+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Kenali Business Continuity Planning Strategi Untuk Menghadapi Krisis

21 October, 2022   |   Silfiya

Kenali Business Continuity Planning Strategi Untuk Menghadapi Krisis

Di dalam dunia bisnis, sering kali perusahaan Anda mengalami sebuah krisis. Entah itu krisis yang berupa bencana alam, krisis moneter, atau bahkan krisis kesehatan seperti pandemi global COVID-19. Hal tersebut menjadi suatu landasan kuat bagi Anda untuk menemukan solusi dalam membangun keterpurukan bisnis Anda, Anda memerlukan strategi yang kuat supaya perusahaan anda mampu bertahan di dalam krisis. Maka dari itu, Anda perlu untuk merancang Business Continuity Planning (BCP) sebagai langkah yang strategis dalam menghadapi masa-masa krisis bisnis Anda. Anda juga bisa menggunakan Software ERP terlengkap demi untuk menunjang proses kesuksesan suatu bisnis Anda.

Sebelum Anda menggunakan strategi Business Continuity Planning (BCP), Anda juga perlu mengenali terlebih dahulu mengenai berbagai aspek-aspek yang ada di dalamnya. Pada dasarnya kegiatan Business Continuity Plan adalah untuk melakukan identifikasi masalah serta membuat kebijakan cepat dalam menghadapi masalah tersebut. Untuk mengidentifikasi masalah dan membuat kebijakan tersebut Anda dapat menggunakan Software ERP yang mempunyai fitur untuk membuat laporan secara real-time, sehingga akan memudahkan Anda dalam melakukan proses bisnis. Perusahaan Anda sangat memerlukan strategi-strategi jitu, termasuk Business Continuity Planning (BCP). Sehingga, Anda perlu memahami seluruh aspek-aspek Business Continuity Planning (BCP) di bawah ini.
 

Apa Itu Business Continuity Planning (BPC)?


Business Continuity Planning adalah sebuah strategi untuk mengatasi keadaan dimana sebuah bisnis harus tetap berjalan pasca terjadinya bencana. Sehingga, Business Continuity Plan tersebut akan melakukan sebuah proses penyusunan sistem yang preventif serta kuratif dalam mengurangi maupun mencegah dampak terjadinya krisis pada aktivitas bisnis yang normal. Rencana strategis Business Continuity Plan tersebut akan menekankan terhadap fungsi sumber daya manusia maupun sumber daya aset supaya mampu berjalan pada saat krisis terjadi. Krisis-krisis yang biasa terjadi meliputi bencana alam, bencana kemanusiaan, krisis moneter, krisis politik, krisis keamanan siber, serta krisis kesehatan terutama pada pandemi global.

Segala krisis tersebut bisa Anda hadapi dengan menggunakan Software ERP IDMETAFORA yang sudah terintegrasi dengan sistem lainnya, sehingga akan membuat aktivitas bisnis Anda dapat terkoordinasi dari awal sampai dengan akhir. Rencana strategis Business Continuity Plan tersebut merupakan suatu komponen yang utama di dalam mengatur disrupsi jaringan teknologi, server, komputer, serta ponsel. Rencana tersebut harus mencakup terhadap perbaikan produktivitas pekerjaan serta software perusahaan yang menjadi kunci kebutuhan bisnis. Solusi-solusi manual harus Anda uraikan di dalam rencana, sehingga pekerjaan bisa Anda lakukan pada saat  sistem komputer sudah kembali berfungsi. Maka dari itu, untuk menjalankan solusi dengan mudah dan tanpa aktivitas yang manual, Anda perlu menggunakan Software ERP yang berbasis WEB dan bisa diakses kapan saja dan di mana saja.
 

Tujuan dan Ruang Lingkup Business Continuity Plan (BCP)

 
Tujuan dan fungsi dari Business Continuity Plan (BCP) yaitu untuk memperkecil efek dari peristiwa mengganggu tersebut pada operasional sebuah perusahaan dan juga untuk mengurangi risiko kerugian keuangan serta meningkatkan kemampuan organisasi di dalam proses pemulihan sesegera mungkin dari suatu peristiwa yang mengganggu.

Fungsi Business Continuity Plan juga yaitu untuk membantu memperkecil biaya yang berhubungan dengan peristiwa yang mengganggu tersebut serta mengurangi risiko yang berhubungan dengan itu.
Sebelum anda menyusun Business Continuity Plan, Anda perlu untuk memperhatikan ruang lingkup yang kemungkinan terdampak oleh krisis. Adapun ruang lingkup tersebut yaitu seperti di bawah ini:

1. Sumber Daya Manusia
Di dalam hal ini yaitu karyawan. Contoh misalnya di dalam kasus COVID-19, bagaimana cara melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan serta bagaimana tata kelola serta distribusi kerja karyawan. Sebuah perusahaan juga perlu untuk memikirkan kesejahteraan sumber daya manusia karyawan seperti gaji dan juga insentif kesehatan.

2. Proses
Di dalam hal ini yaitu berupa proses bisnis. Pada saat mengalami sebuah krisis, sudah pasti di dalam proses bisnis dalam perusahaan terdampak akan berubah. Contoh misalnya di dalam kasus COVID-19 dimana anjuran physical distancing harus diberlakukan sehingga perilaku konsumen pun juga berubah.

3. Lokasi
Lokasi meliputi tempat proses bisnis seperti tempat kerja semasa krisis, apakah perlu work from home, lokasi suplai, lokasi penyimpanan data serta juga lokasi sasaran pasar.

4. Teknologi
Teknologi meliputi proses serta tools yang digunakan di dalam menunjang kinerja serta keamanan bisnis seperti aplikasi keuangan online. Misalnya sebuah teknologi customer relationship management, HR management, supply chain management, sampai dengan software akuntansi.
Ruang lingkup di atas bertujuan supaya sebuah manajemen mengetahui bagian apa yang harus dikendalikan, dianalisis, serta juga dipulihkan dengan cepat agar bisnis bisa terus dijalankan. Tidak menutup kemungkinan seorang pengusaha akan menganalisis keempatnya karena memang ruang lingkup tersebut saling berkaitan.
 

Langkah Melakukan Business Continuity Plan (BCP)


langkah-langkah yang harus dilakukan di dalam business continuity plan yaitu seperti di bawah ini:
1. Risk assessment
Di dalam tahap ini sebuah perusahaan harus menganalisis risiko terdampak menggunakan ruang lingkup risiko. Sebuah perusahaan juga perlu untuk mengamati lingkungan eksternal yang bisa mempengaruhi kinerja sebuah bisnis. Selain itu asesmen risiko terhadap tubuh organisasi sebuah perusahaan juga perlu untuk dilakukan.

2. Business Impact Analysis
Business Impact Analysis (BIA) merupakan sebuah proses untuk menentukan serta mendokumentasikan dampak bisnis dari gangguan terhadap kegiatan yang mendukung produk serta layanan utama. Dampak bisnisnya bisa berupa revenue dan non-revenue (stakeholder atau pelanggan, regulasi serta reputasi).

BIA akan menghasilkan daftar krisis aplikasi pada IT, krisis pada fasilitas, krisis proses bisnis pada customer service serta business support. Metode di dalam membangun Business Impact Analysis yakni membuat daftar seluruh sistem maupun fasilitas atau aktivitas, kemudian menentukan tingkat dampak (high, low, medium) serta jangka dampak (long dan short), dan yang terakhir menentukan sistem aplikasi atau aktivitas kritis.

3. Perencanaan
Rencana meliputi rencana alternatif yang bisa diimplementasikan pada saat krisis. Rencana juga meliputi sebuah proses kebijakan yang dibentuk oleh perusahaan serta juga mengacu dengan kebijakan pemerintah. Perencanaan harus dilakukan secara komprehensif dan mencakup seluruh bisnis mulai dari proses sampai dengan keuangan. Perencanaan tersebut bersifat parsial, yang artinya hanya unit tertentu saja yang terdampak contoh misalnya marketing, keuangan, maupun people management.

4. Pengembangan rencana
Di dalam pengembangan rencana, sebuah perusahaan harus memikirkan langkah yang strategis perusahaan pasca-krisis maupun pada saat recovery. Pada tahap tersebut perlu peran dari seluruh elemen organisasi bisnis terlibat mulai dari manajemen tingkat atas sampai dengan karyawan pada tingkat bawah.

5. Testing dan audit
Setelah Business Continuity Plan disusun, Business Continuity Plan juga harus diuji coba dengan mengimplementasikan langsung pada saat situasi krisis. Setelah di implementasi, perusahaan juga perlu untuk melakukan audit. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif strategi yang dijalankan.
 

Manfaat Business Continuity Planning (BCP) bagi Bisnis Anda


Business Continuity Plan mempunyai manfaat untuk membantu sebuah perusahaan supaya tetap mendapatkan sebuah keuntungan pada saat kondisi yang tidak seperti biasanya, contohnya seperti pada saat terjadi pandemi. Selain itu, Business Continuity Plan bisa melindungi aset sebuah perusahaan, meningkatkan reputasi perusahaan, meningkatkan ketahanan perusahaan, menghindari adanya kerugian, memberikan kontribusi terhadap peningkatan berkelanjutan perusahaan maupun branding. Manfaat lainnya yaitu mampu memperkecil biaya pengeluaran perusahaan Anda sehingga akan menghindari terhambatnya kinerja perusahaan. Penggunaan Software ERP juga bisa membantu mengefektifkan serta mengefisienkan aktivitas perusahaan Anda.


Komponen Utama Business Continuity Planning (BCP)


Di dalam BCP tentu saja mempunyai komponen-komponen yang bisa membantu rencana pemulihan bencana. Sehingga komponen tersebut dapat mencakup bagaimana cara membangun kembali produktivitas kantor serta penggunaan perangkat lunak seperti Software ERP mampu membantu kebutuhan bisnis supaya bisa terpenuhi. Komponen-komponen tersebut meliputi:

1. Strategi
Strategi ini sangat Anda butuhkan untuk bisnis Anda, di mana strategi tersebut dapat menyelesaikan aktivitas sehari-hari perusahaan Anda serta memastikan operasi yang berkelanjutan. 

2. Pengorganisasian 
Pengorganisasian ini terkait mengenai struktur-struktur yang ada di dalam sebuah perusahaan Anda, keterampilan para karyawan, komunikasi antar departemen maupun karyawan, serta tanggung jawab karyawannya. 

3. Aplikasi dan Data
Hal ini berkaitan terhadap perangkat lunak yang perusahaan perlukan yang berguna untuk menjalankan operasi bisnis, serta metode di dalam menyediakan ketersediaan tinggi guna untuk mengimplementasikan perangkat lunak tersebut.

4. Proses
Proses ini berkaitan dengan proses bisnis penting yang berguna untuk menjalankan sebuah bisnis, selain dari itu proses teknologi juga berguna untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan Anda.

5. Teknologi
Teknologi ini terkait pada sistem, jaringan, serta teknologi khusus industri yang perusahaan Anda perlukan, hal tersebut berguna untuk memudahkan operasi serta penyimpanan berkelanjutan pada aplikasi serta data.

6. Fasilitas
Fasilitas berkaitan dengan penyediaan situs cadangan ketika berada pada saat pemulihan bencana jika situs utama mengalami kehancuran maupun kerusakan akibat krisis-krisis yang tidak terduga.
Karakteristik di dalam Penyusunan Business Continuity Planning (BCP)


Karakteristik BCP


Setelah membahas mengenai komponen, Anda sangat perlu memahami juga mengenai karakteristik BCP. Karakteristik ini sangat penting, karena Anda membutuhkannya untuk menyusun BCP. Dengan menggunakan Software ERP, Anda bisa menyusun dokumen BCP dengan data yang mutakhir. Di bawah ini merupakan karakteristik tersebut:

1. Realistis
Pada penyusunan dokumen BCP Anda harus realistis di dalam penyusunannya supaya bisa terimplementasi serta mempunyai banyak rencana darurat pada saat ada keadaan terdesak yang terjadi di luar ekspektasi.

2. Efisien
Rencana yang Anda susun harus terimplementasi dengan sumber daya yang tersedia seefisien mungkin. Dengan menekan pengeluaran supaya tidak mengakibatkan suatu kerugian.

3. Adaptif
Siklus bisnis akan selalu mengalami perubahan dengan cepat, maka dari itu dokumen BCP Anda harus selalu update. Sehingga Anda tidak akan tertinggal dari perkembangan di dalam dunia bisnis.

4. Komprehensif
BCP harus terencana secara matang serta menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengembangan. Pikirkan juga mengenai rencana darurat pada saat melakukan simulasi situasi yang akan terjadi.

Jika dilihat dari penjelasan diatas, BPC dapat meningkatkan sebuah produktivitas serta efisiensi di dalam perusahaan sehingga akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Sehingga untuk anda yang sedang membutuhkan layanan pembuatan jasa ERP dengan kualitas yang terpercaya dan terbaik,  jangan ragu untuk percayakan dengan  IDMETAFORA ! Disini anda dapat memesan jasa pembuatan aplikasi website dari yang sederhana sampai kompleks. Software House ini sudah terjamin kualitas serta kuantitasnya, sudah banyak customer dari berbagai perusahaan yang memanfaatkan jasa dari IDMETAFORA, untuk itu jika anda menginginkan jasanya anda dapat mengakses pada halaman web IDMETAFORA.COM
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda