+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Kabel LAN : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya

31 August, 2022   |   Dwi

Kabel LAN : Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Pengertian

Kabel LAN (Local Area Network) atau yang biasa dengan kabel UTP adalah kabel yang biasa digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer/perangkat menjadi sebuah rangkaian jaringan komputer dalam area yang terbatas contohnya seperti rumah, kantor, laboratorium, perkantoran.
 

Jenis Kabel LAN

 Kabel LAN memiliki tiga jenis yang sering di gunakan pada saat ini, yaitu:

1. Kabel UTP/Twisted Pair
Jenis kabel yang pertama yaitu kabel UTP atau singkatan dari Unshielded Twisted Pair. Jenis Kabel LAN yang satu ini juga sering disebut juga dengan kabel twisted pair.
Sama dengan namanya, kabel ini memiliki ciri fisik dengan beberapa kabel utama yang terpilin dan tertata secara rapi. Jenis kabel LAN ini merupakan jenis yang paling sering digunakan untuk mendukung sebuah jaringan lokal. Kabel UTP dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kecepatan transmisi data nya: 

a. Kabel UTP Kategori 1 (Cat 1)
Kabel UTP yang memiliki kualitas transmisi paling rendah dan hanya support komunikasi dari suara analog. Untuk komunikasi data digital dengan kecepatan sampai dengan 1 Mb/s.

b. Kabel UTP Kategori 2 (Cat 2)
Memiliki transmisi yang lebih baik dari kabel UTP sebelumnya dan bisa dipakai untuk komunikasi suara dan data digital. Untuk komunikasi data digital dengan kecepatan sampai dengan 4 Mb/s.

c. Kabel UTP Kategori 3 (Cat 3)
Merupakan pengembangan dari kabel UTP Cat 2 dan bisa dipakai untuk komunikasi data digital dengan kecepatan sampai dengan 10 Mb/s.

d. Kabel UTP Kategori 4 (Cat 4)
Hasil dari perkembangan kabel UTP Cat 3, digunakan untuk komunikasi data digital dengan kecepatan sampai dengan 16 Mb/s.

e. Kabel UTP Kategori 5 (Cat 5)
Perkembangan dari kabel UTP Cat 4, digunakan untuk komunikasi suara digital dengan kecepatan sampai dengan 100 Mb/s.

f. Kabel UTP Kategori 5e (Cat 5e)
Perbaikan dari versi sebelumnya, kabel ini memiliki kecepatan hingga 250 MHz yang disarankan untuk penggunaan jaringan Gigabit Ethernet.

g. Kabel UTP Kategori 6 (Cat 6)
Pengembangan dari kabel UTP Cat 5e, yang bisa mentransmisikan data dengan frekuensi sampai dengan 1 Gb/s.

h. Kabel UTP Kategori 6a (Cat6a) 
Merupakan hasil dari perkembangan kabel versi sebelumnya yang mampu mentransfer sampai dengan 10 Gb/s.
 
2. Kabel Coaxial
Selain kabel UTP, jenis kabel LAN yang kedua yaitu kabel coaxial. Berbeda dengan kabel UTP, kabel coaxial justru lebih banyak terbuat dari kawat tembaga. Selain memiliki diameter kabel yang lebih besar, kabel coaxial pun memiliki kabel yang lebih berat dari kabel UTP. Hal ini disebabkan dari materi tembaga yang digunakan pada kabel ini.
Di luar kawat tembaga terdapat pelindung yang berupa isolator, konduktor, hingga bahan PVC. Secara fisik, kabel coaxial hampir memiliki kemiripan dengan antena pada umumnya. Kapasitas kecepatan transmisi kabel ini terbilang cukup kecil yaitu hanya sekitar 10 Mbps untuk kecepatan maksimal  yang dapat mencapai jarak lebih dari 2.000 km.
 
3. Kabel Fiber Optik
Jenis kabel yang ketiga adalah kabel fiber optik. Umumnya, jenis kabel fiber optik ini terdiri dari beberapa kumpulan serat fiber yang memiliki rakitan atau kumparan yang mirip dengan kabel listrik, tetapi mengandung satu atau lebih serat optik yang digunakan untuk transmisikan cahaya.
Karena terdiri dari serat fiber, maka jenis kabel ini cenderung lebih memiliki tampilan fisik yang lebih ringan dan juga fleksibel. Umumnya, kabel ini dapat membawa data yang lebih banyak dengan kecepatan lebih tinggi. Untuk kecepatan transmisi kabel fiber optik dapat mencapai 100 Gbps, kecepatan tersebut dikemukakan oleh Perusahaan asal Jepang, Mitsubishi, memungkinkan hal tersebut dengan mengumumkan penemuan terbarunya pada event CEATEC 2013 yang dihelat di Tokyo, Jepang.
 

Fungsi Kabel LAN

1. Menghubungkan komputer dengan komputer lainnya

Kabel LAN dapat digunakan untuk menghubungkan komputer satu dengan lainnya. Komputer yang saling terhubung dapat melakukan pembagian file, tanpa perlu menggunakan media external seperti flashdisk, hardisk,dll. Hal ini biasa disebut dengan sharing file.
Dengan terhubungnya komputer dengan komputer lain kita juga bisa melakukan LAN Chat. Apa yang dimaksud dengan LAN Chat? LAN chat adalah sebuah fitur dimana kita bisa saling chatting dengan komputer lain tanpa memerlukan koneksi internet (secara online). Untuk menggunakan fitur ini bisa menggunakan aplikasi bawaan windows yaitu winchat.exe atau aplikasi external seperti MsgPopup, Softros lan messenger dan Outlook LAN Messenger.
Selain itu dengan menggunakan LAN kalian juga bisa meremote atau mengontrol komputer lain dengan mudah. Biasanya jika kita ingin meremote komputer lainnya, kita dapat menggunakan teamviewer atau aplikasi lainnya yang memerlukan internet. tapi dengan LAN bisa melakukannya secara offline dengan menggunakan Remote Desktop Manager/Connection.

2. Menghubungkan komputer dengan router
Wifi adalah kebutuhan wajib untuk setiap perkantoran pada saat ini. Kita biasanya menggunakan wifi dengan cara wireless. Namun, semakin jauh jarak kita dari sumber wifi maka koneksinya maupun kecepatan nya akan semakin berkurang. Namun kita bisa menggunakan LAN untuk menghubungkan pc/komputer kita ke wifi. koneksi menggunakan LAN akan lebih stabil dan kencang dibanding kita menggunakan wireless LAN.

3. Menghubungkan komputer dengan device lain
Kabel LAN juga bisa digunakan saat kita ingin menghubungkan komputer dengan device lain. Contohnya adalah saat kita ingin menghubungkan komputer dengan printer. Dengan tambahan topologi jaringan yang sesuai , 1 device external dapat digunakan oleh banyak komputer sekaligus.
 

Cara Membuat Kabel LAN 

Dalam hal ini kita akan membuat kabel LAN jenis UTP (Unshielded Twisted Pair). Untuk membuat kabel LAN jenis UTP, ada beberapa bahan yang harus kamu siapkan, yaitu:
1. Crimping tools Digunakan untuk menggabungkan Kabel UTP dengan konektor RJ-45.
2. Konektor RJ-45 Sebagai media yang digunakan untuk terhubung ke komputer yang akan di koneksikan.
3. Kabel UTP Sebagai media penghantar atau transfer data.
4. Gunting (opsional) Digunakan untuk membuka pembungkus kabel UTP.
5. LAN tester (opsional) Akan digunakan untuk media percobaan apakah urutan warna kabel nya sudah benar.

Langkah-langkah membuat kabel LAN straight,cross dan roll:
1. Potong kabel sesuai panjang yang diinginkan, beri sedikit space, karena kamu perlu menyisakan sebagian panjang kabel untuk konnector.
2. Kuliti kabel luar , kamu bisa menggunakan crimping tool atau menggunakan gunting untuk melakukannya. hati-hati jangan sampai kabel tembaga terpotong.
3. Luruskan 8 kabel tersebut sampai semua lurus, sesuai dengan urutan kabelnya, baik straight,cross ataupun roll. Setelah itu ratakan ujung kabelnya menggunakan crimping tool.
4. Setelah semua urutan kabel benar dan ujungnya sudah diratakan, masukan kabel tersebut ke dalam slot RJ-45 sesuai dengan urutannya.
5. Jepit konektor RJ-45 menggunakan crimping tool pastikan kamu menekannya dengan kuat hingga slot tertutup dengan rapat.
6. Lakukan 5 langkah diatas di sisi sebaliknya.
7. Lakukan test menggunakan LAN Tester, jika semua lampu pada LAN Tester menyala, itu berarti kabel LAN mu siap untuk digunakan.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda