+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Yuk Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Business to Government

7 November, 2022   |   srimulia

Yuk Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Business to Government

Business to government (B2G) merupakan salah satu model bisnis yang disegmentasikan berdasarkan target pasar. Model bisnis ini penjualan dan pemasaran barang atau jasa kepada pemerintah, negara, hingga instansi lokal.  Pada skala bisnisnya sendiri pun bisa sesederhana perusahaan kecil yang menyediakan layanan TI kepada pemerintah kota, hingga sebesar Boeing yang membuat pesawat atau helikopter untuk departemen pertahanan negara.

Model business to government sama seperti model bisnis lain yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada artikel berikut akan membahas kelebihan dan kekurangan dari model bisnis business to government (B2G), serta perbedaannya dengan model bisnis lain simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Business to Government

business to government (B2G) atau sering disebut sebagai business to administration (B2A) merupakan model bisnis yang menjual produk, layanan, atau informasi kepada pemerintah atau lembaga pemerintah. Model bisnis ini memiliki kesempatan bagi perusahaan swasta untuk mengajukan tender mengenai pengadaan barang atau jasa tertentu yang mungkin dibutuhkan untuk proyek pemerintah.

Proses pengajuan tender ini diatur oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di masing-masing daerah. Badan lembaga tersebut mengembangkan saluran B2G sebagai wadah untuk sosialisasi, edukasi, dan informasi tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah.

Pemerintah juga akan membuka tender melalui proses e-procurement, hal  ini sektor publik dapat melakukan tender pengadaan barang atau jasa secara online dan transparan. Di Indonesia, sistem e-procurement lebih dikenal dengan sebutan LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
 

Kelebihan dan Kekurangan Model Bisnis B2G


Model bisnis B2G memiliki keuntungan tersendiri karena kontrak pemerintah seringkali  lebih besar dan lebih stabil jika dibandingkan dengan kontrak proyek dari sektor swasta yang cenderung fluktuatif.

Keuntungan lainnya adalah keamanan dalam transaksi. Ketika sebuah proyek menawarkan, pemerintah sudah memiliki anggaran dan uangnya sudah dipastikan tersedia. Tidak seperti ketika yang menawarkan adalah pihak swasta, di mana yang melelang proyek terkadang belum menyediakan uangnya atau ada namun hanya sebagian uang.

Selain itu, business to government memiliki kekurangan dibandingkan model bisnis lainnya. Kerugian tersebut dapat dilihat dari proses tender yang memakan waktu yang lama karena pemerintah memiliki birokrasi yang rumit.

Proyek-proyek pemerintah juga seringkali melibatkan perusahaan yang memiliki hubungan dengan birokrat di dalam pemerintahaan. Hal ini, perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam mengakses informasi, persyaratan, dan proses pengadaan.
 

Perbedaan B2G dengan Model Bisnis B2B, B2C, C2C, dan D2C


Perbedaan utama dalam B2G, B2B, B2C, dan C2C dilihat dengan jelas dari definisinya, terutama dari sisi target pembeli atau pihak yang terlibat di dalam transaksinya. Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

1. Business to Business (B2B)

B2B merupakan model bisnis yang dilakukan antara sesama pelaku bisnis yang berperan dalam suatu kegiatan bisnis, melainkan biasanya dilakukan antar sesama perusahaan, bukan perusahaan dengan konsumen. Transaksi B2B juga biasanya terjadi dalam rantai pasokan di mana suatu perusahaan akan membeli bahan baku dari perusahaan lain yang kemudian akan diproses di pabrik.

2. Business to Customer (B2C)

Model bisnis B2C dilakukan dengan menjual barang dan jasa secara langsung kepada konsumen atau end-user. Model bisnis ini sering dikaitkan dengan metode dropship, di mana sebuah bisnis menjual barang secara online kepada konsumen, namun barang tersebut dibeli dan dikirimkan oleh bisnis lain.

Dengan kata lain, Seorang pebisnis tidak selalu memiliki barang secara fisik, tetapi mencantumkannya di toko onlinenya. Jadi , ketika ada yang memesan, barulah pelaku bisnis tersebut membelinya dari suatu bisnis lain yang menjadi pemasoknya.

3. Customer to Customer (C2C)

C2C adalah model bisnis yang dilakukan antar konsumen di sebuah marketplace. Selain marketplace, model bisnis juga bisa dijalankan secara langsung antar individu, contohnya melalui media sosial, cash on delivery (COD), dan sebagainya yang dilakukan secara mandiri.

4. Direct to Customer (D2C)

D2C adalah model bisnis yang melakukan penjualan tanpa bantuan perantara. Oleh karena itu, bisnis akan memproduksi, mengemas, dan mengirimkan produk tanpa campur tangan pihak lain. Dimana pihak lain atau perantara ini bisa berupa reseller, dropshipper, hingga toko retail seperti minimarket.

Karena tidak menggunakan perantara, bisnis yang menerapkan D2C mendistribusikan produknya melalui channel milik mereka sendiri, mulai dari website, akun sosial media, hingga toko fisik. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa bisnis akan terhubung langsung dengan konsumennya.
 

Kesimpulan


Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa model bisnis B2G atau business to government. Model bisnis ini memang menawarkan omzet yang lebih besar dan lebih stabil, tetapi, perlu mempertimbangkan segala sesuatu termasuk birokrasi yang rumit dan memakan waktu.

Ketika akan memutuskan suatu model bisnis harus memiliki perencanaan yang matang dan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, harus memperhatikan metode pengolahan keuangan yang berperan besar dalam kelangsungan bisnis.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda