+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Value for Money : Definisi, Manfaat, Indikator, dan Cara Pengukurannya !

28 October, 2022   |   Prihanandaaa

Value for Money : Definisi, Manfaat, Indikator, dan Cara Pengukurannya !

Pentingnya value for money adalah sebuah konsep yang menilai kinerja organisasi sektor publik berdasarkan tingkat keberhasilan program kerja mereka terkait dengan tiga faktor utama: ekonomi, efisiensi dan efektivitas.

Value for Money memberikan informasi dalam bentuk metrik apakah anggaran (dana) yang dikeluarkan akan menciptakan nilai tertentu bagi masyarakat. Sektor publik adalah sarang inefisiensi, pemborosan, dan sumber pengurasan modal, dan organisasi sering kali dipandang selalu merugi. Persyaratan baru telah muncul untuk organisasi sektor publik agar hemat biaya dalam melakukan kegiatan mereka.

Selain evaluasi finansial, pendekatan value for money juga mencakup evaluasi kinerja non-finansial, yaitu kualitas pelayanan dengan memperhatikan konsistensi kualitas yang memenuhi harapan pelanggan sasaran.

Anggaran sebagai alat untuk merencanakan kegiatan publik, dinyatakan dalam satuan moneter, dapat juga digunakan sebagai alat kontrol. Penganggaran dan pencatatan pemasukan dan pengeluaran harus dilakukan secara cermat dan sistematis agar fungsi perencanaan dan pengawasan dapat berjalan dengan baik.

Value for Money adalah rangkaian indikator yang unsur-unsurnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari input, output, dan hasil. Untuk mencapai nilai uang, suatu organisasi harus secara bersamaan memenuhi prinsip-prinsip ekonomi, efisiensi dan efektivitas.
 

Pengertian value of money dari beberapa sumber:


Menurut Nordiawan dan Hertianti (2010), nilai uang adalah nilai konstan bagi masyarakat untuk mana anggaran (instrumen) yang dikeluarkan dibuat.

Menurut Mahmudi (2015), nilai uang merupakan konsep bagi organisasi sektor publik yang memahami nilai uang. Ukuran kinerja nilai uang adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk mengukur ekonomi, efisiensi, dan efektivitas kegiatan, program, dan organisasi.

Menurut Mardiasmo (2002), Value for money adalah konsep manajemen organisasi sektor publik yang didasarkan pada tiga faktor utama: ekonomi, efisiensi dan efektivitas.

Menurut Ardila (2015), value for money adalah sebuah konsep untuk mengevaluasi kinerja organisasi sektor publik, yang dapat diukur tidak hanya dari perspektif keuangan, tetapi juga dari perspektif non-keuangan. Tingkat Keberhasilan program kerja sektor publik.
 

Keunggulan value for money


Keunggulan Value for Money dalam mengukur kinerja keuangan organisasi sektor publik sangat berguna bagi instansi pemerintah untuk menggunakan Persepsi Dana Publik (Public Cost Perception) sebagai dasar. Selain itu, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara tepat dan sasaran untuk menghasilkan kualitas pelayanan yang unggul dengan menggunakan sumber daya secara ekonomis dan efisien.

Menurut Mardiasmo (2002), manfaat penerapan value for money bagi sektor publik dan masyarakat adalah:

a. Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
b. Mengurangi biaya pelayanan publik melalui kerugian dan penghematan yang tidak efisien dalam penggunaan input.
c. Lebih banyak alokasi belanja untuk barang publik.
d. Pengakuan Biaya Publik sebagai Sumber Praktik Akuntabilitas Publik.
 

Indikator Value for Money


Menurut Mardiasmo (2002), value for money adalah konsep pengelolaan organisasi sektor publik berdasarkan tiga faktor utama: ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Ada tiga indikator utama nilai uang sebagai berikut: Ekonomi adalah perbandingan input dengan nilai input yang dinyatakan dalam satuan mata uang. Ekonomi mengacu pada sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalkan sumber daya input yang digunakan dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak efisien.

Efisiensi. Secara khusus, itu baik mencapai output maksimum dengan input yang diberikan atau menggunakan input terendah untuk mencapai output yang diberikan. Efisiensi adalah perbandingan output/input relatif terhadap kriteria kinerja atau target yang ditetapkan. Efektivitas, yaitu sejauh mana hasil program dicapai terhadap tujuan yang ditetapkan. Kemanjuran adalah perbandingan hasil dengan hasil.

Tuntutan nilai uang masyarakat adalah hemat (hemat) dalam pengadaan dan alokasi sumber daya, efisien dalam arti usaha/pengorbanan diminimalkan dan hasil maksimal, serta tujuan dan sasaran tercapai. tujuan. Menurut Mardiasmo (2002), indikator nilai uang dapat dibagi menjadi dua bagian. Ekonomis berarti membeli barang dan jasa dengan tingkat kualitas tertentu dengan harga terbaik (konsumsi pelajaran). Efisiensi berarti mampu mencapai keluaran tertentu dengan sumber daya sesedikit mungkin (pengeluaran yang sesuai).

Indeks Kualitas Layanan (Efektivitas). Efektivitas berarti kontribusi keluaran untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan (pembelanjaan yang bijaksana). Indikator efisiensi dan efektivitas harus digunakan bersama-sama. Di satu sisi, pelaksanaannya mungkin telah dilakukan secara ekonomis dan efisien, tetapi output yang dihasilkan tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Di sisi lain, dapat dikatakan bahwa program mencapai tujuannya secara efektif.

Namun, hal ini dapat dicapai dengan cara yang tidak ekonomis dan efisien. Suatu program yang dilaksanakan dapat dikatakan hemat biaya jika efektif dan efisien. Indikator efektivitas biaya menggabungkan informasi efisiensi dan efektivitas dan dapat memberikan indikator kinerja akhir yang disamakan oleh sektor publik dengan layanan publik.
 

Pengukuran value for money


Untuk mengukur ekonomi, efisiensi, dan efektivitas pengukuran kinerja keuangan dan non-keuangan dengan menggunakan metode nilai uang, tingkat input, output, dan hasil harus ditetapkan terlebih dahulu. Tahap pertama organisasi adalah menentukan input, output, dan hasil dari keputusan tersebut. Mereka terkait dengan tujuan, visi, dan misi organisasi. Skema proses kerja dan pengukuran uang digambarkan sebagai berikut:

1. Input.

Input adalah sumber daya yang digunakan untuk mengimplementasikan kebijakan, program, atau kegiatan. Contoh input termasuk dokter rumah sakit, guru sekolah, kepala polisi setempat, dan pegawai pemerintah. Input juga dapat dinyatakan dalam istilah moneter, seperti biaya dokter, gaji guru, atau harga real estat.

2. Output.

Output adalah hasil yang dicapai oleh program dan kebijakan. Ukuran keluaran ini menunjukkan hasil dari pelaksanaan suatu program atau kegiatan. Penegakan hukum dan keselamatan publik adalah contoh keluaran polisi, tetapi besarnya keluaran dapat diukur dengan mengurangi tingkat kejahatan.

3. Hasil.

Hasil adalah efek dari aktivitas tertentu, dan hasil sering dikaitkan dengan tujuan atau sasaran yang diinginkan. Salah satu contoh keberhasilan layanan kebersihan adalah terciptanya lingkungan perkotaan yang aman, bersih dan sehat.
 

Menurut Mardiasmo (2002), setelah menentukan tingkat input, output dan outcome, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai ekonomi, efisiensi dan efektivitas.


1. Pengukuran Ekonomi

Ekonomi adalah perolehan sumber daya (input) tertentu pada harga terendah. Ekonomi adalah perbandingan input dengan nilai input yang dinyatakan dalam satuan mata uang. Ekonomi berkaitan dengan sejauh mana organisasi sektor publik dapat meminimalkan sumber daya input mereka dengan menghindari pengeluaran yang boros dan tidak produktif.

Ukuran efektivitas hanya mempertimbangkan output yang dicapai, sedangkan ukuran ekonomi hanya mempertimbangkan input yang digunakan. Ekonomi adalah ukuran relatif. Pertanyaan pengukuran ekonomi adalah: Apakah biaya organisasi lebih besar dari anggaran organisasi. Apakah biaya organisasi lebih tinggi daripada organisasi sejenis lainnya yang sebanding

2. Mengukur Efisiensi

Efisiensi berkaitan erat dengan konsep produktivitas. Efisiensi diukur dengan membandingkan output yang dihasilkan dan input yang digunakan (biaya output). Suatu proses aktivitas bisnis dapat digambarkan sebagai efisien jika produk tertentu atau tugas tertentu dapat diselesaikan dengan penggunaan sumber daya dan sarana yang paling sedikit (pengeluaran yang sesuai).

Efisiensi adalah faktor kunci dalam tiga rasio harga/kinerja. Dibandingkan dengan profitabilitas dan efektivitas, efisiensi adalah bagian dari rasio harga-kinerja dan dapat diukur dengan rasio output terhadap input. Ekonomi hanya peduli input, efisiensi hanya peduli output.

Ketika mengukur nilai uang, efisiensi dapat dibagi menjadi dua bagian: Efisiensi alokasi mengacu pada kemampuan untuk menggunakan sumber daya input pada tingkat kapasitas optimalnya.
Efisiensi Teknis atau Administratif. Efisiensi teknis (administratif) mengacu pada kemampuan untuk menggunakan sumber daya input pada tingkat output tertentu.

3. Mengukur Efektivitas

Efektivitas secara umum mengacu pada pencapaian tujuan atau sasaran politik (outcomes of use). Efektivitas adalah hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai. Kegiatan operasional dianggap efektif ketika proses operasional mencapai tujuan dan sasaran kebijakan akhir (Spending Wisely).

Efektivitas adalah ukuran keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Suatu organisasi dikatakan beroperasi secara efektif apabila berhasil mencapai tujuannya. Yang terpenting, efektivitas bukanlah ukuran berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan itu. Efektivitas hanya mempertimbangkan apakah suatu program atau kegiatan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Manfaat value of money 

Nilai uang adalah keuntungan utama ketika mengukur kinerja keuangan organisasi sektor publik. Salah satunya adalah untuk membantu instansi pemerintah meningkatkan kesadaran pendanaan atau biaya publik sebagai dasar untuk menegakkan akuntabilitas publik itu sendiri. Selain itu, nilai uang meningkatkan pelayanan masyarakat dengan cara yang rasional dan terarah. Hal ini memungkinkan Anda untuk menggunakan sumber daya secara efisien dan ekonomis untuk mencapai kualitas layanan yang sangat baik.
 

Kesimpulan 


Value for Money merupakan konsep evaluasi kerja organisasi sektor publik yang dinilai berdasarkan tingkat keberhasilan program kerjanya. Tingkat keberhasilan di atas terkait dengan tiga faktor utama yaitu efisiensi, efektivitas dan ekonomi. Konsep ini memungkinkan kita untuk memperoleh informasi dalam bentuk metrik tentang apakah sumber daya yang digunakan mampu menghasilkan nilai tertentu bagi kelompok.

Sektor publik sering dipandang sebagai pusat inefisiensi, sumber kerugian finansial, dan pusat pemborosan. Sehingga institusi selalu mengalami kerugian. Hal ini pada akhirnya menyebabkan tuntutan baru pada organisasi sektor publik untuk menjadi hemat biaya dalam kegiatan mereka.

Selain evaluasi keuangan, terdapat juga evaluasi kinerja non-keuangan berdasarkan metode value for money. Salah satunya adalah mengukur kualitas layanan dengan kualitas yang konsisten, memenuhi harapan pelanggan sasaran.

Anggaran sering digunakan sebagai alat perencanaan untuk kegiatan publik dan dinyatakan dalam uang. Anggaran juga dapat digunakan sebagai alat manajemen untuk menjaga agar fungsi perencanaan dan pemantauan tetap berjalan dengan baik. Semua catatan sistem rumah harus dicatat secara sistematis agar dapat beroperasi sesuai fungsinya. Sertakan semua pendapatan dan pengeluaran Anda di dalamnya.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda