+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mari Mengenal Apa Itu Fraud Dalam Akuntasi Hingga Cara Mengatasinya

27 October, 2022   |   Hilal

Mari Mengenal Apa Itu Fraud Dalam Akuntasi Hingga Cara Mengatasinya

Dalam dunia akuntansi, dikenal dua jenis kesalahan yakni kekeliruan atau error yang mengandung unsur ketidaksengajaan dan juga kecurangan atau fraud yang bisanya memang disengaja untuk menaikkan harga saham dari perusahaan itu sendiri. Fraud merupakan tindakan curang yang dilakukan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan diri sendiri, kelompok, atau pihak lain (perorangan, perusahaan bahkan institusi).

Terjadinya suatu fraud disebabkan oleh beberapa alasan dan juga faktor yang mempengaruhinya. Untuk menghindari berbagai hal tersebut, ada baiknya kamu mulai mempelajari faktor - faktor apa saja yang bisa menyebabkannya dan mengawasi setiap proses penghitungan yang dapat menyebabkan terjadinya fraud.
 

Definisi Fraud


Fraud merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang berartikan kecurangan. Dalam dunia akuntansi, fraud merupakan salah satu jenis kesalahan yang sering dijumpai.

Selain itu, kekeliruan atau error juga menjadi kesalahan lainnya dalam bidang akuntansi. Kedua istilah ini, fraud serta error merupakan dua jenis kesalahan yang sering terjadi dalam proses akuntansi, meski keduanya dinilai sama namun keduanya memiliki sedikit perbedaan, yakni terlihat dari ada dan tidak adanya unsur kesengajaan dalam prosesnya.

Di mana, error terjadi karena tidak ada unsur kesengajaan, berbeda dengan fraud yang terjadi karena adanya unsur kesengajaan. Dalam faktanya, kecurangan akan lebih sulit dideteksi dibandingkan dengan kekeliruan, hal ini karena pihak manajemen atau karyawan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembunyikan kecurangan itu sendiri.

Menurut Institut Akuntan Publik Indonesia, Fraud atau kecurangan merupakan suatu tindakan yang disengaja oleh satu individu atau lebih dalam suatu manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, karyawan, serta pihak ketiga yang melibatkan penggunaan tipu muslihat untuk memperoleh satu keuntungan secara tidak adil hingga melanggar hukum.

Pada dasarnya, fraud merupakan serangkaian ketidakberesan (irregularities) serta perbuatan melawan hukum (illegal act) yang dilakukan oleh orang luar maupun dalam perusahaan, untuk mendapatkan keuntungan dan juga merugikan bagi orang lain.
 

Faktor Pendorong Terjadinya Fraud ataupun Kecurangan


Sekurangnya, terdapat tiga hal yang mendorong terjadinya fraud dalam sebuah perusahaan, lantas apa saja ketiga faktor tersebut? Di bawah ini adalah faktor yang sering menjadi pendorong atau pemicu terjadinya fraud diantaranya:

1. Tekanan

Terjadinya dorongan yang menyebabkan seseorang untuk melakukan fraud atau kecurangan dapat dipicu oleh beberapa alasan, mulai dari dorongan seseorang untuk melakukan kecurangan yang dipicu oleh beberapa alasan termasuk ekonomi, emosional, maupun value.

2. Adanya peluang

Ketika terdapat sebuah peluang, maka disitulah ada kesempatan yang dilakukan oleh pelaku kecurangan. Faktor ini biasanya didorong karena lemahnya internal control atau penyalahgunaan wewenang dalam sebuah perusahaan.

3. Rasionalisasi

Faktor ini terjadi ketika seseorang melakukan rasionalisasi atau mencari pembenaran atas terjadinya sebuah kecurangan.

Hal ini biasanya terjadi karena pelaku akan mempertahankan jati dirinya sebagai orang yang dipercaya, sehingga ia akan mencari pembenaran atas tindakannya tersebut.

Adapun beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan fraud atau kecurangan dalam pelaporan keuangan dalam sebuah perusahaan adalah:

4. Faktor General atau Umum

Merupakan sebuah faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan. Faktor ini dapat meliputi:

- Kesempatan atau Opportunity
Kesempatan melakukan kecurangan tergantung pada kedudukan si pelaku terhadap objek kecurangan.

Umumnya, manajemen pada suatu organisasi atau perusahaan memiliki potensi yang lebih besar untuk melakukan kecurangan daripada karyawan. Tetapi, patut digaris bawahi bahwa kesempatan melakukan sebuah kecurangan akan selalu ada pada setiap level kedudukan.

- Pengungkapan (Exposure)
Terungkapnya suatu kecurangan dalam sebuah organisasi atau perusahaan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut untuk dilakukan, baik oleh pelaku yang sama maupun yang berbeda.
Oleh karena itu, setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi yang setimpal apabila perbuatannya terungkap.

5. Faktor Individu

Faktor ini berhubungan dengan individu sebagai pelaku kecurangan yang terdiri atas :

- Ketamakan atau Greed
Ketamakan berhubungan dengan moral dari individu itu sendiri. Pandangan hidup dan juga lingkungan berperan dalam pembentukan moral seseorang.

- Kebutuhan atau Need
Berhubungan dengan pandangan atau pemikiran serta keperluan pegawai maupun pejabat yang terkait dengan aset yang dimiliki perusahaan, instansi, hingga organisasi tempat dia bekerja.

Selain itu, tekanan  (pressure) yang dihadapi dalam bekerja dapat menyebabkan orang yang  jujur akan menimbulkan motif untuk melakukan kecurangan.
 

Kelompok Fraud dalam Perusahaan


Sebuah organisasi profesional yang bergerak di bidang pemeriksaan kecurangan bernama The Association of Certified Fraud Examiners, membagi tingkatan fraud ke dalam tiga kelompok berdasarkan perbuatannya, yakni :

1. Penyimpangan aset: Kelompok ini melakukan kecurangan dalam penyalahgunaan aset sebuah perusahaan. Kelompok ini mudah dideteksi karena dapat diukur atau dihitung dengan mudah

2. Pernyataan palsu: Kecurangan ini sering dilakukan oleh pihak manajemen untuk menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya dengan membuat rekayasa keuangan dalam laporan keuangan perusahaan.

3. Korupsi: Bukan hanya sering terjadi di sebuah perusahaan, ini juga sering ditemukan di beberapa negara yang sedang berkembang serta kurangnya tata kelola yang baik. Kelompok fraud ini sulit dideteksi karena banyaknya pihak yang bekerja sama dalam menikmati keuntungan tersebut. Didalamnya termasuk konflik kepentingan, penyuapan, pemerasan ekonomi, hingga penerimaan yang ilegal.
 

Jenis - Jenis Fraud


Jenis - jenis fraud yang bisa terjadi dibagi ke dalam beberapa alasan yaitu adalah seperti berikut ini :

1. Berdasarkan Pelaku Kecurangan

Kecurangan seorang pegawai atau employee fraud adalah kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dalam suatu organisasi kerja.
Kecurangan manajemen atau management fraud merupakan kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan laporan keuangan atau transaksi keuangan sebagai sarana fraud, biasanya dilakukan untuk mencurangi pemegang kepentingan atau stakeholders yang terkait dengan organisasinya.

2. Berdasarkan Tindakan Kecurangan

Penyelewengan terhadap aset atau misappropriation of assets merupakan penyalahgunaan aset perusahaan secara sengaja untuk kepentingan pribadi, biasanya sering dilakukan oleh pegawai atau employee seperti melakukan sebuah penggelapan kas, penggunaan fasilitas untuk kepentingan pribadi, dan sebagainya.
Kecurangan dalam laporan keuangan atau fraudulent financial reporting merupakan salah saji atau pengabaian jumlah dan pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pengguna laporan, biasanya sering dilakukan oleh pihak manajemen. Seperti contoh kasus overstating asset, understating liabilities.
 

Cara Mendeteksi Terjadinya Kecurangan


Salah satu kecurangan yang sering terjadi dalam perusahaan merupakan kecurangan pada laporan keuangan. Untuk melihat kecurangan di dalamnya, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dengan mudah, bagaimana caranya?

Periksa jajaran manajerial

Pada umumnya, beberapa kasus kecurangan maupun penggelapan pada laporan keuangan seringkali melibatkan pihak di jajaran manajerial atau pengambil keputusan.

Karena itu, jajaran manajemen harus diselidiki dengan baik untuk mengetahui tujuan mereka dalam melakukan tindak kecurangan.

Adanya keterkaitan dengan pihak eksternal

Salah satu cara yang sering digunakan dalam melakukan kecurangan adalah dengan memberikan bantuan pada perusahaan, baik yang dalam bentuk nyata atau fiktif. Jadi, untuk menghindari kecurangan, kamu bisa mendeteksi dengan baik adanya hubungan antara perusahaan dengan lembaga keuangan, perusahaan dengan individu, eksternal auditor, lembaga pemerintahan, atau investor.
 

Sifat organisasi


Sebuah kecurangan seringkali tidak terdeteksi karena adanya struktur organisasi yang digunakan untuk menyembunyikan kecurangan tersebut.

Misalnya struktur organisasi yang terlalu kompleks atau tidak adanya internal audit dalam sebuah departemen.

Untuk itu, dalam mendeteksi adanya kecurangan Anda harus memahami dengan benar seluk beluk perusahaan, termasuk pemilik perusahaan.

Periksa karakteristik operasional laporan

Untuk mendeteksi terjadinya kecurangan, Anda bisa melakukan pemeriksaan beberapa laporan keuangan, mulai dari rekening pendapatan, aset, kewajiban, pengeluaran, hingga ekuitas.

Biasanya tanda kecurangan akan terdeteksi dengan melihat adanya perubahan dalam laporan keuangan.
 

Auditor Internal


Merupakan sebuah aktivitas konsultasi yang independen serta objektif untuk menambah nilai serta memperbaiki operasional dalam perusahaan.

Auditor internal sering juga disebut dengan penilaian yang dilakukan oleh personil dalam organisasi yang memiliki kompetensi dalam meneliti catatan akuntansi perusahaan dan juga pengendalian internal dalam perusahaan.

Tujuan dari auditor internal adalah membantu pihak manajemen dalam melakukan pertanggungjawaban dengan memberikan analisa, saran, penilaian tentang kegiatan yang diaudit.
 

Auditor eksternal


Berbanding terbalik dengan auditor internal yang dilakukan oleh personil di dalam perusahaan, auditor eksternal dilakukan untuk meminta bantuan dari pihak luar dalam melakukan deteksi kecurangan dalam perusahaan, serta melakukan analisa jika auditor internal mengalami kesulitan.
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda