+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Debet vs. Kredit: Memahami Konsep Dasar Akuntansi

13 October, 2023   |   Halim

Debet vs. Kredit: Memahami Konsep Dasar Akuntansi

Debit dan kredit adalah dua istilah yang tidak asing lagi. Terutama ketika berurusan dengan dunia keuangan. Kedua konsep ini memiliki peranan yang krusial untuk diketahui.. Jangan sampai salah membedakan keduanya. Lantas apa perbedaan antara debit dan kredit?
 
Debit dan kredit merupakan komponen penting dalam dunia pembukuan double entry yang rumit. Entri ini dalam buku besar perusahaan yang menyeluruh mendokumentasikan dengan cermat arus keuangan yang masuk dan keluar dari perusahaan atau berpindah dengan mudah di antara berbagai tempat penyimpanan keuangan yang berbeda dalam bisnis.

 

Pengertian Debit

Debit adalah transaksi akuntansi yang dibuat di neraca saldo perusahaan yang menghasilkan peningkatan aset perusahaan atau penurunan liabilitas. Dalam akuntansi dasar, debit selalu diimbangi dengan kredit yang bekerja berlawanan dengan debit. Singkatan yang digunakan untuk debit dalam neraca biasanya adalah "dr" yang merupakan singkatan dari "debitur".
 
Entri debit meningkatkan akun aset atau biaya. Debit juga mengurangi akun liabilitas atau ekuitas. Dengan demikian, debit menunjukkan uang yang masuk ke suatu akun. Dalam hal pencatatan, debit selalu dicatat di sisi kiri, sebagai angka positif untuk menunjukkan uang yang masuk.
 
Untuk memahami konsep dasar debit, Anda dapat memperhatikan sebuah contoh situasi di mana sebuah perusahaan mendapatkan pinjaman dari pemberi pinjaman untuk membeli peralatan bisnis baru. Dalam hal ini, perusahaan membuat akun kredit yang bergantung pada jenis kredit dan sifat pinjaman yang digunakan dan secara bersamaan mencatat aset tetap debit.
 

Pengertian Kredit

Kata "kredit" memiliki banyak arti dalam dunia keuangan, tetapi yang paling sering mengacu pada perjanjian kontrak di mana peminjam menerima sejumlah uang atau sesuatu yang bernilai dan berkomitmen untuk membayar kembali pemberi pinjaman di kemudian hari, biasanya dengan bunga.
 
Kredit juga dapat diartikan sebagai nilai kredit atau riwayat kredit seseorang atau perusahaan seperti "dia memiliki kredit yang baik." Dalam dunia akuntansi, istilah ini mengacu pada jenis pembukuan tertentu.
 
Kredit adalah kesepakatan antara pemberi pinjaman (kreditur) dan peminjam (debitur). Debitur berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjamkan oleh pemberi pinjaman, seringkali dengan tambahan bunga atau risiko denda keuangan atau hukum. Praktik memberi pinjaman uang telah ada sejak lama, sejak zaman manusia pertama, seperti yang dijelaskan oleh seorang ahli antropologi bernama David Graeber dalam bukunya Debt: The First 5000 Years.
 
Kredit hadir dalam berbagai bentuk yang berbeda. Contoh yang umum meliputi pinjaman mobil, hipotek, pinjaman pribadi, dan kartu kredit. Pada dasarnya, ketika bank atau lembaga keuangan memberikan uang kepada seseorang, mereka sebenarnya "meminjamkan" uang tersebut kepada peminjam, yang harus mengembalikannya di masa depan.
 
Kartu kredit adalah contoh kredit yang paling sering digunakan saat ini. Kartu kredit memberikan Anda kebebasan untuk melakukan pembelian, tanpa perlu segera membayar. Bank yang menerbitkan kartu berperan sebagai perantara antara Anda sebagai pembeli dan penjual. Mereka membayar penjual penuh sementara Anda mengambil kredit dari bank, yang kemudian membayar kembali dalam jeda waktu tertentu, seringkali dengan tambahan bunga.
 
Demikian pula, jika Anda menerima produk atau layanan dari penjual tanpa perlu membayar segera, ini juga merupakan bentuk kredit. Misalnya, jika restoran menerima truk produk dari grosir dan harus membayar grosir itu sebulan kemudian, grosir memberikan kredit kepada restoran tersebut.
 

Perbedaan Debit dan Kredit

Debit dan kredit digunakan untuk memantau uang yang masuk dan keluar dalam akun bisnis Anda. Dalam sistem yang sederhana, debit adalah uang yang keluar dari akun, sedangkan kredit adalah uang yang masuk. Namun, sebagian besar bisnis menggunakan sistem entri ganda untuk akuntansi. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan bagi pemilik bisnis yang belum berpengalaman, yang melihat dana yang sama digunakan sebagai kredit di satu area namun debit di area lainnya.
 
Petunjuk atau Siklus Cara Kerja
Debit adalah uang yang keluar dari akun. Kegiatan debit diantaranya ialah menambah saldo dividen, pengeluaran, aset, dan kerugian. Kredit adalah uang yang masuk ke akun, mereka meningkatkan saldo keuntungan, pendapatan, pendapatan, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham.
 
Akuntansi Pencatatan Ganda
Ketika Anda melihat keuangan bisnis Anda, ada dua sisi dari setiap transaksi. Ini berarti bahwa sewa adalah satu akun dengan saldo jatuh tempo dan pemeriksaan bisnis adalah akun lain yang membayar saldo jatuh tempo. Jadi, uang yang sama mengalir tetapi dicatat untuk dua item. Sistem entri ganda membuat daftar akun. Di dalamnya termasuk item-item seperti sewa, vendor, utilitas, penggajian, dan pinjaman.
 
Lokasi Debit dan Kredit
Karena keduanya digunakan secara bersamaan, penting untuk memahami di mana masing-masing akun berada dalam buku besar. Perlu diingat bahwa sebagian besar software akuntansi bisnis membuat daftar akun mengalir di latar belakang dan Anda biasanya melihat buku besar utama. Debit menambah saldo dividen, pengeluaran, aset, dan kerugian. Catat debit di sebelah kiri pada kolom buku besar utama. Kredit menambah saldo keuntungan, pendapatan, pendapatan, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham. Kredit dicatat di sebelah kanan.
 
Debit dan Kredit dalam Praktiknya
Saat menggunakan debit dan kredit, pikirkan tentang apa yang sebenarnya dilakukan oleh transaksi tersebut. Sekilas, memiliki debit meningkatkan saldo aset dan kredit mengurangi saldo aset tampaknya berlawanan dengan intuisi. Namun, cara menghitung aset adalah dengan menggunakan persamaan:
 
Aset = kewajiban + ekuitas
 
Oleh karena itu, aset harus dihitung dengan menggunakan kewajiban dan ekuitas. Ini berarti bahwa apa pun yang ditambahkan ke kewajiban adalah debit dan dicatat di kolom kiri.
 
Contoh Sederhana
Perhatikan contoh berikut ini. Anda membeli persediaan dari grosir secara kredit dengan total Rp. 7000.000. Anda akan mendebit biaya persediaan dan mengkredit akun utang usaha. Dengan menggunakan sistem entri ganda, pemilik bisnis memiliki pemahaman yang benar tentang kesehatan keuangan perusahaannya. Dia tahu bahwa dia memiliki jumlah uang tunai aktual tertentu di tangan, dengan jumlah utang dan hutang yang harus dia penuhi.
 

Cara Kerja Debit dan Kredit

Di bidang keuangan, mekanisme debit dan kredit sangat penting untuk menjaga ketertiban keuangan. Konsep-konsep ini mendasari prinsip-prinsip dasar akuntansi entri ganda, sebuah praktik yang telah ada sebelum sistem keuangan modern dan tetap menjadi bagian integral hingga saat ini.
 
Debit mewakili arus masuk aset moneter ke dalam akun keuangan. Anggap saja sebagai entri positif, yang menunjukkan penerimaan uang atau peningkatan aset. Misalnya, ketika bisnis Anda menerima uang tunai dari pelanggan, itu adalah entri debit, menambah sumber daya keuangan Anda.
 
Sebaliknya, kredit menandakan arus keluar dana atau penurunan aset. Mereka seperti entri negatif yang mencatat pengeluaran, pembayaran, atau pengurangan aset. Ketika Anda membayar tagihan atau mengeluarkan biaya, itu menghasilkan entri kredit.
 
Keunggulan dari sistem entri ganda ini terletak pada keseimbangannya. Untuk setiap debit yang dibuat di satu akun, harus ada entri kredit yang sama dan berlawanan di tempat lain. Hal ini mencerminkan realitas keuangan, di mana setiap transaksi keuangan memiliki dua sisi: uang yang masuk (debit) dan uang yang keluar (kredit).
 

Ciri-Ciri Debit

Berikut ini adalah beberapa ciri dari kartu debit:
 
1. Terkoneksi dengan Bank atau Beberapa Bank
Mari kita telaah kartu debit dengan lebih mendalam. Kartu debit adalah alat keuangan yang memiliki keunikan tersendiri karena langsung terhubung erat dengan rekening bank pemegang kartu. Dengan kata lain, setiap kali Anda melakukan transaksi menggunakan kartu debit, dana akan langsung ditarik dari saldo rekening bank Anda. Ini berarti bahwa Anda tidak perlu membawa uang tunai fisik saat berbelanja, makan di restoran, atau berbelanja secara daring. Kartu debit memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi non-tunai di berbagai tempat dengan menggunakan teknologi elektronik.
 
2. Penarikan dapat Melalui ATM
Selain kemampuan untuk melakukan transaksi non-tunai, kartu debit juga memungkinkan Anda untuk menarik uang tunai dari mesin ATM. Namun, jumlah uang yang dapat Anda tarik bergantung pada jumlah saldo yang tersedia di rekening bank Anda. Jadi, penting untuk selalu memeriksa saldo Anda sebelum mencoba menarik uang tunai.
 
3. Dilengkapi PIN Pribadi (Personal Identification Number)
Keamanan juga merupakan hal yang sangat penting dalam penggunaan kartu debit. Setiap kartu debit biasanya dilengkapi dengan Personal Identification Number (PIN) yang rahasia dan hanya Anda yang mengetahuinya. PIN ini berfungsi untuk melindungi transaksi dan memastikan bahwa hanya pemegang kartu yang berhak menggunakan kartu tersebut.
 
4. Terdapat Banyak Jenis
Selain itu, terdapat berbagai jenis kartu debit yang tersedia. Ini termasuk kartu debit standar yang sering digunakan untuk transaksi sehari-hari, kartu debit prabayar (prepaid) yang memungkinkan Anda mengontrol pengeluaran dengan cara mengisi ulang sejumlah tertentu, dan kartu debit khusus yang terhubung dengan program reward atau loyalty. Pilihan jenis kartu terbaik bergantung pada kebutuhan dan preferensi Anda.
 
5. Dibatasi Saldo Rekening
Harap diperhatikan bahwa penggunaan kartu debit selalu terbatas oleh saldo rekening bank Anda. Kartu debit hanya dapat digunakan jika ada saldo yang mencukupi di rekening bank. Jika saldo rekening tidak mencukupi, transaksi mungkin akan ditolak. Oleh karena itu, selalu pastikan saldo Anda mencukupi sebelum Anda melakukan transaksi dengan kartu debit Anda.
 

Ciri-Ciri Kredit

Berikut ini adalah delapan faktor utama kartu kredit yang harus diperhatikan sebelum mendaftar untuk mendapatkan penawaran kartu kredit:
 
1) Jenis Kartu
Kartu kredit memiliki jenis yang berbeda-beda, namun dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: kartu kredit dengan jaminan, kartu kredit reguler, dan kartu kredit premium.
 
2) Masa Tenggang
Jumlah hari di mana Anda harus membayar tagihan Anda secara penuh.
 
3) Metode Penghitungan Biaya Keuangan
Jumlah rupiah yang diberikan untuk menggunakan kredit, yang sebagian dipengaruhi oleh saldo utang dan apa yang disebut tingkat persentase tahunan. Perusahaan menggunakan berbagai cara untuk menghitung saldo tagihan, dan cara mereka melakukannya dapat berdampak besar pada biaya keuangan.
 
4) Biaya Kartu Kredit
Pastikan seseorang mengetahui apakah kartu kredit memiliki biaya tahunan, biaya keterlambatan pembayaran, biaya transaksi di luar negeri, atau biaya lainnya.
 
5) Fitur Tarik Tunai
Hal ini sangat penting jika akan menggunakan fitur tarik tunai, jadi dapatkan informasi rinci tentang akses ke ATM dan sebagainya.
 
6) Batas Kredit
Beberapa kartu kredit menetapkan batas kreditnya sendiri meskipun seseorang memenuhi syarat untuk mendapatkan lebih banyak.
 
7) Hadiah dan Penghargaan.
Ini dapat mencakup berbagai poin tambahan, hadiah, dan layanan agar lebih menikmati kartu kredit.
 
8) Suku Bunga.
Bisa tetap atau berubah-ubah. Meskipun seseorang mungkin berpikir bahwa risiko dengan kartu bunga tetap lebih kecil, hal ini belum tentu benar. Hukum federal mengizinkan perubahan apa pun dalam kebijakan kartu, termasuk suku bunganya.
 
Ketika memutuskan jenis kartu kredit apa yang terbaik dan paling nyaman untuk Anda, perlu diingat bahwa semua kartu kredit memiliki syarat dan ketentuan masing-masing. perlu periksa dan bandingkan dengan cermat sebelum melengkapi aplikasi dan mengambil tanggung jawab.
 

Bentuk Laporan Keuangan

Terdapat beberapa bentuk laporan keuangan yang bisa ditentukkan sebagaimana berikut:
 

Laporan Neraca

Pertama, mari kita bahas Laporan Neraca. Laporan Neraca adalah seperti foto keuangan sebuah perusahaan, mencatat informasi mengenai aset, kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak lain, dan modal yang dimiliki oleh pemilik bisnis dalam jangka waktu tertentu.
Laporan ini membantu pemilik bisnis mengenali aset, kewajiban, dan modal yang akan diperlukan pada periode mendatang. Tidak semua jenis bisnis menggunakan Laporan Neraca, terutama bisnis konvensional dan berskala kecil. Sebaliknya, perusahaan besar yang sudah terstruktur hukum biasanya telah menyusun Laporan Neraca.
 
Laporan Neraca dapat disajikan dalam dua bentuk: tata letak horizontal atau tata letak vertikal. Laporan Neraca harus memuat tiga komponen utama:
 
a). Aset
Ini adalah sumber daya yang dimiliki oleh bisnis dan digunakan untuk mendukung aktivitas bisnis. Aset bisa berwujud atau tak berwujud dan berasal dari aktivitas transaksi atau aktivitas masa lalu. Contoh aset bisnis adalah uang, tanah, peralatan mesin, stok barang, dan properti. Aset tak berwujud dapat berupa royalti, paten, dan kekayaan intelektual. Biasanya, perusahaan memiliki empat jenis aset, yaitu Aset Lancar, Aset Tetap, Investasi Jangka Panjang, dan Aset Tetap Tak Berwujud. Biasanya, pos Aset terletak di sisi kiri Laporan Neraca.
 
b) Kewajiban
Kewajiban adalah utang yang dimiliki oleh entitas bisnis dan harus dibayarkan kepada pihak eksternal. Contoh kewajiban termasuk pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, pajak, obligasi, dan lainnya. Biasanya, kewajiban tercatat di sisi kanan Laporan Neraca.
 
c) Modal
Modal merupakan kontribusi pemilik perusahaan. Dalam kata lain, modal adalah hak kepemilikan terhadap aset perusahaan setelah mengurangkan kewajiban. Jumlah modal ini akan berkurang jika pemilik perusahaan menarik sejumlah aset. Biasanya, pos modal ini terletak di sisi kanan Laporan Neraca, bersamaan dengan kewajiban.
 

Laporan Laba Rugi

Jenis laporan keuangan kedua adalah Laporan Laba Rugi. Sesuai dengan namanya, Laporan Laba Rugi berisi informasi apakah suatu perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan dalam periode tertentu. Laporan Laba Rugi biasanya disusun akhir tahun atau akhir bulan. Jenis laporan keuangan ini sangat penting untuk manajemen karena digunakan sebagai bahan penilaian kinerja keuangan selama satu tahun. Laporan ini membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keuntungan atau kerugian, apakah ada biaya yang terlalu besar atau apakah pendapatan sesuai dengan target atau tidak.
Laporan Laba Rugi mencakup empat elemen utama:
 
1. Pendapatan: Ini mencerminkan pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan.
 
2. Biaya: Biaya adalah pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan.
 
3. Keuntungan: Keuntungan adalah sisa jumlah setelah mengurangkan biaya dari pendapatan.
 
4. Kerugian: Kerugian terjadi ketika biaya melebihi pendapatan.
 
Untuk menentukan keuntungan yang diperoleh, biasanya dibagi menjadi lima jenis, yaitu:
 
1). Laba Kotor.
 
2). Laba Operasional.
 
3). Laba Sebelum Pajak.
 
4). Laba Bersih.
 
5). Laba Operasional Saat Ini.
 

Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan ketiga adalah Laporan Arus Kas. Laporan ini berisi informasi mengenai pengeluaran dan penerimaan kas yang dilakukan oleh entitas bisnis selama periode tertentu. Ini mencakup rincian seputar jumlah kas yang diterima, pengeluaran utang dan pembayaran, dan sebagainya.
 
Fungsi utama Laporan Arus Kas adalah sebagai alat evaluasi kemampuan perusahaan dalam aktivitas bisnis masa depan. Dari Laporan Arus Kas, dapat dilihat apakah perusahaan dapat memenuhi kewajiban atau hutangnya.
 
Laporan Arus Kas mencakup tiga elemen penting:
 
- Aktivitas Operasional
Arus kas dari aktivitas operasional bisa berasal dari penjualan barang atau jasa kepada pelanggan, pembelian peralatan perusahaan dan alat yang memiliki umur manfaat kurang dari 1 tahun, serta pengeluaran operasional lainnya. Dalam kata lain, arus kas dari aktivitas operasional mencakup aktivitas utama yang menghasilkan pendapatan perusahaan.
 
- Aktivitas Investasi
Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi adalah arus kas yang melibatkan transaksi pembelian aset yang memiliki umur manfaat lebih dari 1 tahun atau manfaat jangka panjang. Misalnya, membeli saham dan obligasi, membeli properti, dan peralatan lainnya.
 
- Aktivitas Pendanaan
Komponen terakhir dari Laporan Arus Kas adalah arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan. Aktivitas pendanaan bisa mengubah modal perusahaan. Oleh karena itu, pos aktivitas pendanaan ini terkait erat dengan pembayaran dividen, pembayaran kredit/pinjaman jangka panjang, dan lain sebagainya.
 

Laporan Perubahan Modal

Laporan Perubahan Modal adalah jenis laporan keuangan keempat yang perlu kita lihat. Laporan ini berisi informasi mengenai perubahan modal pada suatu waktu. Dari laporan ini, pembaca dapat melihat berbagai perubahan yang terkait dengan modal yang masuk dan digunakan. Biasanya, laporan ini disusun setelah Laporan Laba Rugi dan Laporan Neraca.
 
Laporan Perubahan Modal terdiri dari beberapa bagian penting:
 
a. Modal Awal
Bagian ini berisi informasi tentang jumlah modal yang ada pada periode tertentu.
 
b. Penambahan Modal
Bagian ini berisi tentang penambahan modal bisnis atau perusahaan selama periode tertentu. Misalnya, penambahan modal dalam bentuk penghasilan yang ditahan dan modal yang telah dibayar tambahan.
 
c. Pengurangan Modal
Bagian ini menginformasikan tentang pengurangan modal yang terjadi selama periode tertentu. Misalnya, pengurangan modal di kuartal kedua karena pembayaran dividen tahun lalu yang belum dibayarkan.
 
d. Modal Akhir
Bagian ini menampilkan jumlah modal akhir pada periode tertentu.
 
Laporan Perubahan Modal sangat bermanfaat bagi pemilik bisnis, pemegang saham, investor, dan pihak yang memiliki kewenangan terhadap perusahaan untuk mengetahui perubahan modal, mengevaluasi, dan merencanakan keuangan perusahaan di masa depan.
 

Catatan atas Laporan Keuangan

Jenis laporan keuangan kelima adalah Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan ini berisi informasi tambahan dari empat laporan keuangan di atas untuk membantu pembaca memahami laporan keuangan yang disajikan.
Laporan ini biasanya terdiri dari beberapa sub-bagian, yang mencakup:
 
a. Informasi Umum: Biasanya mencakup informasi tentang bisnis atau perusahaan, seperti nama perusahaan, alamat, dan tujuan pendirian.
 
b. Prinsip Akuntansi yang Digunakan: Penjelasan mengenai prinsip yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan, seperti prinsip akuntansi nilai wajar dan prinsip biaya historis.
 
c. Asumsi yang Digunakan: Asumsi yang penting dalam penyusunan laporan. Asumsi ini berkaitan dengan hal-hal ekonomi, seperti asumsi umur ekonomi dan tingkat bunga yang wajar.
 
d. Metode yang Digunakan: Memberikan informasi tentang metode yang digunakan selama proses penyusunan laporan keuangan, seperti metode penyusutan, metode pengakuan, dan metode pengakuan biaya.
 
e. Informasi Penting Lainnya: Seperti namanya, sub-bagian ini berisi informasi penting lainnya, seperti informasi mengenai transaksi dengan pihak tertentu, kontrak jangka panjang, dan risiko keuangan.
 

Mengapa Akuntansi Menggunakan Istilah Debit dan Kredit?

Debit dan kredit digunakan dalam catatan laporan perusahaan agar pembukuannya seimbang. Debit menambah akun aset atau pengeluaran dan mengurangi akun kewajiban, pendapatan, atau ekuitas. Kredit melakukan hal sebaliknya. Saat mencatat transaksi, setiap entri debit harus memiliki entri kredit yang sesuai untuk jumlah rupiah atau dolar yang sama, atau sebaliknya.
 
Debit dan kredit adalah komponen penting dalam pembukuan double entry. Keduanya adalah catatan dalam buku besar bisnis yang mencatat semua uang yang mengalir masuk dan keluar dari bisnis Anda, atau yang mengalir di antara berbagai akun bisnis Anda.
 

Cara Menghitung Debit dan Kredit

Total debit dan kredit dalam jurnal dapat dihitung dengan mudah. Jurnal adalah catatan transaksi keuangan yang diurutkan sesuai waktu kejadiannya. Setiap transaksi dicatat sebagai "debit" ke satu akun dan "kredit" ke akun lain.
 
Langkah-langkahnya seperti ini:
 
1. Temukan akun debit dan kredit di setiap transaksi di jurnal.
2. Jumlahkan semua entri "debit" dalam setiap transaksi.
3. Jumlahkan semua entri "kredit" dalam setiap transaksi.
4. Bandingkan jumlah total "debit" dengan jumlah total "kredit."
 
Penting untuk memastikan bahwa jumlah total "debit" selalu sama dengan jumlah total "kredit" di setiap transaksi. Ini adalah prinsip dasar dalam akuntansi entri ganda. Jika jumlah "debit" dan "kredit" tidak seimbang, kemungkinan ada kesalahan yang perlu diperbaiki.
 
Jadi, kesimpulannya, Anda dapat dengan mudah menghitung total "debit" dan "kredit" dalam jurnal dengan menjumlahkan entri untuk setiap transaksi. Ini adalah cara untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan catatan keuangan dalam jurnal.
 

Mengapa Debit dan Kredit Sangat Penting?

Debit dan kredit memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan catatan keuangan perusahaan. Keduanya didokumentasikan sebagai satu kesatuan untuk setiap transaksi, di mana debit ke satu akun keuangan memerlukan kredit yang setara atau penjumlahan kredit ke akun keuangan lainnya. Praktik fundamental ini merupakan inti dari akuntansi double entry, dan ketepatannya sangat penting.
 
Keakuratan ini sangat penting karena akun-akun "digabungkan" ke dalam kategori tertentu pada neraca dan laporan laba rugi perusahaan. Laporan keuangan ini secara kolektif menawarkan perspektif yang mendalam tentang kesehatan keuangan, penilaian, dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, laporan keuangan ini berfungsi sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat di antara para pemegang saham internal dan eksternal, yang meliputi manajemen perusahaan, pemberi pinjaman, investor, dan otoritas pajak.
 

Kesimpulan

Dalam lingkup akuntansi entri ganda, "debit" menunjukkan masuknya aset keuangan, sedangkan "kredit" melambangkan arus keluar sumber daya keuangan. Untuk setiap debit yang terdaftar di satu akun, kredit terkait dengan nilai yang setara harus ditemukan di akun lain. Langkah yang rumit ini memastikan keseimbangan yang seimbang dari catatan keuangan.
 
Istilah "kredit" mencakup banyak sekali penafsiran dalam bidang keuangan pribadi dan perusahaan. Pada dasarnya, istilah ini menandakan kapasitas untuk mendapatkan produk atau layanan dan dapat menyelesaikan pembayaran di kemudian hari. Transaksi ini dapat terwujud melalui perjanjian langsung antara pembeli dan penjual atau dengan campur tangan perantara, seperti lembaga keuangan atau entitas perbankan. Konsep kredit memiliki peran penting dalam memfasilitasi kelancaran operasi lanskap perdagangan.
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda