+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Strategi untuk Kembangkan Bisnis Startup dengan Growth Hacking

13 October, 2022   |   Ningsih

Strategi untuk Kembangkan Bisnis Startup dengan Growth Hacking

Bagaimana dengan perusahaan khususnya yang bergerak di startup bisa menggunakan strategi growth hacking dalam mengembangkan bisnisnya? Hal utama yang dibahas adalah modal, produk, dan pemasaran yang merupakan tiga hal penting saat memulai dan menjalankan sebuah bisnis. Ketiga hal itu saling berkaitan untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan.

Tapi seringkali justru ketiga hal tersebut pula yang menjadi masalah dan dapat menghambat seseorang untuk memulai bisnisnya. Ini terjadi khususnya di bisnis yang baru saja mulai merintis ataupun bisnis yang memulai dengan modal awal yang kecil. Usaha rintisan atau startup contohnya, modal yang besar akan mendapatkan kendala yang serius juga.

Saat mengatasi masalah ini maka munculah sebuah strategi dengan nama growth hacking. Sebenarnya, growth hacking sendiri adalah konsep lama. Konsep ini sudah banyak yang digunakan pada perusahaan-perusahaan digital di Amerika pada awal terbentuknya. Tapi, pertumbuhan startup yang tinggi akhir-akhir ini munculah strategi growth hacking muncul lagi pada permukaan dan justru semakin banyak yang menggunakan. Anda juga mungkin sudah sering mendengarnya, walaupun belum terlalu paham mengenai konsep apa yang dibawa olehnya. Sebab itu mari simak ulasannya berikut ini!

Apa itu Growth Hacking?

Growth hacking adalah sebuah teknik marketing yang umumnya digunakan oleh perusahaan startup pada bidang teknologi yang berbasis kemampuan berpikir analitis, berbasis kreativitas serta berbasis metrik sosial guna mendapatkan publikasi dan menjual produk.
Istilah ini pertama kali disebutkan oleh seseorang yang bernama Sean Ellis, yakni CEO dan founder dari website GrowthHackers, yang mana growth hacking hadir mencakup semua lini strategi marketing dan promosi yang hanya fokus pada pertumbuhan/growth. Jika strategi ini diaplikasikan, nantinya akan memperlihatkan hasil yang sangat cepat dengan pengeluaran yang minimal.

Ini mengapa alasan di awal dikatakan bahwa growth hacking dapat mengatasi masalah modal dalam usaha rintisan atau startup. Strategi ini cukup dibutuhkan startup guna berkembang secara signifikan di awal pendirian, tumbuh dengan cepat dan mampu bertahan. Meskipun begitu, growth hacking masih bisa diterapkan pada bisnis yang telah berjalan ataupun sudah besar.

Walapun istilah growth hacking dikenal sebagai cara instan, tapi saat mencapai kesuksesan dengan strategi ini memerlukan banyak proses dan kerja keras. Dibaliknya terdapat proses pemikiran, pengolahan data, perhitungan, percobaan, serta pertaruhan yang bisa jadi harus dilakukan secara berulang-ulang. Growth hacking adalah implementasi dari kreativitas dan pendekatan yang penuh perhitungan.

Meskipun digadang-gadang sebagai strategi efektif serta cepat, customer strategi growth hacking untuk
menghasilkan perusahaan yang sukses pun butuh langkah awal dalam melakukannya. Ada level yang harus dicapai hingga sebuah startup dapat berinteraksi dengan konsumen dengan intens.

Terdapat 5 langkah baku yang cukup penting dalam pengembangan sebuah startup yang disingkat dengan AARRR:

1. Acquisition

Acquisition adalah titik kontak pertama antara brand, website atau produk Anda dan pelanggan. Ini adalah sebuah langkah yang penting sebab disini Anda akan mengetahui apakah mereka akan engage pada bisnis Anda atau tidak. Jika bounce rate Anda cukup tinggi, maka hal ini tak akan bagus pada bisnis Anda. Anda bisa saja menggunakan program heatmap guna melihat pola kebiasaan pengunjung website. Tahap lanjutan dari acquisition adalah mendapatkan pengunjung agar lebih engage pada website Anda. Misalnya dengan berlangganan pada blog, memulai latihan, atau follow akun social media Anda.

2. Activation

Langkah yang kedua pada growth funnel merupakan activation di mana orang-orang telah mulai menggunakan produk atau layanan Anda. Mendapatkan subscribers dan followers adalah bagian dari acquisition. Sementara untuk mengubah subscribers atau followers agar menjadi pelanggan adalah bagian dari langkah activation. Anda bisa memulai langkah ini dengan mengirimkan email pada customer, mengingatkan mereka terkait produk-produk dan layanan yang ditawarkan Anda.

Buatlah email yang sangat menarik supaya mereka mau mencoba produk atau layanan Anda. Pada langkah ini, customer pula akan melihat value pada produk dan layanan Anda untuk menentukan apakah mereka akan selalu menggunakannya atau tidak.

3. Retention

Pada langkah ini, Anda perlu fokus untuk menjadikan pelanggan sebagai regular customer. Sebab itu dicoba untuk menggunakan produk atau layanan sekali, maka mereka akan terus selalu menggunakan produk atau layanan Anda. Di langkah ini, Anda perlu memastikan bahwa mereka akan kembali untuk menggunakan produk atau layanan Anda pada waktu yang akan datang.

4. Referral

Word-of-mouth adalah salah satu strategi marketing yang terbaik. Oleh sebab itu, referensi bisa menjadi salah satu strategi yang terkuat untuk menarik banyak customerReferral akan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan organik. Lalu menjadikan pelanggan sebagai marketer brand Anda adalah salah satu strategi marketing yang solid. Kebanyakan orang akan sangat percaya jika mereka mendapatkan saran dari teman atau keluarga untuk memilih sebuah produk atau layanan.

Sekarang, telah banyak bisnis yang menawarkan kode diskon saat Anda mengundang beberapa teman dalam mencoba produk bisnis tersebut atau hanya sekedar melakukan berbagi terkait produk tersebut pada social media. Langkah ini dapat membantu meningkatkan traffic website Anda dan jumlah customer Anda.

5. Revenue

Tujuan dari sebuah bisnis merupakan untuk mendapatkan sebuah revenue. Setelah Anda sudah mendapatkan customer, Anda pasti saja sudah dapat menghitung revenue yang Anda hasilkan dari hasil penjualan produk atau layanan Anda. Setiap langkah dari funnel growth hacking perlu selalu dianalisa dan diuji.
Hal tersebut bertujuan guna meningkatkan dan menggunakan kembali strategi-strategi dan cara-cara yang memiliki hasil terbaik. A/B Testing adalah salah satu hal yang perlu dilakukan dalam growth hacking. Dengan melakukan A/B Testing, maka Anda bisa menemukan strategi mana yang sangat efektif dan perlu Anda teruskan dan dimaksimalkan. Dengan strategi yang tepat, cepat atau lambat bisnis Anda dapat mencapai kesuksesan.
 

Fase Growth Hacking di Startup

Terdapat beberapa fase yang perlu dilakukan dalam proses pembuatan growth hacking pada startup. Pada umumnya, bisnis startup yang memakai jasa ini berhasil mengembangkan produknya cukup cepat. Bahkan keuntungan yang didapatkan pun semakin besar. Supaya Anda lebih memahami, berikut ini fase growth hacking pada bisnis startup:

1. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasar

Hal yang pertama adalah tentu saja gunakanlah produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sejak dahulu banyak orang yang memaksakan diri untuk menjual produk yang tak sesuai dengan pasar. Padahal untuk membangun sebuah produk tak hanya masalah menjual produk saja, namun juga tentang bagaimana membangun sebuah produk. Saat sebuah produk dikenal serta diterima pada  masyarakat, tentu saja akan sangat mudah saat proses pemasarannya.

Growth hacking pasti menargetkan produk yang memang tepat dengan target pasarnya, sehingga pemasaran produk akan semakin berhasil. Untuk memahami apakah produk sesuai dengan kebutuhan pasar atau tidak, maka seorang growth hacking akan melakukan survei tes, literasi dan akhirnya melakukan terkait perbaikan pada produk tersebut.

2. Mencari orang yang ahli dibidangnya

Setelah Anda mengetes produk, maka langkah beerikutnya adalah memilih growth hacker. Di sini Anda perlu memahami apa itu growth hacking. Growth hacking akan melakukan A/B test, viral factoremail  landing page, serta melakukan open graph.

Selanjutnya mereka akan mencari peluang yang dapat menguntungkan dan tak digunakan oleh orang lain. Bisa dikatakan, growth hacking adalah sebuah mindset bukan hanya sebuah toolkit. Jadi memang membutuhkan ide yang cemerlang untuk menemukan sistem pemasaran yang tepat pada produk tersebut.

3. Menjadikan viral

Untuk mendapatkan lebih banyak pengguna, maka Anda perlu membuat suatu menjadi viral, sehingga akan dibicarakan pada banyak orang dan akhirnya semakin banyak orang yang mengetahui produk Anda. kemudia yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana caranya untuk membuat produk viral? Hal ini memang tidak mudah, harus bisa dilakukan oleh satu orang ke orang lain, sampai semua orang mengetahui produk Anda. Terdapat satu cara supaya produk Anda viral yaitu endorse lah produk Anda pada artis yang sedang naik daun. Dengan artis yang cukup populer dapat menarik pelanggan untuk tahu mengenai produk Anda.

4. Optimizing dan retaining

Seorang growth hacker, perlu dapat melakukan optimizing dan retaining, melihat metriks dan data yang benar, agar bisa menentukan langkah selanjutnya dan dapat mencari ide kreatif baru yang membuat pemasaran produk cukup mudah. Di sini Anda perlu memahami para pengguna dan apa yang dibutuhkan oleh pengguna, dibandingkan dengan menghabiskan uang marketing yang banyak, dan lebih baik Anda melakukan survei pada konsumen.

5. Mulai lakukan pemasaran ulang

Dengan memakai growth hacker, maka Anda akan tahu kesalahan pada produk dan dapat memulai pemasaran ulang. Semua masalah yang terdapat pada bisnis Anda akan lebih mudah dalam menyelesaikan dan lebih efektif, dibandingkan saat Anda melakukan penjualan produk tapi tak memiliki strategi yang tepat. Strategi serta Taktik Growth Hacking

Langkah-langkah untuk menemukan strategi growth hacking yang tepat bisa dilakukan dengan cara: 

- Identifikasi klien. Untuk startup baru, pikirkan penawaran macam apa yang dapat diberikan oleh produk Anda dan kaitkan dengan identifikasi orang-orang macam apa yang sesuai untuk penawaran tersebut.

- Tetapkan tujuan dan sasaran. Anda sudah harus mengetahui semua pencapaian yang mesti diraih guna menjadikan perusahaan berkembang pesat. Anda harus tahu hasil analisis pelanggan dengan rutin dan sedetail mungkin. Dari situ Anda dapat tahu setiap problem yang muncul supaya bisa segera ditemukan solusinya.

- Ciptakan kultur perusahaan. Saat Anda memulai bisnis, paling tidak Anda harus yakin dalam keinginan dan misi Anda. Dengan begitu Anda akan sangat mudah dalam menjalankan taktik dan mengomunikasikannya ke rekan kerja.

Strategi growth hacking umumnya dibagi menjadi 3 jenis, yakni:

- Mempromosikan bisnis untuk menggunakan sebuah konten, atau pemasaran konten.

- Mempromosikan produk di dalam produk atau pemasaran produk.

- Membayar aktivitas promosi atau iklan.

Setelah menentukan strategi, berikut adalah beberapa taktik yang dapat dilakukan:

- Memastikan produk atau layanan yang dicari dan dibutuhkan dipasaran serta mempunyai kualitas yang tinggi. Mulailah untuk melakukan survey saat Anda mempunyai ide terkait produk baru. Sebarkan survei tersebut sebelum Anda memulai produksi.

- Memanfaatkan email marketing. Hal yang pertama dan yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan subscribers dengan cara memasang opt-in pada website Anda saat ada orang yang akan keluar dari website. Exit-intent akan dapat membantu untuk mendeteksi ketika seseorang akan meninggalkan website Anda dan sebuah pop-up akan muncul sebelum mereka meninggalkan website. Dengan begitu, perhatian pengguna sangat mudah didapatkan. Dan akan meningkatkan kemungkinan seseorang untuk memasukkan email mereka ke email list Anda.

- Menawarkan diskon untuk social shares. Dengan social network, Anda bisa menyebarkan berita terkait produk atau layanan Anda. Selain dari itu, Anda pun dapat mendapatkan leads dan sales baru lewat word-of-mouth dan social shares.

- Melakukan video marketing. lewat storytelling video, Anda bisa meningkatkan kredibilitas brand Anda serta meningkatkan conversion rate. Konten visual akan menarik lebih banyak perhatian dan views di social media, yang bisa dalam wujud infographics, charts, memes, serta videos.

- Mengadakan kompetisi upaya meningkatkan brand awareness terkait bisnis Anda di luar sana. Dengan mengadakan kompetisi, Anda tak hanya mendapatkan customer baru, namun Anda pun akan mendapatkan exposure yang cukup besar.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda