+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Pengertian Motivasi : Fungsi, Tujuan, dan Teori Motivasi

31 August, 2022   |   Inggihpangestu

Mengenal Pengertian Motivasi : Fungsi, Tujuan, dan Teori Motivasi

Motivasi adalah Keterampilan hidup yang sangat penting. Alasannya adalah bahwa setiap orang di seluruh dunia ini memiliki tujuan yang baik. Untuk mempertahankan tujuan Anda dengan baik, Anda harus mau bekerja keras untuk mewujudkan impian Anda. Tidak ada yang bisa dicapai tanpa motivasi. Tidak ada pos tujuan untuk dituju atau tujuan untuk dikejar. Memahami motivasi memberikan banyak wawasan berharga tentang sifat manusia. Oleh karena itu, kita perlu memahami tujuan dari motivasi. menetapkan tujuan motivasi, berjuang untuk pencapaian dan kekuasaan, mengapa kita menginginkan keintiman psikologis dan seks biologis, mengapa kita mengalami emosi seperti ketakutan, kemarahan dan kasih sayang adalah penting.
 

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli


Sebelum mengetahui tujuan dari motivasi, pahami terlebih dahulu pentingnya motivasi. Motivasi adalah proses memulai, membimbing, dan mempertahankan perilaku yang berorientasi pada tujuan. Entah itu segelas air untuk menghilangkan dahaga atau membaca buku untuk menambah pengetahuan, itu mendorong kita untuk bertindak. Motivasi adalah biologis untuk mengaktifkan perilaku. Termasuk kekuatan emosional, sosial dan kognitif. Dalam kehidupan sehari-hari, istilah “motivasi” sering digunakan untuk menjelaskan mengapa seseorang melakukan sesuatu. Ini adalah kekuatan pendorong perilaku manusia. Berikut adalah pengertian motivasi menurut para ahli tentang motivasi yang penting untuk diketahui:

Menurut Harold Koontz (Moekijat, 2001)

Motivasi menunjukkan kemauan dan usaha untuk memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan atau mencapai suatu tujuan.

Menurut Chung dan Megginson (Gomes,1981)

Motivasi adalah perilaku yang ditunjukkan oleh target. Motivasi mengacu pada upaya yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut George R. Terry (Moekijat, 2001)

Motivasi adalah keinginan individu yang mendorong mereka untuk bertindak atau melakukan sesuatu.

Menurut Robbins (Robbins, 1996)

Motivasi adalah kemauan untuk berusaha keras bagi organisasi dan dikondisikan oleh kemampuan usaha untuk memenuhi suatu kebutuhan individu.

Menurut Carl Heyel (Martoyo, 2007)

Motivasi mengacu pada tingkat kesiapan suatu organisasi untuk mengejar tujuan tertentu dan dimaksudkan untuk menentukan sifat dan lokasi kekuatan yang mendorong tingkat kesiapan tersebut.

Menurut Reksohadiprojo dan Handoko (Handoko dan Reksohadiprojo, 1996)

Motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan seseorang untuk  melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

Menurut Alvin Zander (Gibson, 1996)

Motivasi adalah keadaan seseorang yang mengaktifkan atau menggerakkan.

Menurut C. C. Pinder (Usmara, 2006)

Motivasi adalah kumpulan kekuatan tenaga yang datang dari dalam dan luar individu, yang mengawali suatu sikap dan menentukan bentuk, arah, dan intensitasnya.

Menurut Hodgetts dan Luthans (Usmara, 2006:14)

Motivasi adalah proses psikologis dimana keinginan yang tidak terpuaskan diarahkan untuk mencapai tujuan/insentif.
 

Tujuan Motivasi


Ada banyak tujuan motivasi. Motivasi dapat bertujuan semua perilaku manusia, tetapi memahami cara kerjanya dan faktor-faktor apa yang dapat memengaruhinya adalah penting dalam banyak hal.

Tujuan motivasi adalah sebagai berikut:

- Membantu meningkatkan suatu efisiensi orang saat mereka bekerja untuk menuju suatu tujuan
- Membantu orang mengambil suatu tindakan
- Mendorong orang untuk terlibat dalam suatu perilaku berorientasi kesehatan
- Membantu orang untuk menghindari suatu perilaku yang tidak sehat atau maladaptif seperti pengambilan risiko dan kecanduan
- Membantu orang akan merasa lebih mengendalikan hidup mereka
- Meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan yang secara keseluruhan

Adapun tujuan motivasi menurut Dr. Suwatno (2001) di sebuah perusahaan, sebagai berikut:

- Meningkatkan suatu moral dan kepuasan kerja karyawan.
- Meningkatkan produktivitas pekerja.
- Mempertahankan kestabilan karyawan pada sebuah perusahaan.
- Meningkatkan kedisiplinan pada karyawan.
- Mengefektifkan pengadaan pada karyawan.
- Meningkatkan suasana kerja yang baik dan hubungan kerja yang baik.
- Meningkatkan loyalitas, kreativitas, dan partisipasi pada karyawan.
- Meningkatkan tingkat kesejahteraan pada karyawan.
- Mempertinggi rasa tanggung jawab pada karyawan terhadap tugas-tugasnya.
- Meningkatkan efisiensi suatu penggunaan alat- alat dan bahan baku.
 

Bagaimana Motivasi Bekerja


Motivasi kita sering dialami lebih langsung dan kuat daripada motif ekstrinsik ketika mereka berasal dari motif internal, yang dikategorikan sebagai kebutuhan, kognisi, dan emosi. Tetapi kita tidak ada dalam ruang hampa, jadi apakah pengalaman batin ini berupa konsekuensi, insentif, atau bentuk tekanan lain yang timbul dari konteks sosial lingkungan kita. Kebutuhan fisiologis dan psikologis kita mendorong kita, emosi kita yang membawa suatu intensitas dan energi ke dalam hidup kita, mengarah pada usaha. Ketika kombinasi prasyarat dan motivasi batin selaras, mereka menciptakan lingkungan yang matang untuk keterlibatan dan kondusif untuk bertindak. Karena perilaku ini menghasilkan keadaan motivasi dan emosional yang lebih positif, mereka memperkuat perilaku melalui umpan balik positif dan meningkatkan kemungkinan pengulangan (Reeve, 2015).
 

Tips Menemukan Motivasi


Setiap orang mengalami fluktuasi dalam motivasi dan kemauan. Anda mungkin merasa energik dan termotivasi untuk mencapai tujuan Anda, tetapi Anda mungkin juga lesu atau tidak yakin dengan apa yang Anda inginkan dan bagaimana Anda bisa mencapainya. 
Ada langkah-langkah untuk melanjutkan bahkan ketika motivasi Anda turun. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Sesuaikan tujuan Anda untuk fokus pada hal-hal yang sudah benar-benar penting bagi Anda

2. Jika Anda menangani sesuatu yang terlalu besar atau terlalu berlebihan, bagilah menjadi beberapa langkah yang lebih kecil dan cobalah mengarahkan pandangan Anda untuk mencapai langkah pertama menuju kemajuan.

3. Tingkatkan kepercayaan pada diri Anda

4. Ingatkan diri Anda tentang apa yang ingin dicapai di masa lalu dan di mana letak kekuatan Anda

5. Jika ada hal-hal yang membuat Anda tidak merasa aman, cobalah untuk melakukan perbaikan di area sekitar tersebut sehingga Anda merasa lebih terampil dan mampu.
 

Faktor Motivasi


Maslow mengembangkan teori yang dikenal sebagai teori Hierarki. Menurutnya, ada dua faktor utama yang menyebabkan munculnya motivasi. Faktor-faktor ini adalah:

1. Faktor Pemuas

Faktor kepuasan disebut faktor satisfier atau motivasi intrinsik. Faktor ini berasal dari dalam diri individu dan mendorong seseorang untuk bertindak. Contoh faktor tersebut adalah:

- Kepuasan kerja. Hal ini merupakan salah satu penentu pada stabilitas kepuasan kerja, yang sangat erat kaitannya dengan kepribadian. 
- Tanggung jawab. Hal ini memungkinkan individu untuk memprioritaskan kehati-hatian kerja untuk mencapai hasil yang berkualitas, serta masalah kuantitas. 
- Prestasi. Tentunya hal ini dapat mendorong seseorang untuk lebih mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan energinya untuk mencapai tingkat prestasi yang lebih tinggi, asalkan masih ada kesempatan.

2. Faktor Pemelihara

Faktor pemelihara dikenal sebagai disatisier atau motivasi ekstrinsik. Faktor ini disebut juga dengan faktor hygene. Faktor yang satu ini bersifat eksogen, yang berasal dari luar individu. Faktor-faktor ini adalah:

- Hubungan interpersonal diantara teman sepekerja, atasan, ataupun bawahan.
- Kondisi pada suatu kerjaan.
- Keamanan pada keselamatan kerja.

Sedangkan menurut seorang ahli yang bernama Chatab, faktor motivasi dapat pula terdiri sebagai berikut:

- Suatu hasil kerja, keberhasilan ataupun prestasi.
- Pekerjaan yang sangat padat dengan berbagai macam tantangan.
- Pengakuan terhadap penghargaan.
- Kemajuan serta adanya perihal tentang pertumbuhan.
- Tanggung jawab yang lebih besar dari hal lainnya.
 

Teori-teori Motivasi


Terdapat beberapa teori motivasi yang dikenal untuk kita mempelajari motivasi, teori motivasi sebagai berikut:

1. Teori Maslow

Teori ini menyatakan bahwa perilaku dan pekerjaan manusia dipengaruhi oleh dorongan untuk dapat memenuhi berbagai jenis kebutuhan, baik yang bersifat bertahap maupun yang bersifat diferensial. Ketika kebutuhan pertama sudah terpenuhi,  kebutuhan kedua muncul dan menjadi prioritas berikutnya yang harus segera dipenuhi. Ini berlanjut sampai tingkat kebutuhan kelima yang akan dicapai.

2. Teori Keadilan

Sebuah teori keadilan yang dikemukakan oleh Adam Smith. Teori ini menyatakan bahwa ada tiga elemen utama yang digunakan ketika membahas teori keadilan. berikut adalah penjelasan nya :

- Outcome, yaitu suatu nilai yang akan diperoleh dan dirasakan oleh sebagian karyawan seperti contohnya adalah upah, kesempatan promosi, ataupun bonus.
- Input yang merupakan sebuah bentuk nilai yang dapat diterima oleh sebuah karyawan sehingga mampu untuk menunjang kinerja yang bersangkutan.
- Equity in equity yang berarti puas atau tidaknya karyawan akan terlihat dari hasil yang membandingkan berbagai macam input dan outcome karyawan yang bersangkutan dengan input dan outcome oleh karyawan lain.
- Comparison person. Maksudnya adalah adanya seorang pegawai dalam suatu perusahaan atau organisasi yang sama menjadi seseorang karyawan atau pegawai dalam organisasi atau perusahan lain yang berbeda.

3. Teori Harapan

Teori ini berpendapat bahwa motivasi juga adalah hasil dari suatu hasil yang ingin dicapai oleh seseorang, dan ada kekhawatiran bahwa tindakannya akan berdampak dan mengarah pada hasil yang diinginkan. Jika demikian, orang tersebut memiliki peluang besar dan akan terus berusaha untuk mendapatkannya.

4. Teori Motivasi

Teori motivasi berprestasi yang dikemukakan oleh Hashibuan. Teori ini menganggap karyawan memiliki cadangan dan potensi energi dalam dirinya sendiri. Tentu saja, bagaimana energi yang dilepaskan terkait dengan situasi dan peluang yang ada, tergantung pada kekuatan dan dorongan, serta motivasi orang yang melakukannya. Energi ini kemudian dimanfaatkan oleh karyawan dengan motivasi dan kebutuhan dasar yang saling terkait, harapan untuk sukses, dan insentif dari nilai-nilai yang menyertai tujuan tertentu.
 

Proses Motivasi


Motivasi ada karena suatu kebutuhan yang lebih mendasar. Ada dorongan untuk bertindak untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Ketika seseorang mengalami beberapa bentuk motivasi dan dorongan, dia dikatakan mengalami ketidakseimbangan. Pada dasarnya, proses motivasi memiliki dinamika yang muncul dari adanya kebutuhan akan sifat-sifat yang lebih mendasar. Dari dorongan inilah muncul tindakan dan tindakan yang mengarah pada perolehan kepuasan dari dalam diri individu.
 

Pemberian Motivasi Yang Efektif


Guna memberikan motivasi yang sangat efektif, menurut seorang ahli yang bernama Armstrong menyarankan Anda untuk memperhatikan hal berikut ini :

1. Anda harus mengetahui beberapa faktor yang dapat mempunyai pengaruh terhadap motivasi, seperti halnya pola kebutuhan yang mendorong pada sasaran tertentu dan juga keadaan dimana kebutuhan tersebut dapat terpenuhi ataupun tidak dapat terpenuhi.

2. Memahami proses dasar dari motivasi, adanya model berbagai macam kebutuhan, sasaran yang ingin dibidik, serta tindakan yang berpengaruh dengan pengalaman dan harapan yang telah ditetapkan sebelumnya.

3. Pahami bahwa disamping semua itu faktor yang telah disebutkan diatas, terdapat suatu hubungan yang sifatnya lebih kompleks antara motivasi dengan suatu pencapaian pada prestasi kerja.

4. Ketahuilah bahwa suatu motivasi tidak akan dapat diperoleh dengan menciptakan perasaan tentang kepuasan saja, oleh karena itu terkadang rasa puas dapat menimbulkan suatu kepuasan diri dan menyebabkan kelambanan bagi individu.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda