+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Lebih Dalam Teknologi Fiber Optic

30 August, 2022   |   davasafgi

Mengenal Lebih Dalam Teknologi Fiber Optic

MENGENAL LEBIH DALAM
TEKNOLOGI
FIBER OPTIC
Saat melihat artikel ini, kalian pasti menggunakan internet untuk mengaksesnya. Jika berbicara tentang koneksi internet yang akan terbayang dipikiran kita adalah layanan internet satelit yang kita gunakan sehari-hari jika menggunakan smarthphone tanpa koneksi WiFi. Namun ternyata selain koneksi internet satelit ada satu teknologi yang sebenarnya sudah lama ditemukan oleh para ilmuwan yaitu Fiber Optic.
Fiber Optic atau sering juga dikenal serat optik menjadi salah satu tumpuan teknologi yang masih digunakan sampai sekarang meski teknologi ini sudah tergolong tua. Namun dengan segala inovasi yang telah dilakukan, fiber optik menolak tua untuk ditinggalkan dan berganti dengan teknologi baru. Salah satu kelebihan yang dimilikinya yaitu biaya maintenance yang jauh lebih murah ketimbang teknologi layanan internet satelit.
Pada artikel ini, kita akan membahas bersama tentang sejarah, fungsi, sampai kelebihan dan kekurangan teknologi fiber optik yang sangat fenomenal ini. Mengapa bisa teknologi yang umurnya tidak muda lagi masih dipakai sampai sekarang dan bisa bersaing dengan teknologi baru yang lebih modern dan bahkan menjadi pilihan utama perusahaan-perusahaan besar dalam koneksi internet. Tanpa berlama-lama lagi mari kita bahas sampai tuntas teknologi fiber optik ini.
Sejarah Fiber Optic
Sebenarnya penggunaan cahaya ssebagai pembawa informasi ini sudah banyak digunakan sejak zaman kuno, salah satunya suku Indian yang sejak dulu menggunakan cahaya atau asap untuk berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain. Namun jika kita bahas sejak zaman dulu, artikel ini akan terlalu panjang dan terkesan membosankan, maka dari itu kita akan membahas sejarah fiber optic dimasa modern.
Fiber Optic atau biasa dikenal dengan serat optik pertama kali ditemukan di Jerman pada tahun 1930. Kala itu ilmuawan Jerman memulai percobaan untuk mengirimkan cahaya melalui bahan serat optik. Waktu itu percobaan masih meragukan banyak orang dan tergolong primitif karena hasil dari percobaan tersebut tidak bisa langsung dirasakan oleh khalayak banyak. Perkembangan serat optik ini tidak berhenti sampai situ saja, pada tahun 1958 giliran ilmuwan asal Inggris yang mencoba mengembangkan teknologi ini, saat itu mereka diusulkan serat optik prototipe yang terdiri dari inti kaca yang dibungkus dengan kaca lainnya. Namun pada pengembangan tersebut, mereka masih belum bisa memecahkan teka-teki serat optik ini. Baru pada awal 1960-an terjadi penemuan yang sangat fenomenal terjadi di negeri sakura Jepang, para ilmuwan berhasil menciptakan jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar. Di sisi lain ilmuwan mencoba untuk mengarahkan cahaya melewati kaca (serat optik) tetapi juga mencoba untuk “menjinakkan” cahaya. Keberhasilan tersebut juga berkat penemuan teknologi laser yang ditemukan pada tahun 1959. Sedikit membahas tentang laser, dia bekerja pada frekuensi dengan daerah tampaknya sekitar 1014 Hertz 15 Hertz atau ratusan ribu kali frekensi gelombang mikro.
Perkembangan selanjutnya pada pertengahan 1966 Charles Kao dan George Hockham melakukan penelitian di Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan penelitiannya tentang kemampuan serat optik dalam mentransmisikan sinar laser yang sangat sedikit kerugiannya dengan menggunakan serat kaca yang sangat murni. Dari penemuan ini, kemudian para ilmuwan lebih fokus dengan bagaimana cara memurnikan bahan serat kaca tersebut. Kemudian di tahun 1997 Serat optik menghubungkan seluruh dunia, Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan kabel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.
Jika berbicara tentang teknologi fiber optic pada saat ini, teknologi serat optik masa kini telah dapat menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan dalam mentransmisikan data menjadi lebih banyak dan cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional.
Pengertian Fiber Optic
Lalu apa bedanya fiber optik dengan kabel lain yang biasanya membawa arus listrik?, kabel fiber optik adalah jenis kabel yang fungsinya mengubah sinyal listrik menjadi cahaya dan mengalirkannya dari satu titik ke titik yang lain. Bahan dari kabel fiber optik ini sendiri umumnya adalah serat kaca dan plastik yang sangat halus, bahkan bisa dikatakan lebih halus dari sehelai rambut manusia. Hal ini sangat berbeda dengan kabel lain yang umumnya menggunakan bahan baku dari tembaga.
Hingga saat ini, terdapat 2 jenis mode transmisi fiber optik yang banyak digunakan, yaitu jenis Fiber Optik Single Mode dan Fiber Optik Multimode. Kedua jenis tersebut memiliki peran masing-masing dalam penggunaannya. Berikut merupakan penjelasan lebih rinci tentang jenis fiber optik:

  1. Fiber Optik Single Mode
Kabel fiber optik single mode merupakan kabel jaringan yang hanya memiliki transmisi tunggal, sehingga kabel ini hanya bisa menyebarkan cahayanya melalui satu inti dalam suatu waktu.
 
Jenis fiber optik ini memiliki inti yang berukuran kecil dengan diameter sekitar 9 mikrometer yang digunakan untuk mentransmisikan gelombang cahaya dari sinar inframerah dengan panjang gelombang 1300-1550 nanometer.
  1. Fiber Optik Multimode
Yang kedua adalah kabel fiber optik multimode. Kabel ini merupakan kabel yang dapat mentransmisikan banyak cahayan dalam waktu bersamaan karena memiliki ukuran inti besar yang memiliki diameter sekitar 625 mikrometer.
Biasanya kabel jenis ini banyak digunakan untuk keperluan komersial perusahaan yang pada umumnya diakses oleh banyak orang. Kabel fiber optik ini mengirimkan sinar inframerah yang memiliki panjang sekitar 850-1300 nanometer.
Mungkin beberapa dari kalian masih bingung tentang perbedaan kedua jenis kabel tersebut. Maka dari itu kita akan membandingkan secara bersebelahan perbedaan keduannya agar kalian menjadi lebih paham tentang kedua jenis kabel fiber optik tersebut. Berikut adalah tabel perbedaan kabel fiber optik single mode dan fiber optik multimode:
Variabel       Single-Mode        Multi-Mode
Diameter Core 5-10 Mikrometer 50, 62.5 dan 100 Mikrometer
Jenis Cahaya Laser Infrared LED
Banyak Pancaran Cahaya satu Lebih dari satu
Jenis Pancaran Cahaya 1319 dan 1510 Nanometer 850 dan 1300 Nanometer
Jarak Pancaran Cahaya 30-100 Kilometer 500 Meter – 2 Kilometer
Bandwidth Up to 10 Gbps Up to 1 Gbps
Biaya Lebih Mahal Lebih Murah
 
 
Setelah membahas jenis-jenis kabel fiber optik yang umumnya digunakan pada masa kini, tidak afdol rasanya jika kita tidak membahas tipe kabel optik yang biasa digunakan oleh perusahaan besar yang mengandalkan kabel fiber optik ini. Berikut merupakan beberapa tipe kabel fiber optik yang umum digunakan:
  • Tight Buffer (Indoor/Outdoor)
  • Breakout Cable (Indoor/Outdoor)
  • Aerial Cable/Self-Supporting
  • Hybrid & Composite Cable
  • Armored Cable
  • Low Smoke Zero Halogen (LSZH)
  • Simplex cable
  • Zipcord cable
Selain mengetahui jenis-jenis kabel optik yang biasa digunakan, tidak ada salahnya jika kita juga mengetahui isi atau komponen yang menyusun sebuah kabel optik itu sendiri. Berikut merupakan komponen yang menyusun kabel optik:
  1. Bagian inti (core)
Bagian inti fiber optik terbuat dari bahan kaca dengan diameter yang sangat kecil (diamaternya sekitar 2 μm sampai 50 μm). Jika sebuah diameter serat optik yang digunakan lebih besar, maka akan membuat performa yang lebih baik dan stabil.
  1. Bagian Cladding
Bagian cladding adalah bagian pelindung yang langsung menyelimuti serat optik. Biasanya ukuran cladding ini berdiameter 5 μm sampai 250 μm.
Cladding terbuat dari bahan silikon, dan komposisi bahannya berbeda dengan bagian core. Selain melindungi core, cladding juga berfungsi sebagai pemandu gelombang cahaya yang merefleksikan semua cahaya tembus kembali kepada core.
  1. Bagian Coating / Buffer
Bagian coating adalah mantel dari serat optik yang berbeda dari cladding dan core. Lapisan coating ini terbuat dari bahan plastik yang elastis.
Coating berfungsi sebagai lapisan pelindung dari semua gangguan fisik yang mungkin terjadi, misalnya lengkungan pada kabel, kelembaban udara dalam kabel.
  1. Bagian Strength Member & Outer Jacket
Lapisan ini merupakan lapisan yang sangat penting karena menjadi pelindung utama dari sebuah kabel fiber optik. Lapisan strength member dan outer jacket adalah bagian terluar dari fiber optik yang melindungi inti kabel dari berbagai gangguan fisik secara langsung.
Fungsi Fiber Optic
Pada dasarnya fungsi dari sebuah kabel Fiber Optik sama seperti jenis kabel yang lain yakni menghubungkan antar perangkat komputer atau pengguna satu sama lain dan dalam lingkup jaringan tertentu yang sudah di perhitungkan.
 
Yang menjadi pembeda antara kabel optik dengan kabel biasa adalah kecepatan akses yang tinggi serta kemampuan transfer data lebih cepat. Untuk kecepatan pengiriman data bisa sampai kisaran Gigabit per detiknya. Selain itu karena kabel fiber optik tidak membawa arus listrik, kabel jenis ini juga tidak terpengaruhi gangguan elektromagnetik sehingga stabil dalam penggunaannya.
 
Namun tentunya dengan banyaknya kelebihan yang diperoleh tentunya harus dibayar lebih mahal, itulah sebabnya kabel jenis ini tidak dipakai oleh sembarangan orang atau instansi tertentu. Biasanya perusahaan skala besar serta operator telekomunikasi yang lebih sering memilih menggunakan kabel Fiber Optik ini. Bahkan saat ini pun perusahaan pengembang Wi-Fi sudah mulai memakai Fiber Optik karena lebih cepat dan stabil.
Kelebihan dan Kekurangan Fiber Optic
Dari segala kelebihan yang dimiliki oleh kabel fiber optik, kabel jenis ini juga memiliki kelemahan yang dapat berdampak seluruh aspek yang dicakupnya. Meskipun hadir dengan kemampuan yang relatif tinggi, bukan berarti kabel fiber optik lolos tanpa kekurangan dalam penggunaannya. Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan yang diperoleh jika menggunakan Fiber Optik:
Kelebihan Fiber Optik:
  1. Jenis kabel Fiber Optik ini memiliki kemampuan mengantarkan data dengan kapasitas besar serta jarak transmisi yang sangat jauh. Dengan kapasitas Gigabyte per detiknya maka memberikan kebebasan bagi perusahaan – perusahaan internet dan telepon memilih bandwith tinggi yang sangat tinggi.
  2. Meskipun memiliki kemampuan yang besar, namun bentuk fisik dari kabel ini lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis lain karena bahannya dari serat kaca dan plastik. Hal ini memungkinkan tersedianya ruang yang cukup besar ketika digunakan dalam jumlah tinggi.
  3. Karena tidak menggunakan arus listrik kabel Fiber Optik ini bebas dari gangguan sinyal elektromagnetik, sinyal radio, serta mempunyai ketahanan yang cukup kuat juga sehingga banyak digunakan perusahaan – perusahaan besar.
  4. Meskipun memiliki kecepatan akses yang tinggi namun tetap kemungkinan hilangnya data sangatlah rendah, jadi ketika menggunakan kabel fiber optik ini tidak perlu mengkhawatirkan validitas data.
  5. Karena tidak menggunakan listrik maka kemungkinan adanya konsleting juga tidak akan terjadi, jadi dalam hal keamanan juga sangat terjamin. Makanya jenis kabel fiber optik ini sering dipasang di bawah laut, selain pemasangannya yang relatif mudah, air laut juga memberikan pendinginan alami untuk kabel fiber optik.
Kekurangan Fiber Optik:
  1. Kekurangan terbesar dari kabel Fiber Optik adalah harganya yang cukup tinggi, hal ini sangatlah wajar mengingat bahan – bahan yang digunakan serta pemasangannya. Oleh sebab itu pengguna kabel jenis bukanlah sembarangan melainkan perusahaan atau penyedia jasa komunikasi yang memang menginginkan akses lebih cepat. Namun jika dibandingkan dengan pemasangan satelit, kabel Fiber Optik bisa dibilang lebih murah.
  2. Selain memakan biaya besar pada saat pemasangan, untuk perawatan Fiber Optik pun juga memerlukan biaya yang tidak sedikit melihat alat – alat yang digunakan juga tidaklah murah. Itu karena biasanya kabel ini dipasang di bawah laut sehingga memerlukan teknisi yang tidak sembarang orang bisa mengatasinya.
Itulah pembahasan mengenai Fiber Optik yang perlu kita ketahui, terutama jika kalian ingin melakukan instalasi jaringan. Walaupun dengan harga yang setinggi itu, namun jika melihat manfaat dan kegunaannya maka sangatlah wajar banyak perusahaan besar yang lebih memilih jenis kabel ini.
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda