+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Yuk, Mengenal Apa sih Pengertian dari AI (Artificial Intelligence) ?

31 August, 2022   |   Administrator

Yuk, Mengenal Apa sih Pengertian dari AI (Artificial Intelligence) ?

Yuk, Mengenal Apa sih Pengertian dari AI (Artificial Intelligence)?

Banyak perkembangan teknologi di era digital ini semakin berkembang dan banyak digunakan oleh semua orang di dunia. Dengan adanya penggunaan teknologi ini akan dapat banyak membantu dalam segala dan setiap aktivitas orang menjadi lebih efisien, optimal, dan efektif. AI (Artificial Intelligence) adalah salah satu teknologi yang sering di dengar saat ini di era digital, baik di indonesia maupun di seluruh dunia. Dan, di semua negara bersaing untuk mengembangkan banyak berbagai device (perangkat) yang lebih canggih. Hingga akhirnya arti kata AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan akan menjadi hal baru dalam dunia teknologi untuk bisa mengembangkan perangkat lunak dan produk yang bisa mampu untuk mencegah masalah, secara lebih baik dan cerdas tanpa orang harus menunggu perintah atau instruksi dari orang lain.
 

Apa itu AI (Artificial Intelligence) ?

Jika mengenal dalam konsep dari Internet of Things (IoT) dan Big data, maka sangat berkaitan dengan Artificial Intelligence (AI). Ketiga konsep ini sekarang bisa memiliki keterlibatan satu sama lain yang sangat baik, dan berguna untuk bisa membuat dan menciptakan suatu produk yang lebih cerdas, modern dan dapat digunakan secara otomatis.
Jadi, AI (Artificial Intelligence) adalah suatu sistem kecerdasan yang ditambahkan atau ditanamkan oleh manusia ke dalam suatu teknologi, dan nanti ini akan dikembangkan lebih luas dalam bentukan dari entitas (entity)  ilmiah yang sudah ada.
Serta Kecerdasan buatan ini, lebih fokus pada di kemampuan untuk mendapatkan pengetahuan yang baru dan dapat diterapkan secara langsung. Meskipun AI (Artificial Intelligence) memiliki arti yang bersifat ilmiah, AI (Artificial Intelligence) ini juga akan membentuk cabang di pembelajaran, ilmu komputer, perilaku (behavioral), dan adaptasi dengan sebuah mesin.
 

Jenis – Jenis dalam AI (Artificial Intelligence)

1. Neural AI

Dalam Jenis ini populer di kebanyakan ilmuwan komputer di tahun 1980. Neural AI ini yaitu suatu sistem pengetahuan yang tidak dibuat ke dalam sebuah bentuk simbol, namun dengan lebih pada ke bentuk neuron buatan seperti sebuah otak yang telah dibuat ulang dengan baik.
Kemudian, pengetahuan ini yang telah dikumpulkan akan dipecah lagi menjadi bagian yang lebih kecil dan nanti akan disambungkan ke dalam sebuah kelompok sistem. Di sistem saraf yang harus banyak berlatih lagi agar bisa mengumpulkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dan banyak.

2. Neural Network

Di Jenis kedua ini yaitu suatu jenis sistem yang akan diatur ke dalam lapisan yang saling berhubungan satu sama lain melalui tahap simulasi. Dan menginput disini yaitu sebuah lapisan yang atas memiliki fungsi akan sama dengan sebuah sensor.
Setidaknya, ada terdapat 2 sistem atau lebih dalam suatu kumpulan sistem yang lebih besar akan tersusun secara baik dan cepat. Lapisan ini yang nanti akan mengirim dan mengetahui sebuah informasi yang melewati koneksi.

3. Symbol-Manipulating AI

Dan Jenis Ini yaitu suatu sistem AI (Artificial Intelligence) yang akan bekerja dengan simbol abstrak. Jenis ini termasuk kedalam suatu perancangaan yang membutuhkan banyak percobaan atau eksperimen. Nah, Inti ini dari sebuah tahap percobaan ini yaitu untuk bisa menguji sistem AI (Artificial Intelligence) yang akan dibuat ulang ke tingkat yang lebih logis dan terstruktur.
Dan kemudian itu, informasi yang di oleh akan bisa bekerja dengan simbol yang nanti akan dibaca oleh developer (pengembang). Dimana ini, akan terkoneksi yang berbentuk bersifat abstrak dan hasil kesimpulan yang logis.
 

Cara Kerja AI (Artificial Intelligence)

Cara kerja dari AI (Artificial Intelligence) yaitu menyatukan dari algoritma cerdas, sejumlah data, pengolahan sistem yang berulang, serta dapat memungkinan dari sebuah perangkat lunak untuk bisa belajar secara otomatis menjadi mengikuti pola dan fitur yang ada. Di AI (Artificial Intelligence) juga kita bisa mengembangkan untuk semua mendukung sistem seperti algoritma lanjutan, pemrosesan grafis,  internet of things, hingga API. Dan yang sangat populer di akhir ini, pengembangan dari sebuah teknologi yang berbasis pembelajaran mesin (machine learning) yang telah bisa menerapkan AI (Artificial Intelligence) sebagai sebuah komponen yang penting.
 

Contoh Dari Penerapan Teknologi AI (Artificial Intelligence)

Berikut ini beberapa contoh penerapan AI (Artificial Intelligence) di kehidupan sehari-hari.

1. Asisten Virtual

Di dunia ini terdapat banyak contoh perangkat lunak (platform) yang bisa menyediakan teknologi yang berbasis asisten virtual ini, contohnya yaitu Siri, Google Assistant, Amazon Alexa, dan lain-lain. Tugas dari asisten virtual ini yaitu mampu bisa untuk mencatat berbagai informasi yang orang butuhkan, Dan bisa memberikan sebuah informasi yang berkaitan dengan waktu yang ditentukan. Serta, untuk asisten virtual ini juga dapat bisa digunakan untuk mengirim pesan,membuka aplikasi,  memutar musik, dan fitur lainnya.

2. Bisnis Manufaktur dan Retail

Di penerapan jenis ini untuk bisnis manufaktur akan lebih banyak yang berkaitan dengan penggunaan IOT (Internet of Things), yang mana akan dapat bisa menganalisis data dari pabrik secara lebih tepat dan cepat. Dan jika jaringan ini yang terhubung dengan sebuah internet, maka mampu untuk bisa memberikan pembelajaran secara lebih dalam lagi dengan bisa menggunakan data yang lebih cepat dan terstruktur. Untuk di bisnis retail ini, AI (artificial intelligence) bisa untuk menyediakan kemampuan dalam berbelanja dengan secara online atau virtual yang dapat bisa menawarkan hasil dari rekomendasi yang ada ditampilan. Selain itu juga bisa berdiskusi opsi dari pembelian dengan pembeli, pengelolaan dari stok dan tata letak di situs yang lebih baik dan optimal.

3. Layanan Kesehatan dan Perbankan

Penerapan AI (artificial intelligence) ini juga berperan sangat membantu dalam memberikan pengobatan dan pembacaan sinar X-RAY yang dipermudah lagi. Dan Asisten pribadi juga dapat bisa berperan sebagai mengingatkan untuk selalu minum obat secara teratur.  Serta, di bidang perbankan juga bisa dapat membantu dalam mengidentifikasi segala proses transaksi yang mungkin terjadi dari tindakan penipuan, serta dapat bisa memudahkan tugas dalam mengelola data dari nasabah secara cepat dan efisien.

4. Bidang Robotika

Penerapan yang terakhir yaitu pengembangan dalam industri robotika. Dan tentunya, pengembangan robot ini lebih khusus untuk bisa sangat membantu dalam pekerjaan manusia supaya bisa lebih optimal dan cepat. Serta, di penerapan ini juga telah bisa diterapkan ke dalam pembuatan jalur perakitan untuk bisa produksi membuat mobil oleh NASA yang bisa sangat membantu untuk memindahkan objek yang besar di luar angkasa.
 

Manfaat Kecerdasan Buatan

Ada banyak manfaat dan kelebihan yang diperoleh dari menggunakan AI (artificial intelligence) pada setiap hal dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia, penjelasan sebagai berikut.

1. Mampu mengotomasi pembelajaran secara berulang melalui data

AI mampu melakukan otomasi dengan menjalankan tugas-tugas yang lebih kompleks dan bervolume tinggi, dan terkomputerisasi, tanpa mengalami suatu kelelahan. Ini sangat berbeda dengan proses otomatis yang biasa digunakan di perangkat keras (hardware) untuk menggerakkan robot.

2. Untuk menambahkan kecerdasan

Dari berbagai jenis kasus besar yang terjadi, AI yang tidak dijual secara terpisah, namun lebih kepada dikembangkan dalam sebuah produk untuk meningkatkan sisi fungsionalitas dan kredibilitas perangkat tersebut. Contoh dari penerapan ini yaitu, sebuah asisten virtual yang digunakan untuk bisa membantu dalam membagi waktu, dan bisa memenuhi untuk setiap kebutuhan dari orang tersebut sesuai dengan fitur yang ada miliknya.

3. Dapat beradaptasi melalui algoritma progresif

AI (artificial intelligence) juga telah bisa menemukan struktur dengan teratur dalam data yang diolah dan menghasilkan algoritma yang lebih cerdas dan akurat. Dan begitu pula, untuk bantuan bahasa pemrograman yang dibuat oleh pengembang (developer), AI (artificial intelligence) ini bisa memudahkan untuk mengajarkan sendiri dari produk yang telah direkomendasikan secara online.

4. AI dapat menganalisis data lebih banyak

Proses menganalisa data juga bisa dilakukan dengan baik menggunakan jaringan neural yang mempunyai banyak lapisan tersembunyi. Dengan bantuan big data, bisa untuk menyimpan dan mengelola data yang lebih banyak dan cepat. Jika semakin banyak data yang akan dimasukkan, maka data semakin akurat juga dalam model pembelajaran yang dilatih ini.

5. Memiliki keakuratan yang lebih optimal

Dan yang terakhir adalah keakuratan yang lebih optimal dengan bantuan deep learning. Jadi, peran data disini akan sangat krusial dan akan bisa menentukan dalam menciptakan keunggulan yang kompetitif.
 

Kesimpulan

AI (Artificial Intelligence) adalah sistem kecerdasan buatan yang ditanamkan oleh manusia ke dalam sebuah teknologi khusus untuk membantu berbagai aktivitas manusia. Kategori dari AI terbagi menjadi dua macam, yaitu strong dan weak. Kemudian, ada jenis-jenis AI terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu neural AI, neural network, dan symbol manipulating AI. Contoh dari penerapan AI (Artificial Intelligence) yang di uji coba atau dilakukan dalam bidang retail, robotika, kesehatan, perbankan, manufaktur, dan teknologi informasi.
 
Rakhmat Hidayat / Rohmat Nova Romadhon

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda