+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mari Mengenal Apa Itu CDN! Fungsi Hingga Kegunaannya

22 November, 2022   |   Hilal

Mari Mengenal Apa Itu CDN! Fungsi Hingga Kegunaannya

Dalam dunia hosting dan pengembangan situs web, istilah CDN bukanlah hal baru. CDN adalah singkatan dari Content Delivery Network yang fungsinya agar website tetap berjalan dengan lancar meskipun ada masalah atau gangguan. Biasanya, pengembang atau pengelola situs weblah yang banyak berurusan dengan CDN. Meski begitu, kamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang fungsi dan operasi CDN dari pembahasan di artikel ini!
 

Apa Itu CDN (Content Delivery Network)


Salah satu fungsi jaringan pengiriman konten atau CDN adalah membuat halaman web memuat lebih cepat untuk pengiriman konten statis seperti gambar, video, dll. dari server ke pengguna situs web lebih lancar.

CDN juga dapat mempercepat respons situs web saat dilihat. Biasanya, situs web berskala besar dengan banyak konten menggunakan CDN karena volume konten yang tinggi dapat mengganggu interaksi pengguna dengan situs tersebut.

Jadi apa itu CDN? Jaringan pengiriman konten atau CDN adalah kumpulan server global yang terletak di beberapa pusat data di seluruh dunia. Jaringan global ini bertanggung jawab untuk mengirimkan konten dari server ke situs web. CDN memainkan peran yang sangat penting dalam mempercepat pengiriman konten situs web ke server jarak jauh dan pengunjung.
 

Sejarah dari teknologi Content Delivery Network


Teknologi Jaringan Pengiriman Konten (CDN) muncul pada akhir 1990-an dengan fokus pada pengiriman konten yang lebih cepat melalui Internet:

Generasi pertama
Layanan CDN generasi pertama berfokus pada prinsip-prinsip jaringan, mulai dari manajemen lalu lintas jaringan cerdas dan pusat data hingga replikasi.

Generasi kedua
CDN generasi kedua muncul sebagai tanggapan atas proliferasi layanan streaming audio dan video, terutama video-on-demand dan news-on-demand. Teknologi ini juga berkembang untuk mengatasi tantangan baru dalam mengirimkan konten ke perangkat seluler. Perusahaan menggunakan komputasi awan dan teknik peer-to-peer untuk mempercepat pengiriman konten.

Generasi ketiga
CDN generasi ketiga masih terus berkembang. Sebagai salah satu penyedia layanan CDN terkemuka di dunia, AWS mendorong inovasi. Dengan sebagian besar layanan web terpusat di cloud, fokusnya sekarang adalah pada edge computing, yaitu mengelola konsumsi bandwidth menggunakan perangkat pintar yang berkomunikasi secara cerdas. Jaringan edge yang dikelola sendiri dan dikelola sendiri dapat menjadi langkah selanjutnya dalam teknologi CDN.
 

Manfaat Menggunakan Content Delivery Network


Jaringan Pengiriman Konten atau CDN adalah solusi sempurna untuk situs web besar dengan pengunjung dari seluruh dunia. Jadi apa manfaat menggunakan CDN untuk situs web besar?

Memperlancar Akses Visitor
Situs web berskala besar dan audiens global seperti portal dan majalah online perlu memiliki banyak elemen seperti gambar, video, thumbnail, dll. Tanpa CDN, jumlah konten yang tersedia memengaruhi waktu respons situs terhadap permintaan pengunjung.

Meningkatkan User Experience
Dengan menggunakan CDN untuk memfasilitasi transfer konten antara server dan pengguna, waktu respons di situs kamu akan lebih cepat. Tentu saja, hasilnya adalah pengalaman pengguna yang lebih baik.

Mempercepat Loading Time
Menggunakan jaringan pengiriman konten juga dapat mempercepat waktu muat situs kamu. Menempatkan CDN di lokasi yang paling dekat dengan pengunjung meningkatkan waktu muat karena transfer data tidak perlu melalui beberapa server perutean.

Meningkatkan Posisi Website di Search Engine
Secara tidak langsung, penggunaan CDN dapat membantu meningkatkan posisi situs kamu di mesin pencari. Memang, mesin pencari menggunakan waktu buka situs web sebagai salah satu faktor untuk menentukan peringkat situs web. 

Meminimalisir Risiko Traffic Spike
Traffic Spike adalah istilah yang mengacu pada peningkatan jumlah pengunjung situs web secara tiba-tiba yang membuat pengunjung tidak dapat mengakses situs web tersebut. Menggunakan CDN dapat mencegah lonjakan lalu lintas dengan membagi akses pengunjung ke lokasi server yang terdekat dengan mereka.

Mencegah Serangan DDoS
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) juga dapat dicegah dengan menggunakan CDN. Pada dasarnya, DDoS hanya dapat menyerang satu lokasi server, jadi dengan menayangkan konten kamu ke beberapa lokasi, risiko serangan DDoS di situs kamu sangat berkurang.
 

Cara Kerja Content Delivery Network


Jaringan pengiriman konten (CDN) bekerja dengan membentuk satu titik kehadiran (POP) atau grup server tepi CDN di beberapa lokasi geografis. Jaringan yang terdistribusi secara geografis ini bekerja berdasarkan prinsip caching, akselerasi dinamis, dan komputasi tepi logis.

Caching
Caching adalah proses menyimpan banyak salinan dari data yang sama untuk akses data yang lebih cepat. Dalam komputasi, prinsip caching berlaku untuk semua jenis memori dan manajemen penyimpanan. Dalam teknologi CDN, istilah tersebut mengacu pada proses penyimpanan konten statis suatu situs web di banyak server dalam jaringan. Caching dalam CDN berfungsi seperti ini:

1. Pengunjung situs web yang jauh secara geografis membuat permintaan pertama untuk konten web statis dari situs kamu.
2. Permintaan ke server aplikasi web atau server asal kamu. Server asal mengirimkan respons ke pengunjung jarak jauh. Pada saat yang sama, server asal juga mengirimkan salinan respons ke POP CDN yang secara geografis paling dekat dengan pengunjung.
3. Server CDN POP menyimpan salinan sebagai file cache. Kemudian, ketika pengunjung tersebut atau pengunjung lain di lokasi tersebut mengajukan permintaan yang sama, tanggapan akan dikirimkan dari host, bukan asalnya.

Akselerasi dinamis
Akselerasi dinamis adalah pengurangan waktu respons server terhadap permintaan konten web dinamis melalui perantara server CDN antara aplikasi web dan klien. Caching tidak bekerja dengan baik dengan konten web dinamis karena konten dapat berubah dengan setiap permintaan pengguna. Server CDN harus terhubung kembali ke server asal untuk setiap permintaan dinamis, tetapi mereka mempercepat proses dengan mengoptimalkan koneksi antara mereka dan server asal.

Jika klien mengirim permintaan dinamis langsung ke server web melalui Internet, permintaan tersebut mungkin hilang atau tertunda karena latensi jaringan. Dimungkinkan juga untuk meluangkan waktu untuk membuka dan menutup koneksi untuk verifikasi keamanan. Di sisi lain, jika server CDN terdekat meneruskan permintaan ke server asal, server tersebut sudah memiliki koneksi andal yang persisten. Misalnya, fitur berikut dapat lebih mengoptimalkan koneksi antara server CDN dan server asal:

1. Algoritma Perutean Cerdas
2. Geolokasi dekat dengan server asal
3. Kemampuan untuk memproses permintaan pelanggan, yang membantu mengurangi ukurannya

Komputasi logika edge
Kamu dapat memprogram Edge CDN Server untuk melakukan perhitungan logis yang menyederhanakan komunikasi server-klien. Misalnya, server ini dapat melakukan tugas-tugas berikut:

1. Periksa persyaratan pengguna dan ubah perilaku penyimpangan.
2. Validasi dan kelola permintaan pengguna yang tidak valid. 
3. Edit atau optimalkan konten sebelum merespons.

Mendistribusikan logika aplikasi antara server web dan tepi jaringan membantu pengembang membongkar permintaan komputasi dari server asal dan meningkatkan kinerja situs
 

Cara Menggunakan Content Delivery Network


Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih jenis CDN yang akan digunakan. Yang terpenting, kamu harus memikirkan keputusan ini dengan hati-hati, karena mengimplementasikan CDN dapat menghabiskan banyak waktu dan uang.

Pilih CDN dan Daftarkan Website
Langkah pertama adalah memilih penyedia CDN untuk situs web kamu. Ada banyak pilihan penyedia CDN seperti MaxCDN, AWS CloudFront, Akamai, Google Cloud, Microsoft Azure, dan lainnya.

Buat URL untuk CDN
Langkah selanjutnya adalah membuat URL untuk CDN kamu. URL CDN adalah tempat semua konten kamu akan mengarahkan lalu lintas. Gunakan nama URL yang mudah ditemukan dan dapat diganti untuk memudahkan pengeditan jika diperlukan.

Arahkan Aset ke CDN
Setelah membuat URL, kamu perlu mengarahkan sumber daya situs web kamu ke CDN. Langkah ini akan mengurangi risiko kamu melakukan kesalahan markup dan akan memudahkan pemeliharaan URL jika kami perlu melakukan perubahan.
 

Konten internet yang dapat dikirimkan oleh Content Delivery Network


Jaringan pengiriman konten (CDN) dapat mengirimkan dua jenis konten:
konten statis dan dinamis.

Konten statis
Konten statis adalah data situs web yang tidak berubah dari satu pengguna ke pengguna lainnya. Gambar header situs web, logo, dan gaya font tetap sama untuk semua pengguna, dan perusahaan tidak terlalu sering mengubahnya. Data statis tidak memerlukan modifikasi, pemrosesan, atau pembuatan dan ideal untuk penyimpanan di CDN.

Konten dinamis
Konten dinamis seperti umpan berita media sosial, laporan cuaca, status online, dan pesan obrolan bervariasi di antara pengguna situs web. Data ini berubah berdasarkan lokasi pengguna, waktu login, atau preferensi pengguna, dan situs harus menghasilkan data untuk setiap pengguna dan setiap interaksi pengguna.
 

Contoh Content Delivery Network


Ada beberapa CDN yang populer digunakan berbagai situs web, yaitu:

- CloudFlare
- Akamai
- Amazon CloudFront
- Incapsula
- Edgecast
- Cachefly
- Google App Engine
- CDN77
- jsDelivr
- MaxCDN

Pada dasarnya, fungsi semua alternatif CDN tersebut adalah sama. Namun, harga, cakupan, dan beberapa fitur berbeda.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda