+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Distribusi: Mengetahui Jenis, Fungsi, dan Contoh Kegiatan Distribusi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

17 October, 2023   |   syefafalih

Distribusi: Mengetahui Jenis, Fungsi, dan Contoh Kegiatan Distribusi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam dunia pemasaran, kita sering kali mengalami momen ketika seseorang mendekati kita dan menawarkan suatu produk. Aktivitas tersebut adalah bagian dari sistem distribusi yang telah menjadi bagian dari kegiatan ekonomi. Pengetahuan tentang sistem distribusi adalah suatu hal yang sangat penting, terutama bagi mereka yang bercita-cita menjadi seorang pebisnis yang sukses. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kegiatan distribusi, dan mengapa sistem distribusi memiliki peran penting dalam pemasaran produk? Mari kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini.

 

Pengertian Distribusi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Distribusi diartikan sebagai tindakan penyaluran, pembagian, atau pengiriman produk kepada sejumlah orang atau lokasi yang berbeda. Secara esensial, distribusi adalah proses menyebarkan produk ke seluruh pasar dengan tujuan agar lebih banyak orang dapat membelinya.

Dalam konteks bisnis, distribusi mengacu pada serangkaian aktivitas yang mencakup penjualan dan pengiriman produk dari produsen kepada konsumen. Dalam hal ini, distribusi berperan sebagai perantara yang memfasilitasi aliran produk dari produsen hingga konsumen. Bagi perusahaan, memiliki sistem distribusi yang efektif dan efisien dapat meningkatkan peluang penjualan produk mereka.

 

Pengertian Distribusi Menurut Ahli

Kotler
Distribusi adalah kelompok perusahaan atau individu yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu dalam memindahkan hak pemilikan produk atau jasa saat dipindahkan dari produsen ke konsumen.

Warren J. Keegan
Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk mengalirkan barang dari produsen ke konsumen atau pengguna industri.

Soekartawi
Distribusi adalah aktivitas pengiriman atau pengiriman barang dan jasa sehingga sampai ke konsumen akhir.

Assauri
Distribusi adalah kegiatan memindahkan produk dari sumber ke konsumen akhir melalui saluran distribusi pada waktu yang tepat.

The American Marketing Association
Distribusi adalah struktur organisasi dalam dan luar perusahaan yang terdiri dari agen, dealer, grosir, dan pengecer, yang melibatkan komoditas, produk, atau jasa yang dipasarkan.

 

Tujuan Distribusi

1. Menjaga Berjalannya Aktivitas Ekonomi Negara
Distribusi adalah faktor kunci dalam menjaga kelancaran ekonomi negara. Dengan mengalirkan produk ke berbagai daerah, transaksi jual beli dapat berjalan dengan mulus, yang pada gilirannya berdampak positif pada stabilitas ekonomi negara.

2. Menjamin Kelancaran Proses Produksi
Distribusi bertujuan untuk memastikan kelancaran proses produksi. Untuk memastikan produk dapat menghasilkan keuntungan, produsen harus memastikan ketersediaan barang dengan kualitas yang baik.

3. Mengembangkan Kualitas Produk
Distribusi juga berfungsi untuk mengembangkan kualitas produk. Dengan mendengarkan umpan balik dari konsumen, distributor dapat memberikan masukan kepada produsen. Proses produksi kemudian akan mempertahankan atau meningkatkan kualitas produk berdasarkan masukan dari konsumen.

4. Meningkatkan Nilai Jual Produk
Selama distribusi barang, tujuannya tidak hanya mengantarkan produk dengan aman ke tangan konsumen. Distribusi juga berperan dalam meningkatkan nilai jual produk, tergantung pada jarak pengiriman yang ditempuh. Hal ini akan secara otomatis memberikan nilai tambah bagi produk tersebut dan membuatnya lebih menarik bagi konsumen.

5. Mendukung Ketersediaan Produk Secara Luas
Distribusi bertujuan untuk memastikan produk-produk tersedia secara luas di berbagai lokasi. Ini memungkinkan konsumen dari berbagai wilayah dan latar belakang memiliki akses yang mudah ke produk yang mereka butuhkan.

6. Efisiensi Biaya dan Waktu
Salah satu tujuan distribusi adalah mencapai efisiensi dalam hal biaya dan waktu. Dengan merancang saluran distribusi yang efisien, produsen dapat mengurangi biaya pengiriman dan waktu yang dibutuhkan untuk produk mencapai konsumen. Ini menguntungkan baik produsen maupun konsumen.

7. Memenuhi Kebutuhan Pelanggan
Distribusi juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ini termasuk memastikan produk sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik. Distributor bekerja untuk memahami preferensi dan kebutuhan konsumen, sehingga mereka dapat memberikan layanan yang lebih baik.

8.Menjaga Kestabilan Harga
Distribusi juga berperan dalam menjaga stabilitas harga. Dengan mengatur pasokan produk, distribusi dapat membantu mencegah fluktuasi harga yang signifikan yang dapat merugikan konsumen dan produsen.

 

Fungsi Distribusi

1. Pengangkutan (Transportasi)
Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan akan produk yang semakin meningkat, pengangkutan menjadi inti dari proses distribusi. Produk harus diangkut dengan berbagai alat transportasi yang ada untuk mencapai berbagai lokasi dan akhirnya tangan konsumen.

2. Penjualan (Selling)
Penjualan adalah fondasi dari aktivitas pemasaran produk. Dalam proses penjualan ini, produk dialihkan dari produsen kepada konsumen melalui transaksi jual-beli. Inilah yang memungkinkan produk mencapai tangan konsumen dan digunakan sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Pembelian (Buying)
Setiap transaksi penjualan selalu diikuti dengan aktivitas pembelian. Jika penjualan dilakukan oleh produsen, maka proses pembelian ini dilakukan oleh konsumen yang membutuhkan produk.

4. Penyimpanan (Storing)
Sebelum produk sampai kepada konsumen, seringkali produk-produk ini harus disimpan dalam gudang atau tempat penyimpanan lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga produk tetap dalam kondisi yang baik dan aman hingga saat diterima oleh konsumen.

5. Pembakuan Standar Kualitas Barang
Konsumen selalu menginginkan agar produk yang mereka beli sesuai dengan standar tertentu, termasuk jenis, ukuran, dan kualitasnya. Oleh sebab itu, standarisasi produk diperlukan untuk memastikan bahwa produk yang didistribusikan memenuhi harapan konsumen.

6.Penanggung Risiko
Dalam beberapa situasi, produk yang didistribusikan dapat mengalami kerusakan atau kerugian selama proses distribusi, seperti kerusakan fisik atau pecah. Distributor seringkali harus menanggung risiko ini, meskipun saat ini perusahaan asuransi dapat membantu mengelola risiko ini.

 

Jenis Distribusi

Setelah memahami konsep distribusi, mari kita telusuri lebih dalam mengenai berbagai jenis distribusi yang tersedia. Proses pengiriman barang memiliki sistem yang beragam, bergantung pada perjanjian dengan produsen dan kebijakan distributor. Berikut adalah beberapa jenis distribusi yang umum ditemui:

1. Distribusi Langsung
Distribusi langsung berarti kegiatan distribusi dilakukan oleh produsen tanpa melibatkan pihak ketiga. Ini sering dilakukan oleh pengusaha perorangan atau pemilik usaha kecil yang tidak memiliki sumber daya besar. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangkauan pengiriman, yang harus sesuai dengan lokasi penjualan agar distribusi dapat berjalan secara efisien. Contoh distribusi langsung adalah petani dan nelayan yang menjual barang dagangannya langsung kepada pembeli.

2. Distribusi Semi Langsung
Dalam model distribusi semi langsung, produk dari produsen diarahkan ke konsumen melalui upaya perantara tertentu. Sebagai contoh, penerbit buku bisa menjual karya-karyanya melalui sales atau agen yang bertugas sebagai perantara agar buku tersebut dapat mencapai konsumen, termasuk di antaranya sekolah, siswa, mahasiswa, atau lembaga akademik.

3. Distribusi Tidak Langsung
Dalam jenis distribusi tidak langsung, produk berpindah tangan melalui beberapa tahapan perantara, yang berarti konsumen tidak dapat langsung memperoleh produk dari produsennya. Misalnya, sebuah pabrik minuman dapat menjual produk minumannya melalui sejumlah agen atau tenaga penjualan sebelum akhirnya mencapai konsumen.

4. Distribusi Selektif
Metode distribusi selektif dilakukan oleh penjual yang berfokus pada pemasaran barang kepada konsumen dan daerah tertentu saja. Sebelum pengiriman, produk akan diseleksi terlebih dahulu untuk memastikan hasil distribusi yang optimal.

5. Distribusi Intensif
Distribusi intensif umumnya digunakan dalam penjualan ritel. Produk yang siap dari produsen dikirimkan kepada pengecer untuk dijual kembali. Biasanya digunakan untuk produk yang mudah terjual di pasar.

6. Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif melibatkan kesepakatan khusus antara produsen dan pengecer sebelum distribusi berlangsung. Produk dikirim dalam jumlah besar dan kondisi baik kepada pengecer yang memiliki hak eksklusif untuk menjualnya.

7. Distribusi Secara Konsinyasi
Dalam jenis distribusi ini, produsen mengirimkan produk ke pengecer, tetapi produk tersebut tetap menjadi milik produsen hingga terjual. Pengecer hanya membayar produsen ketika produk telah terjual ke konsumen. Ini memberi pengecer lebih fleksibilitas dalam mengelola stok.

8. Distribusi Secara Multi-Channel
Distribusi multi-channel melibatkan penggunaan beberapa saluran distribusi untuk mencapai berbagai segmen pasar. Misalnya, produsen dapat menjual produknya melalui toko fisik, situs web, dan pasar online seperti Amazon. Ini memungkinkan produsen mencapai pelanggan dengan berbagai preferensi belanja.

9. Distribusi Secara Online
Dalam era digital, distribusi online semakin populer. Ini melibatkan penjualan produk melalui platform online seperti toko daring, situs web e-commerce, atau aplikasi seluler. Dengan semakin banyak konsumen yang berbelanja online, distribusi ini telah menjadi saluran penting bagi banyak bisnis.

10. Distribusi B2B (Business-to-Business)
Distribusi B2B adalah penyaluran produk dari satu bisnis ke bisnis lainnya. Ini umumnya terjadi dalam industri atau sektor yang melayani kebutuhan bisnis lainnya, seperti pemasok peralatan kantor yang menjual produknya ke perusahaan.

11. Distribusi B2C (Business-to-Consumer)
Ini adalah jenis distribusi yang paling umum, di mana produk dijual langsung kepada konsumen. Ini dapat melibatkan toko fisik, toko online, atau saluran penjualan lain yang menghubungkan bisnis dengan individu yang membeli produk.

12. Distribusi Melalui Franchise
Beberapa bisnis menggunakan model distribusi melalui franchise di mana mereka memberi izin kepada pihak lain (franchisee) untuk menjalankan bisnis mereka menggunakan merek dan sistem mereka. Ini memungkinkan bisnis berkembang dengan cepat tanpa harus memiliki dan mengoperasikan semua lokasi sendiri.

13. Distribusi dalam Logistik Terbalik
Distribusi dalam logistik terbalik adalah tentang mengelola pengembalian produk dari konsumen kembali ke produsen atau perantara. Ini sering terjadi dalam penanganan produk yang rusak atau retur.

14. Distribusi dalam Pasar Internasional
Ketika produk dijual di pasar internasional, ini melibatkan saluran distribusi yang mencakup perbatasan negara. Ini termasuk aspek seperti pengiriman internasional, peraturan ekspor-impor, dan pemahaman pasar global.

 

Saluran Distribusi

Saluran distribusi, merupakan suatu perantara yang menjembatani antara pembeli dan penjual, berfungsi untuk memfasilitasi perpindahan barang, baik dalam bentuk fisik maupun peralihan kepemilikan, dari pihak produsen hingga akhirnya sampai kepada konsumen.

Dalam kerangka kerja saluran distribusi yang terdapat dalam aktivitas distribusi, terdapat perpecahan yang dapat diidentifikasi menjadi dua kategori utama, yakni pedagang dan perantara khusus. Dibawah ini merupakan penjelasan mengenai keduanya:

1. Pedagang
Pedagang adalah individu atau entitas yang terlibat dalam pembelian dan penjualan produk tanpa mengalami perubahan bentuk, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari konsumen.

Di dalam kategori pedagang, terdapat beragam variasi, yakni sebagai berikut:

- Pedagang Besar (Grosir)
Pedagang yang melakukan pembelian dalam jumlah besar dan kemudian menjualnya kembali kepada pedagang lain.

- Pedagang Eceran (Retailer)
Pedagang yang membeli produk dan menjualnya secara langsung kepada konsumen akhir. Biasanya, pedagang eceran akan melakukan pembelian produk dalam jumlah besar dari produsen, lalu menjualnya dalam jumlah yang lebih kecil kepada konsumen.

2. Perantara Khusus
Perantara khusus memiliki peran yang serupa dengan pedagang, namun mereka tidak sepenuhnya bertanggung jawab jika produk tidak laku terjual. Jenis-jenis perantara khusus mencakup:

- Agen (Dealer)
Perantara pemasaran yang secara resmi mewakili perusahaan di suatu wilayah tertentu.

- Broker (Makelar)
Perantara pemasaran yang menghubungkan penjual dengan pembeli untuk menegosiasikan dan melaksanakan kontrak tertentu.

- Komisioner
Perantara pemasaran yang menggunakan nama mereka sendiri dan bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

- Eksportir
Perantara yang terlibat dalam distribusi produk ke luar negeri.

- Importir
Perantara yang terlibat dalam membawa produk dari luar negeri ke dalam negeri.

 

Konflik dalam Saluran Distribusi

Dalam dunia bisnis, konflik adalah suatu hal yang sering muncul, dan dalam konteks kegiatan distribusi. Menurut Bruce J. Walker, berikut adalah beberapa jenis konflik yang kerap muncul dalam saluran distribusi:

1. Konflik Horizontal
Konflik horizontal terjadi antara perantara yang berada pada tingkat distribusi yang sama. Konflik ini bisa timbul karena perantara cenderung memperluas variasi produk mereka dengan menambahkan jenis produk baru. Misalnya, di era saat ini, supermarket mulai menjual beragam produk, termasuk alat kecantikan dan obat-obatan, yang dapat membuat pengecer lain merasa bersaing.

2. Konflik Vertikal
Konflik vertikal umumnya terjadi antara produsen dengan pedagang besar, dan juga bisa muncul antara produsen dan pengecer (ritel). Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai keduanya:

Produsen dengan Pedagang Besar
Konflik antara produsen dan pedagang besar bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perbedaan pandangan. Pedagang besar mungkin merasa bahwa produsen memberikan peluang terbatas pada tahap awal, yang dapat menyebabkan kerugian. Sementara produsen mungkin berpendapat bahwa pedagang besar kurang efektif dalam mempromosikan produk mereka, sehingga mereka memilih untuk menggunakan tim penjual mereka sendiri.

Produsen dengan Pengecer
Konflik ini seringkali muncul karena baik produsen maupun pengecer merasa memiliki pengaruh dan "senjata" dalam mengarahkan produk kepada konsumen akhir.

 

Faktor Faktor yang Berpengaruh dalam Proses Distribusi

1. Faktor Pasar
Ketika kita mempertimbangkan faktor pasar, saluran distribusi akan sangat dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen. Ini mencakup jumlah konsumen yang ada, lokasi geografis di mana konsumen berada, volume pesanan produk, serta kebiasaan pembelian yang dianut oleh konsumen.

2. Faktor Barang
Faktor-faktor yang berkaitan dengan produk juga memiliki peran penting. Ini mencakup pertimbangan seperti nilai unit produk, ukuran, berat, tingkat kerusakan yang mungkin terjadi, standar kualitas produk, dan cara produk tersebut dikemas.

3. Faktor Perusahaan
Dalam konteks faktor perusahaan, berbagai pertimbangan melibatkan sumber daya finansial yang tersedia, tingkat pengalaman dan kemampuan manajemen, tingkat pengawasan yang dapat dilakukan, dan pelayanan yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan.

4. Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Faktor ini melibatkan berbagai aspek, termasuk peran perantara, sikap perantara terhadap kebijakan produsen, volume penjualan yang diharapkan, serta biaya pengiriman produk.

 

Strategi Distribusi

Menurut Oentoro, dalam rangka mencapai keuntungan maksimal, diperlukan penerapan strategi distribusi yang sesuai agar produk dapat mencapai tangan konsumen. Terdapat beberapa metode atau strategi distribusi yang dapat digunakan untuk memastikan produk tersalurkan dengan efektif, berikut merupakan penjelasan mengenai strateginya:

1. Strategi Distribusi Intensif
Dalam strategi ini, produk ditempatkan di berbagai pengecer (retailer) dan distributor di lokasi yang beragam. Strategi ini terutama efektif untuk produk-produk kebutuhan sehari-hari seperti sembako, sabun, rokok, dan produk sejenisnya.

2. Strategi Distribusi Selektif
Strategi ini melibatkan penyaluran produk ke daerah pemasaran tertentu dengan pemilihan sejumlah distributor atau pengecer. Ini menciptakan persaingan antara distributor dan pengecer dalam mencapai konsumen dengan pendekatan yang berbeda. Strategi ini sering digunakan untuk produk seperti barang elektronik, sepeda, pakaian, dan sejenisnya.

3. Strategi Distribusi Eksklusif
Dalam strategi ini, distributor atau pengecer diberikan hak eksklusif untuk menjual produk tertentu. Strategi ini sering digunakan untuk produk dengan kualitas tinggi dan harga premium, seperti showroom mobil atau factory outlet.

 

Contoh Kegiatan Distribusi

Kegiatan distribusi adalah hal yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun kita sering kali berpikir tentang pengiriman paket oleh kurir, namun sebenarnya ada banyak bentuk distribusi lain yang terjadi dalam berbagai aktivitas. Berikut ini adalah contoh-contoh kegiatan distribusi:

1. Nelayan Mendistribusikan Hasil Tangkapannya Kepada Pedagang di Pasar Ikan
Nelayan mengirimkan ikan hasil tangkapannya kepada pedagang di pasar ikan untuk dijual kepada konsumen.

2. Pengiriman Beras dari Perum Bulog
Perusahaan Perum Bulog mengirimkan beras ke berbagai daerah untuk memastikan pasokan beras tersedia bagi masyarakat.

3. Distribusi Besar dari Pabrik Pencetak Buku Kepada Toko Buku
Pabrik yang mencetak buku mengirimkan buku-buku mereka kepada berbagai toko buku di seluruh negeri agar konsumen dapat membelinya.

4. Ekspor Kelapa ke Luar Negeri
Produsen kelapa mengirimkan kelapa mereka ke pasar internasional untuk diekspor ke luar negeri.

5. Impor Baju dari Brand Ternama Asal Eropa
Toko pakaian di suatu negara mengimpor produk pakaian dari brand ternama di Eropa untuk dijual kepada pelanggan lokal.

6. Pengiriman Barang dari Produsen Mobil ke Dealer Mobil
Produsen mobil mengirimkan kendaraan yang mereka produksi ke dealer mobil di berbagai daerah, sehingga kendaraan tersebut tersedia untuk dijual kepada pelanggan yang beragam.

7. Distribusi Produk Susu dari Peternakan ke Toko atau Supermarket
Produk susu seperti susu cair, yogurt, keju, dan produk susu lainnya dikirim dari peternakan dan pabrik pengolahan susu ke berbagai toko-toko atau supermarket di seluruh kota dan desa.

8. Distribusi Obat-Obatan dari Produsen Farmasi ke Rumah Sakit dan Apotek
Obat-obatan, peralatan medis, dan produk farmasi lainnya dikirim dari produsen farmasi kepada rumah sakit dan apotek untuk digunakan dalam perawatan pasien.

9. Pengiriman Peralatan Elektronik dari Pabrik ke Toko Retail
Peralatan elektronik seperti televisi, ponsel, komputer, dan perangkat elektronik lainnya dikirim dari pabrik-pabrik produksi ke berbagai toko retail yang menjual produk-produk tersebut kepada konsumen.

10. Distribusi Produk Makanan Cepat Saji dari Pusat Produksi ke Restoran Fast Food
Produk makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, minuman, dan produk makanan lainnya disalurkan dari pusat produksi ke berbagai gerai restoran cepat saji di berbagai lokasi dan kota.

11. Pengiriman Pakaian dari Produsen Tekstil ke Berbagai Toko Pakaian dan Butik
Produsen tekstil mengirimkan berbagai jenis pakaian yang mereka produksi, seperti pakaian siap pakai, kemeja, dan pakaian lainnya, ke berbagai toko pakaian dan butik di seluruh negeri untuk dijual kepada pelanggan yang mencari berbagai gaya dan model.

12. Distribusi Perangkat Elektronik dari Pabrik Langsung ke Konsumen Melalui Toko Online
Banyak perangkat elektronik seperti laptop, ponsel pintar, aksesori, dan peralatan elektronik lainnya didistribusikan langsung dari pabrik kepada konsumen melalui berbagai platform toko online yang memberikan akses mudah kepada berbagai produk elektronik.

13. Pengiriman Hasil Panen Petani ke Pasar Tradisional
Para petani mengirimkan hasil panen mereka, seperti buah, sayuran, dan hasil pertanian lainnya, ke pasar tradisional di desa atau kota untuk dijual kepada masyarakat setempat yang mencari produk-produk segar.

14. Pengiriman Barang-Barang Retail dari Pusat Distribusi ke Gerai Toko Swalayan
Barang-barang seperti makanan, barang kebutuhan sehari-hari, dan produk rumah tangga dikirim dari pusat distribusi ke berbagai gerai toko swalayan di berbagai lokasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.

15. Distribusi Bahan Bangunan dari Produsen ke Toko-Toko Bangunan
Bahan bangunan seperti semen, cat, dan material konstruksi lainnya didistribusikan dari produsen kepada toko-toko bangunan, yang menyediakan produk-produk ini kepada kontraktor, pembangun, dan pelanggan umum yang sedang mengerjakan proyek konstruksi.

 

Kesimpulan

Dapat disimpulkan, Distribusi adalah elemen penting dalam rantai pasokan dan pemasaran produk. Ini melibatkan pergerakan barang dari produsen ke konsumen akhir dengan menggunakan berbagai saluran distribusi. Distribusi memiliki beberapa tujuan, termasuk memastikan ketersediaan produk, mencapai efisiensi biaya dan waktu, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Ada berbagai jenis distribusi, mulai dari distribusi langsung oleh produsen hingga distribusi melalui pihak ketiga seperti distributor, agen, dan pengecer. Setiap jenis distribusi memiliki karakteristik dan manfaatnya sendiri, dan pemilihan jenis distribusi harus sesuai dengan produk dan pasar yang dituju.

Dalam dunia digital, distribusi online semakin penting, dan bisnis harus mempertimbangkan saluran distribusi online dalam strategi mereka. Distribusi juga melibatkan konsep seperti distribusi B2B dan B2C, distribusi dalam logistik terbalik, serta ekspansi internasional. Ketika dilakukan dengan baik, distribusi membantu menjaga kelancaran roda perekonomian, memungkinkan produsen untuk mencapai pasar yang lebih luas, dan memberikan konsumen akses yang mudah ke produk yang mereka butuhkan.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda