+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Brand Positioning: Arti, Jenis-Jenis Strategi, serta Manfaatnya

25 November, 2022   |   Prihanandaaa

Brand Positioning: Arti, Jenis-Jenis Strategi, serta Manfaatnya

Sebagai pemilik bisnis, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah brand positioning. Istilah ini mengacu pada strategi bisnis yang mungkin juga tanpa disadari telah Anda terapkan pada bisnis Anda. Istilah lainnya adalah strategi branding atau strategi positioning. Pernahkah Anda mendengar kata-kata ini sebelumnya?

Pemilik bisnis harus memahami konsep ini untuk memperkuat posisi merek perusahaan mereka. Positioning merek tidak sama dengan slogan. Memahami konsep strategi merek mendorong pengembangan merek sehingga dapat bersaing di pasar.

Jadi apa arti brand positioning itu sendiri? Dan bagaimana penerapannya dalam bisnis untuk memperkuat posisi brand korporat? Simak pembahasan sederhana dan lengkap berikut ini untuk menemukan jawabannya.
 

Apa Itu Brand Positioning 


Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan istilah ini. Pakar pemasaran Philip Kotler mengklaim bahwa inti dari brand positioning adalah merancang penawaran sedemikian rupa sehingga menempati tempat khusus dalam kesadaran kelompok sasaran.

Singkatnya, brand positioning atau strategi merek bertujuan untuk membuat merek Anda unik dan menonjol dari para pesaingnya dan bagaimana merek tersebut dapat masuk dan memantapkan dirinya di benak pasar sasaran.

Sederhananya, brand positioning adalah istilah untuk proses dimana sebuah merek dapat memposisikan dirinya dalam suatu ruang di benak seseorang. Nanti konsumen mungkin menemukan sesuatu yang mereka butuhkan dalam merek Anda, meskipun ada banyak merek lain yang serupa di pasaran. Tujuan brand positioning adalah berusaha menguasai ceruk pasar berdasarkan produk, merek atau jasa melalui berbagai strategi seperti distribusi, periklanan, pengemasan, harga dan persaingan. Dengan cara ini, merek meninggalkan kesan unik di benak target pasar.

 

Perbedaan Positioning Statement dengan Tagline atau Slogan


Sebelum melangkah ke langkah selanjutnya, Anda harus ingat baik-baik bahwa brand positioning bukanlah slogan atau tagline merek. Banyak orang yang menyamakan kedua ungkapan ini, meskipun ada perbedaan yang jelas antara keduanya, yaitu:

Pernyataan investasi

Tujuan penyampaian positioning statement adalah untuk memandu pengambilan keputusan operasional dan pengembangan bisnis. Dengan kata lain, pernyataan positioning dapat memandu Anda untuk membuat keputusan yang tepat dan tepat. Keuntungan membentuk keputusan yang dapat meningkatkan persepsi merek Anda di mata target pasar Anda.

Selain itu, jika positioning statement dibuat secara cermat, cerdas dan baik, statement tersebut dapat menjadi senjata ampuh untuk merebut dan menguasai pangsa pasar. Karena alat ini memberikan kejelasan mulai dari strategi pemasaran, metode periklanan hingga kampanye periklanan yang tepat, sehingga memudahkan pengambilan keputusan terbaik untuk menarik target pasar Anda dan membedakan merek Anda dari merek pesaing.

Motto dan slogan

Padahal slogan sendiri mengacu pada pernyataan atau statement yang digunakan sebagai alat pemasaran sebuah brand. Tampilan dapat dihasilkan dari proses ini, yang dapat diubah menjadi slogan merek. Jadi jelas bahwa tagline atau slogan tidak sama dengan brand positioning.
 

Jenis Strategi Brand Positioning 


Secara teori, brand positioning memiliki banyak strategi berbeda berdasarkan keputusan tentang bagaimana memposisikan merek Anda di pasar (market positioning) sesuai dengan tujuan dan sasaran bisnis. Misalnya, Anda mungkin ingin menyesuaikan strategi Anda untuk menonjolkan keunggulan kompetitif produk Anda dan menyoroti kelemahan produk pesaing Anda melalui analisis persaingan. Di bawah ini adalah beberapa strategi branding populer yang dapat Anda gunakan untuk membedakan merek Anda di segmen pasar pelaporan HubSpot.

1. Strategi Pemosisian Layanan Pelanggan 

Seperti namanya, strategi pemosisian ini mengacu pada penggunaan dukungan layanan pelanggan yang kuat untuk menjangkau dan menarik pelanggan baru (akuisisi pelanggan). Keuntungan paling jelas dari strategi ini adalah layanan pelanggan yang baik dapat membantu mendapatkan harga yang lebih tinggi. Berinteraksi dengan layanan pelanggan juga merupakan bagian integral dari roda gila pemasaran. Dimana pelanggan yang awalnya tidak puas atau tertarik dengan brand Anda dapat berkembang menjadi duta brand Anda dengan pengalaman pelayanan yang baik.

2. Strategi Positioning berdasarkan kenyamanan 

Selain itu, strategi positioning berdasarkan kenyamanan ini menekankan upaya bisnis untuk menemukan nilai dalam "mengapa produk atau layanan perusahaan Anda lebih nyaman digunakan daripada produk pesaing". Kenyamanan yang dimaksud misalnya bisa berdasarkan lokasi, kemudahan penggunaan, aksesibilitas, dukungan berbagai platform, atau bahkan desain produk di era digital marketing seperti sekarang.

3. Strategi Positioning Berbasis Harga 

Strategi ketiga adalah positioning merek berbasis harga. Dengan kata lain, perusahaan yang menggunakan strategi ini berusaha memposisikan produk atau jasanya sebagai pilihan pasar dengan harga terendah. Dengan cara ini, merek Anda dapat menciptakan basis pelanggan yang luas dan menarik calon pelanggan (prospek) yang kemudian menjadi pelanggan setia (konversi prospek). 

4. Strategi positioning berbasis kualitas 

Tujuan perusahaan yang menerapkan strategi ini terutama untuk menyajikan produk atau layanan berkualitas tinggi. Definisi kualitas produk atau jasa dapat ditunjukkan dengan proses produksi yang efisien dan tidak berlebihan (misalnya custom work), bahan baku berkualitas tinggi bahkan pengelolaan yang berkelanjutan. Ini mempromosikan pengembalian tinggi atas modal yang diinvestasikan dan umpan balik pelanggan yang baik.

5. Strategi Diferensiasi 

Konsep strategi pemosisian merek yang berbeda mengacu pada keunikan produk atau layanan inovatif bernilai tinggi yang melampaui persaingan tradisional dari pemasaran konvensional. Saat Anda menerapkan strategi ini, konsumen yang mengapresiasi inovasi bisnis akan tertarik dengan merek dan produk Anda (brand experience). Dan jika produk atau jasa perusahaan Anda baru saja diluncurkan (product launch), sebaiknya Anda melakukan riset pasar untuk mengetahui persaingan di pasar.
 

Cara Membangun Strategi Brand Positioning 


Sekarang setelah Anda mengetahui berbagai jenis strategi, Anda harus tahu bahwa menciptakan strategi pemosisian merek yang efektif adalah proses yang perlu Anda uraikan dengan cermat. Berikut adalah tujuh langkah kunci untuk membangun strategi pemosisian merek.

1. Menilai posisi merek Anda saat ini Pertama

 Anda perlu mengetahui posisi merek Anda untuk mengembangkan posisi terbaik. Bahkan jika bisnis Anda adalah merek baru yang menunggu untuk diluncurkan. Karena sebenarnya brand Anda sudah memiliki posisi di pasar meski belum dipatenkan dan masih di bawah kendali perusahaan besar. Untuk langkah ini, cari tahu siapa pelanggan Anda saat ini. Apakah mereka cocok untuk target pasar Anda? Produk atau layanan apa yang paling Anda sukai? Bagaimana mereka berinteraksi dengan merek Anda dan apa pendapat mereka tentang citra merek Anda? Jika posisi brand Anda menurut pelanggan tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, saatnya untuk meninjau brand voice Anda, tujuan perusahaan Anda (brand guidelines), dan tentunya produk atau jasa yang Anda tawarkan.

2. Identifikasi dan Riset Kompetitor Selanjutnya

 Anda perlu mengetahui siapa pesaing atau kompetitor Anda dan seberapa mirip mereka dengan brand Anda. Apakah mereka berbagi visi yang sama, apakah mereka menargetkan audiens yang sama, atau jenis pemasaran apa yang mereka gunakan melalui penelitian atau analisis pesaing? Anda juga akan menggunakan analisis SWOT untuk memeriksa karakteristik perusahaan Anda dibandingkan dengan pesaing. Proses ini membantu Anda mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan merek Anda dengan cara yang ditargetkan.

3. Bandingkan posisi Anda dengan pesaing

 Setelah Anda meneliti dan mengidentifikasi apa yang ditawarkan pesaing Anda kepada pelanggan mereka, mulailah membandingkan merek Anda dengan merek mereka. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan apa yang telah Anda pelajari dari merek lain di industri, audiens target, dan segmen pasar Anda. Di mana Anda biasanya menentukan strategi Anda untuk masa depan. 

4. Menentukan Keunikan Merek Sesuai dengan judul dan tujuan bagian ini

Anda harus mendefinisikan dan mempertimbangkan keunikan merek Anda. Misalnya, Anda dapat memposisikan diri sebagai produk yang lebih murah yang menawarkan kualitas terbaik, layanan terbaik, dan solusi paling nyaman. Kuncinya adalah fokus pada satu atau dua area di mana merek Anda unggul. Saat strategi pemosisian merek Anda meningkat, Anda dapat mulai memasukkan strategi tambahan untuk membuat merek Anda lebih sukses.
 

Tujuan Brand Positioning 


Tujuan brand positioning adalah untuk membuat kesan pada pelanggan dan mempromosikan produk. Melalui penempatan produk yang berkesinambungan, produk menjadi lebih dikenal di masyarakat sehingga meningkatkan penjualan.

Brand positioning ini tidak hanya dapat dilakukan oleh korporasi besar, namun UKM juga dapat menggunakan strategi ini untuk menjalankan bisnisnya. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya manfaat brand positioning, yaitu sebagai berikut:

Tawarkan berbagai produk

Tujuan utama dari positioning adalah untuk menghasilkan produk unik yang menonjol dari persaingan. Dengan menawarkan produk yang beragam, diharapkan pelanggan akan tertarik dan mempertimbangkan untuk membeli produk brand Anda. - Membantu pelanggan membuat keputusan
Manfaatkan penempatan produk dengan mendefinisikan produk Anda dengan pernyataan yang dapat memengaruhi pelanggan. Jika produk yang Anda tawarkan menjawab pertanyaan atau pertanyaan yang mereka cari, mereka akan segera mempercayainya dan mulai membeli dari Anda.

Meningkatkan nilai jual produk

Posisi merek yang baik dapat menambah nilai besar pada produk Anda, membuat pelanggan ingin membelinya. Sekalipun harga yang Anda tawarkan bukanlah yang termurah di pasaran.
 

Kesimpulan 


Brand positioning adalah cara memposisikan merek perusahaan sedemikian rupa sehingga pelanggan dapat dengan mudah mengenalinya. Teknik ini menggambarkan seberapa besar suatu merek dianggap menguntungkan, berbeda dan kredibel di mata pelanggan.

Brand positioning bukan hanya tentang membuat slogan atau logo perusahaan, tetapi juga merupakan strategi yang membedakan bisnis Anda dari pesaing.

Strategi brand positioning dimulai dengan merencanakan penawaran dan menciptakan citra perusahaan agar perusahaan Anda diterima oleh publik. Beberapa cara untuk melakukannya dimulai dengan mengomentari harga, periklanan, distribusi, pengemasan, dan lainnya.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda