+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Logistik adalah: Memahami Pengertian dan Peran Logistik di Perusahaan

24 October, 2023   |   syefafalih

Logistik adalah: Memahami Pengertian dan Peran Logistik di Perusahaan

Kata logistik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Logos yang memiliki beragam makna, termasuk rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, orasi. Dalam konteks umum, logistik adalah ilmu pengetahuan dan seni yang terlibat dalam penyimpanan, distribusi, pemeliharaan, dan penghapusan berbagai barang atau peralatan. Dengan demikian, logistik adalah bidang yang memainkan peran penting dalam mengatur pergerakan dan pengelolaan barang atau alat-alat tertentu. Ini mencakup proses mulai dari penyimpanan hingga distribusi, dengan tujuan untuk memastikan efisiensi dan ketersediaan barang yang tepat pada waktu yang tepat. Logistik memiliki peran strategis dalam berbagai industri dan organisasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mengendalikan biaya, dan memaksimalkan efisiensi operasional. Di artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang konsep logistik, tujuannya, dan manfaatnya dalam berbagai bidang.

 

Sejarah Logistik

Logistik memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman kuno. Pada masa-masa awal, logistik memiliki peran penting dalam peperangan, di mana pengiriman suplai makanan dan persenjataan menjadi faktor penentu dalam kemenangan. Dalam peperangan di zaman Yunani kuno, keterbatasan persediaan makanan dan minuman membatasi skala perang yang dapat dilakukan.

Salah satu perkembangan signifikan dalam logistik kuno adalah penggunaan gajah untuk mengangkut persediaan logistik dari pusat ke camp-camp peperangan. Namun, ini juga memiliki keterbatasan, seperti gajah yang dapat menjadi sasaran musuh selama perjalanan.

Selama era revolusi industri, logistik berkembang dengan adopsi kendaraan berbasis uap dan batu bara, seperti kereta api dan kapal uap. Kemudian, logistik terus berkembang selama Perang Dunia I dan II dengan ditemukannya teknologi transportasi yang lebih maju.

Setelah Perang Dunia II, logistik mulai menjadi bagian integral dari dunia bisnis, dan terus berkembang hingga saat ini. Logistik menjadi unsur penting dalam rantai pasokan dan operasi bisnis modern.

 

Pengertian Logistik

Logistik merupakan serangkaian langkah yang melibatkan perencanaan, eksekusi, dan pengawasan yang diselenggarakan untuk mengelola pergerakan produk, barang, layanan, energi, atau sumber daya lainnya dari titik asal ke tujuan akhir.

Semua kegiatan logistik diselenggarakan dengan tujuan utama, yaitu memastikan ketersediaan barang dan pengiriman yang tepat waktu ke tujuan yang dituju. Proses logistik melibatkan serangkaian tugas, termasuk pengadaan barang, produksi, dan distribusi.

Selama prosesnya, aktivitas logistik harus memenuhi standar kinerja tertentu. Tujuannya adalah mencapai keseimbangan antara kualitas pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan dengan biaya keseluruhan yang dikeluarkan, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan akhirnya.

 

Pengertian Logistik Menurut Ahli

Council of Logistics Management (CLM)
Menurut CLM, logistik adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan aliran barang dan jasa dari sumber asal ke konsumen akhir.

Martin Christopher
Martin Christopher menggambarkan logistik sebagai manajemen aliran fisik barang dari pemasok hingga konsumen akhir.

Council of Supply Chain Management Professionals (CSCMP)
CSCMP mendefinisikan logistik sebagai proses perencanaan, implementasi, dan pengendalian operasi rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan cara yang efisien.

Murphy dan Wood
Menurut Murphy dan Wood, logistik adalah aliran fisik, informasi, dan uang yang terkait dengan pergerakan, penyimpanan, dan pemrosesan barang yang bergerak dari produsen hingga konsumen.

 

Perusahaan Logistik

Logistik memegang peranan kunci dalam operasi perusahaan, terutama bagi perusahaan manufaktur dan produsen barang. Proses logistik melibatkan pengiriman barang mentah dari pemasok ke perusahaan, pemrosesan, penyimpanan, dan pengiriman produk jadi ke pelanggan. Perusahaan biasanya memiliki divisi logistik yang khusus mengurus aspek-aspek ini, atau mereka dapat menggunakan jasa perusahaan logistik yang secara khusus menyediakan solusi transportasi dan penyimpanan.

Perusahaan logistik adalah entitas yang menyediakan layanan transportasi dan penyimpanan barang. Mereka mengambil peran penting dalam mengirimkan barang dari titik awal ke tujuan akhir, baik melalui transportasi darat, laut, udara, atau kombinasi dari semua itu. Selain itu, perusahaan logistik juga menyediakan layanan penyewaan gudang kepada perusahaan lain, membantu mereka dalam menyimpan barang mereka dengan aman.

Banyak perusahaan memilih untuk menggunakan jasa perusahaan logistik daripada mengelola seluruh logistik secara internal. Hal ini dapat disebabkan oleh alasan efisiensi biaya dan kemudahan yang ditawarkan oleh perusahaan logistik, memungkinkan perusahaan untuk fokus pada bisnis inti mereka tanpa perlu terlalu banyak sumber daya pada logistik.

 

Tujuan Logistik

Aktivitas logistik sendiri dilakukan dengan niat untuk mencapai beragam sasaran yang telah ditentukan. Prinsip-prinsip utama di balik fungsi logistik adalah memastikan ketersediaan barang dengan jumlah, waktu, dan kondisi yang sesuai, sambil tetap menjaga pengeluaran agar terjaga dalam batas yang wajar, dan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi penyedia layanan logistik.

Dalam upaya mencapai sasaran-sasaran ini, aktivitas logistik mencakup beragam tahapan yang mencakup proses pengadaan barang, produksi, dan distribusi. Secara umum, terdapat beberapa tujuan yang tercakup dalam ranah logistik, berikut penjelasannya:

1. Tujuan Operasional
Tujuan operasional dalam ranah logistik adalah untuk memastikan bahwa pasokan barang mencukupi dalam beberapa hari ke depan, sehingga kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik. Biasanya, perusahaan logistik menyediakan fasilitas penyimpanan, seperti gudang, yang disesuaikan dengan kebutuhan ini. Hal ini bertujuan untuk menghindari kekurangan atau kelebihan barang, sehingga manajemen stok menjadi kunci dalam proses ini.

2. Tujuan Keuangan
Dalam perspektif keuangan, logistik bertujuan untuk mencapai profitabilitas seoptimal mungkin dan mereduksi kerugian sekecil mungkin. Salah satu pendekatan yang umum dalam logistik adalah menawarkan opsi pengiriman yang lebih ekonomis daripada alternatif pengiriman lainnya, sehingga biaya dapat diminimalkan dan pendapatan dapat ditingkatkan.

3. Tujuan Keamanan
Tujuan keamanan dalam logistik adalah memastikan bahwa barang yang dikirimkan tetap utuh dan aman selama proses pengiriman hingga sampai di tangan penerima. Perusahaan logistik seringkali memiliki standar keamanan yang ketat untuk memastikan barang yang dikirim tidak mengalami kerusakan atau kehilangan selama perjalanan.

 

Tugas dan Peran Logistik

1. Processing (Pemrosesan)
Pemrosesan adalah tahap awal dalam tugas logistik. Ini mencakup pengelolaan informasi dalam sistem dengan akurat. Informasi yang tepat dan terorganisir dengan baik menjadi pondasi untuk mengatur dan mengelola layanan logistik dengan efisiensi. Dengan pemrosesan yang baik, data dan informasi yang diperlukan dapat diakses dengan cepat dan mudah.

2. Packaging (Pengemasan)
Pengemasan adalah elemen penting dalam tugas logistik. Ini berhubungan dengan cara produk dikemas. Produk yang dikemas dengan baik memberikan kepercayaan kepada pelanggan, karena mereka dapat melihat produk sebelum membelinya. Pengemasan yang efektif juga melindungi produk dari kerusakan selama pengiriman.

3. Storage (Penyimpanan)
Penyimpanan adalah langkah kunci dalam tugas logistik. Ini berkaitan dengan bagaimana produk disimpan sebelum dikirim. Penyimpanan yang efisien melibatkan pengelolaan persediaan sehingga produk selalu siap untuk dikirim ketika ada permintaan. Keseimbangan antara permintaan dan pasokan menjadi hal yang penting dalam proses ini.

4. Supply (Pasokan)
Pengelolaan persediaan produksi adalah elemen penting dalam logistik. Ini melibatkan penentuan berapa banyak produk yang harus diproduksi dan dikelola agar dapat memenuhi permintaan pasar. Pengambilan keputusan yang terencana didukung oleh data mengenai apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

5. Transportation (Transportasi)
Transportasi adalah elemen tak terpisahkan dalam tugas logistik. Ini mencakup perpindahan produk dari sumber ke tangan konsumen. Layanan transportasi yang efisien adalah kunci dalam menjaga aliran logistik yang lancar. Produk harus dikirim dari gudang ke vendor atau pelanggan dengan cepat dan aman.

 

Manfaat Logistik

Logistik, sebagai suatu rangkaian proses yang terstruktur, memunculkan sejumlah manfaat dalam penyediaan barang. Apa saja manfaat yang dapat diperoleh melalui logistik ini?

1. Merencanakan Pemenuhan Kebutuhan
Logistik berperan signifikan dalam perencanaan pemenuhan kebutuhan. Kegiatan logistik dilakukan dengan penjadwalan yang presisi, memastikan bahwa kebutuhan akan terpenuhi secara rutin, terutama dalam pengiriman barang-barang esensial seperti kebutuhan pokok.

2. Fungsi Sebagai Tempat Penyimpanan
Logistik juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang strategis. Idealnya, dalam ranah logistik, terdapat gudang-gudang yang dikelola dengan penjadwalan yang ketat untuk menerima dan mengirim barang. Gudang-gudang ini memiliki peran sentral dalam menjaga keamanan dan kualitas barang hingga sampai ke tujuan akhir.

3. Memelihara Kualitas Barang
Salah satu manfaat logistik yang tak terbantahkan adalah kemampuannya dalam memelihara kualitas barang yang akan dikirim. Barang-barang yang tersimpan dalam gudang logistik mendapatkan perawatan dan pemeriksaan berkala untuk memastikan bahwa kualitasnya tetap prima. Hal ini sangat penting dalam mengurangi risiko kerusakan atau cacat barang saat tiba di tangan pelanggan.

4. Manajemen Anggaran yang Efektif
Logistik memudahkan dalam proses manajemen anggaran yang efisien. Setiap transaksi barang, baik masuk maupun keluar dari gudang logistik, didokumentasikan secara rinci. Hal ini memungkinkan pengiriman barang yang efisien, cepat, dan terjangkau. Dengan pengeluaran dan pendapatan yang direkam dengan cermat, logistik berupaya mencapai tujuan bisnis dengan penawaran jasa yang ekonomis.

 

Sistem Logistik

1. Lokasi Fasilitas Logistik
Jaringan lokasi fasilitas adalah unsur yang tak dapat diabaikan dalam suatu perusahaan. Ini dimaksudkan untuk merencanakan asal dan tujuan pengiriman material dan produk. Perusahaan perlu menyediakan fasilitas seperti pabrik, gudang, dan toko pengecer, yang berperan sentral dalam menyediakan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tingkat efisiensi dan kualitas manajemen logistik sangat tergantung pada struktur lokasi fasilitas yang baik dan strategis.

2. Transportasi
Transportasi merupakan komponen penting lainnya dalam sistem logistik. Perusahaan memiliki beberapa alternatif dalam mendukung kemampuan transportasi mereka, mulai dari memiliki atau menyewa armada peralatan sendiri, menjalin kontrak dengan penyedia jasa transportasi khusus, hingga memanfaatkan layanan dari perusahaan transportasi yang telah memiliki izin dan menawarkan pengiriman dengan biaya yang telah disepakati. Dalam perancangan sistem logistik, faktor-faktor seperti biaya, kecepatan, dan konsistensi pengiriman memengaruhi kualitas layanan transportasi.

3. Manajemen Persediaan
Manajemen persediaan adalah komponen kunci dalam sistem logistik, bertanggung jawab atas pengaturan tingkat persediaan barang. Perusahaan harus mengelola perolehan persediaan, proses penyimpanan, dan pengeluaran barang untuk memastikan bahwa persediaan tetap sesuai dengan target layanan yang telah ditetapkan.

4. Komunikasi
Komunikasi adalah elemen penting dalam sistem logistik, memfasilitasi pertukaran informasi antara berbagai kegiatan logistik. Komunikasi yang efisien diperlukan untuk mencegah masalah serius. Misalnya, kesalahan dalam menilai tren aliran logistik dapat mengakibatkan kelangkaan barang atau komitmen yang berlebihan antara perusahaan, pemasok, pelanggan menengah, dan pelanggan akhir. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk menjaga stabilitas dalam evaluasi dan kinerja sistem logistik.

5. Penyimpanan
Komponen penting lain dalam sistem logistik adalah penyimpanan, yang mencakup berbagai aspek operasional logistik, termasuk pengepakan, pergerakan, dan pengemasan barang. Semua aspek ini berkaitan dengan aliran persediaan yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan atas produk atau material tertentu. Dalam konteks penyimpanan, setiap aspek operasional harus diatur dengan baik untuk menjaga kualitas dan ketersediaan barang yang optimal.

 

Peran Logistik di Perusahaan

Tim logistik yang beroperasi dengan efektif dapat memberikan peningkatan kualitas dalam proses pemasaran dengan menyediakan perpindahan produk yang lebih efisien dari penjual kepada pelanggan. Di bawah ini terdapat beberapa penjelasan mengenai peran logistik dalam konteks perusahaan:

1. Berorientasi Pada Pemasaran
Logistik memiliki peran kunci dalam memastikan kepuasan pelanggan, sehingga tim logistik memainkan peran penting dalam upaya pemasaran. Selain itu, logistik juga memiliki dampak signifikan pada pencapaian profit atau keuntungan perusahaan.

2. Memberikan Nilai Tambah
Perusahaan harus berupaya terus meningkatkan kualitas produknya untuk membangun kesetiaan pelanggan. Dalam hal ini, sistem logistik yang efisien dapat memberikan nilai tambah kepada konsumen dalam hal utilitas tempat dan waktu.

Utilitas tempat merujuk pada nilai yang ditambahkan atau diciptakan pada produk dengan memastikan ketersediaan produk kepada pembeli atau pelanggan. Sementara itu, utilitas waktu mencakup nilai yang diberikan dengan membuat produk tersedia pada waktu yang tepat.

3. Pemindahan Produk yang Efisien
Sistem logistik yang efisien dapat menciptakan proses penyediaan produk yang akurat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dalam kondisi yang sesuai, dan dengan biaya yang terjangkau. Ini memastikan bahwa pelanggan dapat merasakan manfaat dari produk tersebut.

4. Aspek Ekonomis
Sistem logistik yang efisien dan ekonomis adalah aset yang sangat berharga bagi sebuah perusahaan. Dengan menyediakan produk kepada pelanggan dengan cepat dan dengan biaya yang rendah, perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasar mereka secara signifikan dibandingkan dengan pesaing yang memiliki sistem logistik yang kurang efisien.

 

Syarat Sistem Logistik

1. Pelayanan Pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah pilar utama dalam logistik. Penyedia jasa logistik harus mampu memberikan informasi yang terkini dengan sangat responsif, mengingat logistik sangat bergantung pada waktu dan kecepatan. Hal ini hanya dapat dicapai melalui komunikasi yang efisien dan pelayanan pelanggan yang proaktif.

2. Perhatian terhadap Detail
Proses perdagangan lintas negara seringkali melibatkan prosedur-prosedur yang sangat kompleks. Penyedia jasa logistik harus sangat memerhatikan detail-detail dalam dokumentasi dan menjaga komunikasi yang lancar dengan pihak-pihak terkait. Hal ini bertujuan untuk menghindari penalti, keterlambatan, dan kerugian lain yang dapat merugikan pengguna jasa logistik.

3. Kepatuhan Hukum dan Legalitas
Sangat penting bagi penyedia jasa logistik untuk memiliki izin resmi dan beroperasi sesuai dengan hukum yang berlaku. Ini tidak hanya menciptakan kepercayaan dari pengguna jasa, tetapi juga mengurangi risiko masalah hukum yang dapat memengaruhi operasional logistik secara keseluruhan. Dengan mematuhi peraturan dan regulasi, penyedia jasa logistik dapat menjaga integritasnya dalam lingkungan bisnis yang ketat.

 

Sistem Logistik dalam Konteks Bursa

Salah satu tantangan utama dalam domain logistik perdagangan komoditas adalah masalah pencatatan. Ketika pihak-pihak terlibat dalam pembelian dalam jumlah besar dengan cakupan geografis yang melibatkan banyak negara, memantau pengiriman barang menjadi suatu tugas yang rumit.

Tidak mampu untuk melacak atau memantau pengiriman dengan efektif bisa mengakibatkan kerugian, bukan hanya bagi pembeli, tetapi juga bagi penyedia jasa pengiriman dan penjual. Oleh karena itu, keberadaan sistem logistik yang terstruktur dan terorganisasi memegang peran penting dalam meminimalisir potensi kerugian selama proses pengiriman barang.

Kenyataannya, sekitar 75% perusahaan logistik menghadapi kesulitan operasional, terutama selama puncak krisis kesehatan global yang melanda dunia antara tahun 2020-2021, seperti yang terungkap dalam laporan Institute for Supply Management. Berikut beberapa masalahnya:

1. Kesulitan dalam Pengumpulan dan Pengolahan Data.
2. Kurangnya Format Data Standar dan Penggunaan Perangkat Lunak yang Berbeda.
3. Kesulitan dalam Memantau Kualitas Barang secara Real-Time.
4. Ketidakkonsistenan Informasi antara Gudang dan Perusahaan.

Tantangan-tantangan tersebut telah mendorong pengembangan layanan seperti yang disediakan oleh ICDX Logistik Berikat (ILB). ICDX Logistik Berikat adalah sebuah perusahaan logistik terintegrasi yang menawarkan layanan pengadaan, penyimpanan, dan pengiriman komoditas yang diperdagangkan di Bursa ICDX dan terlibat dalam sektor ekspor-impor komoditas.

Salah satu fasilitas yang dikelola oleh ILB adalah E-PACT, sebuah sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memantau pengiriman fisik komoditas. Sistem perangkat lunak ini mencakup fungsi-fungsi penting, termasuk:

1. Listing, proses untuk pendaftaran atau deposit barang di gudang oleh penjual.
2. Konfirmasi, proses untuk konfirmasi yang melibatkan penjual, pembeli, gudang, dan kliring, yang terjadi dalam satu platform.
3. Pengecekan Jumlah Listing dengan Jumlah Sebenarnya di Gudang.
4. Unggah Semua Dokumen dalam Satu Platform, Termasuk Instruksi Pengiriman jika Pengiriman Tidak Melalui Gudang.
5. Memeriksa Status dan Detail Pengiriman.
6. Withdrawal, proses untuk penarikan barang dari gudang oleh pembeli.
7. Pendaftaran Member Baru (Penjual atau Pembeli).

 

Faktor Kunci dalam Menentukan Tingkat Performa Logistik

Dalam pelaksanaan kegiatan logistik, ada standar performa yang harus dipenuhi. Tingkat performa yang diharapkan dalam kegiatan logistik adalah mencapai keseimbangan antara kualitas pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan dengan seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Menurut Donald J. Bowersox, seperti yang diuraikan dalam bukunya "Supply Chain Logistics Management," terdapat dua faktor utama yang menjadi penentu dalam tingkat performa logistik:

1. Faktor Pelayanan (Service)
Faktor pelayanan mencerminkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Kualitas layanan dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan adalah faktor kunci dalam menentukan tingkat performa logistik. Keberhasilan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi akan membantu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

2. Faktor Biaya (Cost)
Faktor biaya mencakup semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam mengelola pelayanan logistik. Pengendalian biaya menjadi sangat penting karena biaya yang berlebihan dapat mengurangi profitabilitas perusahaan. Oleh karena itu, efisiensi dalam mengelola biaya logistik menjadi kunci dalam menentukan tingkat performa yang optimal.

 

Kegiatan Logistik

Kegiatan logistik, sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Manajemen Logistik di Giant Ekstra (2015) karya Novelia Utami dan Onny Fitriana Sitorus, dapat dikelompokkan menjadi tujuh tahapan penting, yaitu:

1. Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan yang melibatkan pemikiran, penelitian, serta perhitungan terhadap kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Dalam ranah logistik, perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan barang yang akan dijual, serta menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

2. Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan kegiatan pembagian tugas pada pihak yang dianggap sesuai. Apabila dikaitkan dengan ranah logistik, pengorganisasian ialah menentukan siapa saja, entitas pihak yang pantas diberi tanggung jawab dalam pengaturan, penyimpanan dan pengiriman barang.

3. Pengawasan
Pengawasan adalah setiap usaha yang dilakukan untuk mengawasi kegiatan. Berarti, penyaluran barang (logistik) harus dipantau sedetail mungkin. Pengawasan logistik biasanya diimplementasikan dengan mengecek barang hingga sampai tujuannya.

4. Pengadaan
Pengadaan adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk menjamin stok logistik tetap tersedia. Ketika mengetahui stok kurang mencukupi, maka perlu tindak lanjut untuk penyediaan logistik sesuai kebutuhan. Kegiatan pengadaan logistik harus diawasi oleh pihak yang telah ditentukan.

5. Pencatatan
Pencatatan adalah upaya pencatatan data logistik. Dimulai dari ketersediaan barang, sampai barang dikirimkan kepada konsumen, semuanya harus terdata. Selain itu, pencatatan diperlukan untuk mencatat seluruh aset yang dimiliki perusahaan.

6. Penyimpanan
Penyimpanan adalah kegiatan pengurusan gudang logistik. Dimulai dari penerimaan, pencatatan, pemasukan, penyimpanan, pengaturan, pembukuan, pemeliharaan sampai pendistribusian. Di dalam aktivitas penyimpanan logistik, semuanya perlu direncanakan, dan dikendalikan dengan sebaik mungkin.

7. Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi logistik agar siap pakai. Kegiatan pemeliharaan tidak hanya dilakukan sekali, tetapi perlu dilakukan untuk jangka waktu panjang. Barang logistik yang tersedia di gudang perlu dipelihara dan dijaga dengan baik, dikarenakan merupakan aset perusahaan.

 

Kesimpulan

Logistik adalah suatu ilmu pengetahuan dan praktik yang terlibat dalam penyimpanan, distribusi, pemeliharaan, dan penghapusan berbagai barang atau peralatan. Tujuan utama logistik adalah memastikan efisiensi dan ketersediaan barang yang tepat pada waktu yang tepat. Ini berperan penting dalam berbagai industri dan organisasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mengendalikan biaya, dan memaksimalkan efisiensi operasional. Logistik tidak hanya mencakup aspek fisik seperti transportasi dan penyimpanan, tetapi juga melibatkan manajemen informasi dan koordinasi yang cermat. Dengan adanya logistik yang baik, perusahaan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi biaya, dan mencapai keunggulan kompetitif. Sebagai bidang yang terus berkembang, logistik memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan dan kesuksesan suatu organisasi di pasar global.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda