+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Lebih Dalam Plesk: Pengertian, Perbedaan Plesk Vs cPanel, Kelebihan dan Kekurangannya

16 November, 2022   |   srimulia

Mengenal Lebih Dalam Plesk: Pengertian, Perbedaan Plesk Vs cPanel, Kelebihan dan Kekurangannya

Jika kamu merupakan orang yang gemar mengelola blog dan website, istilah control panel mungkin sudah tidak asing lagi. Control panel adalah tools yang dimanfaatkan untuk mengoperasikan, mengatur, dan mengelola suatu server web. Plesk adalah contoh control panel yang sangat populer dan sering digunakan.

Tak kalah dengan jenis control panel lainnya, plesk disebut sebagai jenis control panel yang sangat simpel dan praktis. Kamu tidak perlu keahlian teknis tinggi agar bisa mengoperasikan plesk. Untuk itu yang membuat control panel plesk banyak diterapkan para pengelola website di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Apa itu plesk? Apa perbedaannya dengan cPanel? Tenang saja, pada artikel ini akan  menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut menggunakan kalimat yang dapat dipahami. Simak penjelasanya sampai selesai berikut ini.
 

Pengertian Plesk


Plesk adalah panel kontrol yang didalamnya memiliki sejumlah tools untuk mempermudah pengguna dalam mengelola seluruh server dan hosting. Plesk menawarkan kemudahan pengelolaan web server, termasuk email, script, file website, dan manajemen database. Menariknya, plesk hadir dengan interface sangat ramah pengguna,  sehingga pemula sekalipun tidak akan kesulitan mengoperasikannya.

Plesk juga merupakan panel kontrol yang sangat populer di kalangan pengelola blog maupun website. Saat ini, setidaknya lebih dari 350 ribu server dan 11 juta website menggunakan plesk sebagai control panelnya. Panel kontrol plesk mendukung perangkat dengan operating system Windows dan Linux.

Selain itu, plesk hadir dengan banyak fitur dan tools mumpuni, mulai dari fitur standar maupun fitur tambahan seperti self repair tools. Ini juga memiliki dukungan bahasa pemrograman cukup banyak, sebut saja Perl, Python, PHP, ASP, CGI, dan Microsoft ASP.NET.
 

Plesk vs cPanel


Plesk dan cPanel merupakan dua panel kontrol yang populer dengan segudang fitur dan kelebihan masing-masing. Di sini, dijelaskan perbedaan plesk vs cPanel menggunakan beberapa indikator penting dalam pengelolaan situs. Agar kamu lebih paham, simak penjelasannya di berikut ini:
 
1. Tampilan dashboard

Tampilan dashboard plesk sekilas hampir sama dengan dashboard WordPress. Menu utama terletak di bagian sebelah kiri serta penataannya cukup intuitif  dan berdasarkan kategori fungsi umum. Di bagian tengah, kamu dapat melihat konfigurasi atau fitur yang sering digunakan, contohnya pengaturan domain, back up, dan keamanan.

Sementara itu, tampilan pada dashboard cPanel terlihat lebih ramah menggunakan graphical user interface (GUI). Menu utama ditampilkan dalam bentuk ikon yang tiap fiturnya dikelompokkan sesuai fungsi. Penggunaan GUI pada dashboard cPanel memberi pengguna mengakses fitur lebih cepat dan mudah.

2. Fitur unggulan

Fitur unggulan dari panel kontrol plesk adalah kelengkapan ekstensi yang memudahkan pengguna mengelola website. Ratusan ekstensi dengan fungsi khusus dapat kamu pilih sesuai kebutuhan. Contohnya dalam ekstensi Gitman, dimana fitur ini memungkinkan pengguna mendeploy file dari GitHub ke plesk secara cepat dan mudah.

Disisi lain, cPanel menawarkan kemudahan dalam penginstalan aplikasi atau CMS apa pun melalui menu softaculous. Kehadiran fitur ini memungkinkan kamu menginstal WordPress dalam sekali klik saja. cPanel juga menyediakan fitur one-click HTTPS redirection dimana pemasangan SSL dapat dilakukan dengan cepat.

3. Operating system

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saat ini plesk dapat mendukung operating system Windows dan Linux. Plesk adalah pilihan tepat bagi kamu yang ingin mengelola server di sistem operasi tersebut. Namun, meski mendukung dua OS berbeda bukan berarti kamu dapat menggunakan keduanya bersamaan. Kamu harus memilih salah satu versi ketika melakukan pembelian.

Di sisi lain, panel kontrol cPanel hanya mendukung operating system Linux saja. Hal ini tidak terlepas dari sekuritas dan fleksibilitas OS Linux dalam mengelola sebuah server. Pilihan distro tersedia cukup banyak, termasuk Amazon Linux, Red Hat enterprise, CloudLinux, dan CentOS.

4. Database

Plesk mendukung sistem database populer seperti MySQL, PostgreSQL, dan  MariaDB. Jadi penggunaan database sendiri tergantung pada sistem operasi yang digunakan, sebab Windows dan Linux tidak mendukung semua sistem database. Agar lebih jelas simak penjelasan berikut:

Operating System  windows didukung oleh database sebagai berikut:  MariaDB, Microsoft SQL, dan MySQL. Dengan tools yang digunakan yaitu MyLittleAdmin.

Operating System  linux didukung oleh database sebagai berikut: MySQL dan PostgreSQL . Dengan tools yang digunakan yaitu PHPMyAdmin.

Sementara itu, cPanel juga mendukung banyak database seperti PostgreSQL, MariaDB, dan MySQL. Dalam penggunaannya cPanel memerlukan tools PHPMyAdmin untuk database MariaDB dan MySQL. Sedangkan PostgreSQL, cPanel menyediakan tools PHPPgAdmin.

5. Keamanan

Imunify AV adalah fitur keamanan plesk yang membantu untuk mencegah dan menghapus malware, monitoring domain, hingga blacklist IP address. Selain itu, memiliki fitur keamanan tambahan seperti Fail2ban sebagai antisipasi serangan hacker. Fitur tambahan ini dapat bekerja dengan cara scanning log dan blokir IP.

Fitur keamanan yang lebih canggih dapat kamu temui di panel kontrol cPanel. Configserver Security and Firewall (CSF) memberikan perlindungan server yang  optimal dari berbagai ancaman berbahaya, termasuk brute force attack. Control panel ini juga dilengkapi dengan fitur Two Factor Authentication untuk melindungi keamanan akses masuk pengguna.

Kelebihan dan Kekurangan Plesk

 
Saat ini belum ada teknologi yang sempurna, tak terkecuali plesk. memiliki banyak kelebihan namun plesk juga memiliki kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan plesk

1. Lebih fleksibel, plesk tersedia untuk sistem operasi Windows dan Linux.

2. Tampilan pada interface praktis dan hampir mirip WordPress.

3. Memiliki fitur WordPress Toolkit, dimana memungkinkan pengguna mengelola tema, security scanning, plugin, serta instalasi WordPress lainnya secara mudah. Selain itu, pengguna juga tidak perlu login ke masing-masing instalasi sehingga jauh lebih praktis dan menghemat waktu.

4. Dilengkapi banyak fitur keamanan.

Kekurangan plesk

1. Plesk mempunyai tampilan interface yang kompleks. Dalam hal ini membuatnya cenderung lebih lambat dibandingkan jenis panel kontrol lain.

2. Diperlukan informasi yang spesifik dan rinci dalam permintaan dukungan penggunaan plesk.
 

Kesimpulan


Berdasarkan yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa Plesk merupakan salah satu control panel yang populer berguna untuk mengelola seluruh server dan hosting. Dalam dukungan sistem operasi plesk dan cPanel merupakan perbedaan yang mencolok. Plesk dapat digunakan di OS Windows dan linux, Sedangkan cPanel hanya mendukung OS linux saja.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda