+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Cash Opname, Mari Simak Penjelasannya!

29 April, 2023   |   alphi

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Cash Opname,  Mari Simak Penjelasannya!

Bagi anda yang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kas, bahkan istilah kas sudah kita dengar sejak masih duduk dibangku sekolah. Kas merupakan aset yang paling aktif dan berpengaruh dalam setiap transaksi karena menjadi dasar valuasi atau penilaian yang jelas. Cash Opname merupakan salah satu langkah yang dilakukan perusahaan untuk menjaga aset dan kas perusahaan.  Sebenarnya, Cash Opname dan Stock Opname mempunyai tujuan yang hampir sama, yaitu pemeriksaan fisik untuk memverifikasi keakuratan laporan akuntansi dan laporan yang sebenarnya. Bedanya, stok persediaan barang perusahaan merupakan bagian yang diperiksa oleh stock opname, sedangkan objek yang diperiksa pada cash opname adalah uang perusahaan. Di artikel kali IDMetafora akan membahas mengenai apa itu Cash Opname.


Pengertian Cash Opname

Cash Opname merupakan kegiatan pemeriksaan atau audit kas secara fisik. Cash opname adalah proses pengambilan uang tunai dari rekening bank atau kas perusahaan untuk keperluan operasional atau transaksi lainnya. Dalam hal ini, uang tunai diambil dari kas perusahaan atau rekening bank, yang kemudian akan digunakan untuk pembayaran atau transaksi lainnya. Cash Opname sering dilakukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji karyawan, atau pembayaran utang kepada pemasok. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses uang tunai secara cepat dan efisien, sehingga dapat menjalankan operasinya tanpa hambatan. Namun, perlu diperhatikan bahwa Cash Opname harus dilakukan dengan hati-hati dan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial perusahaan.

Pada umumnya, audit kas fisik ini dilakukan oleh akuntan dengan cara melalui pemeriksaan fisik yang menghitung aktiva berwujud atau aset yang termasuk inventaris, uang tunai, peralatan, bangunan, dan lain sebagainya. Di sisi lain, cash opname tidak dimungkinkan atau keberadaannya tidak dapat dibuktikan, terutama melalui dokumentasi seperti piutang dagang, investasi, kewajiban, pendapatan, uang muka atau hal lainnya. Agar dapat menguji nilai atau perkiraan jumlah yang terkait langsung dengan penilaian sebagian besar aset, Perusahaan atau pelaku bisnis bisa menggunakan pengujian yang dilakukan secara fisik ini


Tujuan Cash Opname

Pada dasarnya,  mengendalikan kas perusahaan.merupakan tujuan utama dilakukannya aktivitas cash opname. Dibawah ini terdapat tujuan lain dilakukannya kegiatan cash opname:

• Merupakan bentuk pengendalian intern perusahaan atas transaksi yang berhubungan dengan kas kecil, apakah masih perlu perbaikan atau sudah akurat
• Mengawasi dan memantau apakah ada kecurangan yang dilakukan, hal ini dilakukan karena kas kecil dapat dipindahtangankan dan kepemilikannya tidak dapat dibuktikan secara pasti. 
• Mencari dan menelusuri terkait batasan yang mungkin berlaku dalam penggunaan kas kecil. 
• Merupakan pertanggungjawaban oleh kasir kas kecil terkait pengeluaran dana yang terjadi.
• Memverifikasi jika nominal uang saldo kas kecil sudah sama dengan catatan pembukuan yang dimiliki oleh perusahaan.
• Memastikan apakah saldo kas kecil sudah berada di neraca dan perusahaan pun sudah memilikinya.


Syarat Melakukan Cash Opname

Terdapat syarat - syarat yang harus dilakukan dalam Cash Opname agar tim peneliti memiliki kepercayaan yang cukup terhadap saldo kas dan setara kas, berikut diantaranya:

1. Penyajian dan Pengungkapan
Penyajian dan pengungkapan dalam cash opname mengacu pada kewajiban untuk menyajikan informasi yang akurat dan lengkap mengenai transaksi kas yang telah terjadi dalam periode yang bersangkutan, termasuk catatan pembukuan yang terkait dengan kas dan pembukuan bank yang terkait dengan rekening kas perusahaan. Selain itu, juga harus dilakukan pengungkapan mengenai segala jenis keterlambatan pembayaran, kelebihan kas, dan kekurangan kas yang terjadi dalam periode yang bersangkutan. 

2. Keberadaan
Syarat kedua dari cash opname adalah keberadaan. Maksudnya, Keberadaan fisik kas yang ada dalam perusahaan atau organisasi pada saat dilakukan penghitungan fisik. Kas tersebut harus ditemukan terlebih dahulu dan dipastikan keberadaannya sebelum dilakukan cash opname. Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh kas yang tercatat dalam buku kas juga benar-benar ada dalam bentuk fisik. Jika kas tidak ditemukan atau keberadaannya tidak dapat dipastikan, maka perlu dilakukan investigasi untuk mencari tahu penyebabnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa transaksi kas yang terjadi dalam periode yang bersangkutan, atau dengan melakukan pemeriksaan terhadap keamanan kas tersebut untuk memastikan bahwa tidak terjadi pencurian atau kehilangan.

3. Penilaian
Jika saldo awal berupa mata uang asing dan terdapat perbedaan antara nilai tukar spot dan valuta asing pada akhir periode akuntansi, maka kas dan setara kas akan diukur kembali.

4. Hak dan kewajiban
hak dan kewajiban yang terkait dengan kas dan keamanan kas yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam proses cash opname. Ini meliputi hak dan kewajiban yang terkait dengan petugas kas, pengawas, dan auditor internal maupun eksternal yang terlibat dalam proses tersebut. Tidak ada kas yang dipegang atas nama pihak ketiga  tanpa pengungkapan yang sesuai dalam laporan keuangan.

5. Kelengkapan
penting untuk memastikan bahwa semua informasi kas yang diperlukan tersedia secara lengkap, baik dalam bentuk dokumen fisik maupun dalam bentuk elektronik. Hal ini dapat membantu memudahkan proses penghitungan fisik kas dan memastikan bahwa tidak ada transaksi kas yang terlewatkan atau tidak tercatat dengan benar. Juga,  Semua pencatatan baik itu kas maupun setara kas, termasuk yang dimiliki oleh pihak ketiga, telah dimasukkan dalam laporan keuangan perusahaan yang terkait. 


Dokumen Yang Dibutuhkan Dalam Cash Opname

Setiap perusahaan perlu mempersiapkan beberapa dokumen pendukung penting lainnya saat ingin melakukan kegiatan cash opname. Berikut diantaranya:

1. Jurnal Penjualan Kas
Jurnal pengeluaran kas merupakan jurnal yang dibuat untuk mencatat semua pengeluaran uang kas. Jurnal Penjualan Kas mencatat informasi seperti tanggal transaksi, nomor faktur, nama pelanggan, jumlah penjualan, diskon, dan total penerimaan kas. Dokumen ini biasanya disusun secara kronologis, sehingga memudahkan dalam melakukan verifikasi terhadap transaksi yang telah tercatat dalam buku kas.

2. Faktur Pemasok
Faktur Pemasok merupakan dokumen invoice. Yaitu, faktur yang digunakan sebagai alat penagihan dari pemasok produk barang atau jasa. faktur pemasok dapat membantu memastikan kebenaran dan kelengkapan informasi transaksi yang tercatat dalam buku kas. Dalam hal ini, faktur pemasok dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk memastikan bahwa jumlah pembelian dan pembayaran kas yang tercatat dalam buku kas sesuai dengan informasi yang tertera.

3. Nota Debet
Nota debet merupakan bukti transaksi yang dilakukan oleh perusahaan yang menyatakan bahwa barang ingin atau telah dikembalikan karena suatu alasan. Pembeli akan mengirimkan dokumen ini kepada penjual, hal ini bisa terjadi jika terdapat kerusakan terhadap produk yang dibeli atau ketidaksesuaian pesanan. Nota Debet juga dapat digunakan sebagai referensi untuk memastikan bahwa transaksi yang tercatat dalam buku kas telah diakui secara lengkap dan akurat, serta untuk mengidentifikasi adanya penambahan nilai pada suatu transaksi yang telah terjadi sebelumnya. 

4. Laporan Penerimaan Barang
Dokumen yang dibutuhkan dalam cash opname terakhir adalah laporan penerimaan barang. Dokumen ini mencakup data hasil pemeriksaan atas barang yang telah diterima. 


Istilah Khusus Dalam Cash Opname

1. Keyholder
Sebagian besar organisasi memiliki seseorang yang menyimpan atau bertanggung jawab atas kunci tempat penyimpanan uang atau brankas. Mereka disebut sebagai pemegang kunci atau keyholder.

2. Log
Log merupakan pencatatan atau daftar transaksi yang terjadi pada kas atau uang tunai suatu entitas bisnis. Log mencatat setiap transaksi yang dilakukan dengan uang tunai, termasuk setiap pemasukan dan pengeluaran.

3. Voucher
Voucher memperlihatkan setiap pembayaran individual di log. Voucher mewakili transaksi dan dapat dilihat sebagai karyawan yang memesan atau memberitahu di mana dan bagaimana mereka menghabiskan kas kecil.

4. Disbursement
pengeluaran uang tunai oleh sebuah entitas bisnis. setiap disbursement dicatat sebagai pengurangan dari saldo kas dan dicatat secara terperinci dalam catatan transaksi kas.

5. Float
Float merupakan jumlah pertama yang ada secara fisik. Itu akan diisi ulang setiap bulan atau kuartal dalam kebanyakan kasus


Prosedur Pelaksanaan Cash Opname

1. Menghitung Uang Fisik atau Kas
Melakukan penghitungan kas dadakan pada hari kerja pertama tahun buku merupakan hal pertama yang harus perusahaan atau pelaku bisnis lakukan untuk memastikan kas itu sendiri ada secara fisik. Perhitungan ini harus dilakukan di bawah pengawasan akuntan atau auditor serta dilihat langsung oleh kasir. 

2. Melakukan Perhitungan Mundur ke Posisi Tutup Buku
Auditor kemudian membandingkan jumlah yang diperoleh dari hasil audit sebelumnya dengan saldo kas di buku besar. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya fisik uang sesuai dengan saldo buku besar.

3. Membuat Daftar Cek serta Kasbon Sementara
Tahap selanjutnya adalah membuat daftar cek. Daftar cek dan kasbon sementara mencakup semua cek yang diterima oleh suatu perusahaan atau pelaku bisnis, baik yang sudah dicairkan maupun belum dicairkan. Daftar cek dan kasbon sementara mencatat jumlah uang yang dipinjam, nama peminjam, tanggal pinjaman, tanggal pengembalian yang diharapkan, serta keterangan tambahan seperti tujuan pinjaman. Daftar cek dan kasbon sementara juga dapat membantu entitas bisnis dalam melakukan reconciliation atau pengecekan saldo kas secara berkala untuk memastikan konsistensi dan ketepatan informasi kas yang dimiliki.

4. Membuat Berita Acara Pemeriksaan Kas
Membuat berita acara pemeriksaan kas merupakan prosedur akhir dari proses pengelolaan kas atau uang tunai yang dilakukan oleh sebuah sebuah perusahaan atau pelaku bisnis. Berita acara ini berfungsi sebagai laporan resmi yang memuat hasil dari pemeriksaan kas yang telah dilakukan. Berita acara pemeriksaan kas berisi informasi seperti jumlah saldo awal, setiap transaksi kas yang terjadi, jumlah saldo akhir, serta rincian mengenai setiap ketidakcocokan atau penyimpangan yang ditemukan selama proses pemeriksaan. Dalam berita acara ini, juga termasuk nama dan tanda tangan dari pihak yang melakukan pemeriksaan kas serta nama dan tanda tangan dari pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan kas di perusahaan atau pelaku bisnis tersebut. Dengan membuat berita acara pemeriksaan kas, Perusahaan dapat menyimpan bukti dokumentasi dalam proses audit dan penyusunan laporan keuangan dari bisnis atau usaha yang sedang dijalani.


Kesimpulan

Cash Opname merupakan sebuah verifikasi atau pemeriksaan fisik uang kas tunai antara saldo di pembukuan dan brankas/uang tunai di tangan (cash in hand). Cash opname dilakukan untuk memastikan bahwa saldo kas yang tercatat dalam catatan keuangan bisnis selalu akurat dan sesuai dengan jumlah uang tunai yang sebenarnya ada di dalam kas. Terdapat berbagai syarat dan prosedur yang harus dilakukan dalam cash opname. Melakukan cash opname akan terasa mudah jika perusahaan atau pelaku bisnis melakukannya dengan sabar dan teliti.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda