+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mari Mengenal AIDA, Serta Bagaimana Pengaruhnya Dalam Dunia Bisnis

25 October, 2022   |   Hilal

Mari Mengenal AIDA, Serta Bagaimana Pengaruhnya Dalam Dunia Bisnis

Apakah kamu pernah mendengar tentang marketing model AIDA? Dalam dunia marketing, AIDA merupakan salah satu model dan juga funnel marketing klasik yang populer dalam digunakan.
Untuk mengetahui lebih dalam apa itu AIDA hingga contoh dalam penerapannya, mari kita simak artikel berikut ini, ya!
 

Apa Itu Model AIDA?


AIDA merupakan model marketing yang dapat mengidentifikasi tahapan kognitif yang dialami seseorang dalam proses pembelian untuk suatu produk maupun layanan. Model ini menjelaskan bagaimana seorang pembeli melalui sebuah proses yang terdiri dari beberapa tahapan sebelum akhirnya ia melakukan sebuah kegiatan pembelian.

Menurut The Balance Careers, seorang pelopor dalam dunia periklanan dan juga penjualan asal Amerika, Elias St Elmo Lewis, menciptakan sebuah ungkapan serta pendekatannya.

Di tahun 1899, Lewis berbicara tentang bagaimana cara menarik perhatian pembaca saat memberikan sebuah informasi, sehingga mengubah mereka menjadi calon pelanggan. Di tahun 1909, hal tersebut berkembang dan menjadi menarik perhatian banyak orang, membangkitkan minat, persuasif, dan juga meyakinkan. Hal tersebut kurang lebih menyerupai dengan model AIDA yang sekarang terkenal di seluruh dunia.

AIDA merupakan akronim dari Awareness(Kesadaran/Daya Tarik), Interest(Minat), Desire(Keinginan), dan yang terakhir Action(Aksi).

Penjelasan dari masing - masing huruf yang mewakili proses jual beli.

1. Awareness

Tahapan AIDA yang pertama adalah menciptakan kesadaran atau daya tarik pada sebuah brand serta produk atau jasa yang hendak ditawarkan.

Tahapan ini menjelaskan pentingnya menarik perhatian calon konsumen yang dapat dilakukan dengan banyak cara seperti menempatkan iklan di lokasi yang memiliki kemungkinan tinggi untuk banyak dilihat orang.

Selain itu, bisa juga untuk menambahkan sesuatu yang provokatif untuk menarik perhatian calon konsumen. Pada tahap ini, aspek personalisasi juga bisa membantu.

Untuk membuat konsumen tertarik maka perlu adanya penargetan konsumen secara individual.

2. Interest

Setelah mendapatkan perhatian dari calon konsumen, tahapan kedua dari AIDA adalah untuk mempertahankannya.

Tahapan ini cenderung lebih sulit jika dibandingkan dengan tahapan pertama, apalagi jika produk atau layanan dari perusahaan tidak cukup mumpuni.

Menjaga minat konsumen merupakan tantangan khusus dalam proses pemasaran.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk terus menerus mempertahankan minat konsumen, salah satunya dengan memberikan sesuatu yang terus relevan dan juga menarik.

Jangan sampai konsumen merasa bosan dengan iklan yang itu - itu saja atau bahkan semakin sulit untuk dipahami.

Buatlah beragam iklan menarik untuk menginformasikan apa yang bisa didapatkan oleh konsumen. Buatlah mereka menaruh minatnya terhadap brand maupun jasa yang kamu tawarkan.

Tahap ini penting untuk mendorong konsumen untuk melakukan riset lebih lanjut terkait brand dan produk tersebut.

3. Desire

Desire merupakan tahapan ketiga dalam proses pembelian suatu produk atau jasa yang dialami konsumen menurut model funnel AIDA.

Sekarang, ketika kamu sudah berasumsi bahwa konsumen sudah tertarik terhadap jasa atau produk, maka saatnya untuk menciptakan hasrat serta hubungan yang lebih emosional.

Di sinilah pentingnya untuk lebih banyak menunjukkan keunggulan dari jasa maupun produk, serta untuk membuat ketertarikan konsumen menjadi perasaan untuk membutuhkan produk tersebut.

Mungkin sebelumnya, konsumen memiliki sejumlah keraguan dan juga pertanyaan akan produk.

Di sinilah sangat penting untuk meyakinkan kembali konsumen serta memberikan banyak alasan lain agar konsumen dapat merasa butuh untuk membeli produk atau jasa tersebut.

Tidak lupa untuk membuat informasi tersebut dengan fakta - fakta menarik dari produk atau layanan yang kamu tawarkan.

4. Action

Tahap yang terakhir dari AIDA sendiri adalah aksi, artinya di sinilah konsumen melakukan sebuah aksi yakni pengambilan keputusan.

Pada tahap ini, ada banyak bentuk yang dapat dilakukan oleh calon konsumen, seperti mengunjungi website, melakukan panggilan telepon, berlangganan newsletter, mengunjungi toko, dan hal lainnya.

Tak ada jaminan bahwa setiap proses pemasaran akan selalu berakhir dengan kata penjualan.

Namun, penting untuk meyakinkan bahwa setiap konsumen yang sudah mencapai tahap “aksi” ini memiliki impresi serta pengalaman yang menyenangkan terhadap produk dan jasa.
 

Contoh Penerapan AIDA


AIDA tidak hanya bisa disebut sebagai model pemasaran, namun juga model komunikasi. AIDA merupakan sebuah metode yang dapat mengidentifikasi bagaimana serta kapan berkomunikasi di setiap tahap kepada konsumen.

Perlu diingat bahwa konsumen menggunakan platform yang berbeda serta memerlukan informasi yang berbeda pula.

Ketika hendak menerapkan AIDA, ingatlah beberapa pertanyaan kunci berikut ini :

1. Awareness

Bagaimana cara membuat konsumen mengetahui produk atau layanan yang kita tawarkan?
Strategi apa yang digunakan untuk menjangkau konsumen?
Apa pesan yang hendak disampaikan?
Platform apa yang banyak digunakan?

2. Interest

Bagaimana caranya mendapatkan ketertarikan konsumen?
Apa saja bukti yang dapat mendukung reputasi layanan atau produk?
Apa strategi konten yang dimiliki?
Bagaimana caranya menyampaikan informasi?

3. Desire

Apa yang membuat produk atau layanan diinginkan oleh banyak orang?
Bagaimana untuk berinteraksi secara personal serta membuat hubungan emosional? Melalui obrolan secara langsung atau melalui media sosial?

4. Action

Apa bentuk ajakan dan di mana akan menempatkannya?
Apakah sudah cukup mudah bagi konsumen untuk terhubung dengan perusahaan?
Bagaimana cara konsumen untuk terlibat di seluruh platform yang tersedia dan apa yang mereka gunakan?
 

Cara Mengimplementasikan AIDA


1. Menarik Perhatian

Jika konten yang kamu sajikan dapat menarik perhatian serta melibatkan audiens target secara mendalam, mereka akan mulai penasaran dengan yang dilakukan perusahaanmu.

Pemasaran konten yang efektif merupakan salah satu metode untuk menarik audiens ke dalam situs web-mu.

Jika kamu membuat konten yang mampu memecahkan masalah mereka dan fokus pada hasrat mereka, kamu dapat menarik mereka serta memberikan solusi.

Ketika dijalankan secara efektif, audiens target mu harus dapat menemukan konten mengenai perusahaan melalui berbagai saluran. Misalnya peramban Google, platform media sosial, dan lain sebagainya.

2. Hasilkan Minat

Setelah audiens target mu tertarik dengan produk atau jasa, mereka tentu ingin mempelajarinya lebih dalam. Kamu tentu harus mendukungnya dengan konten persuasif dan juga menarik.

Katakanlah pemasaran kontenmu efektif dalam menarik audiens ke situs web untuk sesi belajar mengenai kebutuhan atau masalah yang mereka miliki.

Kemudian, kamu dapat menciptakan ikatan emosional dengan menyajikan cerita menarik yang menunjukkan alasan di balik pemberian solusimu.

Cerita akan beresonansi dengan manusia. Ini merupakan cara sederhana untuk menyampaikan informasi dengan cara yang mengundang empati dan juga rasa ingin tahu.

3. Timbulkan Hasrat

Ketika minat audiens target sudah timbul, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengubah minat tersebut. Ubah minat itu menjadi sebuah keinginan atau hasrat untuk memiliki produk atau layanan.

Hal ini harus diperkuat dengan cara menumbuhkan kepercayaan mereka terhadap merekmu. Untuk melakukan ini, kamu harus dapat menyajikan konten bagi audiens.

Pastikan mereka berlangganan newsletter, mengikutimu di media sosial, serta menyimpan penawaranmu. Makin banyak interaksi yang dilakukan, makin tinggi tingkat kepercayaan mereka terhadapmu.

4. Timbulkan Aksi

Apa gunanya membuat konten serta membangun hubungan yang mendalam dengan audiens target jika tidak ada langkah selanjutnya yang jelas?

Jadi, setelah hasrat untuk membeli muncul di benak mereka, berikan mereka ruang kesempatan untuk mengambil tindakan.

Apapun langkah selanjutnya yang dilakukan audiens, kamu harus dapat memaksa mereka untuk merespons. Hal ini dilakukan dengan ajakan bertindak dengan cara halus namun intens.

Call to action atau CTA untuk “langkah selanjutnya” dari penawaranmu harus menonjol, jelas, serta tidak rumit. Dalam e-commerce, misalnya, dapat berupa tombol untuk melanjutkan proses ke pembelian.

Bisa juga banner atau panduan yang menjelaskan tindakan apa yang harus audiens ambil serta apa yang mereka dapatkan setelah melakukan aksi.

Dengan menghilangkan gesekan dalam proses, kamu meningkatkan kemungkinan keberhasilan.
 

Kelebihan dan Kekurangan AIDA


Merangkum dari DM Exco, Ionos dan Hubspot, berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari model AIDA funnel.

1. Kelebihan

Model funnel AIDA sendiri telah hadir selama lebih dari 100 tahun lamanya. Meski begitu, AIDA masih digunakan hingga saat ini karena modelnya yang timeless serta sudah banyak model turunannya, seperti;

- DAGMAR : Defining Advertising Goals for Measured Advertising Results
- AIDAS : Attention, Interest, Desire, Action, Satisfaction
- AISDALSLove : Attention, Interest, Search, Desire, Action, Like/dislike, Share, Love/hate

Selain itu, kelebihan lain dari model AIDA sendiri berikut beberapa di antaranya :

- Mampu menggambarkan proses pembelian seseorang dengan sangat sederhana
- Membantumu dalam mengetahui potensi kelemahan dari produkmu sendiri dalam konteks content marketing, membantumu membuat konten yang dapat mengkonversi audiens menjadi konsumen

2. Kekurangan

Meski begitu, model funnel AIDA pun memiliki kekurangan, berikut beberapa di antaranya :

- Tidak memperhitungkan buyer’s journey yang bersifat non-linear
- Tidak memperhitungkan impulse dalam purchase
- Terlalu membuat proses pembelian seseorang terlalu sederhana
- Tidak melibatkan faktor - faktor ketika membeli seperti ketersediaan barang, harga, kepuasan konsumen, serta rekomendasi dari lingkungan sekitar
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda