+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Apa itu Perusahaan Unicorn? Kenali 6 Contoh Startup Unicorn yang ada di Indonesia

29 August, 2022   |   Administrator

Apa itu Perusahaan Unicorn? Kenali 6 Contoh Startup Unicorn yang ada di Indonesia

Perkembangan bisnis di penjuru dunia kini telah mengalami peningkatan yang sangat cepat. Banyak sekali perusahaan rintisan (startup) telah berdiri dengan sangat cepat khususnya di negara Indonesia. Istilah unicorn mungkin tidak terlalu asing dikalangan masyarakat saat ini.
Namun, sudahkah anda sudah mengetahui apa sih unicorn? Jika belum maka dengan artikel in akan membahasnya untuk menambah wawasan anda di dunia startup digital. Selain artikel ini membahas beberapa hal tentang unicorn startup di indonesia juga akan memberikan informasi terkait dengan beberapa tingkatan bisnis startup.

Pengertian Unicorn

Pada awalnya perusahaan unicorn dalam mitologi berasal dari spesies kuda putih dari bangsa barat yang menggambarkan mempunyai tanduk pada dahi. Perusahaan yang mendapatkan gelar unicorn adalah salah satu perusahaan yang mempunyai nilai valuasi mencapai hingga USD$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun pada kurs Rp.14.000. 
Hewan unicorn telah menjadi sebagai konteks perusahaan startup karena mempunyai kesamaan dengan unicorn sendiri dimana jarang sekali suatu perusahaan yang mampu mencapai nilai valuasi mencapai USD$ 1 juta dan mungkin terdengar mustahil.

6 Tingkatan Bisnis Startup

Pada perkembangan startup sekarang ini ada tingkatan sebuah perusahaan yang sudah terukur dari nilai valuasinya. Berikut ini merupakan 6 level tingkatan startup yang kategorikan dalam hal ini sebagai berikut:
1. Cockroach
Cockroach atau sering disebut juga dengan kecoa merupakan level atau tingkatan pertama dari bisnis startup. Nilai dari valuasi startup di level cockroach bisa mencapai kurang dari USD$ 10 juta atau kurang dari Rp14,7 miliar. 
Ciri dari perusahaan ini dapat tergolong ke dalam ekosistem awal di level startup. Perusahaan masih dibilang berantakan atau belum baik dengan pengeluaran yang tergolong rendah. Kemudian, dalam proses adaptasi dengan lingkungan pasar yang tidak menentu dan tidak bisa diprediksi menjadi faktor utama perusahaan tergolong ke dalam tingkatan kecoa.
2. Pony
Yang kedua, yaitu perusahaan level pony yang mana Startup pony memiliki nilai valuasi lebih dari USD$ 10 juta hingga USD$ 100 juta. Pada tingkatan ini mempunyai kompetitor bisnis yang sangat sulit.
Dimana, banyak sekali perusahaan yang berdiri serta kurangnya sumber daya yang dimiliki sesorang, dan persaingan pasar yang sangat ketat. Sehingga level pony disebut sebagai tingkatan yang sangat ganas. 
3. Centaurs
Tingkatan yang ketiga, disebut dengan level centaurs. Nama startup centaur dalam perkembangannya dari mitologi Yunani kuno yaitu suatu perwujudan makhluk setengah manusia dan juga setengah kuda. Namun, di dalam ilmu perbintangan sudah digambarkan sebagai suatu rasi bintang centaurus dan mampu muncul pada astrologi bintang zodiak sebagai sagitarius. 
Nilai valuasi dilevel ini yaitu di sekitar USD$ 100 juta hingga kurang dari USD$ 1 miliar. Menurut data dari Daily Social Research, di benua Asia terdapat 70 startup centaur yang mempunyai nilai valuasi lebih dari 100 juta dollar. Dan di Indonesia sudah ada 27 perusahaan startup yang sudah mencapai level centaur atau sekitar 38% dari total perusahaan centaur di Asia.
4. Unicorn
Pada tingkatan yang keempat, disebut dengan unicorn. Seperti pembahasan yang telah artikel sebutkan, unicorn ini mempunyai nilai valuasi antara USD$ 1 miliar sampai USD$ 10 miliar. Ekosistem ini salah satu perusahaan unicorn startup yang masih terbilang sangat sulit dan langka untuk mencapai tingkatan ini.
Di Indonesia terdapat beberapa perusahaan startup yang dapat mencapai level unicorn. Jika dikonversikan kedalam nilai valuasi dapat mencapai sekitar 10,47 triliun rupiah. Contoh startup unicorn Indonesia yaitu Tokopedia, Gojek, Bukalapak, OVO, Traveloka, dan JD.id.
5. Decacorn
Tingkatan selanjutnya, yaitu level decacorn. Startup decacorn dapat diambil dari penggambaran kuda yang mempunyai sayap atau sering disebut dengan pegasus. Nilai valuasi ini perusahaan level decacorn telah mencapai hingga USD$ 10 miliar hingga kurang dari USD$ 100 miliar. 
Jika dirupiahkan, dapat mencapai 147 triliun rupiah lebih. Gojek secara resmi telah mengumumkan bahwa nilai valuasinya masuk ke dalam tingkatan decacorn pada tahun 2019.Biasanya untuk mencapai tingkatan ini membutuhkan investor yang mempunyai aset yang cukup besar. 
6. Hectocorn
Dan tingkatan yang terakhir adalah hectocorn. Istilah hectocorn sendiri merupakan salah satu jenis penggambaran dari naga. Nilai valuasi dari startup hectocorn telah mencapai lebih dari USD$ 100 miliar atau sekitar 1.470 triliun rupiah. Sekarang perusahaan hectocorn di Cina yaitu Alipay yang masuk dalam level ini dengan nilai valuasi mencapai 150 miliar dollar.

Startup Unicorn di Indonesia

Berikut ini merupakan beberapa contoh dari unicorn startup Indonesia yang mempunyai nilai valuasi mencapai 10 triliun rupiah lebih. 
1. Gojek
Gojek adalah perusahaan pertama dari Indonesia yang sukses mencapai tingkat unicorn. Gojek awalnya kali didirikan oleh Nadiem Makarim yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo-K.H Ma'ruf Amin, pada tahun 2010, tepatnya di Jakarta. Pada tahun 2015, Gojek telah membuat terobosan dengan menawarkan tiga jenis layanan, yaitu Go Send, Go Ride, dan Go Mart.
Banyak sekali investor yang menginvestasikan pada perusahaan Gojek ini. Perusahaan Gojek ini sudah mendapatkan suntikan dana hingga 18 triliun rupiah yang membuat startup yang bergerak di bidang jasa transportasi umum ini menjadi startup unicorn, bahkan saat ini sudah masuk pada level decacorn.
2. Traveloka
Perusahaan yang kedua, diduduki oleh Traveloka. Pada tahun 2012 Traveloka pertama kali berdiri oleh tiga orang founder, yaitu Ferry Unardi, Derianto Kusuma, serta Albert Zhang. Startup ini adalah salah satu perusahaan yang dapat menyediakan jasa layanan tiket pesawat, kereta, hotel (penginapan), dan lainnya hanya dengan memesan via online.
Saat ini juga, Traveloka juga dapat dilakukan untuk membayar tagihan listrik, air, pulsa dan lain sebagainya. Traveloka telah dianugrahi masuk ke dalam unicorn setelah mendapatkan suntikan dana dari perusahaan Expedia mencapai USD$ 350 juta pada tanggal 27 Juli 2017. 
3. Tokopedia
Perusahaan yang ketiga ini tidak asing bagi masyarakat indonesia. Benar, Tokopedia termasuk ke dalam startup unicorn yang bergerak di bidang platform transaksi jual beli online atau sering disebut dengan e-commerce. 
Perusahaan tokopedia telah didirikan pada tahun 2009 oleh dua orang yang bernama William Tanuwijaya, dan Leontinus Alpha Edison. Menurut sumber dari website Tirto.id, salah satu faktor yang membuat Tokopedia masuk dalam jajaran perusahaan unicorn disebabkan tokopedia ini mendapat investasi besar dari perusahaan e-commerce raksasa dari Cina, yaitu Alibaba. 
Total investasi yang dikeluarkan sebesar USD$ 1.1 miliar. Angka ini termasuk sangat fantastis dan membuka persaingan di antara berbagai platform jual beli online di Indonesia. 
4. Bukalapak
Bukalapak juga termasuk ke dalam salah satu situs jual beli online seperti Tokopedia yang sudah berhasil masuk ke level unicorn startup. Perusahaan ini sudah berdiri pada tahun 2010 oleh Achmad Zaky, Fajrin Rasyid, dan Nugroho Herucahyono. 
Pada tanggal 15 Februari 2014, Bukalapak mendapatkan investor sebanyak 500 startup yang merupakan venture capital, dan berada di San Fransisco, Amerika. Saat ini, Achmad Zaky selaku CEO dari Bukalapak sudah mengundurkan dari jabatannya dan digantikan oleh Rachmat Kaimuddin. 
5. OVO
Salah satu dompet digital yang sangat populer dan banyak dipakai di Indonesia adalah OVO. Saat ini, OVO telah memperoleh gelar unicorn Indonesia karena nilai valuasinya yang sangat besar. 
Startup ini dinaungi oleh Lippo Group dan merupakan platform pembayaran digital yang sangat sukses dan tumbuh secara cepat. Pada tahun 2019, OVO meninfokan pertumbuhan jumlah pengguna hingga 400%. 
6. JD.id
Perusahaan yang terakhir ini yang mendapatkan gelar sebagai startup unicorn Indonesia adalah JD.id dari laporan situs DailySocial, mengatakan kalau JD.id mempunyai nilai valuasi mencapai 1 miliar dollar AS.
JD.id sendiri pertama kali dijalankan pada tahun 2015 sebagai startup yang mampu bergerak di bidang e-commerce. Untuk saat ini, JD.id menawarkan jasa layanan pengiriman yang telah mencapai 365 kota di seluruh Indonesia dengan ribuan transportasi yang telah dipersiapkan untuk mengirimkan barang menuju pelanggan atau konsumen mereka.

Kesimpulan

Unicorn adalah suatu tingkatan bisnis startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar Amerika. Perusahaan yang termasuk dalam unicorn umumnya ada investor yang fantastis untuk yang mampu meningkatkan valuasi sebuah perusahaan.
Terdapat 6 tahapan unicorn yaitu diantaranya level cockroach, pony, centaurs, unicorn, decacorn, dan hectocorn.
Untuk saat ini sudah ada 6 unicorn Indonesia yang masuk pada tingkatan yang keempat. Contohnya Gojek, Traveloka, Tokopedia, OVO, JD.id, dan Bukalapak.

- Afif Hendrawan

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda