+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Learning Curve, Kurva untuk Melacak Peningkatan Produktivitas

14 December, 2022   |   endahpujiyahya

Mengenal Learning Curve, Kurva untuk Melacak Peningkatan Produktivitas

Kurva pembelajaran tidak hanya identik dengan bahasa pemrograman di industri TI. Kurva pembelajaran adalah bagian dari langkah yang Anda ambil untuk melacak kemajuan dan meningkatkan produktivitas Anda. Kurva ini juga dapat digunakan untuk menentukan apakah tujuan kinerja tertentu telah tercapai. Yuk simak penjelasan lengkap mengenai learning curve dan penerapannya di tempat kerja.
 
 

Definisi Kurva Pembelajaran



Kurva pembelajaran adalah kurva yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan secara berulang. Konsep kurva ini mempertimbangkan pertumbuhan karyawan yang menyelesaikan tugas berulang. Secara umum, semakin sering suatu tugas diulangi, semakin banyak karyawan yang mengetahui cara melakukannya dengan baik dan cepat.

Misalnya, Budi adalah karyawan baru di industri kertas. Budi saat ini sedang dalam tahap induksi (pelatihan) untuk mengetahui seperti apa pekerjaan sehari-hari nantinya. Selama masa latihan pertama, Budi mampu menyelesaikan pekerjaan jauh lebih awal. Namun, seiring dengan pengulangan kerja, Budi menunjukkan peningkatan "kinerja" pada sesi latihan kedua, ketiga, keempat, kelima dan selanjutnya. Ia dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang lebih cepat. Sehingga kinerja Budi dapat dipantau atau dilacak melalui learning curve.

Dari contoh di atas, kita dapat melihat bahwa learning curve adalah fenomena yang sangat umum. Orang melalui proses belajar ketika mencoba untuk memecahkan masalah. Dan itu terjadi saat dia sedang beraktivitas atau berlatih di lapangan.
 


Kelebihan dan Keterbatasan Learning Curve



Dari pengertian di atas, mungkin Anda sudah mengetahui bahwa manfaat learning curve adalah untuk memantau kinerja karyawan dan mengamati kekurangan yang perlu diperbaiki nantinya. Terakhir, analisis berdasarkan konsep learning curve memberikan informasi penting tentang pengembangan kinerja karyawan.

Di sisi lain, ada batasan penerapan kurva pembelajaran. Jadi seiring dengan manfaat yang ditawarkannya, Anda juga harus mengetahui batas kurva belajar. Simak detailnya di bawah ini!

 

Manfaat



Menggunakan konsep kurva pembelajaran menawarkan setidaknya tiga manfaat. Ini termasuk:
- Membangun kebiasaan belajar di tempat kerja dan memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.
- Memahami tren yang dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang tepat.
 


Keterbatasan



Dibalik manfaat yang ditawarkannya terdapat beberapa keterbatasan kurva pembelajaran. Oleh karena itu, pengguna konsep ini harus menyadari keterbatasan ini. Sudah menjadi fakta umum bahwa proses belajar orang dipengaruhi oleh banyak variabel, tidak hanya satu. Misalnya, pengalaman sebelumnya, kualitas pelatihan oleh pelatih, waktu, kondisi lingkungan, dll. Oleh karena itu, mengandalkan satu variabel saja saat menerapkan konsep learning curve tentu mengurangi keakuratan data yang diperoleh.

Selain itu, sulit untuk mengukur kinerja atau kemajuan seseorang tanpa menggunakan referensi penjualan atau produk. Oleh karena itu, untuk menggunakan konsep kurva belajar, acuan ini harus digunakan untuk menentukan kemajuan individu dalam melaksanakan pekerjaannya. Selain itu, Jojonomic mendorong penggunaan konsep dan metode lain untuk mengukur kinerja dan kemajuan seseorang. Oleh karena itu, selain konsep kurva belajar, gunakan konsep atau metode lain yang dapat mengukur kinerja seseorang secara akurat.

 


Penerapan Terminologi Kurva Pembelajaran



1. Secara umum

kurva pembelajaran adalah istilah yang biasa digunakan dalam percakapan bisnis untuk menggambarkan waktu dan upaya yang diperlukan untuk mempelajari sesuatu yang sulit.
Penerapannya dapat digeneralisasikan secara luas. Mendeskripsikan kurva belajar dari proses pembelajaran soft skill dan hard skill baru.

Dalam skenario ini tidak ada representasi grafis matematis untuk menggambarkan kemajuan belajar.
Istilah ini digunakan sebagai deskripsi kualitatif dari evolusi pembelajaran dari waktu ke waktu.


2. Terukur

Konsep utama kurva pembelajaran adalah kuantitatif. Berdasarkan konsep tersebut, dibuat model matematis untuk merepresentasikan  kemahiran tugas atau kemahiran. Penerapan kurva belajar tersebut hanya berguna bila digunakan untuk mengukur  kemajuan aktual dalam menyelesaikan tugas tertentu dari waktu ke waktu.

Tugas  harus dapat diulang, terukur, dan  terdiri dari tepat satu variabel dalam proses. Seluruh proses tidak dapat diukur.
 

Rumus



Sebelum kita masuk ke pembahasan penggunaan learning curve, terlebih dahulu kita perlu mengetahui rumus atau persamaannya. Rumus kurva belajar adalah:


Y = ax **b**


Perhatikan bahwa 'Y' adalah variabel yang mewakili rata-rata setiap unit keluaran. 'a' adalah variabel yang menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan karyawan/pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan untuk pertama kalinya. 'x' adalah variabel yang menunjukkan  jumlah percobaan atau unit eksekusi yang telah dilakukan operator. 'b' adalah variabel yang menunjukkan kemiringan fungsi.
Dari rumus kurva belajar di atas, pengguna dapat menentukan rata-rata waktu  atau biaya untuk mencapai kinerja yang efisien dan optimal. Secara umum, percobaan diulangi dan hasil yang diperoleh dengan menghitung rumus lebih kecil.

 

Cara menggunakan



Sekarang saatnya mencari tahu cara menggunakan kurva belajar dengan benar. Berikut penjelasan yang jelas:

Langkah pertama adalah menggunakan kurva pembelajaran untuk menentukan satuan daya mana yang akan diukur.

Selanjutnya, tentukan beban yang akan diukur dengan menggunakan learning curve. Secara umum, pengguna kurva belajar mengukur stres dalam hitungan jam. Beberapa orang menggunakan kurva belajar untuk mengukur biaya dan pengeluaran. Misalnya, biaya perbaikan infrastruktur tertentu.

Sekarang Anda harus menentukan kerangka waktu sesuai dengan apa yang ingin  Anda ukur. Misalnya, tentukan mode pelatihan baru. Tetapkan kerangka waktu yang diperlukan untuk mencapai performa optimal dalam mode latihan tradisional. Oleh karena itu, jika metode pelatihan yang baru memberikan hasil yang lebih baik dari metode pelatihan yang lama, maka dapat disimpulkan bahwa metode ini memberikan perubahan  yang lebih baik.

Tentukan tujuan. Dalam hal ini, Anda dapat menentukan tingkat produktivitas yang dapat dicapai dalam waktu tertentu. Di sisi lain, Anda juga dapat menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai  produktivitas ideal Anda.

Pada langkah kelima, kami melakukan pengukuran. Kami merekomendasikan pengukuran pada percobaan pertama untuk menentukan biaya tertinggi per unit produksi. Anda bisa mendapatkan progres dan biaya yang tepat nanti.

Baca pengukuran secara akurat dan  jelas. Ini memudahkan pengguna dan orang lain untuk "membaca" hasil dalam bentuk kurva pembelajaran.

Inilah arti kurva belajar dan manfaat serta kegunaannya. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa learning curve merupakan konsep yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian. Ya, Anda dapat menggunakan kurva pembelajaran ini untuk melihat apa yang telah Anda capai sejauh ini.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda