+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Likuiditas adalah: Apa itu, Komponen, Fungsi, Manfaat, Jenis, Cara menghitung, Contoh

13 April, 2023   |   alphi

Likuiditas adalah: Apa itu, Komponen, Fungsi, Manfaat, Jenis, Cara menghitung, Contoh

Tentunya dalam menjalankan bisnis, perusahaan memiliki berbagai kewajiban, salah satunya adalah pembayaran hutang. Bagi perusahaan dengan likuiditas yang baik, situasi tersebut bukan merupakan masalah yang besar. Namun, akumulasi hutang jangka pendek untuk perusahaan yang memiliki likuiditas buruk dapat menjadi kasus fatal yang dapat membahayakan operasi perusahaan. 

Anda yang sering berkecimpung di dunia keuangan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah likuiditas. Namun, sebagian yang baru mengenal dunia keuangan, khususnya dunia investasi, tentu masih asing dengan istilah tersebut. Likuiditas sering digunakan untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan. Di artikel kali ini IDMetafora akan menjelaskan mengenai Likuiditas.


Apa itu likuiditas?

Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar hutang yang harus segera dibayar, seperti hutang dagang, hutang dividen, hutang pajak dan lain-lain. Likuiditas juga merupakan kemampuan seseorang atau perusahaan untuk membayar hutang yang harus segera dilunasi dari aktiva likuid atau harta lancarnya. Biasanya tingkat likuiditas perusahaan direpresentasikan dengan angka-angka tertentu seperti angka rasio lancar, angka rasio cepat, dan angka rasio kas. Jadi, semakin baik kinerja suatu perusahaan dapat dilakukan jika tinggi tingkat likuiditas perusahaan juga meningkat. Dari sini dapat disimpulkan bahwa likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Likuiditas juga dapat digunakan untuk mewakili posisi keuangan atau aset perusahaan. 
    

Komponen likuiditas

Likuiditas terdiri dari tiga komponen dasar yaitu kedalaman, resiliensi, dan kerapatan. Ketiganya terkait untuk menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan perusahaan. Berikut penjelasan terkait ketiga komponen diatas:

• Kedalaman
Komponen kedalaman merupakan selisih antara jumlah atau kuantitas produk yang dijual dan produk yang dibeli pada tingkat harga tertentu. 

• Resiliensi
Tingkat perubahan harga yang cukup signifikan menuju harga yang efisien setelah terjadinya disparitas atau ketidakstabilan harga.

• Kerapatan
Komponen kerapatan mengacu pada selisih atau perbedaan antara harga yang disepakati dengan harga reguler produk. 


Fungsi dan manfaat

Tingginya tingkat likuiditas suatu perusahaan dapat menarik investor. Karena ini merupakan pertanda baik bahwa perusahaan sehat secara finansial dan memiliki risiko kerugian yang rendah. Umumnya perusahaan-perusahaan tersebut termasuk dalam kategori seperti saham blue chip. Likuiditas perusahaan memiliki tugas dan manfaat tersendiri bagi proses operasional perusahaan. Di bawah ini terdapat beberapa fungsi dan manfaat dari likuiditas:

• Sebagai perantara dalam bisnis sehari-hari perusahaan. 
• Sebagai alat untuk memprediksi kebutuhan keuangan yang mendesak atau mendadak. 
• Memudahkan operasional nasabah bank atau lembaga keuangan yang ingin meminjam atau menarik uang. 
Sebagai tolok ukur fleksibilitas perusahaan dalam memperoleh izin investasi atau usaha lain yang menguntungkan. 
• Sebagai alat untuk meningkatkan kinerja bisnis. 
• Sebagai tolak ukur dalam hal kemampuan membayar kewajiban lancar perusahaan. 
• Dapat membantu manajemen dalam mengkaji efisiensi modal kerja. 
• Membantu perusahaan menganalisis dan menafsirkan kondisi keuangan jangka pendek. 


Jenis - jenis rasio likuiditas

Penting untuk memahami semua jenis likuiditas. Sederhananya, rasio likuiditas adalah rasio kemampuan perusahaan untuk menghidupi tanggungan atau membayar utang jangka pendeknya. Nilai rasio likuiditas ini merupakan ukuran dari likuiditas perusahaan. Likuiditas perusahaan dapat diukur dengan membandingkan komponen-komponen neraca. Komponen tersebut meliputi jumlah aset lancar (aktiva lancar) dan kewajiban lancar (pasiva lancar) atau utang jangka pendek. Agar dapat terlihat perkembangannya, proses pengukuran likuiditas juga dapat dilakukan secara berkala melalui beberapa periode akuntansi. Di bawah ini IDMetafora akan menjelaskan terkait jenis jenis rasio likuiditas, diantaranya:

• Rasio lancar
Rasio lancar adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva lancarnya untuk membayar hutang dan kewajiban lancarnya. Dengan mengukur likuiditas ini, perusahaan dapat mengetahui berapa aktiva lancar yang dapat digunakan untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya. Sangat mudah untuk mengetahui apakah suatu perusahaan memiliki rasio lancar yang baik atau tidak. Jika jumlah aktiva lancar lebih besar dari jumlah kewajiban lancar, berarti perusahaan memiliki rasio lancar yang baik dan mampu memenuhi kewajibannya. 

• Rasio cepat
Rasio cepat adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa mempertimbangkan persediaan yang ada. Karena persediaan membutuhkan proses yang lebih lama dan waktu yang lebih lama dibandingkan aset lainnya. Elemen - elemen yang ada di rasio cepat ini dapat mencakup piutang dan surat berharga. Artinya, jika rasio cepat perusahaan semakin tinggi, kondisi keuangannya tentu juga semakin sehat. Hal ini memudahkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. 

• Rasio kas
Rasio kas dapat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek dengan kas tersebut. Dana kas atau rekening giro merupakan contoh rasio kas perusahaan yang dipertimbangkan. Perusahaan akan beroperasi secara efisien dan dalam kondisi keuangan yang baik jika rasio kas menunjukkan rasio 1:1 atau lebih tinggi.

• Rasio perputaran kas
Rasio perputaran kas menggambarkan hubungan antara total penjualan dan modal kerja. Membagi angka penjualan dengan modal kerja bersih merupakan cara rasio perputaran kas ini dihitung. Perusahaan dapat menggunakan rasio ini untuk mengetahui berapa pendapatan atau laba yang dihasilkan dari penggunaan likuiditas. 

• Rasio modal kerja terhadap total aset
Rasio modal kerja terhadap total aset menunjukkan likuiditas perusahaan terhadap total aset dan posisi modal kerja. Rasio ini dihitung dengan mengurangkan  total aset saat ini dengan liabilitas dan membaginya dengan jumlah aset.
 

Cara menghitung tingkat likuiditas

Setelah mengetahui apa itu likuiditas, fungsi dan manfaatnya, serta jenis-jenisnya, langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana likuiditas itu sendiri dihitung. Dengan mengetahui perhitungan likuiditas, kita dapat mengetahui apakah likuiditas perusahaan tersebut baik atau tidak. Terdapat tiga jenis rumus dalam menghitung likuiditas, diantaranya:

• Menghitung rasio lancar
Menghitung rasio lancar digunakan pada saat menentukan seberapa besar aktiva lancar perusahaan dapat menutupi utang jangka pendek. Namun, semakin tinggi nilai yang dihasilkan, semakin baik perusahaan dapat menutupi kewajiban jangka pendeknya. di bawah ini merupakan yang digunakan untuk menghitung rasio lancar.

Rasio lancar = Aktiva lancar / Hutang lancar

Namun, nilai yang rendah juga bisa menjadi tanda bahwa perusahaan telah menggunakan aktiva lancarnya secara efektif dan efisien. Jadi ketika aktiva lancar digunakan dalam mengelola kas, persediaan barang, piutang usaha, dan kegiatan lainnya, mungkin saja rasio ini dapat digunakan untuk menghitung liabilitas dengan periode kurang dari satu tahun, seperti utang pajak perusahaan. 

• Menghitung rasio cepat
Rumus rasio cepat digunakan untuk menghitung persediaan barang yang merupakan bagian dari aktiva lancar. Hal ini bertujuan untuk melunasi kewajiban jangka pendek perusahaannya. Hal ini karena dalam mencairkan persediaan barang membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang lain. dibawah ini merupakan rumus dalam menghitung rasio cepat.

Rasio cepat = (Aktiva lancar - persediaan) / hutang lancar

Solvabilitas perusahaan atas kewajiban jangka pendeknya dapat dikatakan sangat baik jika hasil perhitungan dari rasio ini lebih besar dari 1,0. Jika hasilnya tidak lebih dari 3,0 maka dapat dilihat bahwa kapasitas perusahaan dianggap tidak sehat atau kurang produktif. Hal ini dikarenakan aktiva lancar perusahaan yang berupa investasi tidak digunakan secara optimal atau memiliki target laba yang tidak sesuai. Jadi, kita bisa melihat apakah arus kas perusahaan sehat atau tidak sehat dengan menjalankan rasio cepat.

• Menghitung rasio kas
Menghitung rasio kas biasanya mengukur jumlah kas yang tersedia untuk membayar utang jangka pendek perusahaan. Disarankan untuk menghasilkan angka yang sebanding antara kas dan hutang, yaitu 1:1 dengan menghitung rasio kas. Dapat juga dikatakan baik jika lebih banyak kas daripada hutang jangka pendek, ini karena dana tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek. Di bawah ini merupakan rumus untuk menghitung rasio kas:

Rasio kas = (kas + bank) / hutang lancar

Rasio kas dan perbankan mengacu pada kas perusahaan dan surat berharga lain yang mudah dicairkan seperti obligasi atau reksa dana, yang dapat digunakan saat perusahaan membutuhkan dana darurat. Namun, hal terpenting tentang rasio kas adalah tidak terlalu menarik bagi perusahaan untuk digunakan menghitung likuiditas. Hal ini karena kelebihan jumlah kas dianggap tidak produktif dan dianggap tidak dibelanjakan dengan baik dan benar. 


Contoh soal menghitung likuiditas

PT IDMetafora mempunyai aktiva lancar senilai Rp. 600.000.000 yang terdiri dari kas dan bank yang mana masing-masing senilai Rp. 200.000.000 dan Rp. 300.000.000. PT IDMetafora mempunyai hutang lancar senilai Rp. 300.000.000 serta inventory senilai Rp. 70.000.000. Hitunglah rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas dari PT IDMetafora!

• Rasio lancar 
Rasio lancar     = Aktiva lancar / Hutang lancar
= Rp. 600.000.000 /  Rp.300.000.000
= 2

Dari hasil diatas, rasio lancar PT IDMetafora adalah  2. Artinya, perusahaan dapat membayar hutangnya dan memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Batas rasionya adalah 1,2 yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu memperbaiki dan mengelola likuiditasnya dengan baik. 

• Rasio  cepat
Rasio cepat    = (Aktiva lancar - persediaan) / hutang lancar
        = (Rp. 600.000.000 - Rp. 70.000.000) / Rp. 300.000.000
        = Rp. 530.000.000 / Rp. 300.000.000
        = 1,76

Dari hasil, diatas rasio cepat PT IDMetafora adalah 1,76. Artinya kondisi kas perusahaan IDMetafora juga dapat memenuhi kewajibannya dengan aktiva lancar dikurangi persediaan dibagi dengan hutang lancar.

• Rasio kas
Rasio kas    = (kas + bank) / hutang lancar
        = (Rp. 200.000.000 + Rp. 300.000.000) / Rp. 300.000.000
        = Rp. 500.000.000 / Rp. 300.000.000
        = 1,66

Dari hasil diatas, rasio kas PT IDMetafora adalah 1,66. Hal itu menunjukkan bahwa kas perusahaan PT IDMetafora mampu memenuhi kewajibannya dengan benar dan tepat waktu. 


Kesimpulan

Likuiditas dalah kemampuan suatu aset untuk dijual atau dikonversikan menjadi uang tunai dengan cepat tanpa menimbulkan kerugian besar. Dalam konteks keuangan, likuiditas mengacu pada kemampuan sebuah perusahaan atau individu untuk memenuhi kewajiban keuangannya dengan lancar, seperti membayar hutang atau biaya operasional bulanan, dengan menggunakan aset yang dapat dengan mudah dikonversikan menjadi uang tunai. Semakin likuid suatu aset, semakin mudah pula untuk menjualnya dan mendapatkan uang tunai dalam waktu yang singkat. Sebaliknya, aset yang kurang likuid seperti saham yang sulit dijual atau properti yang memerlukan waktu untuk dijual, mungkin sulit untuk menghasilkan uang tunai yang dibutuhkan dalam waktu singkat.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda