+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mari Mengenal IMF, Organisasi Besar Pengatur Ekonomi Dunia Selain Bank Dunia

12 October, 2022   |   Hilal

Mari Mengenal IMF, Organisasi Besar Pengatur Ekonomi Dunia Selain Bank Dunia

IMF merupakan singkatan dari International Monetary Fund atau Dana Moneter Internasional. Secara umum, IMF memiliki pengertian sebagai organisasi internasional yang berfokus pada bagian keuangan dunia. IMF memiliki peran penting untuk meningkatkan perdagangan internasional, meminimalisir tingkat kemiskinan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara global serta menjaga keuangan agar tetap stabil.

Lantas apa itu Dana Moneter Internasional? Untuk mengenal IMF lebih lanjut bisa kamu sekalian untuk terus membaca artikel ini sampai akhir
 

Definisi IMF


International Monetary Fund (IMF) merupakan wadah untuk mempererat para negara yang ingin melakukan kerjasama dengan skala moneter global, membantu perdagangan internasional, menjaga kestabilitasan keuangan, meningkatkan jumlah lapangan kerja, memprioritaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan juga memangkas angka kemiskinan. Organisasi tersebut berdiri pada Juli tahun 1944 dalam Konferensi Bretton Woods di New Hampshire, Amerika Serikat. IMF bermarkas besar di Washington, D.C. 

Saat ini, jumlah negara yang menjadi anggota sudah mencapai 190 negara. Dasar pembentukan International Monetary Fund yakni karena adanya ketidaksempurnaan pergerakan pasar modal swasta internasional dan juga masih banyaknya negara yang belum mendapatkan akses pada pasar keuangan. Sebelum pendanaan cair, kondisi pasar yang tidak sempurna serta kondisi ekonomi dan juga keuangan merupakan salah satu pertimbangan antara negara yang bersangkutan. Dalam hal ini, Dana Moneter Internasional menawarkan pembiayaan dalam bentuk pinjaman berupa kesepakatan dan kebijakan untuk pemulihan nilai ekonomi.
 

Sejarah IMF 


IMF mulai dibentuk pada Juli tahun 1944. Lembaga tersebut didirikan di Konferensi Bretton Woods, AS. Pembentukan IMF ini bersamaan dengan pembentukan Bank Dunia atau yang kala itu disebut dengan Bank Internasional untuk Rekonstruksi serta Pembangunan (IBRD). Kala itu, ada sebanyak 44 negara yang terlibat dalam konferensi sepakat untuk membentuk sistem kerja sama ekonomi serta mencegah devaluasi mata uang yang menyebabkan Depresi Besar atau Great Depression di tahun 1930an. IMF mulai beroperasi pada tahun 1945 dengan jumlah negara sebanyak 29 negara yang menjadi anggotanya. 

Dilansir dari laman resmi IMF disebutkan, misi utama bila dilihat dari sejarah IMF yaitu untuk memastikan stabilitas sistem moneter internasional. Sistem moneter tersebut termasuk di dalamnya nilai tukar dan juga sistem pembayaran internasional yang memungkinkan sebuah negara dan warga negaranya untuk dapat melakukan transaksi antara satu dengan yang lainnya. Untuk itu, setiap negara yang menjadi anggota dari IMF diwajibkan untuk menyumbang sejumlah dana dengan menggunakan sistem kuota tertentu. Nantinya, dana tersebut bisa dimanfaatkan oleh negara lain yang tengah menghadapi krisis atau kesulitan dalam mengelola neraca pembayaran di negaranya.

Sumber dana IMF lainnya berasal dari pinjaman multilateral dan bilateral. Saat ini, keseluruhan total dana cadangan yang dikelola oleh IMF adalah sekitar 707 miliar SDR atau sekitar 1 triliun dollar AS.
 

Tujuan Didirikan IMF 


1. Kerja Sama Moneter Skala Internasional

Tujuan IMF yang pertama adalah untuk membangun kerja sama moneter internasional di antara negara anggota melalui lembaga permanen yang menyediakan wadah untuk melakukan konsultasi dan kerja sama dalam berbagai masalah serta isu moneter internasional.

2. Memastikan Stabilitas Pertukaran Mata Uang

Tujuan IMF yang kedua adalah untuk memastikan stabilitas nilai tukar mata uang asing skala internasional. Hal ini dilakukan dengan cara menjaga aturan pertukaran yang teratur serta tertata di antara anggota dan juga untuk mengesampingkan Depresiasi nilai tukar kompetitif yang tidak diperlukan.

3. Menyeimbangkan Pertumbuhan Perdagangan Internasional

Tujuan IMF yang ketiga adalah untuk meningkatkan perdagangan internasional guna mencapai ekspansi yang dibutuhkan serta pertumbuhan yang seimbang.

Ini akan memastikan pengembangan sumber daya produksi sehingga dapat meningkatkan serta mempertahankan tingkat pendapatan dan juga pekerjaan yang tinggi di antara semua negara anggotanya.

4. Menghilangkan Kontrol Pertukaran Nilai Mata Uang

Tujuan IMF yang keempat yakni untuk menghilangkan atau melonggarkan kontrol pertukaran yang diberlakukan oleh hampir setiap negara sebelum terjadinya Perang Dunia Kedua sebagai alat untuk menetapkan nilai tukar pada tingkatan tertentu.

Penghapusan kontrol pertukaran tersebut dilakukan agar dapat mendorong arus perdagangan skala internasional.

5. Perdagangan Serta Pembayaran Multilateral

Tujuan IMF yang kelima adalah untuk membangun perdagangan multilateral dan sistem pembayaran yang berhubungan dengan transaksi antara anggota serta untuk menggantikan sistem lama dari perjanjian perdagangan bilateral.

6. Pertumbuhan Seimbang Antar Anggota

Tujuan IMF yang keenam adalah untuk membantu negara - negara anggota terutama negara - negara terbelakang, untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang dengan pertukaran tingkat lapangan kerja.

7. Memperbaiki Penyimpangan BOP

Tujuan IMF yang ketujuh adalah untuk membantu negara - negara anggota dalam menghilangkan atau mengurangi disequilibrium atau ketidaksesuaian dalam neraca pembayaran. Oleh karenanya, memberikan kepercayaan kepada anggota dengan menjual atau meminjamkan sumber daya mata uang asing kepada negara anggota.

8. Meningkatkan Investasi Modal

Tujuan IMF yang kedelapan adalah untuk mendorong aliran modal dari negara kaya ke negara miskin atau terbelakang guna membantu negara - negara tersebut dapat mengembangkan sumber daya ekonominya sendiri untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi bagi rakyatnya, secara umum.

9. Penentuan Nilai Par

Tujuan IMF yang kesembilan adalah IMF memberlakukan sistem penentuan nilai par mata uang negara-negara anggota. Setiap negara anggota harus menyatakan nilai nominal mata uang mereka ke dalam bentuk emas atau dolar AS.

Berdasarkan pasal yang telah direvisi, para anggota diberi otonomi untuk mengubah nilai tukar sesuai dengan kondisi penawaran permintaan di pasar pertukaran setara dengan tingkat harga internal.

10. Menstabilkan Ekonomi

Tujuan IMF yang selanjutnya adalah IMF memberi nasihat penting kepada negara - negara anggota tentang berbagai masalah ekonomi serta nilai moneter sehingga dapat membantu menstabilkan perekonomian mereka.

11. Fasilitas Kredit

Tujuan IMF yang selanjutnya adalah IMF mempertahankan berbagai fasilitas pinjaman seta kredit untuk membantu negara - negara anggota dalam memperbaiki ketakseimbangan dalam neraca pembayaran mereka.

Fasilitas kredit tersebut antara lain fasilitas kredit dasar, fasilitas perpanjangan dana untuk jangka waktu tiga tahun, fasilitas pembiayaan kompensasi, fasilitas lokiffer saham untuk membantu negara produsen utama, fasilitas pembiayaan tambahan, fasilitas minyak khusus, dana perwalian, fasilitas penyesuaian struktural, dan yang lainnya. Organisasi juga mengenakan bunga dari negara yang meminjamkan atas kredit mereka.

12. Pemeliharaan Likuiditas

Tujuan IMF yang selanjutnya adalah IMF untuk menjaga likuiditas sumber daya. Maka dari itu ada ketentuan bagi negara anggota untuk meminjam dari IMF dengan menyerahkan mata uangnya sendiri sebagai gantinya.

Untuk melakukan akumulasi mata uang yang lebih sedikit dengan IMF, negara - negara peminjam diarahkan untuk membeli kembali mata uang mereka dengan cara membayar kembali pinjamannya dalam mata uang yang dapat dikonversi.

13. Bantuan Teknis

Tujuan IMF yang selanjutnya adalah IMF juga menjalankan fungsi yang berguna untuk memberikan bantuan teknis kepada negara - negara anggota. Bantuan teknis tersebut diberikan dengan dua cara, yang pertama dengan cara memberikan kepada negara anggota jasa spesialis dalam ahlinya, dan kedua dengan mengirimkan tenaga ahli dari luar.

14. Mengurangi Tarif

Tujuan IMF yang terakhir adalah IMF juga bertujuan untuk mengurangi tarif dan pembatasan lain yang diberlakukan pada perdagangan internasional oleh negara - negara anggota untuk menghentikan pembatasan dalam pengiriman dana atau untuk menghindari praktik diskriminasi.
 

Perbedaan IMF dengan Bank Dunia


Berdasarkan informasi dari situs resmi IMF, terdapat perbedaan antara IMF dengan Bank Dunia, baik dari syarat hingga cara peminjaman. International Monetary Fund adalah organisasi yang berfokus pada kebijakan dalam pemulihan ekonomi akibat krisis. Sementara Bank Dunia membantu pembiayaan dalam program jangka panjang. Tujuan IMF lebih berfokus untuk membantu memecahkan permasalahan ekonomi dalam jangka yang relatif pendek. Sedangkan untuk Bank Dunia sendiri biasanya berkaitan dengan program pembangunan yang berkelanjutan untuk pembangunan negara berkembang dengan GNP per kapita kurang dari USD 865 setahun.

Ketika negara sedang menghadapi krisis perekonomian, maka IMF akan memberikan saran serta dana bantuan agar dapat keluar dari permasalahan tersebut. Dana tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi neraca keuangan. Sementara itu, Bank Dunia memberikan pinjaman bantuan bagi negara dengan tingkat ekonomi berkembang atau yang sedang mengalami transisi. Prosedur peminjaman dana melalui mekanisme antarnegara oleh lembaga yang terkait. Adapun dari semua negara anggota, baik sejahtera atau keterbelakangan, dapat memanfaatkan layanan dan sumberdaya dari IMF.
 

Pengaruh IMF pada Negara Indonesia


Hubungan Indonesia dengan International Monetary Fund adalah satu arah. IMF merupakan pihak yang dominan dan Indonesia merupakan pihak yang didominasi. Pengaruh bantuan dana pinjaman sangat terasa bagi Indonesia, karena mampu membentuk kekuasaan ekonomis serta politik Rezim Orde Baru dengan tujuan ekspansi modal kaum kapitalis asing. Hasil kerja organisasi tersebut dapat terbilang cukup berhasil apabila dilihat dari beberapa indikator makro. Inflasi, nilai tukar, pinjaman luar negeri, pertumbuhan yang positif kembali terlihat ketika memasuki masa krisis berakhir.

Ketika Indonesia sedang terlanda krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997, IMF hadir sebagai penolong. Pada saat itu, Indonesia merupakan kasus khusus karena keterlambatan pemulihan dalam aspek ekonomi. Peran dari IMF adalah dengan menggunakan program penyesuaian struktural. Program tersebut menjadi jaminan pinjaman yang harus diikuti oleh pemerintahan Indonesia dengan beberapa persyaratan penyesuaian. Dapat dikatakan IMF memiliki peran dalam kestabilan ekonomi Indonesia, tetapi pada sisi lain peran IMF telah menciptakan bom waktu bagi Indonesia, seperti banyaknya pengangguran dan utang negara yang meningkat. Apabila tidak waspada, maka krisis besar akan menghantui perekonomian Indonesia secara utuh.
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda