+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Memahami OOP: Encapsulation, Inheritance, Polymorphism serta Abstrak Class

31 August, 2022   |   Administrator

Memahami OOP: Encapsulation, Inheritance, Polymorphism serta Abstrak Class

Apa Sih Itu OOP?

Bayangkan sesuatu motor yang mempunyai bermacam bagian sekrup, baut, per, serta plat. Pasti kelihatannya sangat kecil serta rumit. Tetapi, kita dapat amati dalam skala yang lebih besar lagi. Bisa kita amati kalau motor tersebut terdiri dari rangka tubuh, roda, rem, tangki, dynamo. Pasti lebih masuk ide serta gampang buat menyatukannya bukan?

Sama halnya dengan Object-Oriented Programming, yang merupakan sesuatu tata cara programming di mana kita berorientasi pada Objek. Program-program yang sudah terdapat adalah gabungan dari sebagian komponen- komponen kecil yang telah terdapat tadinya, sehingga bisa memudahkan pekerjaan seorang programmer dalam melaksanakan pengembangan program.

Inilah Beberapa Contoh Konsep OOP:

Encapsulation
Encapsulation ataupun pengkapsulan merupakan konsep tentang pengikatan informasi ataupun tata cara yang berbeda yang disatukan ataupun“ dikapsulkan” jadi satu unit informasi. Encapsulation bisa memudahkan dalam pembacaan code sebab data yang disajikan tidak butuh dibaca secara rinci serta telah ialah satu kesatuan.

Encapsulation pula kerap digunakan sebab ada fitur information- hiding mechanism. Mekanisme ini melenyapkan akses publik ke atribut- atribut yang ada di dalam“ kapsul” tersebut. Tata cara ini bisa mempermudah kamu dalam mendefinisikan atribut apa saja yang bisa dibaca serta diperbarui.

Inheritance
Inheritance merupakan konsep OOP di mana kita bisa membentuk class baru yang“ mewarisi” ataupun mempunyai bagian- bagian dari class yang telah terdapat tadinya. Konsep ini memakai sistem hirarki maupun bertingkat. Semacam suatu Drop- Down Menu yang terdapat di mayoritas web, di mana terus menjadi khusus submenunya, terus menjadi khusus pula kontennya. Demikian pula dengan Inheritance OOP di mana terus menjadi khusus subclassnya, terus menjadi sedikit pula komponen yang bisa diwarisi class tersebut.

Abstract Class
Semacam namanya, abstract class merupakan class- class yang mempunyai data abstrak serta metode- metode dari sekumpulan informasi. Abstract Class tidak dapat diganti dan berlaku pula selaku kerangka dalam penciptaan subclass- subclassnya( berfungsi semacam Superclass yang dibahas di konsep Inheritance). Suatu Abstract Classs mempunyai data serta tata cara yang bisa diturunkan ke subclassnya, serta segala subclass hendak menjajaki apa saja tata cara yang hendak diturunkan oleh Abstract Class.

Selaku contoh, mobil, sepeda motor, becak, adalah kendaraan. Kendaraan( Abstract Class) mempunyai syarat- syarat di mana sesuatu objek bisa dikatakan kendaraan( method and information). Wujud kendaraan semacam mobil, motor, dsb. merupakan hasil penyempitan dari kendaraan serta bertabiat lebih khusus( Subclass).

Polymorphism
Polymorphism merupakan konsep di mana sesuatu objek yang berbeda- beda bisa diakses lewat interface yang sama. Suatu objek yang polymorphic bisa menyesuaikan diri dengan tata cara apapun yang diimplementasikan pada objek tersebut, serta setiap class mempunyai interpretasinya tertentu terhadap interfacenya.

Dalam Java, ada 2 tipe polymorphism adalah Static Polymorphism serta Dynamic Polymorphism.

Static Polymorphism yang universal digunakan merupakan Method Overloading. Method Overloading mengizinkan kamu buat mempraktikkan sebagian implementasi tata cara yang berbeda dalam kelas yang sama tetapi dengan parameter yang berbeda- beda.

Dalam Dynamic Polymorphism suatu subclass bisa mengenai tata cara dari superclassnya. Bila kamu mempraktikkan subclass tersebut, Java Virtual Machine hendak senantiasa memakai tata cara yang telah ditimpa.

Kelebihan OOP Antara Lain Sebagai Berikut:

Parallel Development
Kala bekerja sama dengan team, tiap- tiap programmer bisa membangun class- classnya sendiri. Dengan membangun class- classnya secara individual, komponen yang telah dibangun setelah itu bisa digabung jadi satu kesatuan, perihal ini pasti saja mengirit banyak waktu dibandingkan wajib membangun class satu per satu.

Reusable
Bila kamu telah sukses membangun class, bukan berarti class- class tersebut cuma bisa digunakan sekali dalam project itu saja. Dalam OOP, class- class yang telah terdapat bisa kamu pakai kembali di project serta development yang lain. Baik langsung gunakan ataupun cuma perlu sedikit pergantian, namun jauh lebih gampang daripada wajib membangun class lagi, bukan?

Coding Lebih Mudah Diatur
OOP mempunyai basis coding yang terpusat serta gampang di- manage. Data- data yang telah kamu miliki lebih gampang diakses kala kamu memerlukannya. Proses ini pula tingkatkan keamanan programming kamu sebab ada sistem otentikasi yang lumayan kokoh.

Kekurangan OOP:

1. Tidak Efisien
OOP lebih cenderung memakan tenaga CPU kamu dibandingkan opsi yang lain. Perihal tersebut pasti bermasalah baik untuk komputer- komputer tua dengan kekuatan yang terbatas ataupun permasalahan teknis yang lain.

2. Memerlukan Tingkatan Manajemen Informasi Yang Tinggi
Bila kamu tidak teliti dalam mengendalikan OOP, secara otomatis OOP hendak membuat sisa- sisa code yang tidak berguna dalam jumlah besar. Kala perihal tersebut terjalin, akan susah buat menghilangkannya serta akan sangat membebani pc kamu lho.

3. Mungkin Duplikasi
Project-project OOP cenderung lebih gampang buat mendesainnya. Class- class yang telah terdapat sangatlah fleksibel dalam implementasinya sehingga kamu bisa merancang project- project baru dengan kilat. Namun, kerap tidak kamu sadari perihal tersebut malah membuat project- project yang kamu buat hendak terasa semacam hanya“ duplikat” tanpa terdapat inovasi.


Kenapa Wajib Memakai OOP?

Pada dasarnya, OOP merupakan salah satu inovasi terbaik dalam aplikasi development. OOP memudahkan kalian dalam meningkatkan code- code lingkungan jadi lebih gampang digunakan, dibaca, serta secara universal lebih baik. Alasan- alasan kalian buat memakai OOP bisa dilihat dari konsep- konsep yang telah terdapat.

– OOP mempermudah kamu merubah implementasi sesuatu objek tanpa wajib mengganti informasi serta tata cara di dalam objek tersebut.( Encapsulation).

– OOP mempermudah kamu dalam membentuk tata cara universal yang bisa digunakan buat objek- objek yang lain tanpa wajib menulisnya berulang- ulang.( Abstract Class).

– OOP bisa meningkatkan satu tipe informasi serta guna yang bisa ditunjukan ke fungsi- fungsi yang lain tanpa wajib mengubah informasi serta guna dasarnya.( Inheritance).

– OOP memperbolehkan kamu buat mempunyai guna yang bermacam- macam, dengan nama yang sama, serta melaksanakan pekerjaan yang sama, tetapi bisa diterapkan di bermacam informasi.( Polymorphism).

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda