+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Memahami Persen: Definisi, Penjelasan, Contoh, Metode, dan Cara Menghitung Persen Bagi Pemula

2 October, 2023   |   Halim

Memahami Persen: Definisi, Penjelasan, Contoh, Metode, dan Cara Menghitung Persen Bagi Pemula

Menghitung persentase adalah suatu komponen penting dalam kehidupan. Baik itu pembayaran kredit mobil atau kenaikan gaji.
 
Menghitung persentase adalah proses matematika yang mudah dilakukan, dan juga merupakan keterampilan yang berguna untuk kehidupan pribadi dan pekerjaan. Terkadang, ketika ada yang dibutuhkan untuk mencari rasio atau jumlah bagian dari suatu besaran dengan besaran lain, diperlukan dengan melakukan persentase.

 

Apa Itu Persentase?

Persentase adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti 'dari seratus'. Oleh karena itu, dapat dianggap setiap 'keseluruhan' dipecah menjadi 100 bagian yang sama merupakan satu persen. Sangat mudah untuk menghitung persentase jika ada 100 'hal' yang membentuk keseluruhannya. Tetapi bagaimana jika jumlahnya lebih atau kurang?
 
untuk mempermudah perhitungan dalam menentukan grafik atau statistik diperlukan metode persentase. Metode ini jauh lebih mudah untuk bekerja dengan pecahan 100 daripada pecahan sepertiga, seperduabelas, dan seterusnya, terutama karena cukup banyak angka pecahan yang tidak memiliki padanan desimal yang tepat (tidak berulang). Yang terpenting, hal ini juga membuat seseorang lebih mudah untuk membuat perbandingan antara persen (yang secara efektif memiliki penyebut yang sama, yaitu 100) dibandingkan dengan pecahan yang penyebutnya berbeda. Inilah sebagian alasan mengapa banyak negara menggunakan sistem pengukuran metrik dan mata uang desimal.
 
Contoh persentase diantaranya adalah:
 
a. 10% sama dengan pecahan 1/10
b. 20% setara dengan pecahan ?
c. 25% setara dengan  pecahan ¼
d. 50% setara dengan pecahan ½
e. 75% setara dengan pecahan ¾
f. 90% setara dengan pecahan 9/10
 
Persentase tidak memiliki dimensi. Oleh karena itu, ini disebut sebagai bilangan tanpa dimensi. Jika kita mengatakan, 50% dari sebuah angka, maka itu berarti 50 persen dari keseluruhannya.
 
Persentase juga dapat direpresentasikan dalam bentuk desimal atau pecahan, seperti 0,6%, 0,25%, dll. Dalam dunia pendidikan, nilai yang diperoleh dalam mata pelajaran apa pun dihitung dalam bentuk persentase. Misalnya, Budi mendapatkan nilai 78% dalam ujian akhir. Jadi, persentase ini dihitung berdasarkan total nilai yang diperoleh Budi, di semua mata pelajaran terhadap total nilai.
 

Kegunaan Persen

Penerapan persentase yang paling dasar adalah membandingkan satu kuantitas dengan kuantitas lainnya, dengan kuantitas kedua diubah menjadi 100. Katakanlah misalnya jumlah perempuan yang bekerja sebagai persentase dari semua yang bekerja. 
 
1. Pada dasarnya, dengan membandingkan jumlah perempuan yang bekerja dengan jumlah orang yang bekerja, menggunakan pecahan:
 
Jumlah perempuan yang bekerja / jumlah orang yang berkerja
 
Jika pecahan ini adalah 1/2 , artinya secara umum, untuk setiap dua orang yang bekerja, satu orang adalah perempuan.
 
2. Ubahlah menjadi persentase dengan mengalikannya dengan 100. Rumusnya kemudian menjadi
 
Persentase perempuan yang bekerja dari keseluruhan karyawan = (jumlah perempuan yang bekerja / jumlah orang yang bekerja) x 100%
 
Berdasarkan contoh sebelumnya, jika pecahannya 1/2 , maka persentase perempuan yang bekerja dari keseluruhan karyawan adalah 50%.
 

Cara Menghitung Persen

Berikut adalah tiga langkah untuk menghitung persentase berdasarkan rumus:
 
Persentase = (Nilai / Total nilai) × 100
 
1. Tentukan bentuk angka awal
Angka yang akan dikonversi menjadi persentase bisa dalam bentuk desimal atau pecahan. Misalnya, angka desimalnya adalah 0,57 dan pecahannya adalah 3/20. Tampilan awal angka akan menentukan proses matematika selanjutnya yang akan dilakukan pada angka tersebut.
 
0.57
3/20
 
2. Mengubah angka menjadi desimal (jika diperlukan)
Jika angka yang akan diubah menjadi persentase adalah desimal seperti 0,57, Anda mungkin tidak perlu melakukan apa pun sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Namun, jika angka tersebut merupakan pecahan, seperti 3/20, pertama-tama bagilah pembilang (angka teratas 3) dengan penyebut (angka terbawah 20) untuk mendapatkan desimalnya. Misalnya, untuk 3/20:
 
3/20 = 0.15
 
3. Kalikan angka desimal dengan 100
Jika harus mengubah angka desimal seperti 0,57 menjadi persentase, kalikan dengan 100. Sebagai contoh:
 
0.57 x 100 = 57%
0.03 x 100 = 3%
 
Untuk pecahan, hitung desimalnya terlebih dahulu, lalu kalikan desimalnya dengan 100:
 
3/20 = 0.15 x 100 = 15%
 
Selisih Persentase
Selain itu, metode ini bisa menggunakan persentase untuk membandingkan dua item yang terkait. Misalnya, Anda mungkin ingin menentukan berapa harga suatu produk tahun lalu dibandingkan dengan harga produk serupa untuk tahun ini. Perhitungan ini akan memberikan jumlah persentase perbedaan antara harga kedua produk tersebut. Rumus yang digunakan untuk menghitung perbedaan persentase adalah:
 
Rumus Selisih Persen = |V1 - V2| / [(V1 + V2) /2] × 100
 
Di mana:
 
V1 sama dengan harga satu produk.
V2 sama dengan biaya produk lainnya.
 
Contoh Selisih Persentase:
Sebuah wajan dapur seharga Rp. 25.000 dibeli pada tahun lalu dan wajan sejenis seharga Rp. 30.000 pada tahun ini. Untuk menentukan perbedaan persentase, pertama-tama kurangi biaya satu sama lain: 30 - 25 = 5. Kemudian tentukan rata-rata dari kedua biaya tersebut (25 + 30 dibagi 2 = 27,5). Bagi 5 dengan 27,5 = 0,18 lalu kalikan 0,18 dengan 100 = 18. Ini berarti biaya wajan yang dibeli pada tahun ini 18% lebih mahal dari harga wajan tahun lalu.
 
30 - 25 = 5
25 + 30 = 55 / 2 = 27.5
5 / 27.5 = 0.18
0.18 x 100 = 18%
 
Persentase Kenaikan
Perubahan persentase adalah nilai matematika yang menunjukkan tingkat perubahan dari waktu ke waktu. Sering digunakan di bidang keuangan untuk menentukan perubahan harga sekuritas dari waktu ke waktu. Rumus untuk menyelesaikan perubahan persentase adalah sebagai berikut:
 
Persentase kenaikan = [(Harga Baru - Harga Lama) / Harga Lama] x 100
 
Persentase penurunan = [(Harga Lama - Harga Baru) / Harga Lama] x 100
 
Contoh Persentase Kenaikan:
Sebuah TV berharga Rp 1.400.000 tahun lalu, namun sekarang harganya menjadi Rp 1.750.000. Untuk menentukan kenaikan harga, Anda kurangi harga lama dengan harga baru: Rp 1.750.000 - Rp 1.400.000 = Rp 350.000. Selanjutnya, bagi dengan harga lama: Rp 350.000 dibagi Rp 1.400.000 = 0,25. Kemudian kalikan angka tersebut dengan 100: 0,25 x 100 = 25, atau 25%. Jadi, harga TV telah meningkat 25% selama setahun terakhir.
 
Rp 1.750.000 - Rp 1.400.000 = Rp 350.000
Rp 350.000 / Rp 1.400.000 = 0,25
0,25 x 100 = 25%
 

Contoh Persen

Berikut adalah beberapa contoh untuk menemukan persentase dalam situasi tertentu:
 
1. Menghitung Harga Asli
Harga sebuah laptop dikurangi 30% menjadi Rp 1.680.000. Berapa harga aslinya?
 
Cari persentase dari harga asli atau angka yang asli. Dalam kasus ini, ini adalah Rp 1.680.000.
Kalikan angka terakhir dengan 100. Rp 1.680.000 x 100 = Rp 168.000.000
Bagi hasil perkalian dengan persentase. Rp 168.000.000 dibagi 30% = Rp 56.000.000.
 
Jadi, Rp 1.680.000 adalah 30% dari Rp 56.000.000. Oleh karena itu, angka aslinya adalah Rp 56.000.000.
 
Bisa juga dengan membagi Rp 56.000.000 dengan 100. 100 mewakili 10% dari total. Rp 560.000 x 3 = Rp 1.680.000.
 
2. Menghitung harga jual
Temukan harga jual jika diskon 20% diperbolehkan dari harga yang tertera sebesar Rp 420.000.
 
Ubah persentasenya menjadi desimal. 20 dibagi 100 = 0,20
Kalikan desimal dengan harga asli untuk mendapatkan jumlah diskon. 0,20 x Rp 420.000 = Rp 84.000.
 
Harga Rp 420.000 didiskon sebesar Rp 84.000 dengan total Rp 336.000.
 
3. Menghitung harga baru
Dua tahun lalu, harga tiket sepak bola adalah Rp 280.000. Tahun ini, harganya naik 60%. Berapa harga tiket tahun ini?
 
Bagilah persentase kenaikan dengan 100 untuk menentukan bentuk desimalnya. 60% dibagi 100 = 0,60
 
Kemudian, kalikan hasil desimal dengan harga aslinya. 0,60 x Rp 280.000 = Rp 168.000.
Tambahkan harga tiket asli dan jumlah kenaikan untuk menemukan harga tiket baru. Rp 280.000 + Rp 168.000 = Rp 448.000.
 
Rp 448.000 adalah harga tiket yang baru.
 
4. Mengetahui Berapa Banyak Menggunakan Persen
Nilai persentase membantu dalam menghitung dengan tepat berapa jumlah atau angka yang dimaksud. Misalnya, katakanlah Ahmad menghabiskan 60% dari gajinya. Itu artinya Ahmad menghabiskan Rp 60 untuk setiap Rp 100 yang ia dapatkan. Jadi, berapa banyak yang sebenarnya dibelanjakan Ahmad jika gajinya adalah Rp 60.000 per bulan?
 
Kita tahu bahwa Ahmad menghabiskan 60% dari gajinya. Mengganti 60% dengan 60/100 untuk menghitung jumlahnya, oleh karena itu, jumlah yang dibelanjakan Ahmad = (60/100) x Rp 60.000 = Rp 36.000.
 
5. Membandingkan Pecahan
Pecahan dapat dikonversi menjadi persentase untuk membuat gambaran sederhana untuk perbandingan. Hal ini sangat berguna ketika nilai penyebut dari dua pecahan tidak sama. Misalnya, Amar memakan 3/5 pizza dan Budi memakan 5/8 pizza lainnya dengan ukuran yang sama. Jadi, jika kita harus mencari siapa yang makan lebih banyak, kita perlu membandingkannya dengan mengubah pecahan menjadi persentase.
 
Amar makan 35 × 100 = 60% dari pizza.
Dan Budi makan 58 × 100 = 62,5% dari pizza
Saat kita mengubah rasio menjadi persentase, akan terlihat jelas bahwa Budi makan lebih banyak pizza daripada Amar.
 
6. Menemukan Persentase Kenaikan atau Penurunan
Penerapan menggunakan persentase ini sangat penting dalam menganalisis atau membandingkan kinerja dan kemajuan. Khususnya, impelentasi ini menjadi lebih berguna ketika kriteria dasar perbandingannya berbeda. Sebagai contoh, katakanlah pada ujian tengah semester, Rohit mendapat nilai total 310 dari 500.
 
Pada ujian akhir, ia mendapat nilai 430 dari 500. Jelas, nilai yang diperoleh di ujian akhir lebih tinggi daripada nilai yang diperoleh di ujian tengah semester. Oleh karena itu, ada peningkatan kinerja dengan nilai dasar 500.
 
Perubahan kinerja Nilai dasar × 100 ⇐ menunjukkan persentase perubahan
 
Di sini, kenaikan dalam kinerjanya sebanyak = 430 - 310 = 120.
 
Persentase kenaikan = 120500 × 100 = 24%
 

Mengapa Persen Itu Penting?

Perhitungan persentase penting untuk beberapa alasan sebagaimana berikut ini:
 
1. Perbandingan dan Analisis Relatif
Persentase memungkinkan kita untuk membandingkan dan menganalisis data dalam skala yang relatif. Dengan menunjukkan nilai persen, seseorang dapat dengan mudah memahami proporsi atau bagian dari satu jumlah dengan jumlah lainnya. Hal ini sangat berguna ketika membandingkan kumpulan data dengan ukuran yang berbeda atau ketika menganalisis perubahan dari waktu ke waktu.
 
2. Penyederhanaan dan Standardisasi
Persentase menyederhanakan angka-angka yang kompleks dan membuatnya lebih mudah dipahami. Persentase memberikan gambaran yang digunakan secara luas dan dipahami dalam berbagai konteks. Misalnya, jika mengatakan bahwa laba perusahaan meningkat sebesar 20%, persentase akan segera menunjukkan besaran perubahannya, terlepas dari ukuran perusahaan atau mata uang yang digunakan.
 
3. Pengambilan Keputusan
Persentase memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan. Persentase membantu dalam mengevaluasi pilihan, menilai risiko, dan membuat pilihan yang tepat. Misalnya, ketika membandingkan berbagai peluang investasi, mengetahui persentase pengembalian dapat membantu seseorang menilai potensi keuntungan dan membuat keputusan investasi yang sesuai.
 
4. Komunikasi
Persentase adalah metode perhitungan yang ampuh dalam komunikasi dan permintaan. Persentase dapat digunakan untuk menampilkan pencapaian, menunjukkan pertumbuhan, atau mengilustrasikan pengaruh dari tindakan atau kebijakan tertentu. Persentase sering digunakan dalam pemasaran, penjualan, dan media untuk menyajikan data dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti.
 
5. Analisis Statistik
Persentase digunakan secara luas dalam analisis statistik untuk meringkas dan menyajikan data. Persentase sering digunakan untuk menghitung proporsi, frekuensi, tingkat, dan probabilitas, yang merupakan konsep dasar dalam statistik. Persentase memberikan cara standar untuk menyatakan ukuran statistik, sehingga lebih mudah untuk membandingkan dan memaknai data di berbagai studi.
 
6. Melacak Progres
Persentase berguna untuk melacak pencapaian tujuan atau target. Persentase memberikan cara yang jelas dan terukur untuk menilai seberapa besar kemajuan yang telah dicapai dan seberapa jauh kemajuan yang harus dicapai. Misalnya, organisasi dapat melacak persentase kepuasan pelanggan, tingkat penyelesaian proyek, atau pencapaian indikator kinerja utama.
 
Secara keseluruhan, persentase penting karena menyederhanakan data yang kompleks, memfasilitasi perbandingan, membantu pengambilan keputusan, dan menyediakan bahasa yang sama untuk mengekspresikan proporsi dan perubahan.
 

Apa Manfaat Persen dalam Analisis Keuangan dan Budget?

Berikut ini adalah penjelasan apa saja manfaat dari persentase dalam analisis keuangan dan budget sebagaiamna berikut ini:

1. Analisis Pengeluaran
Persentase membantu dalam menganalisis dan memahami distribusi pengeluaran. Dengan menghitung persentase setiap kategori pengeluaran dalam kaitannya dengan total pengeluaran, dapat mengidentifikasi area-area di mana mengeluarkan biaya paling banyak dan membuat keputusan yang tepat tentang alokasi sumber daya.
 
2. Rincian Pendapatan
Menghitung persentase memungkinkan untuk merinci sumber pendapatan. Dengan menentukan persentase pendapatan yang dikontribusikan oleh produk, layanan, atau segmen pelanggan yang berbeda, dapat mengidentifikasi area yang paling menguntungkan dalam bisnis dan memprioritaskan upaya.
 
3. Analisis Selisih (Variance Analysis)
Saat membandingkan anggaran atau laporan keuangan, persentase membantu mengidentifikasi penyimpangan dari nilai yang diharapkan atau diinginkan. Dengan mengekspresikan perbedaan dalam bentuk persentase, dapat dengan mudah memahami besarnya penyimpangan dan menilai dampaknya terhadap kinerja keuangan.
 
4. Evaluasi Kinerja
Persentase memungkinkan untuk mengevaluasi kinerja keuangan dari waktu ke waktu. Dengan menghitung persentase perubahan dalam metrik keuangan utama seperti pendapatan, pengeluaran, atau profitabilitas, dapat menilai tren dan arah bisnis.
 
5. Pembandingan (Benchmarking)
Dengan membandingkan rasio keuangan atau indikator kinerja utama (KPI) dalam bentuk persentase, dapat menilai kinerja dibandingkan dengan rata-rata industri atau perusahaan dengan kinerja terbaik. Latihan pembandingan ini membantu dalam mengidentifikasi di mana saja area yang tertinggal atau unggul, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat.
 
6. Perkiraan dan Perencanaan
Persentase membantu dalam memperkirakan dan merencanakan skenario keuangan di masa depan. Dengan memperkirakan persentase pertumbuhan pendapatan, kenaikan biaya, atau margin keuntungan, dapat membuat perkiraan keuangan yang realistis dan mengembangkan strategi penganggaran yang efektif. Hal ini dapat membantu dalam menetapkan tujuan yang dapat dicapai dan membuat keputusan yang tepat tentang alokasi sumber daya dan investasi.
 

Manfaat Persentase dalam Analisis Data

Proses analisis data membantu dalam mendapatkan wawasan dari data. Ini adalah proses memeriksa, mempersempit, mengubah, dan membentuk model data dari sejumlah besar informasi. Persentase adalah salah satu komponen penting dari analisis data, yang membantu menemukan nilai dari sejumlah besar data dan informasi. Data tersebut diperiksa, dan kemudian ditarik kesimpulan untuk memperluas pengetahuan dan keputusan tentang berbagai hal:

- Persentase digunakan di berbagai domain dan karenanya digunakan untuk mengekspresikan berbagai hal seperti diskon, suku bunga bank, tingkat inflasi, data media, dll. Persen adalah indikator yang baik dan penting dari aspek keuangan. 

- Ini digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perubahan atau faktor yang dapat diamati seperti penjualan, kerugian, pangsa pasar, dll. Oleh karena itu, ini berfungsi untuk mengubah data menjadi nilai matematika.

- Perhitungan persentase membutuhkan pemahaman dan penerapan aritmatika. Oleh karena itu, Persen dapat membantu seseorang dalam memahami perubahan dan perbandingan data dari tahun ke tahun.
 

Perbedaan Persen dan Rasio

Persen dan rasio adalah konsep matematika yang digunakan untuk menyatakan hubungan antar jumlah, tetapi keduanya memiliki perbedaan sebagaimana berikut ini:
 
Persen
Persen adalah cara untuk mengekspresikan proporsi atau nilai relatif dari 100. Persentase mewakili bagian dari keseluruhan, di mana keseluruhannya dianggap 100%. Persentase dilambangkan dengan simbol "%". Misalnya, jika seseorang mengatakan bahwa 25% siswa di kelas adalah laki-laki, itu berarti 25 dari setiap 100 siswa adalah laki-laki.
 
Rasio
Di sisi lain, rasio digunakan untuk membandingkan jumlah dari dua atau lebih objek yang berbeda. Rasio menyatakan hubungan antara ukuran atau jumlah dari dua atau lebih kuantitas. Rasio dapat dinyatakan dalam bentuk "a:b" atau "a banding b". Misalnya, rasio anak laki-laki dan perempuan di kelas adalah 3:2, itu berarti bahwa untuk setiap 3 anak laki-laki, ada 2 anak perempuan.
 
Meskipun persentase dan rasio menunjukkan nilai relatif, perbedaan utamanya terletak pada penggambaran dan penjelasannya. Persentase selalu dinyatakan dengan mengacu pada 100, mewakili bagian atau proporsi dari keseluruhan. Rasio, di sisi lain, membandingkan jumlah objek yang berbeda secara langsung, tanpa titik acuan yang tetap.
 

Perbedaan Persen dan Persentase

Persen dan persentase adalah istilah yang biasa digunakan dalam matematika dan bahasa sehari-hari untuk menyatakan jumlah atau nilai perbandingan, tetapi keduanya memiliki sedikit perbedaan dalam penggunaannya yakni sebagai berikut:
 
Persen
Persen adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin dan berarti "per seratus". Istilah ini merupakan cara untuk mengekspresikan pecahan atau proporsi dari 100. Kata "persen" sering dilambangkan dengan tanda "%". Misalnya, jika Anda mengatakan bahwa 20 persen dari sebuah kelompok terdiri dari objek berwarna merah, itu berarti 20 dari setiap 100 objek dalam kelompok tersebut berwarna merah. "Persen" digunakan untuk menunjukkan bagian tertentu atau bagian yang relatif terhadap keseluruhan, dengan keseluruhan dianggap sebagai 100%.
 
Persentase
Persentase merupakan istilah yang lebih luas yang mengacu pada proporsi atau tingkat yang dinyatakan sebagai pecahan dari 100. Persentase adalah istilah umum yang mencakup setiap bagian atau porsi yang dinyatakan dalam kaitannya dengan 100. Sementara persen secara khusus menunjukkan rasio dari 100, persentase dapat merujuk pada rasio atau proporsi apa pun yang dinyatakan sebagai pecahan dari 100. Misalnya, Anda dapat menjelaskan persentase siswa yang lulus ujian, persentase anggaran yang dialokasikan untuk departemen tertentu, atau persentase curah hujan di daerah tertentu.

 

Kesimpulan

Persentase adalah salah satu konsep terpenting yang membantu dalam analisis dan perbandingan data. Persentase diperlukan untuk menyelesaikan banyak persoalan yang berhubungan dengan bisnis dan oleh karena itu dinyatakan sebagai "%". Artinya, angka atau rasio yang dinyatakan sebagai pecahan dari 100. Oleh karena itu, dengan penurunan persentase, didefinisikan sebagai% perubahan nilai ketika dikurangi dengan waktu. Namun, kenaikan persentase adalah perubahan nilai yang meningkat seiring berjalannya waktu. Artikel ini memberikan informasi lengkap tentang penggunaan persentase, rumus persentase, dan aplikasinya.
 
 
 
 
 
 
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda