+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Apa itu Analisis Rasio Keuangan Perusahaan, Fungsi, Jenis dan Metode

10 December, 2022   |   Inggihpangestu

Mengenal Apa itu Analisis Rasio Keuangan Perusahaan, Fungsi, Jenis dan Metode

Di Blog IDMETAFORA Anda akan belajar lebih banyak tentang jenis-jenis analisis rasio keuangan (financial ratio analysis) dan bagaimana rumus dan contoh perhitungannya dijelaskan! Analisis rasio keuangan merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis, terutama bagi manajemen, investor, dan calon investor. Analisis ini memungkinkan investor untuk menentukan jumlah investasi yang akan ditanamkan. Analisis rasio keuangan berguna tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi manajemen itu sendiri, karena dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangan perusahaan.
 

Apa itu Analisis Rasio Keuangan


Pengertian analisis rasio keuangan (financial ratio analysis) adalah alat yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan berdasarkan data pembanding dalam laporan keuangan seperti neraca, pendapatan dan arus kas selama periode waktu tertentu. Ini biasanya dilakukan oleh akuntan pada akhir periode akuntansi perusahaan dalam setahun. Hasil analisis tersebut kemudian dilaporkan kepada manajemen sebagai pedoman informasi untuk menetapkan keputusan atau kebijakan perusahaan untuk periode selanjutnya. Analisis keuangan juga termasuk dalam Balanced Scorecard, alat yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dan seberapa efektif strategi telah digunakan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Proses ini ditujukan tidak hanya pada manajemen tetapi juga pada pihak lain seperti investor atau kreditur. Bagi mereka, analisis metrik menjadi bahan evaluasi bagaimana bisnis yang sehat layak mendapatkan suntikan investasi atau mengelola dana kredit.
 

Fungsi Analisis Rasio Keuangan (Financial Analysis Ratio)


Selain menjadi alat ukur pada sebuah perusahaan, analisis rasio keuangan memiliki manfaat lainnya yaitu sebagai berikut;

1. Lihat tren kinerja perusahaan selama periode waktu tertentu.
2. Evaluasi terhadap sumber daya perusahaan, seperti pemasok, peralatan, proses produksi bahkan karyawan itu sendiri.
3. Sebagai acuan bagi investor dalam memilih perusahaan.
4. Sebagai bahan atas kebijaksanaan kreditur.
5. Mengevaluasi efektivitas strategi perusahaan dalam membangun keunggulan bersaing. 
6. Analisis kekuatan internal perusahaan dan daya saing terhadap pesaing.
7. Sebagai bahan acuan transaksi internal audit di perusahaan, baik di bidang keuangan dan operasional maupun di bidang lainnya.
8 Tentukan nilai wajar keuntungan yang diterima perusahaan.
 

Jenis Jenis Rasio Keuangan


1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan (likuiditas perusahaan) dalam jangka pendek.

- Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban atau utang jangka pendek yang akan segera jatuh tempo dengan modal kerja yang tersedia. Semakin tinggi rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar, semakin baik perusahaan dapat menutupi kewajiban lancarnya.

Jika rasio saat ini adalah 1:

1 atau 100% berarti aset lancar dapat menutupi semua kewajiban lancar.

Jadi kita dikatakan sehat bila rasionya lebih besar dari 1 atau lebih besar dari 100%. Ini berarti bahwa aset lancar harus jauh lebih besar daripada kewajiban lancar.

Berikut ini rumus perhitungannya:

Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%

- Rasio Cepat (Quick Ratio/Acid Test Ratio)

Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancar atau kewajiban dengan aktiva lancar tanpa mempertimbangkan nilai persediaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan aset lancar yang paling likuid untuk menutupi kewajiban lancar.

Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Rasio ini tidak harus 100% atau 1:1.

Meski rasionya tidak mencapai 100%, hampir 100% juga dianggap sehat.

Rumus rasio keuangan yang cepat adalah sebagai berikut:

Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar x 100%

- Rasio Kas (Cash Ratio)

Jenis analisis laporan keuangan ini membandingkan uang tunai dan aset lancar yang dapat dengan cepat berubah menjadi uang tunai terhadap kewajiban lancar. Uang yang dimaksud adalah uang yang disimpan di kantor perusahaan dan di bank dalam bentuk rekening giro. Setara kas (hampir tunai) adalah aset jangka pendek yang dapat dengan mudah dan cepat dilunasi sesuai dengan kondisi ekonomi di negara asal perusahaan. Rasio ini menunjukkan bagian kas + piutang bank dalam hubungannya dengan aktiva lancar. Semakin besar rasionya, semakin baik. Sama seperti rasio kecepatan, tidak harus mencapai 100%.

Adapun rumus dari rasio keuangan kas (cash ratio) adalah sebagai berikut:

Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang lancar

2. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)

Rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit). Anda dapat menggunakan rasio ini untuk mengetahui apakah perusahaan akan bertahan (berbisnis).

- Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Merupakan ukuran sebuah persentase dari setiap hasil sisa pada penjualan sesudah perusahaan membayar sebuah harga pokok pada penjualan.

Berikut rumus dari rasio keuangan:

Gross Profit Margin = Penjualan Netto – Cost of Good Sold (Harga Pokok Penjualan) / Penjualan Netto x 100%

- Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Tidak seperti gross profit margin, rasio menghitung persentase dari setiap penjualan yang tersisa setelah semua biaya dan pengeluaran dikurangi, termasuk bunga dan pajak. Sederhananya, rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih.

Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Netto x 100%

- Operating Income Ratio

Perhitungan ini digunakan untuk mengukur sebuah kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari pada penjualan.

Berikut ini rumus dari rasio keuangan untuk operating income ratio:

Operating Income Ratio = Penjualan Netto – Cost of Good Sold (HPP) – Earnings Before Interest & Taxes (EBIT) / Penjualan Netto x 100%

- Earning Power of Total Investment

Kami mengukur kemampuan perusahaan untuk mengelola sendiri dan modal yang diinvestasikan dalam total neraca. Perhitungan ini digunakan sebagai acuan investor atau pemegang saham saat mengukur tingkat pengembalian modal yang ditanamkan di perusahaan.

Rumus rasio keuangan ini sebagai berikut:

Earning Power of Total Investment  = Laba Sebelum Pajak dan Bunga / Jumlah Aktiva x 100%

3. Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)

Rasio ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber daya keuangan dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Ada dua jenis rasio solvabilitas, yaitu:

- Rasio Utang terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio)

Ini mengukur berapa banyak hutang yang dimiliki aset perusahaan, atau seberapa besar pengaruh hutang perusahaan terhadap manajemen keuangan. Rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aset. Semakin rendah rasionya, semakin aman (terselesaikan). Rasio utang terhadap aset harus lebih rendah.

- Rasio Utang terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio)

Menunjukkan rasio antara jumlah utang jangka panjang dan ekuitas yang diberikan oleh pedagang, yang berguna untuk menentukan jumlah pembiayaan yang diberikan oleh kreditur dan pedagang. Bagi perusahaan, jumlah modal yang dipinjam tidak boleh melebihi ekuitas, sehingga beban tetap tidak menjadi terlalu besar. Semakin kecil leverage, semakin aman.

4. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan semua sumber dayanya. Dalam analisis rasio keuangan ini, kinerja yang rendah pada tingkat penjualan tertentu menyebabkan lebih banyak dana yang diinvestasikan dalam aset.Dana tambahan yang berdampak pada kinerja rendah lebih baik bila diinvestasikan pada kegiatan yang lebih produktif.

- Perputaran Piutang (Receivable Turnover)

Perputaran piutang mengukur kualitas dan efisiensi perputaran piutang perusahaan selama suatu periode dengan membandingkan perputaran dengan perputaran piutang rata-rata. Semakin tinggi rasionya, semakin baik kualitas dan efisiensi laba perusahaan.

Berikut adalah rumus rasio keuangan perputaran piutang:

Perputaran Piutang (Receivable Turnover) = Penjualan / Piutang Rata-Rata x 100%

- Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)

Inventory Turnover mengukur kualitas dan efisiensi perputaran persediaan perusahaan relatif terhadap penjualan selama periode tertentu. Semakin tinggi rasionya, semakin efisien pengelolaan persediaan perusahaan. Berikut adalah rumus rasio keuangan perputaran persediaan:

Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) = Penjualan / Persediaan x 100%

- Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover)

Rasio ini berguna untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset tetap secara efektif untuk meningkatkan penjualan. Hal berikut masih berlaku: semakin besar dana, semakin efisien perusahaan mengelola aset tetapnya.

Rumus rasio keuangan untuk perputaran aset tetap adalah sebagai berikut:

Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Asset Turnover) = Penjualan / Aktiva Tetap x 100%

- Perputaran Aktiva Total (Total Asset Turnover)

Rasio ini juga mencakup aset lancar dan lancar. Semakin tinggi rasionya, semakin efisien perusahaan dapat mengalokasikan semua asetnya terhadap konversi pendapatan.

Berikut rumus dari rasio keuangan ini:

Perputaran Aktiva Total (Total Asset Turnover) = Penjualan / Total Aktiva x 100%

- Perputaran Rerata Tagihan (Average Collection Turnover)

Rasio ini mengukur berapa lama perusahaan menghabiskan tagihannya dalam setahun. Rumus rasio keuangan untuk pendapatan penagihan rata-rata adalah sebagai berikut

Perputaran Rerata Tagihan (Average Collection Turnover) = Piutang x 365 / Penjualan x 100%

5. Rasio Investasi (Investment Ratio)

Definisi rasio investasi adalah ratio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan atau imbalan bagi penyedia modal, khususnya investor di pasar modal, selama periode waktu tertentu. Sesuai dengan tugas laporan keuangan bagi investor, tokoh kunci dari analisis keuangan ini bertujuan untuk menghasilkan nilai yang berguna bagi investor untuk mengevaluasi perkembangan sekuritas di pasar modal.
 

Metode Analisis Rasio keuangan (Financial Ratio Analysis)


Selain metode perhitungan rasio yang dijelaskan di atas, Anda dapat menggunakan beberapa metode lain. Metode yang paling umum untuk menganalisis keuangan perusahaan adalah analisis common-size dan time-series.

1. Analisis Common Size

Analisis Common Size membandingkan perubahan item dengan total aset, kewajiban, dan penjualan. Perbandingan ini disajikan sebagai persentase per komponen dalam laporan keuangan baik di neraca maupun di laporan laba rugi.Dalam analisis ini, perusahaan menerima informasi berupa struktur investasi (aset) dan struktur modal (liabilitas). Aset yang relevan adalah posisi relatif aset lancar terhadap aset tetap. Struktur modal, di sisi lain, menggambarkan rasio hutang perusahaan terhadap ekuitas. Analisis common size juga membandingkan laporan keuangan perusahaan periode sekarang dengan periode sebelumnya, perbandingan antar pesaing atau perbandingan dengan industri.

2. Analisis Time Series dan Forecasting

Analisis ini digunakan untuk membandingkan data keuangan dalam kurun waktu tertentu, terutama sebagai bahan untuk memprediksi kondisi ekonomi ke depan. Analisis ini harus mempertimbangkan beberapa poin, dimana poin-poin tersebut mempengaruhi perubahan struktur keuangan yaitu; peraturan pemerintah, perubahan persaingan, perubahan teknologi dan bahkan akuisisi. Analisis ini juga dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu; Ekonomi, Statistik dan Visual. Biasanya analisis time series ini menggunakan indeks berupa angka. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat melakukan analisis deret waktu.

- Pertama tentukan tahun dasar. Penetapan tahun dasar dapat mengacu pada tahun pendirian, tahun perubahan struktur organisasi, tahun proyek atau tahun pada titik waktu tertentu. Entri posting untuk tahun dasar dicatat sebagai indeks 100.

- Kedua, menghitung angka indeks tahun-tahun lain dengan menggunakan kode pos laporan keuangan tahun dasar sebagai penyebutnya.

- Ketiga, untuk memprediksi arah dan perkembangan historis kumpulan laporan keuangan.
- Terakhir, buat keputusan tentang analisis.

Tren adalah pergerakan deret waktu jangka panjang. Tren dapat dinyatakan sebagai tren naik atau tren turun. Dengan data tren, Anda harus melihat pola dalam jangka waktu yang lama, yaitu sekitar 15 hingga 20 tahun. Pada saat yang sama, tanggal siklus adalah bagian dari anomali bisnis yang biasanya berlangsung antara 2 dan 10 tahun. Jika trennya makro, maka siklusnya mikro, yang bisa dipengaruhi oleh faktor internal. Data musiman juga disertakan, yaitu. penyimpangan data berdasarkan momen tertentu atau waktu yang lebih singkat dalam setahun, misalnya Idul Fitri, liburan Natal atau cuaca. Sementara itu, data yang tidak teratur muncul karena data berbasis waktu yang tidak pasti dalam periode yang tidak pasti (namun dalam waktu yang relatif singkat).
 

Kelola Keuangan Perusahaan Lebih Mudah Dengan Aplikasi IDMETAFORA


Akurasi laporan keuangan perusahaan dagang, jasa, hingga manufaktur sangat mempengaruhi pada analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). Jika terjadi kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan, meskipun dengan analisis yang baik, hasilnya tetaplah kesalahan dan pada akhirnya dapat mempengaruhi peramalan dan juga keputusan investor untuk berinvestasi di perusahaan Anda. Untuk menghindari hal ini, pebisnis membutuhkan otomatisasi laporan keuangan. Anda bisa mengandalkan aplikasi keuangan bisnis di IDMETAFORA, software yang dipercaya oleh ratusan perusahaan ternama dan banyak UKM di Indonesia.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda