+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Bisnis Dropshipping Model Usaha yang Sedang Tren di Era Digital

24 June, 2023   |   Ketrina

Bisnis Dropshipping Model Usaha yang Sedang Tren di Era Digital


Bisnis dropship merupakan salah satu peluang bisnis yang banyak diminati masyarakat akhir-akhir ini. Bahkan, banyak produsen yang mulai  membuka opsi dropship untuk menjual produknya. Berbeda dengan bisnis afiliasi, bisnis dropship merupakan sistem yang memiliki beberapa keunggulan dalam pengoperasiannya. Jadi apa  sebenarnya dropshipping dan bagaimana cara kerjanya?  Apa itu dropshipping? Dropship adalah bisnis dengan modul yang relatif rendah yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kata. Apa itu dropshipping? Dropship adalah sistem penjualan dimana seorang penjual atau dropshipper hanya perlu memasarkan dan menjual barang milik pihak lain tanpa harus membelinya terlebih dahulu (barang stok). Dengan business plan yang sederhana, bisnis dropship  bisa dilakukan dimana saja selama ada koneksi internet. 

 Banyak orang masuk ke bisnis yang satu ini hari ini. Banyak hal yang bisa dijual dengan bermain kata, karena saat ini  banyak supplier atau pemasok  berbagai produk yang menawarkan dropshipping kepada mitranya, antara lain kosmetik, makanan dan minuman, obat-obatan, pakaian dan elektronik.  

 Konsep bisnis dropshipping adalah dropshippers menghubungkan produsen atau pemasok dengan pembeli. Dalam hal ini, dropshipper menjadi pihak ketiga. Pengertian dropship sering disamakan dengan affiliate. Bedanya pada sistem dropship, barang bisa dikirim langsung dari supplier ke pembeli. Sehingga penjual tidak perlu menawarkan tempat dan repot untuk menyimpan atau mengemas barang yang akan dikirim ke pembeli. 

 Perbedaan antara afiliasi dan dropship 

 Meski menjual produk milik pihak lain, affiliate dan dropship adalah hal yang berbeda. Perbedaan antara afiliasi dan dropship ini cukup besar, terutama bagi mereka yang baru mengenal bisnis ini. Berikut adalah beberapa perbedaan antara afiliasi dan dropship.

1. Sistem kerja 

 Afiliasi dan dropship adalah dua hal yang berbeda. Sistem afiliasi mengharuskan pihak lain untuk terlebih dahulu membeli produk dalam jumlah besar, setelah itu mereka dapat menjualnya dengan  nama perusahaan mereka. Apa itu dropshipping? Dropship adalah sistem penjualan dimana Anda sebagai dropshipper hanya menjadi perantara antara penjual dan pembeli, sehingga Anda tidak perlu membeli barang secara fisik. Namun, saat barang sampai ke tangan pembeli, nama yang tertera akan menjadi nama bisnis Anda. 

2. Modular 

 Melihat  sistem dropship dan afiliasi di atas, sistem modular yang Anda tawarkan pasti berbeda. Afiliasi membutuhkan modul yang lebih besar untuk membeli item yang akan dijual. Belum lagi harus menyiapkan ruangan atau area untuk menyimpan perbekalan. Apakah bisnis dropship memerlukan modularitas? Karena Anda tidak harus membeli barang terlebih dahulu, dropshipping tidak memerlukan modularitas sebanyak afiliasi. Namun, Anda harus jeli dalam menentukan strategi dan  pemasaran karena persaingan di pasar  cukup ketat.

3. Keuntungan

 Dengan asumsi bahwa bisnis dropship adalah sistem yang lebih menguntungkan dibandingkan afiliasi. Dropship memiliki keunggulan  biaya operasional yang minim, sedangkan  keuntungan affiliasi dihitung dari transaksi saat saham affiliasi habis terjual. Tingkat keuntungan dropship yang bisa didapatkan adalah 10%-30%.  4. Risiko penjualan 

 Afiliasi memiliki risiko kerugian yang cukup tinggi, karena sistemnya mengharuskan pembelian barang dalam jumlah besar untuk memulai bisnis. Jika Anda  tidak pintar dalam memasarkan produk Anda, Anda bisa mengalami banyak kerugian. Berbeda dengan dropshipping, kemungkinan  kerugian  karena barang tidak laku cukup kecil. Namun, Anda tidak akan untung jika pemasaran Anda tidak menghasilkan penjualan. Cara kerja dropship 

 Setelah Anda mengetahui apa itu dropshipping dan perbedaan antara dropshipping dan pemasaran afiliasi, Anda perlu memahami cara kerja dropshipping. Dari poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa dropshipping bekerja dengan cukup mudah.

1. Mendaftar sebagai dropshipper dengan penjual: Langkah pertama adalah mendaftar ke penjual atau penyedia layanan yang menawarkan program dropshipping. Secara umum, Anda harus melengkapi formulir pendaftaran dan mengikuti proses verifikasi yang ditentukan oleh penjual. 

 2. Pemasaran: Ketika Anda menjadi dropshipper resmi, Anda perlu melakukan pemasaran untuk menarik  konsumen. Ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti menggunakan media sosial, blog, iklan online, atau platform bisnis online. 

 3. Konsumen  mentransfer uang ke nomor rekening dropshipper: Ketika konsumen  tertarik dan melakukan pembelian, mereka langsung mentransfer pembayaran  ke nomor rekening Anda sebagai dropshipper. Ingatlah untuk memberikan informasi akun yang jelas kepada konsumen. 

 4. Dropshipper mentransfer biaya pembelian dan pengiriman barang  ke penjual: Setelah menerima pembayaran dari konsumen, Anda harus mentransfer jumlah pembelian barang bersama dengan biaya pengiriman ke penjual. Anda juga harus memberikan informasi pelanggan yang lengkap, termasuk nama, alamat pengiriman, dan daftar pesanan yang  dibeli. 

5. Pengemasan dan pengiriman barang dilakukan oleh penjual : Setelah menerima pembayaran dan informasi lengkap dari Anda sebagai dropshipper, penjual akan mengurus  pengemasan dan pengiriman barang ke alamat yang  diberikan. Penjual biasanya berpengalaman dan sistem yang terorganisir dapat menangani pengiriman dengan baik.  

 6. Dropshipper dapat mengetahui status proses yang sedang berlangsung hingga barang sampai ke tangan pembeli: sebagai dropshipper, biasanya Anda mendapatkan akses atau nomor tracking untuk mengecek status pengiriman barang. Dengan cara ini  Anda dapat memberi tahu pelanggan tentang perkiraan waktu pengiriman dan memecahkan masalah  keterlambatan atau masalah lainnya.

7. Penjual  mengirimkan produk menggunakan  nama perusahaan Anda: Ketika produk sampai ke tangan pembeli, paket dikirim sebagai pengirim atas nama perusahaan Anda. Ini memungkinkan Anda untuk menciptakan branding dan menambah rasa profesionalisme pada bisnis dropshipping Anda. 

  Selama proses ini, penting untuk menjaga komunikasi yang baik dengan penjual dan konsumen dan memastikan kepuasan pelanggan. Selain itu, perhatikan juga kebijakan pengembalian, garansi, dan layanan pelanggan yang ditawarkan penjual untuk menjaga reputasi dan kepercayaan konsumen terhadap bisnis dropshipping Anda. Ada tujuh cara  umum dropshipping bekerja. Namun, jika Anda menggunakan bisnis online atau pusat perbelanjaan tertentu,  kolom harus diisi untuk menunjukkan bahwa transaksi tersebut adalah bisnis dropship. 

Kelemahan dan kelebihan dropshipping 

 Memilih bisnis dropshipping tentunya membutuhkan perencanaan dan pertimbangan terlebih dahulu. Simak kelebihan dan kekurangan dropshipping yang harus Anda ketahui di bawah ini. Laba 

 Keuntungan dari dropshipping adalah sebagai berikut: 

 1. Lebih mudah daripada afiliasi 

 Dropshippers tidak perlu khawatir tentang penempatan produk atau kerepotan menyimpan barang-barang di rumah. Ini adalah salah satu keunggulan dropshipping dibandingkan pemasaran afiliasi.

2. Risiko kerugian minimal 

 Sederhananya, dropshipping adalah bisnis yang tidak memerlukan modularitas, yang mengharuskan Anda menyimpan stok produk saat ingin menjualnya. Inilah sebabnya dropshipper  bergantung pada berapa banyak orang yang  membeli produk tanpa merusak bank.

3. Praktis dan fleksibel 

 Dengan ponsel dan strategi pemasaran yang tepat, Anda  bisa memulai sistem dropshipping bahkan dari rumah. Pengaturan manajemen bisnis yang fleksibel memudahkan dropshippers untuk mengelola bisnis mereka. Kelemahan 

 Kerugian dari dropshipping antara lain: 

 1.  Lebih sedikit untung 

Meskipun dropshipping merupakan model bisnis yang menguntungkan, terdapat satu kelemahan yaitu potensi mendapatkan keuntungan yang lebih sedikit dibandingkan dengan penjual lain. Hal ini terjadi jika harga produk yang ditawarkan oleh dropshipper terlalu tinggi, sehingga mengurangi daya saingnya di pasar.

Salah satu kelemahan dropshipping adalah keterbatasan dalam melakukan pemeriksaan langsung terhadap barang yang akan dikirim kepada pembeli. Dropshipper hanya bertindak sebagai perantara antara supplier atau penjual dengan konsumen. Oleh karena itu, terdapat risiko bahwa barang yang dikirim tidak sesuai dengan gambar atau terdapat masalah lain yang mungkin timbul. Dalam situasi ini, dropshipper perlu mengatasi tantangan tersebut dengan berkomunikasi dengan pihak penjual untuk memastikan kualitas produk sebelum mengirimkannya kepada konsumen.

2. Pemeriksaan barang berat 

Salah satu kelemahan dropshipping adalah keterbatasan dalam melakukan pemeriksaan langsung terhadap barang yang akan dikirim kepada pembeli. Dropshipper hanya bertindak sebagai perantara antara supplier atau penjual dengan konsumen. Oleh karena itu, terdapat risiko bahwa barang yang dikirim tidak sesuai dengan gambar atau terdapat masalah lain yang mungkin timbul. Dalam situasi ini, dropshipper perlu mengatasi tantangan tersebut dengan berkomunikasi dengan pihak penjual untuk memastikan kualitas produk sebelum mengirimkannya kepada konsumen.

 Jika Anda tertarik untuk memulai dropshipping, jangan lupa untuk mengikuti  tips  menjadi dropshipper  agar bisnis Anda  cepat berkembang.

1. Perhatikan target pasar Anda 

 Dropship adalah bisnis yang bisa dilakukan untuk berbagai  kategori barang.  Agar lebih menguntungkan, Anda perlu mempertimbangkan produk mana yang akan dipilih sesuai dengan target pasar Anda. Saat Anda membeli suatu produk, pastikan terlebih dahulu apa kebutuhan, keinginan dan kemampuan mereka. Menjual  kebutuhan (terutama kebutuhan sehari-hari) memudahkan untuk mencari calon konsumen.  Kemudian periksa apa  yang diinginkan konsumen secara lebih luas.  Terakhir, lihat kemungkinan target pasar Anda, apakah Anda bisa mematok harga tinggi untuk produk mewah atau menjual produk sederhana dengan harga murah. 

2. Lihat prakiraan naik turun pasar 

 Tip lain untuk bisnis dropship adalah melihat perkiraan tren atas dan bawah untuk barang.  Tidak ada salahnya menjual produk yang sedang trending saat ini, tapi pastikan juga produk tersebut tidak sedang trending dan konsumen  tetap mencarinya. 

3. Pertimbangkan keuntungan modularitas, risiko, dan keuntungan 

 Sebelum memulai bisnis baik dropship maupun affiliate coba pikirkan terlebih dahulu hal-hal apa saja  yang perlu dipersiapkan dan peluang apa yang akan muncul ketika menjalankan bisnis ini. Beberapa hal penting misalnya dari segi modul, resiko kerugian dan persentase keuntungan yang diperoleh.

4. Pilih pusat perbelanjaan yang banyak konsumennya 

 Salah satu strategi pemasaran yang paling efektif dalam bisnis dropship adalah dengan menggunakan pusat perbelanjaan seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak dan lainnya. Setiap mal memiliki pro dan kontra untuk dipertimbangkan, dan orang memilih mal dengan cara yang berbeda. Untuk meningkatkan efisiensi pemasaran bisnis dropship Anda, sangat penting untuk melakukan survei  preferensi konsumen terhadap platform e-commerce Indonesia. Pelajari cara menentukan pusat perbelanjaan terbaik untuk menjalankan bisnis dropship Anda. 

  Dropship merupakan model bisnis online non-modular yang menjanjikan, apalagi dengan latar belakang perkembangan  ekonomi digital yang positif. Anda dapat memulai bisnis ini tanpa perlu banyak modul. Namun, sebelum memulai bisnis dropshipping, penting untuk meneliti tren bisnis populer saat ini. Ini akan membantu Anda mengetahui apakah bisnis tersebut memiliki permintaan di pasar atau tidak. Jadi, dengan memanfaatkan pusat bisnis, memahami preferensi konsumen, dan meneliti tren bisnis, Anda dapat menciptakan bisnis dropshipping yang sukses dan berpotensi menguntungkan.


 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda