+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Apa Itu Lisensi Bisnis? Pengertian, Jenis-Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

28 October, 2022   |   Fajri

Apa Itu Lisensi Bisnis? Pengertian, Jenis-Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Banyak orang mungkin mencari keuntungan dari memberikan izin kepada pihak atau lebih dimana satu pihak usaha yang dapat mereka beli. Oleh karena itu, sebagian besar pengusaha yang baru memulai bisnis mereka sering mengabaikan pentingnya fakta ini. Menentukan lisensi dalam bisnis Anda sangat penting. sehingga Anda dapat menghindari sebanyak mungkin hal yang tidak diinginkan nantinya. Namun, banyak pengusaha biasa yang sering tidak mengerti seperti apa izin dagang ini, lalu apa itu, dan terakhir apa manfaat dan manfaatnya. Silakan lihat informasi di bawah ini untuk pemahaman yang lebih baik.


Pengertian Apa Itu Lisensi bisnis


Lisensi usaha adalah pemberian izin untuk memproduksi dalam bentuk produk atau jasa tertentu, dan produk atau jasa tersebut sebelumnya telah dipatenkan oleh orang yang awalnya menciptakannya. Lisensi bisnis sering didefinisikan sebagai bentuk otorisasi penggunaan pertama. memberikan izin kepada pihak atau lebih dimana satu pihak usaha juga dapat diartikan sebagai suatu bentuk pemberian izin untuk menggunakan hak paten dan memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual yang dapat diberikan oleh penerima izin usaha kepada penerima izin usaha dengan maksud agar penerima izin usaha dapat melakukannya, bukan hanya sekedar izin usaha.

memproduksi produk tertentu menggunakan hak paten dan memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual yang dilisensikan oleh kami Izin usaha juga memiliki perjanjian jangka waktu izin usaha. Perjanjian izin usaha antara dua pihak atau lebih dimana satu pihak memberikan izin kepada pihak atau lebih dimana satu pihak usaha sebagai pemilik atau penerima lisensi kepada pihak yang bertindak sebagai pelaku usaha. Untuk memungkinkan pihak yang memiliki izin bisnis untuk memproduksi dan menjual produk dan layanan secara legal.

Pihak yang mengeluarkan izin usaha disebut licensor, dan pihak yang memperoleh izin usaha disebut licensor. Secara tidak langsung, istilah izin usaha mengacu pada penjualan atau pemberian lisensi hak paten untuk menggunakan paten dan merek dagang. Tentu saja, pemegang izin usaha, yang disebut lisensi, yang telah memperoleh izin dari pemberi lisensi, harus membuat produk dengan bahan yang sama persis, kecuali penyimpangan, agar produk yang dibuat sesuai dengan keinginannya. Persentase orang dengan izin usaha.


Pentingnya Lisensi Bisnis


Menyiapkan izin usaha memiliki banyak keuntungan. Tentu saja hal ini sering diabaikan oleh para pengusaha. Di masa depan, ketika upaya serupa dilakukan, pembangunan akan menjadi masalah. Misalnya, dalam bisnis yang sangat kompetitif, jika ide produk unggulan dicuri dari perusahaan lain tanpa izin yang jelas, hal itu tidak dapat dikejar atau ditangani sendiri. Oleh karena itu, sebagai seorang pengusaha, sebaiknya Anda memikirkan terlebih dahulu pemberian izin dan lisensi di perusahaan Anda. Sehingga bisnis secara tidak langsung lebih terdukung. Juga, memiliki lisensi memberi pelanggan lebih banyak kepercayaan dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya.Pelanggan dan konsumen sering lebih memilih perusahaan dan lokasi dengan lisensi formal. Di sinilah pentingnya lisensi paten dari badan yang bertanggung jawab.


Mengurus Lisensi Bisnis


Banyak orang tidak mengerti bagaimana bekerja dengan izin usaha. Sering kali, banyak pengusaha biasa tidak tahu harus ke mana. Sebenarnya untuk mempertahankan lisensi ini tidaklah sulit, bahkan sangat mudah. Jadi tidak harus susah dan bingung jika ingin merawatnya. Jika Anda tertarik untuk bekerja dengan izin usaha, silakan ikuti langkah-langkah dan petunjuk di bawah ini.

• Menyiapkan semua jenis korespondensi yang terkait dengan persetujuan formal perusahaan. Pihak yang berwenang seringkali memerlukan bukti izin usaha yang sah sebelum mengajukan permohonan izin. Seperti SIUP perusahaan resmi dan NPWP.

• Cari lembaga yang tepat yang bertanggung jawab untuk mendapatkan lisensi yang diperlukan. Sehingga tidak akan kesulitan saat mengajukan izin nantinya. Sebagai aturan, setiap lembaga memiliki tugas sendiri. Hal yang sama juga terjadi saat mendaftarkan paten dan izin usaha ke departemen terkait. Misalnya Kementerian Perindustrian.

• Siapkan berkas atau persyaratan yang diperlukan sebelum mengajukan permohonan lisensi. Pastikan proses persetujuan berjalan dengan lancar dan optimal setelahnya. File lengkap biasanya siap untuk diserahkan. Jadi, Anda dapat dengan cepat dan mudah mendapatkan lisensi yang telah Anda tunggu-tunggu hanya dalam beberapa minggu.


Lisensi Bisnis terkait Kelebihan Kekurangan


A. Manfaat

• Saat Anda mentransfer merek dagang Anda, Anda menerima biaya tetap satu kali untuk mengumpulkan biaya pendaftaran. Ini memungkinkan Anda untuk menegosiasikan harga tanda tangan Anda dengan pihak lain.
• Kewajiban merek dagang juga dapat mengalihkan Anda dari tanggung jawab Anda saat ini untuk administrasi dan penegakan merek dagang yang sedang berlangsung. Beberapa tidak bertanggung jawab atas di mana ini terjadi.
• Mengelola merek yang digunakan.
• Dapatkan royalti berkelanjutan.
• Dimungkinkan juga untuk memaksimalkan area, produk/layanan target, dan volume penjualan.

B. Kerugian

• Saat Anda menjual sebuah merek, Anda melepaskan semua kendali atas merek tersebut.
• Dalam jangka panjang, akan sulit untuk menilai merek Anda dan bahkan kehilangan izin usaha Anda.
• Jika kontrak antara pemberi lisensi bisnis dan penerima lisensi bisnis dilanggar, mantan pemegang lisensi bisnis juga dapat menjadi pesaing dan mencoba untuk menantang legitimasi merek dagang.
• Tetap bertanggung jawab atas izin usaha merek. Ini termasuk melaksanakan hak paten atas nama izin usaha seperti penegakan Pelanggaran Merek.

Jenis-Jenis Lisensi bisnis

Ada beberapa jenis dari Apa itu Lisensi bisnis, diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Lisensi hki hak kekayaan intelektual

1 lisensi hki hak kekayaan intelektual adalah Jenis izin usaha untuk hak paten kekayaan intelektual. Izin Usaha Perangkat Lunak Komputer. Pemberi lisensi bisnis juga memberi Anda atau pengguna hak untuk menggunakan perangkat lunak. lisensi hki hak kekayaan intelektual ini biasanya memuat ketentuan seperti syarat penggunaan, perpanjangan, dan syarat lain yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemegang izin usaha.

2. Lisensi bisnis Massal

Lisensi bisnis massal biasanya termasuk dalam lisensi bisnis perangkat lunak komputer, yang diberikan oleh pemilik lisensi bisnis kepada individu yang menggunakan perangkat lunak komputer. Lisensi bisnis terperinci sering disertakan dalam UELA (Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir) perangkat lunak.

3. Lisensi bisnis Merek Barang atau Jasa

Pemegang izin usaha juga dapat memberikan izin usaha atau lisensi kepada orang atau badan mana pun dengan tujuan agar orang atau badan tersebut dapat menjual produk atau jasa di bawah pemilik merek izin usaha. Jika izin usaha ada, penggunaan izin usaha tersebut telah disetujui sebelumnya oleh pemilik usaha, sehingga Anda juga dapat menggunakan merek atau layanan pemilik usaha tanpa takut dituntut secara hukum oleh pemilik usaha.

4. Lisensi bisnis hasil karya mengendung material seni dan karakter

Pemegang izin usaha juga dapat memberikan izin ini kepada individu atau perusahaan. Hal ini memungkinkan untuk menyalin dan menjual karya berhak cipta, termasuk mengendung material seni dan karakter. Misalnya, sebuah perusahaan yang memproduksi dan menjual mainan dengan karakter Tsum Tsum sebagai motifnya memproduksi dan menjual mainan mengendung material seni dan karakter yang telah disetujui oleh produsen karakter.

5. Lisensi bisnis Bidang Pendidikan

Izin usaha di bidang pendidikan biasanya berbentuk gelar. Perguruan tinggi atau universitas sebagai pemegang izin usaha dapat memberikan gelar kepada seseorang yang memegang gelar tersebut untuk jangka waktu tertentu di perguruan tinggi atau universitas tersebut setelah lulus. Atau bisa juga berupa gelar yang diberikan kepada seseorang sebagai bentuk rasa syukur.

Dasar Hukum Lisensi


Lisensi juga memiliki dasar hukumnya sendiri. Pada tahun 2018 lalu tepatnya pada bulan Juli, pemerintah memberikan peraturan baru terkait dengan perjanjian lisensi yaitu Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perjanjian Lisensi Kekayaan Intelektual (PP 36/2018).

Lisensi ini telah diatur pada peraturan undang-undang lainnya yang termasuk ke dalam bidang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual. Hal tersebut juga telah disebutkan pada Pasal 2 ayat (1) PP 36/2018 bahwa pencatatan lisensi bisa dilakukan pada objek kekayaan intelektual di beberapa bidang seperti:

•  Hak cipta dan hak terkait

•  Paten

•  Merek

•  Desain industri

•  Desain tata letak sirkuit terpadu

•  Rahasia dagang

•  Varietas tanaman


Perbedaan Lisensi Dengan Franchise


Meskipun lisensi dan waralaba terlihat sama. Namun, dalam praktiknya ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Anda mungkin lebih sering mendengar secara tidak langsung istilah lisensi atau franchise dibandingkan dengan lisensi namun Anda dapat membaca lebih lanjut tentang perbedaan antara lisensi dan waralaba pada pembahasan berikut.


1. Pengertian Lisensi Dan Franchise

Seperti yang saya pahami ada perbedaan antara lisensi dan waralaba. Waralaba sendiri merupakan suatu perjanjian atau ikatan antara dua pihak atau lebih. Jika salah satu pihak kemudian dapat memberikan hak penggunaan dan menggunakan hak kekayaan intelektual yang sudah ada sebelumnya. Secara sederhana, waralaba adalah persetujuan suatu merek atau produk untuk dijual kembali sesuai dengan kesepakatan atau kesepakatan sebelumnya.

Selain itu, proses perjanjian waralaba tidak bisa sembarangan. Anda harus memiliki notaris dan disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Lisensi itu sendiri memberikan izin untuk memproduksi baik produk maupun jasa. Produk dan layanan dipatenkan oleh penemu asli. Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa waralaba lebih praktis. Sedangkan untuk lisensinya sendiri, fokusnya adalah pada proses produksinya.


2. Dasar Hukum Lisensi dan Franchise

Selanjutnya, mengenai dasar hukum, dasar hukumnya berbeda untuk lisensi dan waralaba. Dasar hukum waralaba adalah Pasal 5 Peraturan Perundang-undangan 42/2007. Jika konten menyediakan data pribadi para pihak, jenis hak kekayaan intelektual, kegiatan bisnis, hak dan kewajiban masing-masing pihak, peluang pemasaran yang ditawarkan oleh pemilik waralaba kepada penerima, durasi perjanjian, metode pembayaran remunerasi; Pembaruan dan Prosedur Pemutusan. Dasar hukum perizinan adalah Peraturan Pemerintah 36/2018. Jika aturan yang digunakan mencakup isi catatan perjanjian lisensi untuk perlindungan kekayaan intelektual. Isinya mengatur hak cipta dan hak terkait, paten, merek dagang, desain dan tata letak komersial, dan rahasia dagang.


3. Hak dan Kewajiban

Waralaba dan lisensi memiliki hak dan kewajiban yang berbeda. Dalam waralaba, kita secara tidak langsung istilah lisensi atau franchisor yang digunakan untuk pemilik atau franchisor. secara tidak langsung istilah lisensi atau franchisee adalah sebutan untuk orang-orang yang menjadi franchisee. Penerima Waralaba wajib memberikan nama, resep, produk, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan penjualan waralaba berdasarkan perjanjian yang telah ditetapkan sebelumnya. Penerima waralaba memiliki wewenang untuk menggunakan merek, produk, atau resep penyedia untuk mencapai hasil. Kemudian ada kewajiban penerima waralaba untuk menyediakan perusahaan agar perjanjian waralaba mulai berlaku.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda