+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Apa itu Passive Income: Pengertian, Jenis, dan Caranya Mendapatkannya

4 November, 2022   |   emaaminahhhh

Apa itu Passive Income: Pengertian, Jenis, dan Caranya Mendapatkannya

Penghasilan pasif adalah istilah yang dicari oleh generasi muda Indonesia. Banyak dari mereka mulai membangun pendapatan pasif di samping literasi keuangan mereka. Apa sebenarnya pendapatan diterima dimuka?

Passive income merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi para investor, termasuk kaum milenial. Faktanya, banyak anak muda saat ini berjuang untuk memiliki penghasilan pasif untuk mendapatkan uang. Apa itu pendapatan yang belum diterima? Pendapatan pasif secara sederhana berarti pendapatan atau penghasilan pasif. 

Beberapa orang mengartikan pendapatan yang belum diterima sebagai pendapatan tambahan. Pendapatan pasif adalah pendapatan (uang) yang diperoleh seseorang melalui aktivitas yang sangat sedikit. Penghasilan pasif adalah cara yang bagus untuk membantu menghasilkan uang tanpa menjadi sangat aktif. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini. Menghasilkan pendapatan pasif berarti mencoba menghasilkan uang dengan membuat uang atau aset bekerja untuk Anda.
 

Pengertian Passive Income 


Pendapatan pasif adalah pendapatan dari sewa properti, kemitraan terbatas, atau bisnis lain di mana individu tidak terlibat secara aktif. Pendapatan pasif umumnya dikenakan pajak dengan cara yang sama seperti pendapatan aktif. Secara umum, pendapatan atau pendapatan jatuh ke dalam tiga kategori utama: pendapatan aktif, pendapatan pasif dan pendapatan portofolio. Ada yang mengartikan passive income sebagai silent investor.

Namun, beberapa analis melihat pendapatan portofolio sebagai pendapatan pasif. Dividen dan bunga karena itu dianggap pasif. Passive income merupakan dambaan setiap orang, terutama investor. Karena tidur tetap bisa menghasilkan income dengan passive income yang terjaga.
 

Jenis-Jenis Passive Income


Tentu saja, jika penghasilan pasif berarti mendapatkan hasil dengan sedikit usaha, Anda harus familiar dengan jenis penghasilan ini. Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan penghasilan tambahan sesuai dengan hasrat dan kondisi Anda.

Berikut adalah beberapa jenis sisa pendapatan yang perlu Anda pahami. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa kita bisa mendapatkan penghasilan pasif semacam ini dari usaha kita sebelumnya.

1. Residual Income

Jenis pertama adalah pendapatan yang diterima meskipun pekerjaan yang ditangguhkan telah diselesaikan. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa pendapatan pasif semacam ini berasal dari upaya masa lalu.

Ada banyak contoh pendapatan seperti ini. Royalti untuk karya berhak cipta seperti agen asuransi, buku, desain atau hak cipta yang menerima bonus saat klien memperbarui kontrak.

2. Pendapatan Leveraged Aktif

Jenis kedua, pendapatan yang diperoleh dari kegiatan orang lain. Tentu saja, Anda tidak selalu mendapatkan hasil dari kegiatan orang tersebut, tetapi ada peran besar orang tersebut untuk menjadi anggota atau rekanan yang Anda awasi.

Contoh spesifik dari jenis ini adalah aktivitas bisnis MLM di mana downline menerima komisi jika berpartisipasi aktif dalam aktivitas bisnis ini. Semakin banyak anggota aktif yang Anda miliki, semakin banyak penghasilan Anda.

3. Bisnis yang sudah berjalan secara otomatis

Yang ketiga adalah jenis yang bisa mencapai kesuksesan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pada dasarnya, saya tidak tahu apakah bisnis ini bisa berjalan secara otomatis. Tentu saja, memulai bisnis seperti itu membutuhkan dana yang cukup besar di awal kegiatan bisnis. Tapi jika bisnis ini bisa berjalan tanpa Anda, Anda bisa merasakan passive income setiap bulannya Misalnya, Anda bisa mendapatkan penghasilan dengan menyewa apartemen selama masa kontrak. Pendapatan semacam ini membutuhkan pengeluaran yang cukup besar.

4. Real Estat/Perumahan

Kegiatan real estate pasti memiliki hasil yang bertahan lama, terutama jika Anda memanfaatkannya sebaik mungkin. Misalnya, Anda bisa mendapatkan penghasilan dengan menyewa apartemen selama masa kontrak. Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan penghasilan seperti ini.

5. Surat Berharga

Ada juga jenis surat berharga, seperti kepemilikan saham, yang menerima pendapatan dari apresiasi saham, yang ditingkatkan dengan penjualan kembali, pembayaran dividen yang disepakati, atau pembagian komisi.

Hal-hal lain di era digital. Melakukan transaksi pembelian saham tidaklah sulit dan tidak membutuhkan modal yang besar. Saat ini sudah banyak penyedia jasa yang memfasilitasi jual beli saham dan dana investasi.
 

Cara Mendapatkan Passive Income


Saat ini, ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan lebih. Bahkan beberapa penghasilan tambahan ini bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah yang lebih besar dari bisnis utama. Serta beberapa cara mendapatkan passive income akan dijelaskan di bawah ini:

1. Toko Online

Perkembangan teknologi selalu memberikan kemudahan bagi penggunanya. Contoh perkembangan teknologi tersebut adalah toko online. Teknologi ini menghilangkan kebutuhan pengguna untuk pergi ke pasar dan toko untuk membeli produk. Ambil kesempatan ini untuk mendapatkan penghasilan yang belum diterima.

2. Membuat Blog

Ngeblog sudah menjadi kegiatan yang biasa dilakukan oleh kaum milenial saat ini Findability informasi mudah diselesaikan dengan menemukan blog yang tepat. Dalam dunia blogging, ada sebuah iklan bernama Adsense yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan penghasilan pasif dari blog yang dibuat pengguna.

Selain itu, blog ini mendukung sistem afiliasi, yang meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan penghasilan besar. Oleh karena itu, banyak milenial yang memasukkan semuanya ke dalam blog mereka dan bahkan blogger profesional dapat menghasilkan pendapatan jutaan rupiah setiap periodenya.Ide bagus. Saat Anda menggunakan produk digital yang Anda buat, Anda dapat menjualnya berkali-kali dan dengan demikian menghasilkannya berkali-kali lipat. Ada berbagai macam produk seperti gambar, desain, foto, font, dll. Produk NFT saat ini sedang booming.

4. Menjadi Pembuat Konten

Berbagai platform telah memudahkan pembuat konten untuk menghasilkan uang dari hobi dan bakat mereka. Berbagai platform seperti YouTube, Tiktok, dan Instagram baru-baru ini muncul sebagai sumber pendapatan potensial bagi pembuat konten.

Dari konten yang dibuat, kreator tidak hanya dapat menerima uang rupiah melalui sistem pembayaran platform berupa AdSense, tetapi juga bayar per klik/pay per view. Para pembuat konten ternama juga berkesempatan menjadi brand ambassador untuk berbagai produk.

5. Program Afiliasi

Baru-baru ini, saya mendengar tentang program afiliasi yang meningkatkan penghasilan Anda hanya dengan menyebarkan link. Program ini memungkinkan pengguna memperoleh penghasilan dari pembelian yang dilakukan oleh pengguna lain melalui tautan yang terdaftar di program afiliasi.

penulis juga memanfaatkan kemampuan untuk membuat konten dan menyertakan tautan afiliasi. Perlakuan ini memberikan peserta program afiliasi kesempatan untuk mencapai lebih banyak konversi.

6. Berinvestasi di Saham dan Reksa Dana

Untuk berinvestasi di pasar saham atau reksa dana, Anda harus bisa mempelajari aliran saham dan membaca semua situasi yang muncul. Anda harus hati-hati mengevaluasi saham mana yang mungkin menghasilkan keuntungan.

Namun, dengan begitu banyak proposal investasi, menjadi mudah untuk menentukan saham mana yang menawarkan peluang terbaik. Tetapi untuk mencapai hasil yang lebih besar dan menentukan langkah Anda selanjutnya, Anda harus belajar menganalisis diri sendiri.

7. Investasi real estate

Jenis investasi lain yang menawarkan peluang menghasilkan pendapatan adalah berinvestasi di real estat. Seperti yang kamu ketahui harga tanah atau tempat tinggal makin lama makin tinggi. Hal ini yang memungkinkan kamu berpeluang mendapatkan pendapatan lain dalam investasi properti.

Selain kamu berinvestasi pada sebuah real estate kamu juga dapat melakukan pembelian pada properti yang strategis. Kamu bisa menyewakan lokasi tersebut untuk mendapatkan pemasukan lainnya.
 

Contoh Passive Income di Indonesia 


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak contoh passive income di Indonesia. Bahkan, mereka sering melakukannya. Money+ merekomendasikan contoh penghasilan pasif yang bisa Anda coba.

1. Monetisasi Konten di Internet

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Anda dapat memperoleh penghasilan pasif terbaik dengan memonetisasi konten Anda di Internet melalui blog, Youtube, dan media sosial lainnya. Untuk menghasilkan uang dengan Youtube, Anda harus menyetujui beberapa persyaratan, seperti penggunaan 4.000 jam dalam 12 bulan terakhir dan memiliki akun Google Adsense. Dengan memonetisasi konten, Anda bisa mendapatkan tiga keuntungan: pendapatan iklan, premium YouTube, dan penjualan produk.

2. Penghasilan Pasif dari Program Afiliasi

Banyak marketplace di Indonesia yang dapat digunakan untuk memperoleh penghasilan pasif melalui penjualan produk atau program afiliasi. Program Afiliasi yang ditawarkan oleh Marketplace sangat sederhana. Itu hanya mempromosikan produk dan layanan perusahaan atau toko online Anda. Dapatkan komisi setiap kali seseorang mengklik produk Anda yang diiklankan dan melakukan pembelian. Nilai komisi yang Anda terima akan bervariasi.

3. Investasi 

Penghasilan pasif terbaik yang dicapai banyak anak muda adalah berinvestasi pada sarana investasi yang aman dan andal. Sekarang ada banyak kendaraan investasi yang dapat dipilih berdasarkan tingkat risiko Anda. Ya, Anda harus ingat bahwa semua kendaraan investasi membawa risiko kecil dan besar. Oleh karena itu, Anda harus memilih dengan cermat saat memilih kendaraan investasi. Jangan mudah terkecoh dengan keuntungan perusahaan investasi agar keuangan Anda tetap aman.
 

Kesimpulan 


Pendapatan pasif adalah jenis pendapatan yang diperoleh seseorang tanpa dipekerjakan oleh bisnis yang menghasilkan pendapatan tersebut. Dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan penghasilan pasif dengan aktivitas minimal. Sebagian besar pencari nafkah pasif masih memiliki pekerjaan utama yang menghasilkan sumber keuangan rupiah lainnya. Memiliki passive income juga berarti Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari aktivitas yang tidak memakan banyak waktu.

Bahkan mereka yang mengetahui pendapatan diterima dimuka melakukan beberapa aktivitas untuk sampai ke situs. Namun, pada kenyataannya, mendapatkan penghasilan pasif tidak semudah kedengarannya dan membutuhkan banyak usaha pada awalnya. Hal ini menimbulkan banyak pendapat bahwa pendapatan diterima dimuka adalah solusi untuk mengumpulkan pendapatan pensiun. Seiring bertambahnya usia, perubahan hormonal dan faktor penuaan lainnya pasti mengurangi produktivitas kita, tetapi pendapatan pasif setidaknya memberi kita sedikit perlindungan usia.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda