak artikel dibawah ini.

Definisi Inflasi
 

Inflasi adalah  keadaan dimana terjadinya kenaikan beberapa harga barang dan jasa. Menurut Bank Indonesia (BI) inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan suatu harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Inflasi merupakan suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga artinya, jika harga tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi merupakan indikator yang dapat melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga langsung secara terus menerus dan saling mempengaruhi.

Istilah dalam inflasi dapat digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Banyak cara untuk mengukur suatu tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Inflasi adalah penurunan nilai mata uang akibat banyaknya dan cepatnya uang yang beredar sehingga menyebabkan naik nya harga barang.

Penyebab Inflasi
 

Penyebab inflasi memiliki banyak faktor. Secara umum, penyebab inflasi adalah karena terjadinya kenaikan permintaan dan biaya produksi . Berikut adalah beberapa penyebab inflasi di antaranya yaitu :

1. Tingginya Permintaan

Permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa sehingga menyebabkan harga barang dan jasa mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam hal ini disebabkan karena stok suatu barang yang sudah menipis sementara permintaan sangat tinggi, maka  stock suatu barang yang sudah tersedia akan mengalami kenaikan harga. Begitu juga dalam bidang jasa, jika terdapat pembatasan kuota penggunaan suatu jasa maka memungkinkan terjadinya kenaikan harga.

2. Meningkatkan Biaya Produksi

Dalam sektor produksi mengalami kenaikan harga seperti bahan baju ataupun upah pegawai secara otomatis produsen akan mengalami kenaikan harga agar pendapatan keuntungan secara kegiatan produksi dapat terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.

3. Jumlah Uang yang Beredar

Inflasi dapat terjadi karena uang yang beredar di masyarakat dibanding dibutuhkan.Peredaran uang dalam  jumlah yang tinggi di tengah masyarakat juga dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Hal tersebut dikarenakan ketika jumlah uang yang di masyarakat meningkat, maka secara otomatis harga barang atau jasa akan ikut mengalami kenaikan. 

Penggolongan dan Macam Inflasi


Berdasarkan dengan yang sudah dijelaskan di atas, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.

Sementara, inflasi luar negeri adalah  inflasi yang terjadi akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang. Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga.

Jika suatu barang mengalami kenaikan harga maka yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi disebut inflasi tertutup. Apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut dengan inflasi terbuka. berdasarkan keparahannya inflasi dapat dibedakan :

1. Inflasi Ringan 

Inflasi yang mudah untuk dikendalikan dan begitu mempengaruhi perekonomian suatu negara. Terjadinya kenaikan harga barang dan jasa di bawah 10% per tahun dan dapat dikendalikan.

2. Inflasi Sedang

Inflasi dapat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat dengan berpenghasilan tetap, namun belum membahayakan aktivitas perekonomian suatu negara. Inflasi ini berada di kisaran 10% – 30% per tahun.

3. Inflasi Tinggi

Inflasi  paling parah akibatnya harga - harga naik sampai 5 atau 6 kali. Masyarakat tidak  berkeinginan untuk menyimpan uang sebab nilai uang merosot dengan tajam sehingga ingin ditukarkan dengan uang sehingga perputaran uang semakin cepat dan harga naik secara akselerasi. Biasanya keadaan ini timbul apabila pemerintah mengalami defisit anggaran belanja yang dibelanjakan dan ditutupi dengan mencetak uang.
Inflasi Sangat Berat 

inflasi yang telah mengacaukan perekonomian suatu negara dan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun dilakukan kebijakan moneter dan fiskal. Inflasi ini berada di kisaran 100% ke atas per tahun.

Dampak Inflasi
 

Seperti yang sudah dijelaskan dari penyebab inflasi sekarang kita bahas tentang dampak dari inflasi sendiri sering kali identik dengan efek yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun.

Dampak inflasi yang tinggi bahkan menyebabkan pendapatan riil yang diperoleh masyarakat akan terus mengalami penurunan. Sehingga hal ini membuat standar hidup masyarakat akan turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama kalangan orang miskin, akan bertambah miskin. 

Dampak inflasi yang tidak stabil akan menciptakan sebuah ketidakpastian (uncertainty) bagi para ekonomi saat mengambil keputusan. Sementara, dampak inflasi domestik yang cenderung lebih tinggi akan dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga dan menjadikan tingkat bunga domestik riil akan menjadi tidak kompetitif. Hal tersebut dapat memberikan tekanan pada nilai Rupiah.

Jenis-jenis Inflasi
 

Salah satu cara untuk mengukur tingkat inflasi dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen atau IHK.  Berdasarkan tingkat keparahannya inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :

1. Inflasi ringan yaitu kurang dari 10% per tahun.

2. Inflasi sedang yakni antara 10%-30% per tahun.

3. Inflasi berat yakni antara 30% -100% per tahun.

4. Hiperinflasi yakni lebih dari 100% per tahun.

Berdasarkan sebabnya inflasi dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain yaitu :

1. Demand pull inflation

2. Cost push inflation

3. Bottle neck inflation 

Berdasarkan Tempat Asalnya Inflasi terdiri dari :

1. Domestic inflation ( inflasi yang berasal dari dalam negeri)

2. Imported inflation ( Inflasi yang terjadi akibat dari luar negeri yang timbul karena harga barang impor )

Inflasi berdasarkan sifatnya :

1. Inflasi merayap 

2. Inflasi menengah

3. Inflasi tinggi
 

Contoh Inflasi 
 

Contoh dalam inflasi yaitu misalkan pemerintah di suatu negara mengumumkan akan menaikan harga bahan bakar dan sebelum kebijakan tersebut diresmikan. produsen akan menimbun bahan bakar. Hal itu, menyebabkan kelangkaan dari bahan bakar di tengah masyarakat yang disertai dengan kenaikan harga kepanikan di masyarakat.
 

Perhitungan Inflasi

Perhitungan inflasi dapat dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan harga dalam satu atau dua barang tidak dapat di sebut degan inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas pada barang lainnya.

BPS dapat  menghitung inflasi menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau indeks pengeluaran. IHK sendiri meliputi pengeluaran bahan makanan dan makanan jadi ditambah dengan minuman dan tembakau.

Komponen IHK lainnya dalam perhitungan inflasi adalah pengeluaran perumahan, sadang, kesehatan, pendidikan, dan olahraga, serta transportasi dan komunikasi.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda