+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Pendapatan: Memahami Pengertian dan Cara Perhitungan Pendapatan dalam Akuntansi

27 October, 2023   |   syefafalih

Pendapatan: Memahami Pengertian dan Cara Perhitungan Pendapatan dalam Akuntansi

Pendapatan, sebagai konsep utama dalam dunia ekonomi dan keuangan, memainkan peran dalam memahami kesejahteraan perusahaan, organisasi, dan pemerintah. Konsep ini mengacu pada aliran dana yang diperoleh melalui berbagai aktivitas ekonomi, termasuk penjualan produk atau penyediaan jasa kepada pelanggan. Sementara itu, bagi pemerintah, pendapatan berkaitan dengan penerimaan yang diperoleh melalui pungutan pajak. Dalam upaya untuk menggali lebih dalam mengenai konsep ini, kita akan mengulas aspek-aspek yang menjadikan pendapatan begitu penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan.

 

Pengertian Pendapatan

Pendapatan, secara umumnya didefinisikan sebagai aliran finansial yang mengalir kepada individu atau entitas sebagai imbalan atas sumbangan tenaga atau hasil produk mereka. Bagi kebanyakan individu, pendapatan mencakup total penerimaan yang mereka peroleh, seringkali berbentuk gaji, hasil investasi, aliran dana dari rekening pensiun, serta ragam penerimaan lainnya.

Sementara dalam konteks bisnis, pendapatan merujuk kepada hasil dari penjualan jasa dan produk, bersama dengan pendapatan dalam bentuk dividen dan bunga yang berkaitan dengan rekening kas serta rekening cadangan terkait dengan aktivitas perusahaan.

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik yang digariskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, menggambarkan pendapatan sebagai pendapatan yang dihasilkan dari pelaksanaan aktivitas entitas, sering disebut dengan beragam istilah seperti penjualan, kompensasi, royalti, bunga, dan sewa. Dalam pandangan akuntansi, pengertian pendapatan, salah satunya dinyatakan oleh Harnanto, mengacu pada peningkatan aset dan pengurangan liabilitas perusahaan sebagai hasil dari aktivitas operasional. Dengan demikian, pemahaman mendalam mengenai konsep pendapatan menjadi penting dalam konteks keuangan dan akuntansi.

 

Jenis Pendapatan

1. Pendapatan Operasional
Pendapatan operasional adalah hasil finansial yang diperoleh secara langsung melalui aktivitas inti operasional sebuah perusahaan. Pendapatan operasional itu sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, sebagai berikut:

- Pendapatan Kotor
Merujuk pada pendapatan yang berasal dari nilai asli dan jumlah faktur penjualan sebelum pengurangan yang disebabkan oleh pengembalian barang oleh pelanggan atau diskon penjualan yang diberikan.

- Pendapatan Bersih
Pendapatan bersih adalah pendapatan yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa setelah mengurangi faktor pengembalian barang dan potongan penjualan.

2. Pendapatan Non Operasional
Pendapatan non operasional adalah pendapatan yang diterima tanpa terkait dengan aktivitas penjualan. Jenis pendapatan non operasional juga dapat dibagi menjadi 5 klasifikasi yang berbeda:

- Pendapatan Sewa
Pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan akibat aktivitas penyewaan aset mereka kepada pihak lain. Contohnya termasuk dalam menyewakan lokasi, mesin produksi, alat transportasi, dan lainnya.

- Pendapatan Bunga
Pendapatan yang diterima oleh perusahaan sebagai hasil dari bunga yang dikenakan atas pinjaman uang yang diberikan kepada pihak lain, seperti klien. Selain itu, pendapatan bunga juga dapat terkait dengan penjualan barang dan jasa yang dibayar secara mencicil. Dalam transaksi semacam ini, bunga biasanya tercakup, sehingga kategori ini mencakup pendapatan dari bunga.

- Pendapatan Aset
Jenis pendapatan yang berkaitan dengan aset, namun berbeda dari pendapatan sewa. Pendapatan aset ini diperoleh melalui penjualan aset atau harta. Misalnya, penjualan properti, peralatan kantor, mesin, sekuritas pasar, dan lain-lain.

- Pendapatan Dividen
Pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan melalui pembagian laba atau dividen karena memiliki saham di perusahaan lain. Sebagai contoh, jika perusahaan A memiliki saham di perusahaan Z, ketika perusahaan Z membagikan dividen kepada investor, maka ini dianggap sebagai pendapatan dividen bagi perusahaan A.

- Laba Penjualan Aset Tetap
Pendapatan yang diperoleh dari keuntungan penjualan aset perusahaan. Contohnya, perusahaan B memiliki gudang yang dibangun dengan modal sebesar Rp250 juta pada tahun 2018. Kemudian, setahun kemudian, pada tahun 2019, gudang tersebut dijual dengan harga Rp300 juta. Dalam konteks ini, Rp50 juta dianggap sebagai laba penjualan aset tetap yang termasuk dalam pendapatan perusahaan.

 

Sumber Pendapatan

Pendapatan, sebagai elemen yang mendasari dalam konteks keuangan perusahaan. Suparmoko dalam penelitiannya pada tahun 2015 mengidentifikasi tiga jenis sumber pendapatan perusahaan, dan masing-masing sumber ini memiliki karakteristiknya sendiri. Dibawah ini merupakan penjelasannya:

1. Pendapatan dari Gaji atau Upah
Jenis pendapatan ini merupakan hasil dari imbalan yang diberikan sebagai kompensasi atas waktu dan upaya yang ditanamkan dalam pekerjaan. Pendapatan ini dapat diterima dalam berbagai interval waktu, seperti harian, mingguan, atau umumnya dalam periode bulanan.

2. Pendapatan dari Usaha Sendiri
Ini mengacu pada pendapatan yang berasal dari hasil total penjualan barang atau jasa setelah mengurangi seluruh biaya produksi yang terkait. Sebagai contoh, pendapatan ini dapat berasal dari penjualan produk di sebuah toko kelontong.

3. Pendapatan dari Sumber Lain
Kategori ini mencakup pendapatan yang diperoleh dari sumber selain gaji dan usaha sendiri. Misalnya, pendapatan yang diterima tanpa melibatkan aktivitas bisnis, seperti hasil dari menyewakan properti seperti rumah atau mobil, pendapatan dari aset berharga, atau penghasilan dari investasi.

 

Sumber Pendapatan Negara dan Daerah

1. Sumber Pendapatan Negara
Sumber pendapatan negara adalah elemen-elemen utama yang menyediakan dana untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan membiayai berbagai program dan proyek. Sumber-sumber pendapatan negara dapat dikelompokkan menjadi tiga sektor utama, yang berasal baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Berikut merupakan penjelasannya mengenai ketiganya:

- Pendapatan dari Pajak
Pendapatan negara yang berasal dari pajak adalah sektor dominan yang menyumbang sekitar 80 persen dari total pendapatan negara. Sumber pendapatan pajak berasal dari berbagai objek pajak, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPH), Pajak Cukai, Pajak Bea Masuk dan Bea Keluar, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta berbagai pajak lainnya.

- Pendapatan Bukan Pajak
Selain pendapatan dari pajak, pendapatan negara juga diperoleh dari sektor non-pajak, dikenal sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Meskipun pendapatan PNBP tidak sebesar pendapatan dari sektor pajak, tetapi tetap menjadi sumber pendapatan penting bagi negara. PNBP berasal dari berbagai sektor, termasuk Sumber Daya Alam Minyak dan Gas, Sumber Daya Alam Non-minyak dan Gas, Pendapatan Kekayaan yang dipisahkan (berasal dari laba BUMN), Badan Layanan Umum, dan beragam PNBP lainnya.

- Pendapatan dari Hibah
Sumber pendapatan negara dari hibah merupakan sumber pendapatan penting, terutama karena kebanyakan berasal dari luar negeri. Hibah adalah pemberian dari pihak lain tanpa adanya kewajiban tertentu. Meskipun hibah bisa berasal dari dalam negeri, namun mayoritas pendapatan hibah ini bersumber dari negara-negara asing.

2. Sumber Pendapatan Daerah
Sumber Pendapatan Daerah merupakan penerimaan yang berasal dari dalam wilayah atau daerah tertentu. Seperti pada tingkat nasional, pungutan pajak juga menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang penting. Sumber Pendapatan Daerah terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan Pendapatan Lainnya yang Sah. Dibawah ini merupakan penjelasannya:

- Pendapatan Asli Daerah (PAD)
PAD terdiri dari empat pokok, yaitu pendapatan pajak daerah, retribusi daerah, pendapatan PAD lain-lain yang sah, dan pendapatan dan pengembalian.

- Pendapatan Transfer
Pendapatan transfer berasal dari pemerintah pusat dan mencakup dana perimbangan, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus.

- Pendapatan Lainnya yang Sah
Sumber pendapatan lain-lain yang sah dapat berasal dari dana desa dan dana bagi hasil pajak.

 

Konsep Pendapatan

1. Inflow of Net Asset
Konsep ini berfokus pada aliran dana masuk ke dalam kas perusahaan, yang secara signifikan memengaruhi peningkatan aktiva tetap perusahaan dan mengurangi beban utang perusahaan. Dalam konteks ini, pendapatan menjadi cermin dari kesehatan finansial perusahaan dan pertumbuhan kekayaan bersihnya.

2. Outflow of Good Service
Konsep pendapatan ini lebih terkait dengan aliran dana keluar dari perusahaan yang terjadi ketika produk atau jasa terjual, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan secara sekaligus berkontribusi pada memperkuat loyalitas konsumen terhadap perusahaan. Dalam hal ini, pendapatan menjadi indikator kinerja perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar dan menciptakan pengalaman positif bagi konsumen.

 

Karakteristik Pendapatan

1. Aliran Masuk atau Peningkatan Aset
Pendapatan menggambarkan pertumbuhan aset perusahaan melalui arus dana masuk yang diterima.

2. Kegiatan yang Menandakan Inti Operasional yang Berlanjut
Pendapatan berasal dari aktivitas yang merupakan inti dari operasional perusahaan dan berlangsung secara berkesinambungan.

3. Terkait dengan Pelunasan, Penurunan, dan/atau Pengurangan Kewajiban
Pendapatan seringkali melibatkan proses pelunasan kewajiban, penurunan utang, atau pengurangan liabilitas dalam beragam bentuk.

4. Produk yang Diciptakan oleh Perusahaan
Pendapatan banyak berkaitan dengan hasil penjualan produk atau jasa yang dihasilkan atau ditawarkan oleh perusahaan.

5. Proses Pertukaran Produk atau Jasa
Pendapatan umumnya muncul sebagai hasil dari proses pertukaran produk atau jasa antara perusahaan dan pelanggan atau pihak lain.

6. Berkontribusi pada Peningkatan Ekuitas
Pendapatan memiliki dampak positif terhadap ekuitas perusahaan, memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan stabilitasnya.

7. Fleksibilitas dalam Penamaan dan Bentuknya
Pendapatan dapat mengambil berbagai nama dan muncul dalam berbagai bentuk tergantung pada jenis bisnis dan aktivitas yang dilakukan.

 

Pengukuran Pendapatan

Pengukuran pendapatan yang efektif biasanya mengandalkan analisis mendalam terhadap nilai tukar (exchange value) dari barang atau jasa yang diterima. Penilaian nilai tukar ini juga sering mencakup evaluasi nilai tunai setara (cash equivalent) atau nilai sekarang (present value) yang diantisipasi akan diterima melalui arus dana atau penerimaan di masa depan. Pada dasarnya, pendapatan diukur dengan menggunakan nilai uang atau jumlah dana yang diharapkan diterima sebagai hasil dari transaksi pendapatan tertentu.

Pendekatan yang lebih terperinci seperti ini memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap pendapatan yang terkait dengan berbagai aktivitas bisnis. Dengan cara ini, perusahaan dapat dengan lebih teliti melacak dan mengelola pendapatan mereka, memastikan bahwa sumber daya keuangan dikelola dan dioptimalkan dengan cermat, sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

 

Kriteria Pendapatan

1. Pengakuan Ketika Terjadi Penjualan
Pendapatan diakui secara instan pada titik di mana terjadi transaksi penjualan, yang mencakup penerimaan pembayaran dan pengiriman barang atau jasa kepada pelanggan.

2. Pengakuan Sebelum Penyerahan
Kriteria pengakuan ini dapat berlaku sepanjang siklus produksi, bahkan sebelum atau sesudah selesai produksi. Contohnya termasuk dalam proses pembelian (purchase order) dan permintaan pembelian (purchase requisition), yang relevan terutama dalam industri manufaktur dan ritel.

3. Pengakuan Setelah Penyerahan
Sesuai dengan namanya, pendapatan diakui setelah penerimaan pembayaran sebagai hasil dari transaksi yang telah terjadi.

4. Pengakuan untuk Transaksi Khusus
Pengakuan pendapatan juga dapat bervariasi dalam situasi transaksi khusus, seperti dalam konteks penjualan waralaba atau franchise, serta dalam hubungan dengan barang konsinyasi.

 

Realisasi Pendapatan

1. Kepastian Perubahan Produk Menjadi Aset Lainnya Melalui Transaksi Penjualan yang Sah
Ini merujuk pada saat ketika produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan benar-benar mengalami transformasi menjadi aset dalam bentuk uang tunai atau setara, yang terjadi melalui transaksi penjualan yang sah.

2. Penerimaan Aset Lain yang Menguatkan Transaksi Penjualan
Realisasi pendapatan juga mencakup penerimaan aset lain yang digunakan untuk mengkonfirmasi dan memvalidasi transaksi penjualan yang telah terjadi. Aset ini dapat berupa uang tunai, instrumen keuangan, atau bentuk lain yang dapat diidentifikasi dan merepresentasikan nilai yang diterima dari penjualan.

 

Pengakuan Pendapatan dalam Akutansi

Proses pengakuan pendapatan dalam lingkup akuntansi tunduk pada prinsip-prinsip yang diuraikan dalam PSAK No. 23. Prinsip-prinsip ini menjadi panduan utama dalam menentukan kapan pendapatan dari penjualan barang harus diakui. Berikut adalah penjelasan mengenai syarat-syarat yang harus terpenuhi:

1. Terjadi Pemindahan Risiko dan Manfaat atas Kepemilikan Barang
Pendapatan diakui ketika risiko dan manfaat atas kepemilikan barang telah secara efektif dialihkan dari penjual kepada pembeli.

2. Pengelolaan Terkait Kepemilikan Barang Tidak Dilakukan
Pengelolaan yang berhubungan dengan kepemilikan barang yang dijual tidak lagi dilakukan oleh penjual, karena barang tersebut telah sukses dijual kepada pembeli.

3. Jumlah Pendapatan Dapat Diukur
Pendapatan harus dapat diukur secara wajar dan dapat diandalkan, sehingga jumlah pendapatan dari transaksi dapat dipastikan dengan jelas.

4. Manfaat Ekonomi Mengalir ke Entitas
Manfaat ekonomi yang berhubungan dengan transaksi harus mengalir ke entitas atau perusahaan yang bersangkutan.

5. Biaya yang Terkait dengan Transaksi Penjualan Dapat Diukur
Biaya yang terkait dengan transaksi penjualan harus dapat diukur secara wajar dan dapat diandalkan.

 

Contoh Pendapatan dalam Akuntansi

Pendapatan dalam konteks akuntansi sering kali tergantung pada jenis bisnis dan aktivitas perusahaan. Beberapa contoh pendapatan dalam akuntansi meliputi:

1. Pendapatan dari Penjualan Barang dan Jasa
Pendapatan utama perusahaan sering berasal dari penjualan produk atau layanan kepada pelanggan.

2. Bunga dari Deposito Bank
Pendapatan bisa juga diperoleh dari bunga yang dihasilkan dari deposito atau investasi di lembaga perbankan.

3. Dividen atau Keuntungan dari Investasi
Perusahaan dapat memperoleh pendapatan dari dividen atau keuntungan yang dihasilkan dari investasi mereka di perusahaan lain.

4. Pendapatan dari Sewa Aset
Pendapatan dapat diperoleh melalui penyewaan aset, seperti menyewakan properti seperti gudang, pabrik, ruang kantor, dan lainnya kepada pihak ketiga.

5. Laba dari Penilaian Ulang Aset
Kadang-kadang, perusahaan dapat memperoleh pendapatan tambahan melalui penilaian ulang aset yang dimilikinya, seperti properti atau investasi lainnya.

 

Perbedaan Pendapatan dengan Laba

Pendapatan
Pendapatan sering ditempatkan pada bagian atas laporan laba rugi karena ini adalah pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan sebelum biaya dikurangi. Ini mencakup total pendapatan yang berasal dari penjualan barang atau jasa yang terkait dengan operasi utama perusahaan. Pendapatan, juga dikenal sebagai "penjualan," tidak mempertimbangkan pengurangan biaya atau pengeluaran yang terkait dengan operasi bisnis. Contohnya, uang yang diperoleh oleh pengecer sepatu dari penjualan sepatu sebelum mempertimbangkan biaya lain adalah contoh pendapatan.

Laba
Laba sering disebut sebagai laba bersih pada laporan laba rugi. Ini adalah pendapatan yang tersisa setelah mengurangkan semua biaya, utang, aliran pendapatan tambahan, dan biaya operasional.
Tetapi terdapat variasi laba pada laporan laba rugi, seperti laba kotor dan laba operasional, yang digunakan untuk menganalisis kinerja perusahaan. Laba kotor adalah pendapatan dikurangi harga pokok penjualan (HPP), sementara laba operasional mencakup semua biaya tetap dan variabel yang terkait dengan operasi bisnis. Contohnya, laba kotor adalah pendapatan setelah mengurangkan biaya produksi langsung, sementara laba operasional adalah laba gotor setelah mengurangkan semua biaya operasional lainnya.

 

Perbedaan Pendapatan dan Penghasilan

Pendapatan
Pendapatan adalah total uang yang diterima oleh individu atau perusahaan dari berbagai sumber selama periode waktu tertentu. Sumber pendapatan ini bisa berasal dari berbagai macam, seperti gaji, investasi, bisnis, sewa, dan sebagainya. Pendapatan mencakup seluruh jumlah uang yang masuk ke akun atau dompet seseorang setiap bulan atau setiap tahun. Pendapatan bisa bervariasi tergantung pada aktivitas atau sumbernya. Misalnya, jika seseorang memiliki pekerjaan tetap, pendapatannya mungkin stabil setiap bulan. Namun, jika seseorang memiliki bisnis, pendapatannya mungkin tidak konsisten dan tergantung pada kinerja bisnis tersebut.

Penghasilan
Penghasilan adalah jumlah uang yang tersisa setelah semua pengeluaran diperhitungkan dari pendapatan. Ini mencerminkan jumlah uang yang bisa digunakan atau disimpan setelah membayar semua tagihan, pembayaran rutin, dan pengeluaran sehari-hari. Penghasilan mencerminkan kemampuan individu atau perusahaan dalam menjaga sebagian dari pendapatannya setelah mengatasi pengeluaran yang diperlukan. Jadi, penghasilan tidak hanya melibatkan pemasukan uang, tetapi juga melibatkan manajemen dan pengendalian pengeluaran untuk menciptakan surplus yang bisa diinvestasikan atau disimpan.

Perbedaan utama adalah bahwa pendapatan cenderung bersifat jangka pendek, sementara penghasilan bersifat jangka panjang. Pendapatan dapat berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada situasi keuangan individu atau perusahaan. Sebagai contoh, pendapatan seseorang mungkin meningkat jika mereka mendapatkan kenaikan gaji atau sumber pendapatan baru. Sebaliknya, penghasilan lebih berkaitan dengan stabilitas dan kemampuan individu atau perusahaan untuk menciptakan surplus setelah memenuhi kebutuhan dasar mereka. Penghasilan dapat meningkat seiring berjalannya waktu jika ada upaya untuk mengelola keuangan dengan bijak dan meningkatkan pemasukan atau mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Ini mencerminkan perbedaan mendasar antara pendapatan yang lebih dinamis dan penghasilan yang lebih terfokus pada keberlanjutan jangka panjang. 

 

Rumus Perhitungan Pendapatan dalam Akuntansi

Dalam ranah akuntansi, dua istilah penting yang terkait dengan pendapatan adalah pendapatan bersih (net income) dan pendapatan kotor (gross income). Pendapatan bersih mengacu pada total pendapatan perusahaan yang tersisa setelah semua biaya bisnis dikurangkan. Sementara itu, pendapatan kotor mencakup total pendapatan perusahaan sebelum mengurangkan pengeluaran.

Untuk menghitung pendapatan bersih, perusahaan perlu terlebih dahulu menghitung pendapatan kotor. Cara perhitungan pendapatan dalam konteks akuntansi adalah sebagai berikut:

Pendapatan Kotor = Total Pendapatan Perusahaan
Pendapatan Bersih = Pendapatan Kotor - Pengeluaran

 

Cara Perhitungan Pendapatan dalam Akuntansi

Mari kita ambil contoh PT ARUMANIS yang ingin menghitung pendapatannya pada awal semester 2023. Berikut adalah angka total yang telah mereka kumpulkan:

Total Pendapatan: Rp600 juta
Harga Pokok Penjualan: Rp200 juta
Biaya Sewa: Rp60 juta
Gaji Karyawan: Rp100 juta
Biaya Utilitas: Rp20 juta
Biaya Promosi: Rp10 juta
Biaya Bunga: Rp10 juta.

Langkah-langkah perhitungan pendapatan PT ARUMANIS adalah sebagai berikut:

1. Menghitung Pendapatan Kotor:

Pendapatan Kotor = Total Pendapatan - Harga Pokok Penjualan
Pendapatan Kotor = Rp600 juta - Rp200 juta = Rp400 juta.

2. Menghitung Pengeluaran PT ARUMANIS:

Pengeluaran PT ARUMANIS = Rp60 juta (Biaya Sewa) + Rp100 juta (Gaji Karyawan) + Rp20 juta (Biaya Utilitas) + Rp10 juta (Biaya Promosi) + Rp10 juta (Biaya Bunga) = Rp200 juta.

3. Menghitung Pendapatan Bersih PT ARUMANIS:

Pendapatan Bersih = Pendapatan Kotor - Pengeluaran
Pendapatan Bersih = Rp400 juta - Rp200 juta = Rp200 juta.

Dalam akuntansi, penting untuk diingat bahwa pendapatan perusahaan dapat berasal dari berbagai sumber, dan tidak terbatas pada penjualan produk. Terkadang, pendapatan dari kegiatan non-operasional juga dapat memberikan kontribusi penting terhadap total pendapatan perusahaan. Ini mencerminkan keragaman pendapatan yang dapat ditemui dalam dunia bisnis yang kompleks.

 

Kesimpulan

Pendapatan merujuk pada jumlah uang yang diterima oleh individu, perusahaan, atau pemerintah dari berbagai sumber dalam suatu periode waktu. Sumber pendapatan dapat bervariasi, termasuk gaji, investasi, bisnis, sewa, dan banyak lagi. Pendapatan mencerminkan jumlah uang yang masuk ke dalam akun atau dompet seseorang atau entitas setiap bulan atau tahun. Individu dengan pekerjaan tetap mungkin memiliki pendapatan yang stabil setiap bulan, sementara bisnis bisa menghadapi fluktuasi tergantung pada kinerja mereka.

Pendapatan dapat diperoleh melalui berbagai cara, seperti pekerjaan, investasi, pendapatan pasif, dan pendapatan royalti. Sumber pendapatan juga dapat berlaku baik untuk tingkat nasional maupun daerah, dengan pajak menjadi kontributor utama, didukung oleh pendapatan non-pajak, transfer dari pemerintah pusat, dan hibah dari luar negeri. Dalam keseluruhan, pendapatan adalah elemen kunci dalam keuangan individu, bisnis, dan pemerintah, dan menjadi faktor penentu dalam mengejar tujuan finansial dan pembangunan ekonomi.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda