+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Manfaat Yang Diperoleh Marketing Mix Saat Berbisnis

2 November, 2022   |   Ningsih

Manfaat Yang Diperoleh Marketing Mix Saat Berbisnis

Belakangan ini istilah marketing mix sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Anda mungkin pernah mendengarnya di lingkungan seminar, televisi, atau di media sosial. Marketing mix menjadi satu di antara istilah yang akrab dengan pebisnis.
 
Marketing mix dapat didefinisikan sebagai sebuah strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya secara terpadu guna mencapai sebuah tujuan marketing pasar yang sudah ditargetkan. Seorang ahli bernama Buchari Alma menafsirkan marketing mix sebagai suatu bentuk strategi untuk mengombinasikan berbagai macam aktivitas marketing supaya tercipta sebuah kombinasi maksimal, sampai muncul hasil yang paling memuaskan.
 
Marketing mix atau yang bahasa Indonesianya dikenal dengan bauran pemasaran menjadi fondasi model dasar pada bisnis. Istilah ini dikenalkan pertama kali oleh seorang profesor marketing Harvard bernama Neil Borden tahun 1948 yang terinspirasi dari jurnal koleganya, yakni Prof. James Culliton.
 
Satu di antara perkembangan konsep marketing mix yang seringkali dikenal adalah marketing mix 7P. Konsep ini dikenalkan pada Booms serta Bitner yang berisi empat elemen 4P ditambah tiga elemen baru, yakni physical evidence, people, serta process. Konsep marketing mix tidak hanya bisa digunakan dalam memajukan bisnis lama, melainkan untuk mengembangkan bisnis baru.

Pengertian Marketing Mix

Istilah marketing mix atau bauran pemasaran dipakai pertama kali oleh Neil Borden (1964) yang terinspirasi dari gagasan James Cullington (1948). Gagasannya merupakan bahwa seorang eksekutif bisnis berperan sebagai mixer of ingredients. Borden (1964) menyusun daftar elemen marketing mix yang terdiri dengan 12 aspek. Daftar tersebut lalu disederhanakan dan dipopulerkan Jerome McCarthy (1968) ke dalam empat aspek pokok, yakni product, price, place, dan promotion, lalu dikenal dengan istilah 4P.
 
Kritik terhadap 4P sudah terlihat sejumlah pakar pemasaran mengemukakan model marketing mix yang baru, di antaranya model 7P Service Marketing Mix (Booms dan Bitner, 1981) serta model marketing mix holistic marketing (Kotler dan Keller, 2006).
 
Hingga sekarang ini, model 4P masih paling populer dan menjadi elemen kunci pada sebagian besar literatur pemasaran. Manajer pemasaran akan mengambil pendekatan tergantung pada industri serta target rencana pemasarannya.
 
Marketing mix pada bahasa Indonesia dikenal sebagai bauran pemasaran menjadi fondasi model dasar suatu bisnis. Marketing mix bisa didefinisikan sebagai suatu strategi pemasaran yang menggabungkan antara elemen di dalamnya secara terpadu untuk mencapai sebuah tujuan marketing pasar yang sudah ditargetkan.
 

Konsep Marketing Mix

1. Marketing Mix 4P
Model 4P populer karena Jerome McCarthy (1968) sebab ia yang mengemukakan empat elemen marketing mix yang meliputi product, price, promotion, serta place (distribution).

a. Place (Tempat)

Tempat dalam marketing mix pada dasarnya merupakan sebuah bentuk saluran distribusi yang mengacu pada lokasi suatu produk yang tersedia dan bisa dijual dan dibeli. Saluran distribusi dalam marketing mix meliputi kelengkapan produk, lokasi, persediaan, fasilitas penyimpanan, pengedaran serta transportasi.
 
Konsep ini berfokus pada tempat atau lokasi perusahaan kalian berdiri. Semakin strategis tempat bisnis Anda, semakin besar pula keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Dengan lokasi yang strategis, konsumen atau calon konsumen dapat mudah dalam menemukan dan menjangkau bisnis Anda, sehingga transaksi penjualan lebih mudah terjadi.
 
Bagaimana cara dalam menentukan lokasi yang tepat? Hal yang bisa Anda lakukan adalah mencari serta menentukan lokasi penjualan yang tepat dengan target pasar kalian, apakah itu untuk kalangan bottom, middle, atau up.
 
b. Product (Produk)

Produk merupakan sesuatu yang mempunyai nilai fungsional dan bisa digunakan oleh pelanggan guna mencapai sesuatu. Produk dalam marketing mix yaitu meliputi variasi, kualitas, desain, fitur, garansi, nama merek, kemasan, ukuran, layanan, dan retur.
  
Secara teori, produk adalah segala bentuk hasil usaha yang ditawarkan pada pasar untuk dipakai dan dikonsumsi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan masyarakat. Jika kalian ingin sukses dalam menjalankan strategi marketing mix, kalian perlu bisa membuat dan menghasilkan produk atau jasa dengan kualitas serta keunikan tersendiri.
 
Dengan begitu, produk atau jasa kalian dengan otomatis bisa meningkatkan daya saing pada pasaran. Produk mempunyai dua unsur yang harus diperhatikan, yakni sebuah kualitas dan visual. Kalian perlu memastikan kualitas pada produk Anda dengan baik. Selain dari itu, konsumen pun harus merasa membutuhkan guna membeli produk atau jasa kalian tidak hanya sekadar tertarik.

Cara mudah untuk menentukan target pasar melalui riset kecil yang terstruktur. Riset yang dilakukan dengan strategi marketing mix bisa mencakup informasi respon pasar, keinginan konsumen, dan lain sebagainya. Lewat informasi yang didapat dari riset, ini dapat membandingkan produk/jasa Anda dengan kompetitor, mengetahui kelebihan, serta kekurangan produk kalian.

Setelah dari itu, kalian bisa melakukan evaluasi guna meningkatkan mutu produk dan jasa kalian, mencocokan produk dengan keinginan serta kebutuhan konsumen, dan memberikan gambaran prospek produk pada masa yang akan datang.

c. Promotion (Promosi)

Promosi dalam marketing mix merupakan strategi yang diterapkan pada pemasar untuk membuat pelanggan sadar karena keberadaan produk atau mereknya. Promosi penjualan yakni meliputi periklanan, personal selling, public relations, serta direct marketing.
 
Strategi marketing mix ini berfokus pada masalah promosi bisnis, seperti bagaimana caranya untuk memasarkan produk, media apa yang dipakai, dan sebagainya. Promosi adalah salah satu strategi marketing yang mempunyai tujuan, antara lain:
 
- Mengidentifikasi serta menarik konsumen baru.
- Mengomunikasikan produk yang baru meluncur.
- Meningkatkan jumlah konsumen dalam produk yang suda dikenal secara luas.
- Menginformasikan pada konsumen terkait peningkatan kualitas produk.
- Mengajak konsumen guna mendatangi tempat penjualan produk.
- Memotivasi konsumen supaya memilih atau membeli suatu produk.

Pada dasarnya, promosi adalah aktivitas penyebaran informasi yang memiliki sifat untuk membujuk, memengaruhi serta mengingatkan pasar bahwa produk kalian telah siap dijual dan dibeli pada mereka. Salah satu yang bisa kalian lakukan ialah dengan memasang iklan.
 
Iklan bisa dilakukan lewat media-media seperti surat kabar, elektronik, brosur, spanduk, dan sosial media. Di masa digital seperti sekarang, strategi pemasaran dengan promosi cukuplah mudah sebab banyak media sosial yang akan membantu Anda.
 
d. Price (Harga)

Harga adalah satu di antara elemen yang paling penting dalam marketing mix. Harga merupakan nilai yang nantinya didapatkan untuk pengganti produk. Harga pada marketing mix meliputi katalog, diskon, potongan khusus, periode pembayaran, serta persyaratan kredit.
 
Harga yang dimaksud merupakan sejumlah uang yang perlu dibayar oleh user atau klien Anda untuk mendapatkan produk yang ditawarkan. Dengan kata lain, seseorang akan menggunakan jasa atau membeli produk yang ditawarkan, saat pengorbanan yang dikeluarkan (yakni uang dan waktu) sesuai pada manfaat yang diinginkan dapatkan dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.
 
Terkait poin ini, fokus kalian merupakan bagaimana caranya supaya dapat membuat pelanggan atau calon pembeli potensial merasa pengeluarannya tepat dengan apa yang dia dapat. Dengan begitu, strategi marketing mix dapat lebih optimal.
 
Dalam menentukan harga dari produk, kalian perlu menghitungnya berdasarkan dengan biaya produksi, modal, serta tambahkan keuntungan beberapa persen. Harga jual perlu sesuai dengan harga pasar, tak terlalu tinggi, dan tak juga terlalu rendah.
 
Hal ini guna mencegah terjadinya kebangkrutan tentunya. Saat kalian ingin menjual dengan harga yang lebih tinggi dari harga lainnya, berikan perbedaan yang mencolok pula untuk dibandingkan kompetitor Anda, seperti kualitas dan varian, sampai konsumen merasa “worth it” dengan harga pada produk yang dijual Anda.

2. Marketing Mix Jasa

Pada konteks pemasaran jasa, Booms serta Bitner (1981) menambahkan tiga elemen marketing mix selain dari 4P, sampai dikenal pula dengan istilah 7P.

a. Participants (Orang yang Terlibat)

Aspek orang yang dimaksud bukan hanya konsumen saja. Tapi, semua sumber daya manusia (SDM) yang terlibat, termasuk pekerja sampai tim bisnis. Khusus pada aspek ini sangat penting guna diperhatikan. SDM adalah komponen penting untuk memulai strategi marketing mix. Faktor SDM sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah perusahaan.

Tidak dapat kita pungkiri misalkan faktor ini berperan penting saat membuat suatu kemajuan atau bahkan kemunduran dari suatu perusahaan. Inilah kenapa berbagai peuntu rusahaan berlomba-lomba untuk mencari kandidat pekerja yang terbaik, mereka bahkan rela membayar lebih dalam menyewa pihak pencari kerja independen yang ahli dalam mencarikan kandidat pekerja bagi perusahaan.
 
Pertanyaan-pertanyaan terkait, apakah karyawan tersebut mempunyai performance tinggi atau sebaliknya, apakah karyawan tersebut loyal atau sebaliknya, apakah karyawan itu mampu melayani konsumen dengan baik atau sebaliknya akan ikut dalam membantu kesuksesan sebuah perusahaan jasa di pasaran.
 
Faktor penting lainnnya pada SDM merupakan attitude dan motivasi dari karyawan dalam industri jasa. Attitude bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, body language, ekspresi wajah, suara dalam bicara, dan tutur kata. Adapun motivasi akan menentukan sejauh apa karyawan ingin atau menyukai pekerjaan yang akan dilakukan.
 
b. Process (Proses)

Aspek proses adalah gabungan dari keseluruhan kegiatan. Semua kegiatan tersebut berhubungan dengan produk yang dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen. Proses di sini mencakup bagaimana cara perusahaan dalam melayani permintaan tiap konsumennya, mulai dari konsumen memesan (order) sampai dengan mereka mendapatkan apa yang diinginkan.
 
Beberapa perusahaan tertentu biasanya mempunyai cara yang unik atau khusus saat melayani konsumennya. Seperti halnya pada restoran, terdapat beberapa restoran yang memberikan fasilitas “open kitchen”, yakni konsumen dapat melihat tiap proses pembuatan makanan yang mereka pesan. Cara servis seperti ini merupakan salah satu contoh penerapan strategi marketing mix pada bisnis kuliner.
 
c. Physical Evidence (Tampilan Fisik)

Tampilan fisik merupakan semua perangkat yang dipakai sebagai pendukung berjalannya sebuah bisnis. Tampilan fisik tempat usaha akan menjelaskan bagaimana penataan bangunan dari suatu perusahaan. Apakah perusahaan menggunakan interior yang unik, lightning system yang menarik, desain ruangan yang menarik perhatian, dan lain sebagainya.
 
Perusahaan pasti akan menyadari bahwa penataan bangunan pada suatu perusahaan tentu akan memengaruhi mood pengunjung. Desain interior yang terkesan berantakan tentu akan membuat konsumen merasa cukup sedikit tak nyaman dengan keadaan di perusahaan tersebut.
 
Bangunan perlu menciptakan suasana yang menyenangkan, sampai memberikan pengalaman kepada pengunjung dan bisa memberikan nilai tambah. Komponen visual sangatlah penting pada strategi marketing mix.
 
3. Marketing Mix dalam Holistic Marketing
Phillip Kotler serta Kevin Lane Keller (2006) memodifikasi elemen marketing mix 4P serta menyebutnya sebagai evolusi dari manajemen pemasaran yang meliputi:
 

Manfaat Marketing Mix

Terdapaf manfaat yang bisa diperoleh dari marketing mix di antaranya yaitu:
 
1. Dapat Menganalisis Keuangan
Pebisnis perlu mengetahui bagaimana arus biaya serta pendapatan sesuai dengan situasi yang terjadi.
 
2. Alokasi Sumber Daya yang Bijaksana
Sumber daya biasanya memiliki sifat terbatas sehingga perlu digunakan seefektif mungkin.
 
3. Memfasilitasi Proses Komunikasi
Dapat mengalokasikan pada bentuk tanggung jawab pada bagian divisi dengan tugas masing-masing yang sudah ditentukan.
 
4. Menyederhanakan
Konsep ini bisa menyederhanakan serta menyatukan berbagai macam bentuk aktivitas pemasaran menjadi satu sampai bagian pemasaran lebih mudah saat dilakukan dan dikelola.
 
5. Alokasi Tanggung Jawab
Bisnis butuh tim yang memiliki kesolidan, namun pebisnis juga perlu mengalokasikan tanggung jawab kepada tiap orang sesuai dengan tugas dan kemampuan yang dimiliki.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda