+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Kenali Apa Itu Resesi! Agar Perekonomian Anda Lebih Stabil

10 October, 2022   |   srimulia

Kenali Apa Itu Resesi! Agar Perekonomian Anda Lebih Stabil

Dari Bank Dunia hingga Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengingatkan kembali ancaman resesi 2023 di tengah perekonomian global. Resesi ekonomi dapat memicu sejumlah dampak yang berisiko bagi kehidupan masyarakat.

Sri Mulyani mengatakan tingginya jumlah negara di dunia yang telah menaikkan suku bunga acuan mereka secara ekstrim dan umum, seperti di Amerika Serikat hingga Inggris. Situasi ini menyebabkan inflasi dan resesi.

"Bank dunia telah menyampaikan kalau bank sentral seluruh dunia dapat melakukan peningkatan suku bunga yang cukup ekstrim secara bersamaan, maka dunia pasti mengalami resesi di tahun 2023," katanya dalam konferensi pers tentang APBN.
 

Pengertian Resesi


Resesi adalah kondisi perlambatan ekonomi. menurut penerjemahan resesi bervariasi dari berbagai ekonomi. Beberapa orang menyebutkan penurunan produk domestik bruto suatu negara dalam kuartal berturut-turut baru disebut sebagai resesi. Ekonom lain menyebutkan dimana resesi jika terjadi kenaikan tingkat pengangguran sebesar 1,5% dalam periode 12 bulan. National Berau of Economic Research (NBER) di Amerika Serikat mendefinisikan resesi sebagai penurunan signifikan pada aktivitas ekonomi selama beberapa bulan yang dapat dilihat dari beberapa produk domestik bruto riil, penghasilan, tingkat pengangguran produksi industri, dan penjualan grosir-ritel.
 

Pengertian Resesi Ekonomi


Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara sederhana, resesi ekonomi adalah kondisi di mana perekonomian negara tengah memburuk. Dalam hal itu dapat terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) negatif, pengangguran meningkat, hingga pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Resesi ekonomi terjadi ketika aktivitas ekonomi mengalami penurunan yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Pada situasi ini tentu menimbulkan dampak dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada dampak pertama, terjadinya perlambatan ekonomi yang akan membuat sektor riil menahan kapasitas produksinya. Keadaan ini kemudian dapat berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bahkan menyebabkan  beberapa perusahaan mungkin menutup dan tidak lagi beroperasi.

Selain itu, resesi suatu negara membuat kinerja instrumen investasi juga mengalami penurunan. "Investor biasanya menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman," menurut keterangan dari OJK.

Terakhir, dari dampak resesi ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat adalah melemahnya daya beli masyarakat. Alasannya adalah bahwa orang menjadi lebih selektif tentang bagaimana mereka memperlakukan uangnya
 

Penyebab Resesi


Resesi dapat disebabkan banyak hal, mulai dari guncangan ekonomi yang tiba-tiba hingga inflasi yang tidak terkendali. Guncangan ekonomi mendadak yang menjadi penyebab  utama terjadinya resesi dicontohkan dengan terjadinya pandemi COVID-19.

Di samping itu, jumlah utang yang  berlebihan ditanggung individu dan bisnis dalam suatu negara juga menjadi penyebab terjadinya resesi. Gelembung aset yang dipicu oleh keputusan investasi emosional juga berdampak.

"Pengambilan keputusan yang rasional memicu gelembungkan pasar saham atau gelembung real estate dan ketika gelembung itu meletus, penjualan yang panik dapat menghancurkan pasar, dan bisa menyebabkan resesi," tulis Forbes Advisor.

Inflasi dan deflasi yang berlebihan di satu negara juga dapat mendorong terjadinya resesi ekonomi. Inflasi adalah tahap kenaikan harga secara umum dan terus-menerus. Selain itu, deflasi adalah penurunan harga dari waktu ke waktu.

"Jika deflasi menjadi tidak terkendali, orang dan bisnis akan menghentikan pengeluaran, yang melemahkan ekonomi," demikian penjelasan Forbes.

Selain itu, jumlah ekonomi dunia khawatir, AI dan robot dapat menyebabkan resesi. Salah satunya, kecanggihan teknologi bisa dapat menghilangkan sejumlah kategori pekerjaan.

Pada tahun 2023 mendatang, Bank Dunia mencatat, resesi 2023 dapat memicu keadaan saat bank-bank sentral di seluruh dunia secara bersamaan menaikkan suku bunga sebagai respons dari dampak inflasi.

Kenaikan suku bunga tersebut dapat mengangkat tingkat inflasi inti global, tidak termasuk energi mencapai sekitar 5% pada tahun 2023, kecuali gangguan pasokan dan tekanan pasar tenaga kerja dapat mereda. Angka ini hampir dua kali lipat tingkat  inflasi lima tahun sebelum pandemi.
Sebab naiknya suku bunga, krisis keuangan di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang disebut dapat memicu resesi 2023 bertahan lama.

Ada beberapa penyebab resesi ekonomi yang perlu diketahui:

1. Inflasi

Inflasi adalah proses meningkatnya harga secara terus-menerus. Sebenarnya, inflasi bukanlah suatu hal yang buruk, tetapi inflasi yang berlebihan masuk ke dalam kategori berbahaya, sebab akan membawa dampak bagi resesi

2. Deflasi berlebihan 

Meskipun inflasi yang tak terkendali akan menyebabkan resesi, deflasi dapat memberikan dampak yang lebih buruk. Deflasi merupakan kondisi ketika harga turun dari waktu ke waktu dan akan menyebabkan menyusutnya gaji setiap orang, kemudian dapat menekan harga.

Deflasi dapat berdampak kepada para pemilik usaha (penyedia barang maupun jasa). Ketika setiap individu dan unit bisnis memutuskan berhenti mengeluarkan uang, hal ini kemudian akan berdampak pada rusaknya ekonomi.

3. Gelembung aset 

Selanjutnya, penyebab resesi adalah gelembung aset. Banyaknya investor yang takut pada penurunan harga biasanya akan segera menjual sahamnya yang kemudian memicu resesi. hal ini biasa disebut sebagai “kegembiraan irasional”.

Kegembiraan ini dapat menggembungkan pasar saham dan real estate. Hingga akhirnya gelembung tersebut pecah dana akan terjadi panic selling yang dapat menghancurkan pasar yang kemudian menjadi penyebab resesi.

4. Guncangan ekonomi yang mendadak 

Guncangan ekonomi yang mendadak akan memicu resesi serta berbagai masalah ekonomi yang serius. Mulai dari tumpukan hutang yang menumpuk secara individu maupun perusahaan. 

Banyak utang yang telah dimiliki kemudian otomatis dapat membuat biaya pelunasannya juga semakin meninggi. Biaya untuk melunasi hutang tersebut lama-lama akan meningkat ke titik dimana mereka tidak bisa melunasinya lagi.

5. Perkembangan sebuah teknologi

Berkembangnya teknologi juga merupakan salah satu faktor terjadinya resesi. Sebagai contoh pada abad ke-19, telah terjadi gelombang peningkatan teknologi yaitu hemat tenaga kerja. 

Revolusi yang biasa disebut juga sebagai revolusi industri ini kemudian membuat seluruh profesi menjadi usang, dan memicu resesi. Saat ini, beberapa ekonom dilanda kekhawatir bahwa Artificial Intelligence (AI) dan robot akan menyebabkan resesi lantaran banyak pekerja kehilangan mata pencahariannya

6. produksi dan konsumsi yang tidak seimbang

Keseimbangan konsumsi dan produksi menjadi dasar pertumbuhan ekonomi. Di saat produksi dan konsumsi tidak seimbang, maka terjadilah masalah dalam siklus ekonomi. Tingginya produksi yang tidak dibarengi dengan konsumsi akan berakibat pada penumpukan stok persediaan barang.

Namun rendahnya konsumsi sementara kebutuhan kian tinggi akan mendorong terjadinya impor. Hal ini kemudian akan berakibat pada penurunan laba perusahaan sehingga berpengaruh pada lemahnya pasar modal.

7. Pertumbuhan ekonomi merosot selama dua kuartal berturut-turut

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikasi yang digunakan dalam menentukan baik tidaknya kondisi ekonomi suatu negara. 

Jika pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan maka negara tersebut masih dalam kondisi ekonomi yang kuat. Begitu pula sebaliknya, jika PDB mengalami penurunan maka pertumbuhan ekonomi negara yang bersangkutan mengalami resesi.

8. Nilai impor lebih besar dari ekspor

Negara - negara  yang tidak dapat memproduksi kebutuhannya sendiri kemudian mengimpor dari negara lain. Sebaliknya, negara yang memiliki kelebihan produksi dapat mengekspor ke negara yang membutuhkan komoditas tersebut. Sayangnya, nilai impor yang lebih besar dari nilai ekspor dapat berdampak pada perekonomian yaitu defisitnya anggaran negara.

9. Tingkat pengangguran tinggi

Tenaga kerja sebagai salah satu faktor yang berperan penting dalam penggerak perekonomian. Jika suatu negara tidak menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi para tenaga kerja lokal, maka tingkat pengangguran meningkat. Risikonya adalah tingginya tingkat kriminal guna memenuhi kebutuhan hidup.
 

Tanda-tanda Resesi Mulai Terjadi 


Sinyal terjadinya resesi pernah dikemukakan oleh salah seorang Ahli Ekonomi Julius Shiskin. Salah satu penentu utama resesi adalah PDB riil atau keseluruhan nilai pasar dari barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian, yang dapat diukur dengan harga konstan atau harga dasar.

Jika pertumbuhan PDB riil bergerak ke arah negatif, hal itu bisa menjadi sinyal terjadinya resesi. Selain itu, mengutip The Balance Money, Biro Nasional Penelitian Ekonomi (NBER) juga memantau data pendapatan riil tentang kondisi pekerjaan yang bisa dijadikan indikator terjadinya resesi.

"Tanda-tanda  paling jelas bahwa resesi sedang berlangsung, kata para ekonom, adalah peningkatan yang stabil dalam tingkat PHK  dan meningkatnya pengangguran," Menurut bunyi keterangannya.
 

Pengaruh Resesi


BBC menuliskan bahwa beberapa orang mungkin akan mengalami kehilangan pekerjaan, lebih sulit untuk mendapatkan promosi atau  mendapatkan kenaikan gaji untuk membantu mengatasi kenaikan harga.

Dengan demikian , pengaruh resesi ini tidak dirasakan oleh  masyarakat secara keseluruhan yang menyebabkan peningkatan ketidaksetaraan.

Resesi di dunia telah terjadi beberapa kali, dengan yang  terakhir terjadi pada tahun 2022 yang berlangsung selama enam bulan. Resesi terakhir dimulai pada 2008 dengan krisis keuangan yang berlangsung selama lima kuartal.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda