+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Konsep Marketing : Pengertian, Elemen Penting, Tahapan Proses, Berserta Contohnya

28 March, 2023   |   AkhsanDaffa26

Konsep Marketing : Pengertian, Elemen Penting, Tahapan Proses, Berserta Contohnya

Tim pemasaran mempertimbangkan berbagai faktor ketika merancang strategi untuk mempromosikan produk perusahaan kepada khalayak. Mereka umumnya mengadopsi berbagai teknik pemasaran untuk merancang rencana dan kampanye persuasif guna memasarkan produk. Memperdalam pemahaman tentang konsep ini dapat membantu Anda merancang kampanye yang lebih efektif.
 

Apa Itu Konsep Dasar Marketing?

Istilah pemasaran merujuk pada sekelompok taktik yang diterapkan oleh organisasi untuk mengevaluasi kebutuhan klien mereka dan merancang strategi yang memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga dapat meningkatkan penjualan, memaksimalkan profit, dan mengatasi kompetisi.

Pada masa sekarang, konsep pemasaran telah menjadi sangat umum diadopsi oleh organisasi di seluruh dunia. Namun, hal ini tidak selalu terjadi pada masa lalu. Menurut konsep ini, sebuah organisasi harus memenuhi kebutuhan dan keinginan kliennya agar dapat mencapai tujuan organisasi. Teori ini pertama kali dijelaskan di dalam buku Adam Smith "The Wealth of Nations" pada tahun 1776, namun baru diterapkan secara luas sekitar 200 tahun kemudian.

Oleh Karena itu, pemasaran dapat dianggap sebagai proses untuk menarik dan mempertahankan klien, sambil memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka dengan produk atau layanan yang ditawarkan oleh organisasi, sehingga organisasi dapat mencapai keuntungan yang diinginkan.
 

Unsur - Unsur Penting Konsep Marketing

a) Needs (Kebutuhan)

Hal tersebut merupakan suatu keharusan bagi kelangsungan hidup; banyak konsekuensi negatif yang dapat terjadi jika tidak dipenuhi. Skenario terburuk adalah kehilangan nyawa. Kebutuhan mencakup berbagai aspek, seperti nutrisi, tempat bermukim, pertumbuhan pribadi, keamanan, interaksi sosial, harga diri, dan penghargaan.
 

b) Wants (Keinginan)

Keinginan merupakan aspek penting dalam hidup kita; keinginan kita terbentuk oleh norma sosial dan budaya yang ada di sekitar kita.
 

c) Demands (Tuntutan)

Saat keinginan, keperluan, dan hasrat kita didukung oleh kemampuan finansial kita, maka hal tersebut menjadi suatu tuntutan.
 

Berikut Konsep Dasar Marketing

Ada banyak konsep pemasaran karena setiap bisnis memiliki konsepnya sendiri. Sementara beberapa konsep masih berfungsi sampai sekarang, yang lain sudah ketinggalan zaman. Namun, kita akan melihat delapan konsep inti pemasaran, yang juga dikenal sebagai filosofi manajemen pemasaran.
 

1) Product Concept (Konsep Produk)

Tujuan utama dari konsep produk adalah untuk menghasilkan produk dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen. Hal ini dapat dicapai dengan memproduksi barang dalam jumlah besar untuk memanfaatkan skala ekonomi.

Produsen yang mengikuti konsep produk akan menggunakan strategi distribusi yang luas untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Dengan memperluas pasar mereka, mereka dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi.

Namun, dalam konsep produk, kebutuhan dan keinginan konsumen tidak menjadi fokus utama. Kuantitas barang yang dihasilkan menjadi lebih penting daripada kualitas. Oleh karena itu, konsumen seringkali merasa tidak puas dengan produk yang dihasilkan.

Konsep produk paling efektif ketika tidak ada pesaing di pasar. Seperti contohnya, Ford adalah perusahaan mobil pertama yang memproduksi kendaraan dalam jumlah besar. Karena tidak ada pesaing, konsumen hanya memiliki satu pilihan dan membeli produk Ford.
 

2) Selling Concept (Konsep Penjualan)

Seperti namanya, strategi penjualan adalah menjual produk perusahaan melalui kegiatan pemasaran dan promosi berskala besar. Tidak peduli apakah produk tersebut memenuhi kebutuhan pelanggan atau tidak.

Fokus utama dalam strategi ini adalah menyelesaikan transaksi penjualan; perusahaan cenderung berpikir bahwa tugas mereka telah selesai setelah produk terjual. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk fokus pada penjualan satu kali daripada membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Konsep penjualan adalah strategi yang sangat beresiko karena didasarkan pada gagasan yang lemah bahwa perusahaan harus menjual apapun yang mereka produksi tanpa mempertimbangkan permintaan pelanggan.

Dalam pendekatan ini, pemasar percaya bahwa jika konsumen tidak menyukai suatu produk, mereka akan mencari produk lain di tempat lain dan melupakan pengalaman berbelanja mereka di masa lalu. Namun, konsep penjualan keliru karena pelanggan dapat mengingat pengalaman pembelian mereka di masa lalu.

Contoh dari konsep penjualan termasuk donor darah dan polis asuransi, di mana perusahaan hanya berfokus pada transaksi penjualan dan tidak memperhatikan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
 

3) Societal Marketing Concept (Konsep Pemasaran Masyarakat)

Pemikiran di balik ide pemasaran masyarakat didasarkan pada kesejahteraan seluruh masyarakat karena mengevaluasi strategi pemasaran. Kebutuhan konsumen tidak selalu berarti itu akan bermanfaat bagi mereka dalam jangka panjang. Apa yang dibutuhkan oleh Anda dan apa yang cocok untuk Anda dan masyarakat secara keseluruhan adalah dua hal yang berbeda.

Contohnya, kita semua menyukai makanan manis, pedas, dan cepat saji. Kita semua menginginkan hal yang sama setiap kali kita keluar, tetapi itu tidak berarti bahwa itu baik untuk kesehatan kita dan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Tujuan dari konsep pemasaran sosial adalah membuat perusahaan menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang ramah lingkungan yang jauh lebih penting daripada tujuan penjualan dan keuntungan jangka pendek mereka. Bisnis harus merancang dan beroperasi untuk masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakat; organisasi adalah bagian dari masyarakat dan harus bertindak seperti itu. Salah satu contoh terbaik dari konsep pemasaran sosial adalah Kampanye Iklan Coca Cola Super Bowl 2014 “America The Beautiful.”.
 

4) Production Concept (Konsep Produksi)

Konsep produksi adalah strategi pemasaran yang menekankan pada efisiensi proses produksi untuk menghasilkan produk dengan biaya rendah agar dapat dijual kepada masyarakat luas. Konsep ini mengutamakan kuantitas daripada kualitas produk.

Pada pertengahan 1950-an, konsep produksi mulai berkembang seiring dengan Hukum Say yang menyatakan bahwa penawaran menciptakan permintaan di pasar. Oleh karena itu, pada saat itu, perusahaan tidak perlu mempromosikan produknya karena produk tersebut akan terjual dengan sendirinya.

Pada masa itu, teknologi dan komunikasi belum berkembang sehingga variasi produk di pasar terbatas. Penjual di toko-toko adalah satu-satunya pengecer dan produsen produk yang sedikit. Oleh karena itu, produk apa saja yang ada di pasar akan terjual.

Contohnya, McDonald's dan rantai makanan cepat saji lainnya juga menggunakan konsep produksi untuk meningkatkan efisiensi operasinya.
 

5) Marketing Concept (Konsep Pemasaran)

Ketika membahas mengenai konsep pemasaran, fokusnya adalah pada pelanggan. Pada konsep ini, pelanggan menjadi pusat dari proses pemasaran, dimana pemasar mencari tahu permintaan dan keinginan pelanggan untuk kemudian memenuhi kebutuhan tersebut dengan lebih baik daripada pesaing.

Dalam metode ini, pemasar memprioritaskan persyaratan dan keinginan pelanggan dan berasumsi bahwa pelanggan selalu benar. Strategi pemasaran difokuskan pada memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan untuk dapat menghasilkan keuntungan.

Hal ini mendorong strategi yang sederhana dimana pemasar tidak mencari pelanggan yang tepat untuk produk mereka, tetapi membangun produk yang tepat untuk pelanggan. Pemasar berusaha untuk menyeimbangkan antara kebutuhan konsumen dan produk perusahaan.

Jika Anda membandingkan konsep pemasaran dengan konsep penjualan, Anda akan menemukan perbedaan besar antara kedua strategi tersebut. Kedua konsep tersebut berada pada dua kutub yang berbeda. Contohnya adalah persaingan antara Coke dan Pepsi.
 

6) Email Marketing

Pemasaran melalui surel, merupakan salah satu bentuk pemasaran konten, dimana menggunakan daftar surel dan buletin untuk memberikan update secara rutin kepada audiens Anda tentang penawaran, promosi, diskon, dan mengingatkan perusahaan Anda agar mereka melakukan pembelian.

Kampanye pemasaran surel yang berhasil adalah dengan menggunakan surel yang dikumpulkan dari pop-up di situs web perusahaan Anda untuk mengirimkan informasi kepada pelanggan yang tertarik yang mendorong mereka untuk membeli produk dari perusahaan Anda. Strategi ini sangat efektif untuk toko online dan bisnis yang menawarkan produk digital.
 

7) Advertisements (Iklan)

Promosi, entah itu secara daring atau luring, bertujuan untuk mengenalkan perusahaan dan produk yang ditawarkannya kepada khalayak tertentu. Anda dapat memasang promosi pada hasil pencarian, platform media sosial, dan situs web lainnya di internet atau menggunakan papan iklan, reklame, dan tanda-tanda luring untuk menampilkan gambar dan slogan produk Anda.

Tergantung pada jenis promosi yang digunakan, Anda dapat menargetkan audiens berdasarkan lokasi, usia, atau jenis kelamin dengan mempertimbangkan minat mereka.
 

8) Content Marketing (Pemasaran Konten)

Pemasaran isi adalah bentuk pemasaran yang fokus pada memberikan informasi kepada khalayak Anda sehingga mereka lebih tertarik dengan produk Anda dan dapat mempelajari tentangnya dengan kecepatan yang mereka inginkan. Biasanya, ini melibatkan pembuatan isi secara rutin yang relevan dengan audiens Anda dan mengingatkan mereka tentang promosi, produk baru, atau penawaran lain dari perusahaan Anda.

Untuk mengadopsi pemasaran isi, Anda harus memahami dengan baik audiens Anda dan apa yang ingin mereka ketahui tentang produk Anda. Setelah itu, buatlah blog, email, dan isi lain secara teratur untuk menjaga keterlibatan mereka.
 

Tahapan Membuat Rencana Pemasaran

Berikut ini adalah tahapan-tahapan pokok dalam merancang strategi pemasaran yang dapat membantu tim Anda meningkatkan penjualan produk dan meningkatkan kesadaran merek:

a) Tentukan Produk Yang Dipasarkan

Agar dapat merancang strategi pemasaran yang berhasil, terlebih dahulu penting untuk memahami dengan jelas produk yang Anda tawarkan. Coba definisikan produk dengan bahasa yang mudah dipahami dan jelaskan fitur utama yang diinginkan oleh target pasar dari produk tersebut.
 

b) Kenali Kriteria Calon Pembeli

Memahami khalayak sasaran Anda secara mendalam sangatlah krusial untuk merancang strategi pemasaran yang spesifik dan efektif untuk setiap produk yang ditawarkan oleh perusahaan Anda. Terdapat beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk mempelajari khalayak sasaran Anda, seperti mengaplikasikan analitik guna menentukan preferensi mereka, mempelajari pelanggan dari pesaing Anda, atau mengadakan survei dan kuesioner.
 

c) Pertimbangkan Tujuan Produk Yang Dipasarkan

Walau upaya utama sebagian besar tim pemasaran adalah meningkatkan pendapatan, terdapat tujuan-tujuan lain yang mungkin mempengaruhi rencana pemasaran dan teknik yang dipilih. Tujuan tersebut bisa berupa memperkuat basis pelanggan setia melalui buletin email yang lebih efektif, mengurangi dampak lingkungan dari produk perusahaan dengan penggunaan kemasan yang ramah lingkungan, atau meningkatkan strategi agar lebih unggul dari pesaing.
 

Kesimpulan

Istilah konsep pemasaran merujuk pada sekelompok taktik yang diterapkan oleh organisasi untuk mengevaluasi kebutuhan klien mereka dan merancang strategi yang memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga dapat meningkatkan penjualan, memaksimalkan profit, dan mengatasi kompetisi. Unsur - unsur penting yang ada konsep marketing antara lain: kebutuhan, keinginan, dan tuntutan. Adapun tahapan membuat rencana pemasaran, yaitu menentukan produk, mengenali kriteria calon pembeli, dan mempertimbangkan tujuan produk yang dipasarkan.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda