+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Procurement Adalah: Pengertian, Proses, Strategi, Faktor - Faktor, Tujuan, Dan Manfaatnya

3 May, 2023   |   AnjasLeonardi

Procurement Adalah: Pengertian, Proses, Strategi, Faktor - Faktor, Tujuan, Dan Manfaatnya

Procurement atau pengadaan adalah suatu proses yang terkait dengan pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh suatu bisnis. Proses ini meliputi tahap-tahap mulai dari pemilihan vendor atau pemasok, negosiasi harga dan persyaratan, hingga pengawasan kualitas barang atau jasa yang diterima.

Tujuan dari pengadaan adalah untuk memastikan bahwa bisnis memiliki pasokan barang atau jasa yang dibutuhkan untuk menjalankan operasinya dengan efektif dan efisien. Selain itu, pengadaan yang efektif juga dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk atau layanan yang dihasilkan, serta mengurangi biaya produksi.

Manfaat dari pengadaan yang efektif adalah dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan daya saing di pasar, meningkatkan profitabilitas, serta meminimalkan risiko terkait dengan pasokan bahan baku atau barang yang dibutuhkan. Dengan menerapkan strategi pengadaan yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa pasokan barang atau jasa selalu tersedia dengan kualitas dan harga yang tepat.

Dalam artikel ini, akan dibahas secara rinci mengenai pengadaan dalam sebuah bisnis, mulai dari pengertian hingga manfaatnya. Dengan memahami konsep dan prinsip dasar dari pengadaan, perusahaan dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi bisnis.
 

Pengertian Procurement Dalam Sebuah Bisnis

Procurement atau pengadaan dalam sebuah bisnis meliputi proses pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjalankan operasinya. Proses ini meliputi tahap-tahap mulai dari identifikasi kebutuhan, pemilihan vendor atau pemasok, negosiasi harga dan persyaratan, hingga pengawasan kualitas barang atau jasa yang diterima.

Tujuan utama dari pengadaan dalam bisnis adalah untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki pasokan barang atau jasa yang dibutuhkan untuk menjalankan operasinya dengan efektif dan efisien. Dengan menerapkan pengadaan yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa pasokan bahan baku atau barang selalu tersedia, serta menghindari terjadinya kekurangan atau kelangkaan yang dapat menghambat produksi.

Selain itu, pengadaan yang efektif juga dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk atau layanan yang dihasilkan, serta mengurangi biaya produksi. Dengan melakukan negosiasi harga yang tepat dan memilih vendor atau pemasok yang terpercaya, perusahaan dapat memperoleh bahan baku atau barang dengan harga yang lebih murah, sehingga dapat meningkatkan profitabilitas bisnis.

Manfaat lain dari pengadaan yang efektif adalah dapat membantu perusahaan dalam meminimalkan risiko terkait dengan pasokan barang atau jasa. Dengan melakukan pengawasan terhadap kualitas barang atau jasa yang diterima, perusahaan dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak merugikan konsumen.

Dalam praktiknya, pengadaan yang efektif memerlukan strategi yang terencana dengan baik, serta pemilihan vendor atau pemasok yang tepat. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor seperti kualitas, harga, keandalan, serta reputasi vendor atau pemasok sebelum memutuskan untuk bermitra dengan mereka.
 

Proses dan Strategi Procurement dalam Bisnis

Proses dan strategi procurement dalam bisnis meliputi serangkaian langkah yang dirancang untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan dengan cara yang efektif dan efisien. Berikut adalah beberapa langkah dalam proses dan strategi procurement yang umum dilakukan dalam sebuah bisnis:

1. Identifikasi kebutuhan:
Langkah pertama dalam proses procurement adalah mengidentifikasi kebutuhan bisnis. Ini melibatkan identifikasi barang atau jasa yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi bisnis. Penting untuk memperhatikan jumlah, spesifikasi, dan waktu pengiriman yang dibutuhkan.

2. Riset pasar:
Setelah kebutuhan bisnis diidentifikasi, perusahaan perlu melakukan riset pasar untuk menemukan vendor atau pemasok yang cocok. Ini melibatkan penilaian vendor atau pemasok yang tersedia, membandingkan harga dan layanan yang ditawarkan, serta memperhatikan reputasi vendor atau pemasok.

3. Negosiasi harga:
Setelah vendor atau pemasok yang cocok dipilih, langkah selanjutnya adalah melakukan negosiasi harga. Penting untuk memperoleh harga yang adil dan kompetitif agar bisnis dapat menghemat biaya dan meningkatkan profitabilitas.

4. Penandatanganan kontrak:
Setelah kesepakatan harga dan persyaratan lainnya tercapai, perusahaan perlu menandatangani kontrak dengan vendor atau pemasok. Kontrak ini harus memuat semua persyaratan dan kewajiban yang disepakati oleh kedua belah pihak.

5. Pengawasan kualitas:
Setelah barang atau jasa diterima, perusahaan perlu melakukan pengawasan kualitas untuk memastikan bahwa produk yang diterima sesuai dengan spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Jika ada masalah atau kekurangan, perusahaan harus segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Beberapa strategi procurement yang dapat diterapkan dalam bisnis meliputi:
1. Menerapkan proses pengadaan yang terstandarisasi:
Penting untuk memiliki proses pengadaan yang terstandarisasi dan terdokumentasi agar memudahkan pengelolaan dan pemantauan proses procurement.

2. Meningkatkan efisiensi melalui teknologi:
Perusahaan dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam proses procurement, seperti menggunakan sistem manajemen pembelian (Purchase Management System) atau Electronic Procurement (e-Procurement).

3. Mengelola risiko pasokan:
Perusahaan perlu mengelola risiko pasokan dengan mengembangkan rencana kontinjensi dan melakukan diversifikasi pasokan untuk mengurangi risiko terkait pasokan yang tidak stabil.

4. Membangun hubungan yang kuat dengan vendor atau pemasok:
Penting untuk membangun hubungan yang kuat dengan vendor atau pemasok yang dipilih, karena dapat membantu memperoleh harga yang lebih baik dan memberikan manfaat jangka panjang untuk bisnis.

Dalam praktiknya, strategi procurement yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, serta dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan efektivitas dan efisiensi operasi bisnis.
 

Tujuan Procurement dalam Bisnis

Tujuan procurement dalam bisnis adalah untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi bisnis dengan cara yang efektif dan efisien. Tujuan spesifik procurement dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan bisnis, namun umumnya meliputi:

1. Mengurangi biaya:
Salah satu tujuan utama procurement adalah untuk mengurangi biaya pengadaan barang atau jasa. Dalam banyak kasus, perusahaan dapat memperoleh harga yang lebih baik melalui negosiasi dengan vendor atau pemasok yang kompetitif.

2. Meningkatkan efisiensi:
Dengan memperoleh barang atau jasa yang tepat pada waktu yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasi bisnisnya. Ini termasuk mengurangi waktu dan biaya pengiriman, mempercepat produksi, dan meningkatkan penggunaan sumber daya yang ada.

3. Mengoptimalkan pasokan:
Procurement dapat membantu perusahaan untuk mengoptimalkan pasokan barang atau jasa yang dibutuhkan untuk operasi bisnis. Dalam hal ini, perusahaan dapat mengembangkan strategi pengadaan untuk memastikan bahwa pasokan tersedia pada waktu yang tepat dan dengan kualitas yang baik.

4. Memperbaiki kualitas:
Tujuan procurement juga termasuk memperbaiki kualitas barang atau jasa yang dibeli. Ini dapat dilakukan dengan memilih vendor atau pemasok yang memiliki reputasi baik dan memastikan bahwa produk yang diterima sesuai dengan spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditetapkan.

5. Mengelola risiko pasokan:
Dalam bisnis, ada risiko yang terkait dengan pasokan barang atau jasa. Tujuan procurement juga meliputi mengelola risiko ini dengan membangun rencana kontinjensi, melakukan diversifikasi pasokan, dan memastikan bahwa ada alternatif jika pasokan terganggu.
 

Faktor - Faktor Procurement dalam Bisnis

Procurement atau pengadaan barang atau jasa merupakan salah satu aspek penting dalam bisnis. Proses procurement yang efektif dapat membantu perusahaan memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan dengan cara yang efisien dan efektif, sementara proses procurement yang tidak efektif dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu dan memengaruhi keberhasilan bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses procurement.

1. Kebutuhan bisnis:
Faktor yang paling mendasar dalam proses procurement adalah kebutuhan bisnis. Bisnis perlu membeli barang atau jasa tertentu agar bisa menjalankan operasinya dengan baik. Kebutuhan ini dapat berkaitan dengan produksi, pengiriman, pemasaran, atau aspek bisnis lainnya.

2. Anggaran:
Anggaran yang tersedia juga merupakan faktor penting dalam proses procurement. Perusahaan perlu memastikan bahwa pengeluaran untuk procurement tidak melebihi anggaran yang tersedia. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan analisis biaya dan manfaat untuk memilih pilihan procurement yang paling efektif dan efisien.

3. Ketersediaan pasokan:
Ketersediaan pasokan barang atau jasa juga memengaruhi proses procurement. Jika pasokan terbatas, perusahaan perlu mencari alternatif pasokan atau mempertimbangkan pengurangan penggunaan barang atau jasa tertentu.

4. Persyaratan kualitas:
Persyaratan kualitas yang ditetapkan perusahaan juga memengaruhi proses procurement. Perusahaan perlu memastikan bahwa barang atau jasa yang dibeli sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

5. Peraturan dan kepatuhan:
Perusahaan perlu mematuhi peraturan dan kepatuhan yang berlaku dalam proses procurement. Hal ini termasuk mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah atau badan pengatur lainnya, serta memastikan bahwa vendor atau pemasok yang dipilih memenuhi persyaratan hukum dan etika.

6. Hubungan dengan vendor:
Hubungan dengan vendor atau pemasok juga memengaruhi proses procurement. Perusahaan perlu memilih vendor yang dapat dipercaya dan memiliki reputasi baik, serta dapat memberikan harga dan kualitas yang baik.

7. Teknologi:
Perkembangan teknologi dapat memengaruhi proses procurement. Teknologi dapat membantu perusahaan dalam mengelola data, memproses pembayaran, dan memantau pengiriman barang atau jasa yang dipesan.

8. Lingkungan bisnis:
Faktor eksternal seperti lingkungan bisnis atau kondisi pasar juga dapat memengaruhi proses procurement. Perusahaan perlu mempertimbangkan faktor ini dalam pengambilan keputusan procurement.

Faktor-faktor ini harus dipertimbangkan dengan cermat dalam proses procurement untuk memastikan bahwa perusahaan memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan dengan cara yang efektif dan efisien.
 

Manfaat Procurement dalam Bisnis

Proses procurement yang baik dan efektif dapat memberikan banyak manfaat bagi bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat procurement dalam bisnis:

1. Efisiensi Biaya Dengan memilih vendor atau pemasok yang tepat, perusahaan dapat memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan dengan harga yang lebih murah. Hal ini dapat mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas bisnis. Selain itu, melalui penggunaan teknologi dalam proses procurement, perusahaan juga dapat menghemat biaya dan waktu.

2. Ketersediaan Pasokan yang Stabil Dengan memiliki rencana procurement yang jelas dan terstruktur, perusahaan dapat memastikan ketersediaan pasokan yang stabil dan meminimalkan risiko kekurangan pasokan. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk menjaga kualitas dan konsistensi produksi dan menghindari kehilangan kesempatan bisnis.

3. Kualitas Barang atau Jasa yang Lebih Baik Proses procurement yang baik dapat membantu perusahaan memilih vendor atau pemasok yang dapat memberikan barang atau jasa dengan kualitas yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan membantu perusahaan memenangkan persaingan di pasar.

4. Mitra Bisnis yang Lebih Baik Melalui proses procurement yang efektif, perusahaan dapat memilih vendor atau pemasok yang dapat menjadi mitra bisnis jangka panjang yang baik. Dengan adanya hubungan yang baik dengan vendor atau pemasok, perusahaan dapat memperoleh keuntungan tambahan seperti diskon harga, peningkatan kualitas produk atau layanan, dan dukungan teknis.

5. Peningkatan Efisiensi Operasional Proses procurement yang terstruktur dapat membantu perusahaan mempercepat dan mengoptimalkan operasi bisnisnya. Hal ini dapat mengurangi waktu dan biaya pengadaan, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mengikuti perubahan pasar.

6. Pengelolaan Risiko yang Lebih Baik Proses procurement yang efektif juga dapat membantu perusahaan mengelola risiko yang mungkin timbul dalam operasi bisnis. Dengan melakukan analisis risiko dan pemilihan vendor yang tepat, perusahaan dapat menghindari risiko yang berkaitan dengan kekurangan pasokan, kualitas produk atau layanan yang buruk, dan pelanggaran etika.

Dalam keseluruhan, proses procurement yang baik dapat memberikan manfaat besar bagi bisnis, membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya dan menjadi lebih efisien, efektif, dan kompetitif di pasar.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda