+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Apa itu Artificial Intelligence ?

30 August, 2022   |   Administrator

Apa itu Artificial Intelligence ?

Apa Itu Artificial Intelligence ?


Artificial Intelegence (AI) atau yang biasa dikenal di Indonesia dengan sebutan kecerdasan buatan adalah sebuah simulasi dari proses berfikir manusia dengan menggunakan mesin yang lebih tepatnya sistem komputer untuk meniru tindakan manusia.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dengan pesat, perkembangan Artificial Intelligence juga berkembang sangat pesat tetapi definisi dari artificial Intelegence juga berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Contohnya mesin hitung atau biasa disebut kalkulator yang dulunya disebut dengan kecerdasan buatan kini bukan dinamakan dengan kecerdasan buatan tetapi dinamai dengan fungsi komputer.

Cara Kerja Artificial Intelligence (AI)


Cara Artificial Intelligence (AI) bekerja yaitu dengan menggabungkan beberapa data dengan cepat yang dilakukan dengan pengolahan secara berulang  dan dengan algoritma yang cerdas yang dapat memungkinkan sistem Artificial Intelligence (AI) untuk belajar secara otomatis dari pola dan fitur yang ada dalam data.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI)


Awal mula perkembangan artificial intelligence (AI)  adalah saat setelah Perang Dunia ke 2 selesai tepatnya pada tahun 1947 muncullah konsep dari kecerdasan buatan pertama kali yang dikemukakan oleh seorang matematikawan bernama Alan Turing. Alan Turing mengemukakan pendapat bahwa jika manusia dapat mengolah informasi dan dapat memecahkan masalah dari informasi tersebut  juga dapat membuat keputusan dari informasi tersebut maka seharusnya mesin juga dapat melakukan hal tersebut. Setelah berpendapat seperti itu di tahun 1947, pada 1950 Alan Turing membuat makalah tentang bagaimana membangun mesin cerdas dan cara menguji kecerdasan dari mesin tersebut. Sejak dikeluarkannya makalah dari Alan Turing tersebut artificial intelligence berkembang dapat pesat hingga sekarang. Saat ini dapat diketahui bahwa mesin komputer telah menggunakan kecerdasan buatan berdasarkan pada pemrograman logika.

Pengkategorian Artificial Intelligence (AI)


Artificial Intelligence (AI) dapat dikategorikan menjadi 2 kategori yaitu Artificial Intelligence (AI) Strong (kuat) dan Artificial Intelligence (AI) Weak (lemah).

1. Artificial Intelligence (AI) Strong

Artificial Intelligence (AI) kategori ini juga bisa disebut dengan Artificial General Intelligence (AGI) atau dalam bahasa Indonesianya bisa disebut kecerdasan buatan yang umum. Sistem dalam AI kategori ini diharapkan bisa meniru kemampuan kognitif dari manusia yaitu kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan informasi informasi yang ada.
Stong AI juga diharapkan dapat menggunakan logika Fuzzy ( penyempurnaan dari logika boolean yang menerapkan konsep kebenaran sebagian. Tetapi dalam logika ini suatu hal dapat bernilai benar dan salah secara bersamaan. ) untuk dapat menemukan solusi yang paling menguntungkan secara mandiri. Dalam pembuatanya strong AI harus melewati 2 tes yaitu Turing test dan Chinese room test.

2. Artificial Intelligence (AI) Weak

Artificial Intelligence (AI) dalam kategori bisa juga disebut Narrow Artificial Intelligence atau disebut AI yang kecil. AI ini dirancang dan dibuat untuk menyelesaikan tugas - tugas tertentu. Contohnya seperti Google assistant untuk Google dan Siri untuk Apple.

Jenis - Jenis Artificial Intelligence (AI)


Menurut asisten profesor biologi integratif dan ilmu komputer dan teknik di Michigan State University yaitu Arend Hintze mengkategorikan Artificial Intelligence (AI) menjadi 4 jenis yaitu sebagai berikut:

1. Mesin reaktif. 
Mesin ini dirancang untuk menganalisis masalah dan membuat langkah yang paling menguntungkan.

2. Mesin dengan memori terbatas. 
Sistem AI ini dirancang untuk dapat menyimpan memori secara terbatas yang akan digunakan untuk membantu mengambil keputusan.

3. Teori pikiran. 
Teori ini mengatakan bahwa setiap Artificial Intelligence (AI) mempunyai pikiran dan keinginan masing - masing yang dapat memengaruhi keputusan yang mesin ini buat. Tetapi teori ini belum bisa diaplikasikan dalam pembuatan Artificial Intelligence (AI) hingga saat ini.

4. Teori kesadaran diri. 
Dalam teori ini, sistem Artificial Intelligence (AI) dapat memiliki kesadaran dan perasaan sendiri yang dapat memahami keadaan mereka saat ini dan dapat menggunakan informasi itu untuk menyimpulkan apa yang orang lain rasakan saat itu. Tetapi teori ini belum bisa diaplikasikan dalam pembuatan Artificial Intelligence (AI) hingga saat ini.

Dampak Negatif Artificial Intelligence (AI) kepada manusia


Artificial Intelligence (AI) dan perubahan besar yang AI timbulkan pada sistem kehidupan manusia menyebabkan pengaruh. Pengaruh negatif dari sistem Artificial Intelligence (AI) Di mana banyak pekerjaan akan dilakukan oleh mesin dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI), hal ini dikhawatirkan dapat menggeser tenaga kerja manusia dan menyebabkan pengangguran dimana - mana.  Dalam kehidupan manusia antara lain : Keberadaan mesin dengan Artificial Intelligence (AI) ini dapat memperbesar dan memperluas kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh yaitu dari para pekerja yang semakin lama pekerjaannya digantikan oleh mesin Artificial Intelligence (AI). Hal ini dikarenakan para investor dan juga perusahaan yang memproduksi artificial intelligence akan meraup sangat banyak keuntungan. Sedangkan kebalikannya masyarakat yang pekerjaannya digantikan kerjanya oleh mesin Artificial Intelligence (AI) ini akan mengalami kemiskinan karena akan susah untuk mencari pekerjaan. Sama seperti dalam film - film barat tentang robot yang mengambil alih dunia. Mesin Artificial intelligence (AI) yang dapat beradaptasi, bisa menjadi menakutkan karena dikhawatirkan sistem Artificial Intelligence (AI) yang dapat sampai pada tahap sistem Artificial Intelligence (AI) ini dapat mempunyai perasaan dan keinginan sendiri, sehingga sistem Artificial Intelligence (AI) ini menganggap tidak memerlukan manusia lagi. Sebagai misalnya, mesin dengan Artificial Intelligence (AI) bisa saja mengabaikan perintah yang diberikan oleh perancang atau manusia dan berjalan sesuai kehendaknya sendiri karena sistem Artificial Intelligence (AI) ini sudah dapat merasakan dan mempunyai kehendak dari mesin ini sendiri. Contoh kasusnya adalah robot bernama Alice dan robot bernama Bob yang merupakan eksperimen dari Artificial Intelligence (AI) yang dilakukan oleh Facebook. Kedua robot itu mulai saling berbicara dengan bahasa sendiri yang tidak bisa dipahami oleh para pengembang dan ilmuwan dari Facebook itu sendiri, sehingga eksperimen tersebut dihentikan oleh Facebook itu sendiri.

Dampak positif Artificial Intelligence (AI) kepada manusia


Tidak hanya mempunyai pengaruh negatif, Artificial intelligence juga mempunyai banyak pengaruh positif bagi kehidupan manusia seperti halnya Artificial Intelligence (AI) dapat meningkatkan keefektifitasan kerja. Sistem artificial Intelligence (AI) terbukti dapat bekerja dengan lebih cepat dan akurat. Kinerja sistem Artificial Intelligence juga minim kesalahan yang dapat disebabkan oleh kelelahan juga kecerobohan / kurang ketelitian. Artificial Intelligence (AI) juga sangat berpengaruh dalam bidang kedokteran sebagai contoh dengan adanya kecerdasan buatan atau sering disebut Artificial Intelligence (AI) dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam pengobatan medis. Misalnya dalam sistem pengobatan bedah da Vinci yang memakai teknologi Artificial Intelligence (AI) yaitu robot untuk melakukan operasi yang lebih presisi dan akurat dan juga dengan adanya robot ini trauma dari para pasien dapat diminimalisir. 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda