+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Apa itu sistem produksi dan Contoh Sistem Produksi dalam Kegiatan Sehari-hari

17 October, 2022   |   Nirla05

Mengenal Apa itu sistem produksi dan Contoh Sistem Produksi dalam Kegiatan Sehari-hari

Apa itu sistem produksi?

Sistem produksi dapat didefinisikan sebagai metode, proses, atau pengaturan yang mencakup semua fungsi yang diperlukan untuk mengumpulkan input, memproses atau memproses ulang input, dan menyediakan output yang dapat dipasarkan (komoditas).

Sebuah sistem produksi menggunakan bahan, sumber daya, infrastruktur, dan tenaga kerja untuk menghasilkan output yang dibutuhkan dalam bentuk komoditas.
Sebuah sistem produksi terdiri dari tiga komponen utama: input, proses transformasi, dan output.

Input meliputi bahan mentah, mesin, jam kerja, komponen atau suku cadang, gambar, instruksi, dan dokumen lainnya.
Tujuan dari sistem produksi adalah pengaturan kegiatan atau elemen bisnis yang dihubungkan bersama untuk mencapai tujuan bisnis. Sistem produksi, atau dalam manufaktur seperti yang disebut sistem pabrik, adalah sistem terintegrasi dari komponen struktural dan fungsional.
Komponen fungsional terdiri dari perencanaan produksi, pengawasan, pengendalian, dan berbagai hal pengendalian bisnis lainnya. Komponen struktural terdiri dari tenaga kerja, mesin pabrik, material, dan banyak hal lainnya.
 

Perbedaan Proses Produksi dengan Sistem Produksi

Kegiatan produksi adalah kegiatan yang menciptakan atau meningkatkan nilai suatu barang. Secara garis besar proses produksi terdiri dari beberapa tahapan yang harus dilalui saat memproduksi barang dan jasa.
Di sisi lain, dari pembahasan sebelumnya, kita telah melihat dengan jelas bahwa sistem produksi adalah pengaturan kegiatan dalam proses produksi dengan tujuan atau sasaran tertentu yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan.
Oleh karena itu, suatu proses produksi pada hakikatnya merupakan suatu tahapan atau proses yang harus dilalui oleh suatu perusahaan dalam kegiatan produksinya. Sistem produksi adalah serangkaian kegiatan yang harus dilalui untuk menyelesaikan proses produksi.
 

Jenis Sistem Produksi

Sekarang setelah kita mengetahui pentingnya sistem produksi, sekarang saatnya untuk memahami jenis-jenis yang ada dalam proses produksi. Ini karena jenis-jenisnya sendiri sebenarnya terbagi menjadi dua jalur utama.
Kedua rangkuman tersebut kemudian dibagi lagi menjadi beberapa sub pembahasan. Ada jenis berikut:
 
1. Berdasarkan Proses Menghasilkan Sesuatu

Jenis sistem yang pertama didasarkan pada proses menghasilkan sesuatu. Ini adalah proses yang menghasilkan output. Jenis yang satu ini dibagi lagi menjadi dua bagian berdasarkan waktu pemrosesan:

Continuous Process. Disebut juga proses produksi terus menerus atau continuous. Dalam proses produksi ini, sistem biasanya menempatkan perangkat atau komponen yang dibutuhkan satu per satu sesuai dengan aktivitas produksi yang akan dilakukan. Bahan yang digunakan dalam proses ini juga distandarisasi terlebih dahulu. Kegiatan ini biasanya cocok untuk perusahaan dengan permintaan tinggi.

Intermitten Process.Kali ini, tidak seperti yang terakhir kali, waktu produksi adalah proses produksi yang terputus-putus. Kegiatan ini biasanya dilakukan hanya ketika ada permintaan produk. Oleh karena itu, proses ini biasanya tidak memerlukan kriteria khusus pada saat dijalankan. Persiapan pabrik produksi juga kurang berurutan dan lebih fleksibel.
 
2. Berdasarkan Tujuan Operasinya
Lalu ada lagi jenis yang berdasarkan tujuan dari operasi produksi tersebut dibuat. Kali ini penjabarannya jauh lebih luas lagi jika dibandingkan dengan jenis yang sebelumnya. Sehingga pembahasannya akan dibagi berdasarkan sub jenisnya itu sendiri. Berikut ini adalah pembahasan lengkapnya
 
Assembly To Order (ATO). Untuk tipe ini, pabrikan biasanya hanya membuat desain standar dengan modul operasi standar. Produk yang dihasilkan biasanya merupakan hasil kompilasi sesuai dengan kebutuhan dan modul pelanggan. Salah satu industri tersebut adalah produsen mobil.

Engineering To Order (ETO). Dalam hal ini, perusahaan dikatakan melakukan custom product atau pesanan pelanggan. Dengan ini, dapat dikatakan bahwa perusahaan memproduksi barang sesuai dengan kebutuhan konsumen, mulai dari desain hingga hasil. Oleh karena itu, sistem yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan proses ini.

Make To Order (MTO). Seperti namanya, produsen baru membuat produk setelah menerima pesanan sebelumnya. Oleh karena itu, sistem produksi yang digunakan akan sangat berbeda dibandingkan dengan sistem lainnya. Hal ini dikarenakan pekerjaan baru dilakukan setelah konsumen memutuskan produk mana yang akan dipesan.

Make To Stock (MTS). Sistem yang sebelumnya dibuat setelah pembeli memesan produk, namun kali ini berbeda. Untuk sistem ini, produksinya baik sebagai tindakan pencegahan atau karena ada stok. Sehingga Anda dapat melakukan proses pengerjaan tanpa harus menunggu pesanan dari konsumen.
 

Tujuan Sistem Produksi


Setelah mengetahui jenis-jenisnya, kini saatnya memahami tujuan dari sistem produksi ini. Tentunya semua yang diciptakan memiliki tujuan tertentu dan membantu mendukung proses produksi perusahaan. Beberapa tujuan dari sistem ini adalah:

1. Memenuhi Kebutuhan Perusahaan
Pertama, untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam bentuk produk jadi. Dengan sistem produksi seperti itu, kegiatan produksi berjalan dengan lancar, dan semua produk yang diperlukan dibuat sesuai pesanan. Bahkan produk yang memenuhi spesifikasi pelanggan dapat diproses sesuai keinginan dengan menggunakan proses yang baik.

2. Memperhitungkan Modal
Pada gilirannya, sistem untuk menjalankan proses produksi seperti itu juga membantu pengusaha secara tidak sadar menghitung modal yang digunakan. Karena sistem ini membantu kita mengatur komponen apa saja yang digunakan dan apa yang perlu dilakukan dalam pembuatan produk. Ini agar modal yang digunakan dapat dihitung dengan jelas.

3. Membuat Proses Produksi Berjalan Dengan Teratur
Akhirnya, seperti yang telah disebutkan, semuanya terorganisir dengan baik, yang membuat proses produksi menjadi teratur. Bahkan jika Anda memperhatikan jenis-jenis di atas, Anda dapat yakin bahwa proses produksi apa pun akan berhasil jika Anda memiliki sistem produksi yang jelas.
 

Contoh Sistem Produksi dalam Kegiatan Sehari-hari

Misalnya, ada banyak hal yang sebenarnya dapat Anda amati dalam hidup Anda selama ini. Banyak orang tidak menyadari hal ini dan hanya menganggapnya biasa saja.
Untuk keluar dari kebingungan dan membedakan dengan benar berdasarkan komponen fungsional dan struktural, lihat diskusi ini.
 
1. Rumah Sakit
Dalam sebuah rumah sakit, kami menemukan bahwa staf medis seperti dokter, perawat, apoteker, dan karyawan termasuk dalam fungsi struktural. Sementara itu, semua hal seperti Manajemen Dokter dan Tenaga Medis atau SOP termasuk dalam komponen fungsional karena relevan dengan manajemen.
Layanan yang diberikan oleh layanan medis pasien dan layanan terkait kesehatan lainnya.

2. Transportasi Darat
Di rumah sakit, kami menemukan bahwa tenaga medis seperti dokter, perawat, apoteker, dan juru tulis terlibat dalam fungsi struktural. Sementara itu, semua topik seperti Manajemen Dokter dan Staf Medis dan SOP termasuk dalam Komponen Fungsional karena terkait dengan manajemen.
Layanan yang diberikan oleh layanan medis pasien dan layanan terkait kesehatan lainnya.
 

 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda