+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Peran dan Fungsi Warehouse dalam Rantai Pasokan Bisnis

8 November, 2023   |   syefafalih

Mengenal Peran dan Fungsi Warehouse dalam Rantai Pasokan Bisnis

Istilah Warehouse sangat populer saat ini, dalam banyak bisnis yang berkembang pada masa kini, kebutuhan mengenai Warehouse juga ikut berkembang pesat. Sebagian dari kita, tidak mengetahui apa deskripsi pekerjaan pada bidang Warehouse. Praktik Warehouse dapat kita ketahui disaat seseorang membeli barang pada produsen dan menyimpannya sebelum dikirim untuk lokasi lain sebagai pemenuhan. Lebih jelasnya, Warehouse merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan penyimpanan produk atau barang serta pemberian informasi mengenai status dan kondisi barang tersebut pada gudang, didistribusikan perusahaan sesuai permintaan untuk tujuan yang sudah ditentukan. Seseorang bisa menyimpan barang-barang pada gudang dan fasilitas lainnya.

Terdapat penyedia Warehouse yang menyediakan layanan untuk membantu meningkatkan seluruh sistem rantai pasokan. Apabila seseorang baru mulai berbisnis serta mempunyai stok barang, akan tetapi, tidak mempunyai tempat untuk menyimpannya, maka Warehouse merupakan solusi yang dapat dipilih untuk mempermudah bisnis. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai sumber mengenai pengertian Warehouse, tujuannya, manfaat serta jenis Warehouse yang ada.

 

Pengertian Warehouse

Warehouse merupakan sebuah bangunan untuk menyimpan produk, pengepakan serta persiapan sebelum didistribusikan, yang umumnya digunakan oleh produsen, grosir, bea cukai, dan lain-lain. Perbedaanya dengan gudang biasa ialah sistem yang menyediakan informasi mengenai ketersediaan stok barang, kondisi barang hingga sampai status pengiriman barang.

Sistem Warehouse mempunyai peranan penting pada manajemen rantai pasokan, bisa diartikan adalah sistem supply chain yang akan tetap terbaru (up-to-date) serta hanya karyawan tertentu saja yang mempunyai akses sesuai regulasi. Selain itu, Warehouse adalah bagian penting pada rantai pasokan modern yang berkaitan dengan proses pencarian sumber, produksi, serta distribusi barang atau produk.  Tak hanya itu, untuk mengkoordinir pendistribusian barang akibat tidak setabilnya supply dan demand, gudang menjadi sangat penting. Persediaan barang ini membutuhkan ruangan seperti tempat penyimpanan sementara yang disebut gudang.

Pada pengelolaan gudang, ada beberapa prinsip, yaitu kecepatan pengiriman pasar serta pemenuhan permintaan, ketepatan menjalankan rantai pasokan secara berkelanjutan, pelanggan bisa mendapatkan produk dengan mudah dan cepat, serta informasi terkait persediaan pada gudang akan lebih mudah.

 

Pengertian Warehouse Menurut Ahli

Fred E. Meyers dan Matthew P. Stephens
Menurut Fred E. Meyers dan Matthew P. Stephens pada Manufacturing Facilities Design and Material Handling (2002), yang dimaksud dengan warehouse ialah tempat penyimpanan barang, baik itu bahan baku yang nantinya digunakan pada proses manufaktur atau barang jadi yang siap dikirim.

Dalam pembahasannya, Meyers dan Stephens juga mengukapkan bahwa aktivitas pergudangan (warehousing) tak hanya aktivitas penyimpanan barang saja, melainkan proses ditanganinya suatu barang mulai dari penerimaan barang, pencatatan, penyimpanan, pemilihan, penyortiran, pemberian label sampai proses pengiriman barang.

Bart
Menurut Bartono Sutrisno dalam Manajemen Pergudangan dan Distribusi (2005), warehouse atau gudang tidak hanya tempat penyimpanan barang, melainkan tempat yang berguna untuk proses pengendalian dan pengefisienan biaya transportasi serta produksi. Dalam penjelasannya, terjadinya proses koordinasi diantara penawaran dan permintaan yang biasa terjadi fluktuasi pada pasar.

Indonesia Productivity & Quality Institute (IPQI)
Merujuk pada Indonesia Productivity & Quality Institute (IPQI), warehouse bisa diilustrasikan sebagai bagian dari sebuah sistem logistik suatu perusahaan yang fungsinya untuk penyimpanan suatu produk dan penyediaan informasi mengenai status dan kondisi material atau bisa juga persediaan yang tersimpan pada gudang, sehingga informasi tersebut harus selalu terbaru (up-to-date) serta mudah diakses oleh siapa pun yang berkepentingan.

 

Manfaat Warehouse

Perusahaan warehouse menyiapkan fasilitas yang sesuai pada barang yang nantinya disimpan. Misalnya seperti gudang produk makanan memiliki fasilitas yang berbeda antara gudang penyimpanan barang bukan makanan. Kualitas produk yang tersimpan pada gudang tetap terjaga sebelum dikirim karena kondisi produk akan tercatat secara berkala.

Selain itu, warehouse juga menjadi pusat informasi berguna untuk perusahaan. Dengan warehouse, perusahaan mendapatkan informasi mengenai ketersediaan produk, permintaan dan penawaran, perputaran produk, serta pergerakan produk pada konsumen. Dari data ini, pihak produsen dapat mengambil keputusan berdasarkan jumlah produk yang banyak terdistribusi serta memprediksi produk yang akan tren atau tidak. Adanya data warehouse, pengiriman produk jadi lebih efisien. Tidak hanya membuat produk lebih cepat diterima untuk konsumen, penggunaan jasa warehouse juga membuat kepuasan pelanggan meningkat.

Walaupun dasarnya, warehouse merupakan tempat sebagai penyimpanan produk, warehouse juga dapat memberi ruang untuk merakit barang sebelum dikirim pada konsumen. Warehouse juga dapat menjadi pusat pengembalian barang.

 

Fungsi Warehouse

1. Kecepatan (Speeds)
Suatu strategi kompetitif perusahaan ialah menampuk produk denga sedekat mungkin pada pasar supaya proses pemasaran dan pengiriman lebih cepat.

2. Efisiensi (Efficiency)
Dinilai pada tingkat keefektivitas terhadap rantai pasokan produk dari berbagai unit. Umumnya, banyak perusahaan akan selalu memperbaiki sistem ini.

3. Efektivitas (Effectiveness)
Memberi kemudahan untuk konsumen mengakses dan mendapatkan produk atau barang.

4. Reliabilitas (Reliability)
Mempunyai peranan sebagai sistem informatif, komunikatif, sampai eksekusi supaya semua fungsi yang disebutkan berjalan dengan efektif dan efisien.

 

Rekomendasi Tata Letak Warehouse

Supaya gudang atau warehouse mempunyai ruangan serta sistem logistik efektif dengan meminimalisir biaya material handling, Dibawah ini merupakan beberapa penjelasan metode yang dapat diterapkan untuk merancang tata letak warehouse:

1. Shared Storage
Pada dasarnya, metode ini merupakan First In First Out (FIFO) yang berarti produk atau barang yang akan dikirim oleh konsumen pada waktu dekat ditaruh di dekat pintu in-out (keluar-masuk).

2. Dedicated Storage
Dalam prinsip metode ini, ialah menyimpan produk atau barang pada bagian yang telah disediakan serta tetap tidak berubah-ubah.

3. Class Based Storage
Prinsip metode ini, adalah menggolongkan produk pada 3 golongan yang sesuai pareto analysis atau memperhatikan ukuran sampai jenis produk.

4. Continuous Warehouse
metode continuous menerapkan prinsip make to order yaitu produk disimpan berdasarkan pesanan atau permintaan pelanggan atau yang sudah masuk ke dalam periode waktu antar produk.

Semua metode diatas, memperhatikan ketersediaan maksimum serta minimum pada sebuah produk atau barang yang tujuannya untuk memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan perusahaan.

 

Jenis Warehouse

Jenis Warehouse Berdasarkan Karakteristik:

1. Raw Material Storage (Stock Room)
PadaWarehouse jenis ini, berguna untuk penyimpanan setiap material yang dibutuhkan proses produksi.  Warehouse jenis ini dibagi dalam dua jenis ruangan, yaitu pada dalam bangunan pabrik atau ruang produksi (indoor) dan terdapat beberapa material yang disimpan pada luar bangungan (outdoor).

2. Working Process Storage
Barang yang tersimpan di jenis warehouse ini, ialah barang atau material yang sedang dalam proses pengerjaan atau produksi. Kita dapat menemukan jenis warehouse working process storage di industri manufaktur. Pada industri ini, material yang diperlukan perlu melewati seleksi operasi serta pengerjaan produksi terlebih dahulu.

3. Finished Goods Storage
Sesuai namanya, pada jenis warehouse finished goods storage menyimpan produk atau barang yang telah selesai dikerjakan.
 

Jenis Warehouse Berdasarkan Kepemilikan:

1. Gudang Umum (Public Warehouse)
Gudang umum adalah gudang yang diperoleh dengan cara menyewa pada pihak lain. Gudang umum mempunyai beberapa jenis lainnya, dibawah ini merupakan penjelasannya:

a. General Merchandise
General merchandise adalah gudang yang dirancang untuk dipergunakan untuk pabrik, distributor, serta pelanggan sebagai penyimpanan barang yang mereka jual. Barang yang tersimpan pada gudang ini, umumnya tak memerlukan penanganan khusus.

b. Cold Storage Warehouse
Cold storage warehouse merupakan gudang yang biasa digunakan untuk penyimpanan barang dan produk yang memerlukan suhu tertentu. Produk yang tidak tahan lama (perishable goods), misalnya seperti berikut:

- Makanan serta Minuman contohnya, seperti buah, sayur, tangkapan hasil laut dan susu.
- Hasil Pabrik, misalnya bahan kimia kerta photo, photographics film.

c. Bonded Warehouse

Bonded warehouse, ialah gudang yang biasa dipergunakan lembaga bea cukai sebagai penyimpanan barang yang tengah di karantina atau masih dalam pengurusan dokumen pengiriman sebelum barang tersebut diimpor.

d. Households Goods Warehouse

House goods warehouse adalah gudang yang umumnya digunakan pabrik furniture household moving companies. Pada beberapa kondisi, gudang ini juga dipergunakan sebagai penaruhan barang dagangan.

e. Special Commodity Warehouse

Special commodity warehouse merupakan gudang yang biasa digunakan khusus sebagai penyimpanan komoditi tertentu yang memerlukan satu penanganan khusus. Gudang ini mempunyai karakteristik yang membedakan dengan gudang jenis-jenis lainnya, penjelasan sebagai berikut:

- Menjadi tempat untuk penyimpanan pada waktu tertentu.
- Produk komoditi yang tersimpan mempunyai kualitas serta grade yang sama.
- Biasanya, dalam gudangnya disediakan fasilitas tambahan, misalnya seperti mesin penggiling padi dan lain-lainnya.

f. Bulk Storage Warehouse
Bulk storage warehouse ialah gudang yang dipergunakan untuk penyimpanan produk dalam bentuk cairan dan kering pada ukuran yang besar. Dalam gudang ini, umumnya terdapat proses pemecahan ukuran menjadi lebih kecil lagi.

2. Private Warehouse
Private warehouse merupakan gudang yang dibangun sendiri atau biasanya dibangun dengan proses leasing.

 

Alasan Diperlukannya Gudang untuk Warehouse

1. Transportation, Production Cost Reduction
Gudang berguna sebagai proses pengendalian serta efisiensi biaya transportasi dan produksi. Disaat pembelian barang kadang terdapat volume minimal yang perlu dibeli untuk efisiensi biaya angkut, namun terkadang hal tersebut, mempunyai konsekuensi tersendiri, yang timbulnya inventori (persediaan barang).

2. Coordination of Supply and Demand
Meski gudang pada dasarnya merupakan tempat untuk menyimpan barang, akan tetapi gudang juga bisa digunakan untuk tempat berkoordinasi antara penawaran dan permintaan. Pada pasar, permintaan sering terjadi fluktuasi yang menimbulkan gudang dibutuhkan untuk menyimpan barang saat volume produksi tengah meningkat serta permintaan menurun.

3. Production Needs
Pada beberapa proses akhir produksi sebuah barang, gudang berfungsi sebagai proses akhir tersebut. Barang-barang yang memerlukan waktu simpan untuk meningkatkan dan mengamankan kualitas barangnya, misalnya keju dan anggur. Beberapa barang lainnya juga ada yang memerlukan perakitan akhir di gudang.

4. Marketing Considerations
Beberapa barang, contohnya bahan pangan membutuhkan ketersediaan pada pasar. Untuk menjaga pasokan supaya tetap tersedia, maka perlu gudang yang dekat dengan pasar. Gudang dibutuhkan untuk mempermudah serta mempercepat proses distribusi.

 

Pentingnya Aplikasi Bisnis Terintegrasi untuk Warehouse

Aplikasi bisnis terintegrasi sangat penting untuk gudang (warehouse), karena memungkinkan pengkordinasian serta pengelolaan yang lebih baik dalam proses penyimpanan, pengiriman, dan distribusi barang. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan bisa memantau stok, melacak pergerakan barang, serta mengelola pesanan secara efisien, yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Selain itu, data yang dihasilkan oleh aplikasi terintegrasi memberikan wawasan yang lebih baik, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat, dan memungkinkan perusahaan untuk mengatasi perubahan kebutuhan pasar dengan lebih baik. IDMETAFORA merupakan pilihan tepat untuk sistem bisnis terintegrasi tersebut, karena telah melayani ratusan serta ribuan klien dalam lingkup negara dan luar negara.

 

Kesimpulan

Dapat disimpulkan, gudang (Warehouse) mempunyai peranan dalam rantai pasokan bisnis modern. Fungsi utamanya mencakup penyimpanan, distribusi, pemenuhan pesanan, serta manajemen stok. Dengan peran penting pada era e-commerce dan bisnis global, efisiensi serta manajemen yang baik dalam gudang menjadi kunci kesuksesan. Untuk itu, aplikasi bisnis terintegrasi menjadi alat penting untuk peningkatan efisiensi operasional, memastikan ketersediaan stok, serta memberi pelayanan pelanggan yang lebih baik.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda