+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Purchase Order: 4 Manfaat Penting dalam Bisnis Anda

23 September, 2023   |   rezky26

Purchase Order: 4 Manfaat Penting dalam Bisnis Anda

Dalam dunia bisnis yang serba dinamis, pengelolaan pengadaan merupakan aspek yang sangat krusial. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan pasar yang cepat, perusahaan harus mampu mengendalikan pengadaan dengan baik agar tetap berdaya saing. Salah satu alat yang menjadi pilar dalam pengelolaan pengadaan adalah Purchase Order (PO).
 

Konsep Purchase Order (PO)

Purchase Order, yang sering disingkat sebagai PO, adalah dokumen resmi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengajukan pesanan kepada supplier atau vendor. Dokumen ini berisi detail lengkap tentang produk atau jasa yang dipesan, jumlahnya, harga, syarat pembayaran, dan informasi lain yang relevan. PO tidak hanya menjadi catatan internal perusahaan, tetapi juga merupakan kesepakatan kontrak antara perusahaan dan supplier.
 
Pentingnya Pengelolaan Pengadaan dalam Bisnis
Mengapa pengelolaan pengadaan begitu penting dalam dunia bisnis? Alasannya sangat sederhana: pengadaan adalah jantungnya operasi bisnis. Dalam proses pengadaan, perusahaan mendapatkan bahan baku, barang jadi, atau jasa yang diperlukan untuk menjalankan operasi sehari-hari. Jika pengadaan tidak dikelola dengan baik, ini dapat berdampak buruk pada semua aspek bisnis, mulai dari kualitas produk hingga profitabilitas.
 
Salah satu risiko utama yang dihadapi perusahaan tanpa pengelolaan pengadaan yang efektif adalah ketidakpastian. Tanpa PO yang jelas dan sistematis, perusahaan mungkin mengalami kesalahan pengiriman, peningkatan biaya yang tidak terduga, dan bahkan perselisihan hukum dengan supplier. Semua ini dapat merusak reputasi perusahaan dan mengganggu kelangsungan bisnis.
berikut 4 manfaat Purchase Order dalam bisnis:
 

1.Mengurangi Kesalahan Pengadaan

Proses pengadaan dalam bisnis sering kali melibatkan berbagai pihak dan tahapan yang kompleks. Dalam perjalanan ini, kesalahan pengadaan dapat menjadi momok yang mengintai perusahaan. Untungnya, Purchase Order (PO) adalah alat yang kuat untuk mengatasi masalah ini.
 
Kesalahan dalam Proses Pengadaan
Kesalahan dalam pengadaan bisa bermacam-macam. Dari kesalahan pencatatan jumlah barang yang dipesan hingga masalah dalam spesifikasi produk, semua bisa menyebabkan kerugian yang signifikan. Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi meliputi:
 
1.Ketidaksesuaian Produk: Salah satu masalah terbesar dalam pengadaan adalah ketidaksesuaian produk yang dipesan dengan yang diterima. Ini bisa terjadi karena kurangnya dokumentasi yang jelas atau komunikasi yang buruk antara perusahaan dan supplier.
 
2.Keterlambatan Pengiriman: Keterlambatan pengiriman dapat menyebabkan gangguan serius dalam rantai pasokan. Jika barang atau jasa tidak tiba tepat waktu, perusahaan dapat kehilangan pelanggan atau menghadapi biaya tambahan akibat penundaan.
 
3.Kesalahan Harga: Kesalahan dalam harga dapat mengakibatkan pengeluaran yang tidak terduga. Ini bisa meliputi kesalahan dalam perhitungan harga, pengenalan diskon yang tidak benar, atau biaya pengiriman yang tidak terduga.
 
Peran PO dalam Mengurangi Kesalahan Pengadaan
PO adalah perintah tertulis yang merinci persyaratan pesanan dengan jelas. Dokumen ini mencakup jumlah produk yang dipesan, harga, spesifikasi, tanggal pengiriman, dan syarat-syarat lainnya. Dengan adanya PO, sejumlah manfaat signifikan muncul:
 
1.Kepastian Pesanan: PO memberikan kepastian kepada supplier mengenai apa yang dipesan. Ini mengurangi risiko salah paham atau ketidaksesuaian antara pesanan dan barang yang diterima.
 
2.Pencatatan yang Akurat: PO juga berfungsi sebagai catatan resmi tentang pesanan. Ini membantu dalam melacak dan memverifikasi transaksi, sehingga perusahaan memiliki bukti tertulis tentang setiap pesanan yang ditempatkan.
 
3.Keterlibatan yang Jelas: Dalam pembuatan PO, pihak yang bertanggung jawab untuk menyetujui dan membuat pesanan biasanya terlibat. Hal ini memastikan bahwa spesifikasi dan jumlah pesanan telah disetujui dengan baik sebelum diteruskan ke supplier.
 
Studi Kasus Keberhasilan
Sebagai ilustrasi, mari kita lihat studi kasus perusahaan A, seorang pemasok produk elektronik. Sebelum menggunakan PO, mereka sering mengalami kesalahan pengadaan yang menghabiskan waktu dan uang. Pesanan seringkali tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pelanggan mereka.
 
Namun, setelah menerapkan sistem PO yang efisien, perusahaan A berhasil menghindari banyak masalah ini. Mereka sekarang memiliki prosedur yang ketat untuk membuat PO yang mencakup semua persyaratan pesanan dengan detail yang sangat baik. Hasilnya, tingkat kesalahan pengadaan turun secara signifikan, pelanggan lebih puas, dan biaya akibat kesalahan pengadaan menurun drastis.
 

2.Meningkatkan Efisiensi

Efisiensi adalah salah satu faktor kunci dalam kesuksesan bisnis. Dalam konteks pengelolaan pengadaan, Purchase Order (PO) dapat menjadi alat yang kuat dalam meningkatkan efisiensi.
 
Percepatan Proses Pengadaan melalui PO
PO memainkan peran penting dalam mempercepat proses pengadaan. Tanpa PO, pesanan sering kali harus disetujui secara lisan atau melalui komunikasi yang kurang formal. Ini dapat memakan waktu dan meningkatkan risiko kesalahan komunikasi. Dengan PO, semua detail pesanan dicatat dengan jelas dan dapat disetujui secara tertulis, menghemat waktu yang sebelumnya digunakan untuk negosiasi verbal atau persetujuan.
 
Selain itu, PO memfasilitasi proses pengecekan dan verifikasi pesanan. Ketika supplier menerima PO yang sudah diotorisasi, mereka tahu persis apa yang diharapkan darinya. Hal ini mengurangi kesalahan dan memastikan bahwa pesanan diproses lebih cepat.
 
Automatisasi dalam Pembuatan dan Pengelolaan PO
Untuk meningkatkan efisiensi lebih lanjut, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi pembuatan dan pengelolaan PO. Berbagai perangkat lunak pengelolaan pengadaan yang canggih telah dikembangkan untuk tujuan ini.
 
Automatisasi dalam pembuatan PO memungkinkan perusahaan untuk membuat pesanan dengan cepat dan konsisten. Ini juga dapat mengintegrasikan sistem inventaris dan pemantauan stok, sehingga perusahaan tahu kapan saat yang tepat untuk memesan kembali.
 
Pengelolaan PO yang otomatis juga mengurangi kesalahan manusia. Sistem dapat memeriksa kesesuaian pesanan dengan persyaratan kontrak dan melacak semua transaksi secara akurat. Selain itu, dengan adanya notifikasi otomatis untuk pengiriman atau pembayaran yang harus datang, perusahaan dapat merencanakan sumber daya dengan lebih baik.
 
Dampak Positif pada Produktivitas dan Penghematan Biaya
Efisiensi yang ditingkatkan oleh PO otomatisasi berdampak positif pada produktivitas keseluruhan bisnis. Karyawan tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk menangani proses pengadaan secara manual. Sebagai gantinya, mereka dapat fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis dan nilai tambah.
 
Selain itu, penggunaan PO yang efisien juga menghasilkan penghematan biaya yang signifikan. Kesalahan pengadaan yang dikurangi berarti pengeluaran yang lebih tepat sasaran. Juga, dengan penjadwalan dan pengiriman yang lebih baik, perusahaan dapat menghindari biaya tambahan yang sering terkait dengan pengiriman darurat atau penundaan produksi.
 
Sebagai contoh, perusahaan manufaktur ABC berhasil meningkatkan efisiensi dan menghemat biaya dengan mengimplementasikan sistem PO otomatis. Mereka melaporkan penurunan biaya pengadaan hingga 20% dan peningkatan produktivitas sebesar 15%.
 

3.Kontrol Keuangan yang Lebih Baik

Manajemen keuangan yang bijak adalah salah satu pilar utama keberhasilan bisnis. Purchase Order (PO) memainkan peran penting dalam membantu perusahaan mengelola anggaran dengan lebih baik.
 
PO Membantu dalam Mengelola Anggaran
PO adalah instrumen keuangan yang memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan pengeluaran mereka dengan lebih efektif. Ketika perusahaan membuat PO, mereka merinci semua komponen biaya yang terkait dengan pesanan tersebut, termasuk harga produk atau jasa, biaya pengiriman, pajak, dan biaya lainnya. Ini menciptakan visibilitas yang jelas tentang berapa banyak yang akan dikeluarkan untuk setiap pesanan.
 
Dengan adanya PO, perusahaan dapat membandingkan anggaran yang telah ditetapkan dengan pengeluaran aktual. Ini membantu dalam menghindari kejutan keuangan dan memastikan bahwa perusahaan tetap berada dalam batas anggaran yang telah ditetapkan.
 
Pengendalian Biaya melalui PO yang Sesuai dengan Anggaran
Salah satu manfaat utama dari PO adalah bahwa pesanan harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam dokumen tersebut. Ini menciptakan pengendalian yang kuat terhadap biaya yang tidak terduga atau tidak sah. Misalnya, jika seorang karyawan memesan barang yang melebihi batas anggaran yang telah ditetapkan dalam PO, permintaan tersebut harus disetujui ulang, dan perubahan harus didokumentasikan. Ini mencegah pemborosan yang tidak perlu dan memastikan bahwa setiap pengeluaran telah direncanakan dan disetujui.
 
Contoh Bisnis yang Berhasil Menghindari Pemborosan
Untuk memberikan ilustrasi yang nyata tentang bagaimana PO membantu menghindari pemborosan dan overbudget, mari kita lihat contoh perusahaan retail besar, "Fashion Trend."
 
Sebelum menerapkan sistem PO yang efisien, Fashion Trend sering mengalami masalah dengan pengeluaran yang tidak terkendali. Karyawan dapat memesan barang tanpa batasan yang jelas, dan sering kali mengabaikan anggaran yang telah ditetapkan.
 
Namun, setelah memperkenalkan sistem PO yang canggih, Fashion Trend berhasil merubah dinamika ini. Setiap pesanan sekarang harus melalui proses persetujuan yang ketat, dengan referensi kepada anggaran yang telah ditetapkan dalam PO. Hasilnya, mereka berhasil menghindari pemborosan yang tidak perlu dan memastikan bahwa semua pengeluaran sesuai dengan rencana.
 

4.Memantau Kinerja Supplier

Pengelolaan hubungan dengan supplier adalah aspek penting dalam bisnis. Purchase Order (PO) adalah alat yang kuat untuk memantau dan menilai kinerja supplier dengan lebih baik.
 
Peran PO dalam Memungkinkan Penilaian Kinerja Supplier
PO bukan hanya tentang pesanan dan pembayaran. Ini juga mencatat informasi penting tentang supplier, termasuk waktu pengiriman, kualitas produk atau jasa yang diterima, dan tingkat kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan data ini, perusahaan dapat menilai kinerja supplier secara objektif.
 
Misalnya, jika supplier sering terlambat dalam pengiriman, informasi ini akan tercatat dalam PO. Perusahaan dapat menggunakan data ini untuk memutuskan apakah mereka harus mencari supplier alternatif yang lebih andal. Begitu juga dengan evaluasi kualitas produk atau jasa yang diterima; jika ada masalah berulang, perusahaan dapat mengambil tindakan yang sesuai.
 
Bagaimana PO Membantu dalam Evaluasi dan Pemilihan Supplier
PO juga dapat membantu dalam pemilihan supplier yang lebih baik. Ketika perusahaan memiliki catatan yang rinci tentang setiap pesanan yang ditempatkan, mereka dapat melakukan analisis yang lebih mendalam tentang kinerja supplier. Data ini membantu perusahaan memutuskan apakah mereka harus terus bekerja dengan supplier yang ada atau mencari alternatif yang lebih baik.
 
Selain itu, PO memungkinkan perusahaan untuk membandingkan kinerja supplier yang berbeda. Misalnya, mereka dapat membandingkan waktu pengiriman, harga, dan kualitas produk atau jasa dari beberapa supplier yang mereka gunakan. Ini memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi tentang mana supplier yang paling cocok untuk kebutuhan mereka.
 
Contoh Kasus Bisnis yang Meningkatkan Hubungan dengan Supplier berkat PO
Sebagai contoh, perusahaan manufaktur "A" telah berhasil meningkatkan hubungan dengan supplier mereka berkat penggunaan PO yang efektif. Sebelumnya, mereka menghadapi masalah dengan supplier yang sering terlambat dalam pengiriman, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan biaya tambahan.
 
Setelah mengimplementasikan sistem PO yang baik, perusahaan “A” mulai memantau kinerja supplier mereka lebih aktif. Mereka menggunakan data dalam PO untuk berbicara dengan supplier tentang masalah waktu pengiriman yang berulang. Hasilnya, supplier tersebut berkomitmen untuk memperbaiki kinerja mereka.


Terakhir Kesimpulan, Dalam bisnis yang dinamis, pengelolaan pengadaan dengan efektif melalui Purchase Order (PO) merupakan salah satu kunci keberhasilan. PO bukan hanya sekadar dokumen pesanan, tetapi juga alat yang membantu mengurangi kesalahan pengadaan, meningkatkan efisiensi, mengendalikan anggaran, dan memantau kinerja supplier. Dengan PO, perusahaan dapat menjalankan operasi mereka dengan lebih terstruktur, efisien, dan terkendali secara finansial, sehingga memungkinkan mereka untuk tetap berdaya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda