+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Pengertian Produksi: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Faktor, Jenis

17 April, 2023   |   alphi

Pengertian Produksi: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Faktor, Jenis

Dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap orang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Mungkin sebagian dari kita pernah melihat atau menyaksikan sendiri bagaimana sebuah produk diproses hingga memiliki bentuk yang sempurna dan dapat digunakan. Proses atau tahapan pembuatan produk inilah yang disebut dengan proses produksi. Tanpa adanya kegiatan produksi, kita tidak akan melihat adanya produk yang saat ini tersebar di seluruh dunia. Di artikel kali ini IDMETAFORA akan membahas lebih lanjut terkait apa itu produksi.


Pengertian Produksi beserta fungsinya 

Jika tidak ada proses produksi, produk yang kita gunakan sehari-hari hanyalah produk mentah. Jika tidak ada proses produksi, pakaian yang kita gunakan hanyalah berupa benang dan kain saja. Tidak ada sepatu dan sandal di sekitar kita yang dipakai. Produksi merupakan salah satu kegiatan yang objeknya dapat meningkatkan suatu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan, sehingga hasil produksi meningkat sesuai dengan keinginan konsumen.  Perlu diketahui bahwa ada dua hal pokok dalam produksi yang harus diperhatikan dan dipahami berdasarkan pengertian produksi di atas. Di bawah ini IDMETAFORA telah membaginya beserta penjelasannya:

• Produksi merupakan suatu kegiatan yang memiliki fungsi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Produksi menambah nilai penggunaan barang yang sudah digunakan sebelumnya. Dengan proses produksinya, barang-barang tersebut mendapatkan tambahan kegunaan atau bahkan fungsi baru. Misalnya, Ibu Nur merupakan salah seorang pengusaha baju dengan bahan dasar kain. Ibu Nur dapat memproduksi 20 pakaian dalam kurun waktu dua bulan. Usaha yang dilakukan oleh Ibu Nur dengan mengubah kain menjadi baju merupakan salah satu bentuk dari kegiatan produksi. Sebab Ibu Nur telah mengubah bahan dasar kain tersebut menjadi berbagai jenis model baju yang terbuat dari kain.

• Produksi merupakan suatu kegiatan yang meningkatkan nilai guna dari suatu barang atau jasa
Kegiatan produksi yang menciptakan nilai guna, dimana bahan baku yang semula tidak mempunyai nilai guna diolah sehingga dapat digunakan secara fungsional. Melihat dari aktivitas atau kegiatan Ibu Nur yang membuat kain menjadi berbagai macam model baju, maka apa yang Ibu Nur lakukan merupakan salah satu bentuk dari kegiatan produksi. Hal tersebut dikarenakan kain yang sebelumnya merupakan objek atau bahan dasar dengan nilai guna yang sangat terbatas, berubah menjadi benda yang memiliki nilai guna tinggi ditengah-tengah masyarakat kita.

Dari penjelasan yang ada di atas, terdapat dua nilai pokok utama dalam kegiatan produksi. Yaitu produksi berguna sebagai nilai tambah untuk barang atau jasa. Kedua dan produksi berguna untuk meningkatkan nilai barang atau jasa. Barang atau jasa yang diproduksi dapat digunakan secara langsung dan tidak langsung. Pada umumnya hasil produksi yang tidak dapat dimanfaatkan secara langsung dapat diolah lebih lanjut menjadi produk lain yang bernilai lebih tinggi. Pada dasarnya produksi adalah proses penciptaan nilai guna barang atau jasa dalam bentuk, diikuti dengan penambahan manfaat, bentuk, waktu dan tempat pada faktor-faktor produksi, sehingga produksi lebih dapat memenuhi kebutuhan pemakainya. Pada umumnya tujuan produksi adalah mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan. Oleh karena itu, persiapan dan manajemen yang cermat diperlukan sebelum memulai produksi. 


Tujuan Produksi

Dibawah ini IDMETAFORA akan menjelaskan beberapa tujuan utama dari produksi barang atau jasa produsen. Diantaranya:

• Menciptakan kemakmuran masyarakat
Menciptakan kemakmuran merupakan salah satu tujuan dari kegiatan produksi. Bukan hanya kemakmuran bagi produsen, tetapi juga kemakmuran atau kesejahteraan bagi konsumen karena hal tersebut diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. 

• Menggantikan barang yang rusak
Setiap produk atau objek yang produksi memiliki jangka waktu atau umur yang berbeda - beda. Kegunaan suatu produk dapat secara fisik habis atau bahkan rusak hingga tidak dapat lagi dikonsumsi atau digunakan kembali. Oleh karena itu, kegiatan produksi diperlukan untuk menggantikan produk yang telah dihentikan produksinya atau rusak hingga tidak dapat digunakan lagi. 

• Mendapatkan keuntungan
Memperoleh keuntungan dari kegiatan produksi merupakan hal yang lumrah dari segi ekonomi,  dan memang merupakan salah satu tujuan utama dari kegiatan produksi secara umum. Karena itu, setiap produsen biasanya memiliki pola pikir bahwa mereka tidak akan melakukannya jika hal tersebut tidak menguntungkan bagi produsen.

• Menghasilkan barang dan jasa
Menciptakan suatu barang atau jasa merupakan salah satu tujuan utama dari kegiatan produksi. Hal ini tentu saja disebabkan oleh besarnya kebutuhan masyarakat akan berbagai produk tersebut. Besarnya permintaan mendorong produsen untuk memproduksi barang dan jasa yang mampu memuaskan keinginan dan hasrat dari konsumen. 
 

Faktor Produksi

Terwujudnya faktor produksi merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah kegiatan produksi dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan. Dibawah ini terdapat faktor - faktor produksi, diantaranya:

• Faktor sumber daya alam
Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang ada di alam dan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhannya oleh manusia . Sumber daya alam merupakan faktor penting dalam produksi karena ketersediaannya mempengaruhi aliran produksi. Sumber daya alam yang tidak mencukupi kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan biaya produksi akan mengakibatkan harga jual yang tinggi dan tidak kompetitif. Misalnya, pabrik pengolahan tambang biasanya tidak jauh dari pusat penambangan. Pengerjaan kayu biasanya tidak jauh dari hutan. Contoh sumber daya alam adalah air, udara, hewan, tanaman, tambang, minyak dan gas alam. 

• Faktor sumber daya manusia
Setelah faktor sumber daya alam yang mendukung kegiatan produksi diperoleh, sumber daya manusia dituntut untuk mengelolanya. Manajemen produksi membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berhati-hati agar kegiatan produksi bisa berkelanjutan. Faktor ini mencakup semua aktivitas fisik dan mental manusia dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Sumber daya manusia dapat dibagi menjadi tiga kelompok termasuk tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta tenaga kerja tak terlatih. Berikut penjelasannya:

  • 1. Tenaga kerja terdidik
  • Tenaga kerja terdidik merupakan tenaga kerja yang berasal dari proses pelatihan yang sebenarnya, seperti guru, dosen, dokter dan lain-lain. 
  •  
  • 2. Tenaga kerja terlatih
  • Tenaga kerja terlatih merupakan tenaga kerja yang merupakan hasil dari pengalaman bertahun-tahun di bidang yang ditekuninya, seperti pengemudi, teknisi, mekanik dan lain-lain. 
  •  
  • 3. Tenaga kerja tak terlatih
  • Tenaga kerja tak terlatih merupakan tenaga kerja yang tidak memperhatikan jenjang pendidikan formal, seperti buruh tani, asisten rumah tangga, kuli angkut dan lain-lain. 


• Faktor sumber daya modal
Modal dapat diartikan sebagai harta benda yang bisa dipakai untuk melakukan sesuatu seperti halnya kegiatan produksi. Modal dapat dibedakan dalam berbagai jenis berdasarkan sumber modal, wujud, dan fungsi.  

  • 1. Berdasarkan sumbernya
  • Ada dua jenis modal berdasarkan sumbernya, yaitu modal internal yang berasal dari perusahaan itu sendiri. dan modal eksternal yang biasanya diambil dari keuntungan perusahaan yang dipakai untuk mengembangkan kegiatan produksi. Modal eksternal itu sendiri merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan, misalnya dari kreditur, bank atau investor. Kendala modal internal dapat diatasi dengan modal eksternal yang tidak terbatas. 

 

  • 2. Berdasarkan Fungsinya 
  • Modal terbagi menjadi modal individu dan modal sosial berdasarkan fungsinya. Modal individu merupakan modal yang berasal dari seseorang yang dapat mendorong kegiatan produktif tetapi menawarkan keuntungan sebagai imbalannya, seperti saham. sedangkan modal sosial merupakan modal yang berasal dari masyarakat dan memberikan manfaat umum kepada masyarakat berupa fasilitas, seperti pembangunan jalan tol dan bandara. 

 

  • 3. Berdasarkan Wujudnya
  • Modal terbagi menjadi dua bagian, yaitu modal konkret dan modal abstrak. Modal konkret merupakan modal mempunyai wujud, seperti barang yang mendukung kegiatan produksi atau gedung perkantoran. Sedangkan modal abstrak adalah modal yang tidak berwujud, seperti keterampilan dan kekayaan intelektual. 


• Faktor Kewirausahaan
Kewirausahaan merupakan faktor penting dalam proses produksi, sehingga tercipta barang dan jasa yang unggul dari keahlian dan keterampilan. Proses produksi menuntut manusia untuk mengelola kegiatan produksi sedemikian rupa sehingga dapat bertahan dalam jangka panjang. Di bawah ini adalah hal-hal terpenting yang harus dimiliki seorang pengusaha dalam proses produksi:

  • 1. Perencanaan
  • Pengusaha harus memikirkan strategi, visi dan misi, keamanan modal serta tujuan yang ditetapkan agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara efektif. 
  • 2. Organizing
  • Kemampuan mengatur semua faktor modal yang ada juga sangat penting bagi pengusaha. Perusahaan akan memiliki sistem yang jelas dan terstruktur jika memiliki kemampuan dalam berorganisasi.
  • 3. Actuating
  • Actuating merupakan kemampuan pengusaha dalam memberikan motivasi dan keterampilan kepada karyawannya. 
  • 4. Controlling 
  • Controlling merupakan kemampuan pengusaha untuk mengawasi semua faktor produksi yang ada, baik karyawan maupun pekerja, serta faktor-faktor lain seperti pembiayaan.

• Pengusaha
Sumber daya pengusaha mempengaruhi pengaturan dan integrasi faktor produksi lainnya sehingga penggunaan barang atau jasa dapat ditingkatkan secara efektif dan efisien.  


Jenis Produksi

• Produksi agraris
Produksi agraris merupakan kegiatan produksi yang menggunakan sumber daya alam sebagai sumber utama produksi produk. Salah satu contoh kegiatan produksi pertanian adalah penanaman padi. Seorang petani yang bercocok tanam padi menggunakan sawah untuk menghasilkan suatu produk berupa beras. Petani kemudian akan menjual hasil beras tersebut kepada pedagang untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. 

• Produksi industri
Produksi industri merupakan industri yang melakukan kegiatan melalui pengolahan bahan mentah atau bahan baku untuk menghasilkan produk jadi dan juga produk setengah jadi untuk dijual kembali atau juga untuk dikonsumsi langsung oleh konsumen, seperti Industri pakaian mengolah kain menjadi produk yang dapat digunakan, industri kosmetik, industri tekstil, industri makanan, industri semen, dan industri lainnya. 

• Produksi Jasa
Produk jasa merupakan industri yang kegiatannya melibatkan penyediaan jasa berupa pelayanan kepada masyarakat yang memiliki keahlian khusus dan mampu memecahkan masalah atau mengelolanya dengan menciptakan nilai, seperti guru, dokter, polisi, psikolog dan polisi.

• Produksi ekstraktif
Kegiatan produksi ekstraktif merupakan produksi yang memprioritaskan sumber daya alam untuk diambil produknya secara langsung. Kegiatan produksi ekstraktif ini dapat kita lihat dalam kegiatan tambang, baik itu dalam bentuk minyak bumi, batu-bara, maupun logam.

• Produksi pengangkutan
Pengangkutan merupakan industri yang melakukan kegiatan memperpendek jarak antara konsumen dan produsen dengan cara mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain, seperti perusahaan pengangkutan barang melalui transportasi udara, transportasi darat, dan transportasi laut.

Demikianlah penjelasan dari IDMETAFORA mengenai pengertian produksi, tujuan, faktor-faktor, dan jenisnya. Semoga melalui artikel ini kami dapat menjawab kebingungan anda sebelumnya.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda