+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Lebih Dalam Tentang Moodboard: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Cara Membuatnya

6 May, 2023   |   anindyaa1607

Mengenal Lebih Dalam Tentang Moodboard: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Moodboard merupakan alat kreatif yang populer digunakan oleh desainer, seniman, dan profesional kreatif lainnya untuk mengembangkan ide dan konsep, serta memvisualisasikan dan mengkomunikasikan ide tersebut kepada klien atau tim. Dalam artikel ini, akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian, sejarah, fungsi, dan cara membuat moodboard.
 
Pengertian Moodboard
Secara umum, moodboard adalah kumpulan gambar, warna, teks, dan bahan-bahan lainnya yang dikumpulkan untuk mengekspresikan ide, nuansa, atau konsep tertentu. Moodboard digunakan oleh desainer grafis, desainer interior, ilustrator, dan seniman untuk mengembangkan ide atau mengkomunikasikan ide kepada klien atau anggota tim.
Menurut beberapa ahli, moodboard dapat didefinisikan sebagai:
1. Menurut Mimi Zeiger, seorang penulis dan kurator seni, moodboard adalah alat yang membantu menggambarkan ide atau gagasan dengan menyatukan berbagai elemen visual dan konseptual dalam satu tempat. Moodboard dapat membantu dalam menggambarkan konsep dan mengkomunikasikan ide ke klien atau tim.

2. Menurut Steven Heller, seorang kritikus desain dan penulis, moodboard adalah tata letak visual dari berbagai ide atau elemen yang digunakan untuk menciptakan gaya atau nuansa tertentu dalam proyek desain. Moodboard dapat membantu desainer dalam mengembangkan gaya dan tema untuk proyek yang sedang dikerjakan.

3. Menurut Justine Musk, seorang penulis dan ahli strategi merek, moodboard adalah alat yang membantu dalam memvisualisasikan ide dan menciptakan nuansa dan suasana tertentu. Moodboard dapat membantu dalam mengembangkan strategi merek dan mengkomunikasikan konsep dan visi yang jelas.

Moodboard dapat dibuat secara digital atau fisik. Secara digital, moodboard dapat dibuat dengan aplikasi desain grafis atau perangkat lunak khusus moodboard seperti Canva, Pinterest, dan Milanote. Secara fisik, moodboard dapat dibuat dengan memotong dan menempelkan gambar dari majalah, kertas warna, sampel kain, dan bahan lainnya pada papan atau kanvas.

Moodboard dapat berisi gambar-gambar yang merepresentasikan:
1. Warna dan nuansa
2. Konsep
3. Gaya dan tema
4. Tekstur dan pola
5. Bentuk dan proporsi
6. Inspirasi
 
Sejarah Moodboard
Istilah "moodboard" pertama kali digunakan pada tahun 1960-an oleh desainer grafis Inggris, Barbara Hulanicki, ketika ia menciptakan moodboard untuk mengembangkan desain busana. Namun, penggunaan konsep ini dalam pengembangan desain sebenarnya telah berlangsung selama beberapa dekade sebelumnya.

Pada awalnya, moodboard digunakan oleh desainer interior untuk mengembangkan tema dan gaya dalam proyek. Desainer interior akan mengumpulkan sampel bahan, tekstur, dan warna, serta gambar-gambar dekoratif dan arsitektur, dan menempatkannya pada papan kertas atau dinding sebagai referensi visual. Moodboard kemudian diadaptasi oleh desainer grafis dan ilustrator sebagai alat untuk mengembangkan ide dan mengkomunikasikan konsep.

Dalam era digital, moodboard terus berevolusi dan diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan desainer dan profesional kreatif modern. Dalam beberapa tahun terakhir, platform dan aplikasi online seperti Pinterest dan Canva telah membuat mudah bagi pengguna untuk membuat dan berbagi moodboard secara online. Ini memungkinkan untuk kolaborasi jarak jauh dengan anggota tim atau klien dan memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menambahkan dan menghapus elemen visual dalam moodboard.

Fungsi Moodboard
Moodboard memiliki beberapa fungsi utama dalam pengembangan desain, seni visual, dan proyek kreatif lainnya. Berikut ini adalah beberapa fungsi moodboard yang penting:
1. Mengembangkan ide dan konsep: Moodboard membantu desainer dan profesional kreatif dalam mengembangkan ide dan konsep untuk proyek yang sedang dikerjakan. Dengan mengumpulkan gambar, warna, dan bahan lain yang mendukung konsep dan tema proyek, moodboard dapat membantu dalam mengembangkan ide dan visi yang jelas.

2. Mengkomunikasikan ide dan konsep: Moodboard juga berfungsi untuk mengkomunikasikan ide dan konsep kepada klien atau tim. Dengan menyatukan elemen visual dan konseptual dalam satu tempat, moodboard dapat membantu dalam mengkomunikasikan ide dan membantu klien atau tim dalam memahami konsep yang diusulkan.

3. Memvisualisasikan konsep: Moodboard membantu dalam memvisualisasikan konsep dan ide yang abstrak atau sulit dipahami. Dengan menyatukan elemen visual dan konseptual dalam satu tempat, moodboard dapat membantu dalam memvisualisasikan konsep dan membantu klien atau tim dalam memahami konsep yang diusulkan.

4. Mengembangkan gaya dan tema: Moodboard juga berfungsi untuk mengembangkan gaya dan tema untuk proyek yang sedang dikerjakan. Dengan memilih gambar, warna, dan bahan lain yang mendukung gaya dan tema tertentu, moodboard dapat membantu desainer dan seniman dalam menciptakan nuansa dan suasana yang tepat untuk proyek.

5. Menjaga konsistensi dan kesesuaian: Moodboard membantu dalam menjaga konsistensi dan kesesuaian dalam proyek. Dengan menyatukan elemen visual dan konseptual dalam satu tempat, moodboard dapat membantu dalam menjaga fokus pada konsep dan tema yang diusulkan dan mencegah terjadinya kebingungan atau kekacauan dalam proyek.
 
Tujuan Moodboard
Tujuan utama dari moodboard adalah untuk membantu desainer, seniman, dan profesional kreatif dalam mengembangkan ide, konsep, dan tema untuk proyek yang sedang dikerjakan. Beberapa tujuan khusus dari moodboard antara lain:
1. Membantu dalam menciptakan visi yang jelas: Moodboard dapat membantu desainer dan seniman dalam menciptakan visi yang jelas untuk proyek yang sedang dikerjakan. Dengan mengumpulkan gambar, warna, teks, dan bahan-bahan lain yang mendukung konsep dan tema proyek, moodboard dapat membantu dalam mengembangkan ide yang jelas dan komunikatif.

2. Membantu dalam mengekspresikan ide: Moodboard dapat membantu dalam mengekspresikan ide atau gagasan dengan cara yang visual dan estetis. Dengan menyatukan elemen visual dan konseptual dalam satu tempat, moodboard dapat membantu dalam mengkomunikasikan ide dan membantu klien atau tim dalam memahami konsep yang diusulkan.

3. Membantu dalam mengembangkan gaya dan tema: Moodboard dapat membantu dalam mengembangkan gaya dan tema untuk proyek yang sedang dikerjakan. Dengan memilih gambar, warna, dan bahan lain yang mendukung gaya dan tema tertentu, moodboard dapat membantu desainer dan seniman dalam menciptakan nuansa dan suasana yang tepat untuk proyek.

4. Membantu dalam memvisualisasikan konsep: Moodboard dapat membantu dalam memvisualisasikan konsep dan ide yang abstrak atau sulit dipahami. Dengan menyatukan elemen visual dan konseptual dalam satu tempat, moodboard dapat membantu dalam memvisualisasikan konsep dan membantu klien atau tim dalam memahami konsep yang diusulkan.

5. Membantu dalam menjaga fokus: Moodboard dapat membantu dalam menjaga fokus dan menghindari kebingungan atau kekacauan dalam proyek. Dengan menyatukan elemen visual dan konseptual dalam satu tempat, moodboard dapat membantu dalam menjaga fokus pada konsep dan tema yang diusulkan.

Cara Membuat Moodboard
Berikut ini adalah beberapa langkah umum dalam membuat moodboard:
1. Tentukan konsep atau tema proyek yang sedang dikerjakan
Sebelum membuat moodboard, penting untuk menentukan konsep atau tema proyek yang sedang dikerjakan. Hal ini akan membantu dalam menentukan elemen visual dan konseptual yang akan dimasukkan ke dalam moodboard.

2. Kumpulkan elemen visual dan konseptual yang sesuai dengan konsep atau tema
Setelah menentukan konsep atau tema proyek, mulailah mencari dan mengumpulkan elemen visual dan konseptual yang sesuai. Ini dapat berupa gambar, warna, tekstur, bahan, font, dan elemen lainnya yang mendukung konsep atau tema.
 
3. Pilih platform atau alat untuk membuat moodboard
Ada beberapa platform atau alat yang dapat digunakan untuk membuat moodboard, termasuk aplikasi desain grafis seperti Adobe Photoshop atau Illustrator, aplikasi moodboard online seperti Canva atau Milanote, atau bahkan papan kertas atau dinding.
 
4. Susun elemen visual dan konseptual ke dalam moodboard
Setelah memilih platform atau alat, susun elemen visual dan konseptual yang telah dikumpulkan ke dalam moodboard. Usahakan agar moodboard terlihat seimbang dan proporsional, dan jangan takut untuk mencoba beberapa variasi dan pengaturan yang berbeda-beda.
 
5. Evaluasi dan perbaiki
Setelah selesai membuat moodboard, evaluasi kembali moodboard untuk memastikan bahwa elemen visual dan konseptual yang dipilih mendukung konsep atau tema proyek yang sedang dikerjakan. Jika diperlukan, perbaiki dan tambahkan elemen baru untuk memperkuat konsep atau tema.
 
6. Bagikan dan diskusikan
Setelah moodboard selesai dibuat, bagikan dan diskusikan dengan klien atau tim untuk memperoleh umpan balik dan masukan. Moodboard dapat membantu dalam memvisualisasikan ide dan konsep, sehingga dapat memudahkan dalam berdiskusi dan memperoleh persetujuan.

Moodboard di era digital memungkinkan para desainer dan seniman untuk membuat dan membagikan moodboard dengan cara yang lebih efisien dan mudah. Ada beberapa cara untuk membuat moodboard secara digital, termasuk menggunakan perangkat lunak khusus moodboard atau aplikasi desain grafis seperti Canva, Adobe Photoshop, dan Illustrator.

Salah satu keuntungan utama dari moodboard digital adalah kemampuan untuk menyimpan dan mengakses moodboard dari mana saja dan kapan saja, bahkan saat sedang bepergian. Ini memungkinkan para desainer dan seniman untuk mengumpulkan ide dan inspirasi dari berbagai sumber, seperti internet, aplikasi mobile, atau foto yang diambil dengan kamera ponsel.

Moodboard digital juga memudahkan untuk berbagi moodboard dengan klien atau tim, terutama jika anggota tim berada di lokasi yang berbeda. Seorang desainer atau seniman dapat dengan mudah mengirim moodboard melalui email, pesan instan, atau aplikasi kolaborasi seperti Slack atau Asana.

Namun, meskipun moodboard digital memiliki banyak keuntungan, ada juga beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Salah satu kelemahan utama adalah kurangnya pengalaman fisik dalam merangkai dan mengatur gambar-gambar pada moodboard, yang dapat memengaruhi kemampuan untuk menghasilkan.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwwa moodboard merupakan alat kreatif yang dapat membantu dalam mengembangkan ide dan konsep dalam berbagai proyek, baik itu desain grafis, interior, fashion, atau film. Dalam era digital, moodboard dapat dibuat dengan menggunakan berbagai platform atau alat, seperti aplikasi desain grafis atau aplikasi moodboard online. Dalam membuat moodboard, langkah-langkah yang perlu diikuti meliputi menentukan konsep atau tema proyek, mengumpulkan elemen visual dan konseptual, memilih platform atau alat, menyusun elemen ke dalam moodboard, dan mengevaluasi serta memperbaiki. 

Dalam membuat moodboard, perlu diperhatikan untuk tetap fokus pada tujuan dan konsep proyek, serta memilih gambar dan teks yang mendukung dan relevan. Dengan menggunakan moodboard, dapat memudahkan dalam memvisualisasikan ide dan konsep, berbagai platform atau alat, dan langkah-langkah serta memperoleh persetujuan dari klien atau tim dapat diikuti secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan.
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda