+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Memahami Konsep MVC, Pengertian, Serta Manfaatnya

31 August, 2022   |   baguswap

Memahami Konsep MVC, Pengertian, Serta Manfaatnya

MVC (Model-View-Controller) merupakan salah satu istilah yang tidak asing lagi di dengar dalam dunia web programming. MVC adalah konsep sederhana yang memudahkan pengembang untuk mengembangkan aplikasi web. Model-View-Controller (MVC) adalah pola arsitektur yang banyak digunakan dalam framework-framework populer karena kinerjanya yang sangat baik. Pahami konsep MVC tersebut mulai dari pengertian hingga manfaatnya dalam pembahasan dibawah ini.

 

Apa itu MVC ?

Dalam dunia pemrograman, istilah framework sering menjadi bahan pembahasan. Ada banyak framework umum yang  digunakan oleh  developer yang sudah mendukung konsep MVC untuk mengembangkan  website. MVC adalah desain arsitektur dalam proses pembuatan dan pengembangan sebuah website. Konsep MVC terdiri dari tiga komponen utama yaitu Model, View, dan Controller. Arsitektur MVC pertama kali dikenalkan oleh Trygve Reenskaug pada tahun 1979. Kemudian, pada tahun 1987, ia menerbitkan konsep ini  dalam bahasa pemrograman Smalltalk. Saat ini, MVC mungkin adalah istilah yang digunakan oleh jutaan orang yang terlibat dalam dunia teknologi. Banyak developer menggunakan konsep arsitektur MVC adalah karena pola ini  memudahkan pekerjaan developer dalam melakukan pengembangan aplikasi.
 
Dengan konsep MVC ini, situs web memiliki bagian terpisah yang dapat dikembangkan secara individual. Oleh karena itu, pengembang dapat fokus mengerjakan hanya satu bagian, serta proses pengembangan situs web menjadi lebih cepat. Konsep MVC banyak digunakan dalam berbagai framework karena dianggap efektif. Misalnya pada framework PHP, Laravel, CodeIgniter, Symfony, Yii, dan Zend sudah menggunakan konsep ini.
 
 

Konsep MVC

 
Model
Komponen model membantu menyimpan data dan logika program. Data yang ditampilkan di sini mewakili data yang dikirimkan antara komponen View dan Controller atau logika program lainnya. Misalnya, objek controller mendapatkan informasi pelanggan dari database. Komponen model memanipulasi data dan mengirimkannya kembali ke database atau menggunakannya untuk membuat data yang sama. Komponen model ini menanggapi permintaan dari bagian depan program, serta instruksi dari Controller untuk memperbarui kode bagian model itu sendiri. Komponen model adalah bagian penting dari MVC dan merupakan level terendah dari pola logika pemrograman yang bertanggung jawab untuk memelihara data. Misalnya, Anda memiliki  aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna  memiliki akun. Pertama, controller mendapatkan data dari  pengguna aplikasi yang ada di masing-masing akun. Komponen model kemudian memproses dan memanipulasi data dan mengirimkannya kembali ke komponen lain.
 
 
View
Komponen kedua adalah View. Fungsi View dalam konsep MVC adalah untuk menampilkan informasi dan menampilkan data dalam format grafik yang biasa disebut dengan GUI (Graphical User Interface). View menunjukkan data yang diproses oleh komponen sebelumnya, yaitu komponen model. Model  memberikan informasi tentang data tertentu. Informasi ini biasanya dalam bentuk kode komputer yang kompleks dan sulit dibaca oleh masyarakat umum. Tugas View kemudian menyajikan tampilan kepada pengguna dalam format yang  mudah dipahami dan digunakan pengguna. Logika view juga merender data dari bagan, grafik, dan tabel. Misalnya, setiap komponen view yang diminta pelanggan berisi semua komponen UI seperti text box, menu drop-down, dan  sebagainya.
 
Controller
Komponen terakhir dari MVC adalah Controller. Fungsi Controller sebagai bagian ketiga dari konsep MVC adalah memuat semua logika  bisnis dan menangani permintaan  masuk dari pengguna aplikasi. Controller merupakan bagian yang menghubungkan dua komponen sebelumnya yaitu model dan view. Controller menyediakan ruang bagi pengguna untuk memasukkan data dan mengirim perintah untuk mengubah data. Misalnya, controller memberi pengguna akses  untuk mengedit data di akun. Kemudian perubahan diajukan dan  komponen model dimodifikasi. Selain itu, controller juga memperbarui komponen view untuk memungkinkan pengguna  melihat data yang dimodifikasi sebelumnya. Controller adalah komponen yang berhubungan langsung dengan interaksi pengguna. Komponen ini mendefinisikan apa yang dilakukan model dan  apa yang ditampilkannya dalam view. Tanpa elemen Controller, model dan ciew tidak dapat terhubung dan aplikasi tidak akan berjalan dengan baik.
 

 

Cara Kerja MVC




 
Untuk lebih memahami cara kerja setiap komponen di MVC, pertama-tama bayangkan Anda adalah pengguna aplikasi berbasis web yang mengakses komponen melalui browser. Pada langkah pertama, browser  Anda  mengirim pesan ke komponen Controller. Controller kemudian berinteraksi dengan model untuk mengirim dan menerima data. Contohnya ketika Anda mengakses pada sebuah web toko online. Maka Anda akan meminta katalog produk pada controller, kemudian controller akan meminta model untuk mencari daftar katalog dari database, dan controller akan meminta view untuk menampilkan katalog tersebut.  Jika dirincikan maka akan seperti ini:

1. View menampilkan antarmuka pengguna aplikasi dan informasi lainnya.
 
2. View memproses permintaan informasi proses dari pengguna, dan permintaan informasi dari pengguna dikirim ke controller.
 
3. Controller mendapatkan semua permintaan untuk aplikasi dari view.
 
4. Controller memberi instruksi ke model untuk menyiapkan informasi  yang diminta dan dibutuhkan view.
 
5. Model mencari informasi yang dirujuk oleh view  dan memproses informasi tersebut dalam database.
 
6. Ketika model selesai mengelola informasi menggunakan logika pemrograman, model mengirimkan hasilnya ke controller
 
7. View akan menggunakan data yang disediakan oleh controller untuk menghasilkan keluaran akhir.
 
 

Manfaat MVC

 
1. Proses pengembangan aplikasi lebih efektif
MVC adalah konsep yang dapat mempercepat pembuatan serta pengembangan aplikasi. Hal ini karena kode untuk membangun aplikasi tersebut dapat kita kerjakan oleh beberapa orang developer sekaligus secara bersamaan. Misalnya, saat mengembangkan aplikasi web, programmer backend  dapat bekerja dengan bagian model dan controller. Sementara itu, programmer front-end dapat bekerja dengan view.
 
2. Penulisan code menjadi lebih terstruktur
Manfaat lain dari MVC adalah dengan membagi penulisan kode menjadi tiga komponen sebelumnya dapat membuat pengembangan menjadi dengan lebih jelas dan terstuktur. Tentunya hal ini  memudahkan developer untuk berkolaborasi dalam mengembangkan kode  menjadi  aplikasi yang lengkap.
 
3. Lebih mudah dalam Testing
MVC merupakan konsep yang dapat menyederhanakan proses pengujian. Pengujian atau testing sangat penting dalam proses pengembangan aplikasi agar pengembang dapat melihat apakah mereka dapat menggunakan aplikasi  dengan baik. Pola arsitektur MVC menyederhanakan pengujian. Ini karena  MVC memungkinkan Anda untuk menjalankan tes ketika setiap bagian  selesai, sehingga Anda tidak perlu menunggu lama untuk seluruh situs web atau aplikasi Anda siap digunakan.
 
4. Perbaikan error dan bug lebih cepat
Salah satu kelebihan MVC adalah mudah untuk memperbaiki error dan bug. Code yang digunakan konsep MVC dapat ditulis secara individual oleh pengembang yang berbeda. Oleh karena itu, lebih mudah untuk debugging karena setiap pengembang dapat fokus  pada apa yang sedang dikerjakannya.
 
5. Maintenance lebih mudah
Manfaat dari MVC lainnya adalah konsep ini membuatnya lebih mudah untuk dilakukan pemeliharaan. Penulisan kode yang menggunakan konsep terstruktur ini memudahkan programmer dalam pemeliharaan dan maintenance. Dengan penempatan semua kode dengan benar, developer tidak lagi kesulitan  menemukan kode untuk ditambahkan atau diperbarui selama maintenance.
 

Kesimpulan

MVC adalah cara untuk membangun aplikasi dengan membagi kode Anda menjadi tiga bagian, yaitu model, view, dan controller. MVC ini terdiri dari tiga bagian yang saling berhubungan yang menawarkan banyak manfaat untuk pengembangan dan pemeliharaan aplikasi.

 ___
 

IDMETAFORA adalah Perusahaan Solusi IT, bisnis utama kami adalah Pengembangan ERP.
Kami juga mendukung klien kami dalam pengembangan Internet of Things, Desain & Pengembangan Web.
Hubungi kami di : 0896 6423 0232 atau 0813 9399 3723.
Jl. Damai, Sleman, Yogyakarta.
PT Metafora Indonesia Teknologi

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda