+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Conversion rate: Pengertian, Jenis dan Manfaat dari Optimasinya!

3 October, 2022   |   Isaias

Mengenal Conversion rate: Pengertian, Jenis dan Manfaat dari Optimasinya!

Kalau Anda serius mempelajari SEO atau strategi pemasaran online lainnya, kemudian ingin menerapkannya pada website bisnis Anda, maka Anda wajib mengetahui apa itu conversion rate. Karena dengan melihat conversion rate, Anda bisa mengukur seberapa efektif strategi SEO yang telah Anda terapkan di website tersebut. 
Conversion rate memang tidaklah hanya bergantung pada SEO ataupun pemasaran saja. Karena ada banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Seperti kualitas produk serta layanan, portfolio dan juga testimoni pembeli sebelumnya, kemudahan dalam melakukan transaksi, dan juga hal hal krusial lainnya.
Dengan asumsi bahwa semua hal di atas sudah tercover dengan baik, idealnya, penerapan strategi SEO yang tepat dapat membantu meningkatkan nilai conversion rate.
Ketika belajar tentang digital marketing, pernahkah anda mendengar istilah dari conversion rate? Jika pernah dan masih bingung memahami apa sih arti dari istilah tersebut, maka selamat,  sudah berada di halaman yang tepat. Karena pada halaman ini, anda akan menemukan informasi tentang apa itu conversion rate dan bagaimana cara menghitungnya. Nah, di artikel kali ini, Kami akan menjelaskan kepada Anda tentang pengertian conversion rate, dan bagaimana cara menghitungnya.


Apa itu Conversion?

Conversion, dalam bidang digital marketing, adalah matriks yang menjadi suatu indikator keberhasilan suatu campaign. Jadi, ketika anda bekerja di divisi digital marketing di suatu perusahaan, jangan heran jika sering mendapatkan pertanyaan, seperti “Bagaimana dengan konversi-nya? Berapa conversion rate-nya?”
Nah, untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut, mesti tahu dulu tujuan dari campaign yang dijalankan apa. Jika campaign dijalankan bertujuan untuk mendapatkan calon pembeli yang potensial (leads), maka ketika ditanya, “Berapa konversinya?” Itu berarti tinggal mencari tahu saja berapa jumlah leads yang telah didapat.
Begitu pula jika campaign yang dijalankan tersebut bertujuan untuk mendapatkan jumlah pendaftar (signup), maka ketika ditanya “Berapa konversinya?”,  anda tinggal menjawabnya dengan menyebut jumlah orang yang telah melakukan signup, yang traffic source-nya berasal dari campaign yang telah dijalankan tersebut. Oh ya, sebagai tambahan, data konversi hanya bisa didapatkan ketika telah melakukan setup conversion tracking.
Jadi, jika anda menjalankan campaign, tapi tidak mendapatkan data konversi dari campaign yang  telah dijalankan, itu artinya anda belum melakukan setup conversion tracking. 


Jenis Conversion

Setelah mengetahui apa itu conversion dalam dunia digital marketing, mari kita pelajari juga jenis jenisnya. Conversion terbagi menjadi dua jenis yaitu: micro dan macro.
Contoh dari micro conversion:
-  Landing pada Page Views – Data kunjungan ke landing page setelah target audience mengklik iklan
- Scroll Depth 50%, 70%, 90% – Data pengunjung yang telah melakukan scrolling di landing page
- Video Views – Data pengunjung yang telah menonton video yang ada di landing page
- WhatsApp Clicks – Data pengunjung yang mengklik tombol WhatsApp pada landing page 
- Phone calls – Data pengunjung yang telah mengklik nomor telepon yang tercantum di website
- Checkout – Data pengunjung yang telah mengunjungi halaman checkout
- Complete Registration atau Signup – Data audience yang telah berhasil menyelesaikan pendaftaran di website

Contoh dari macro conversion:
- Lead – Data calon pembeli atau pengunjung yang selesai mengisi form order
- Purchase – Data dari penjualan atau transaksi
Setelah anda mengetahui apa itu conversion dan jenisnya, sekarang mari kita cari tahu apa itu conversion rate.


Apa Itu Conversion Rate? 

Conversion rate adalah upaya untuk dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang melakukan konversi. Nah, konversi adalah tindakan dari pengunjung yang sesuai dengan harapan dari si pemilik website. 
Contoh konversi antara lain pengunjung membuat akun di website pembuat, berlangganan newsletter dengan memberikan data diri lengkap, hingga sampai membeli layanan yang ditawarkan.
Sebelum menerapkan optimasi Conversion rate, tentunya Anda harus tahu seberapa besar pengunjung yang sudah melakukan konversi atau conversion rate. Cara menghitungnya pun sangat mudah. Anda tinggal membagi jumlah pengunjung yang telah melakukan konversi dengan total pengunjung pada sebuah halaman website, lalu dikalikan 100.
Selain untuk membantu Anda mendapatkan lebih banyak pelanggan, manfaat dari optimasi conversion rate ada banyak. Diantaranya akan dibahas dibawah.
 

Manfaat Optimasi Conversion Rate


Setidaknya ada lima manfaat dari Optimasi Conversion rate , yaitu:

Dapat Meningkatkan Keuntungan
Manfaat dari optimasi conversion rate adalah dapat menambah keuntungan Anda. Tapi, seberapa besar keuntungan tambahan yang bisa Anda dapatkan? Supaya anda mepunyai  gambaran, mari simak contoh berikut ini:
Sebuah produk Anda jual dengan harga yaitu Rp50.000. Dari seratus pengunjung website, lima di antaranya telah membeli produk tersebut. Kalau laba tiap produknya yaitu Rp25.000, keuntungan dari penjualannya adalah Rp.125.000 dengan conversion ratenya sebesar 5%.
Kalau Anda berhasil menaikkan conversion rate menjadi 10% saja, artinya akan ada 10 orang yang telah membeli produk anda dengan total laba bisnis menjadi sebesar Rp250.000. Faktanya, sudah banyak contoh bisnis keuntungannya naik hingga 16% setelah melakukan optimasi pada strategi optimasi Conversion rate.

Memudahkan Anda Dalam Memahami Konsumen
Mengapa pengunjung website Anda banyak, tapi hanya sedikit saja yang membeli? Apakah karena deskripsi produknya yang terlihat kurang menarik? Atau juga proses checkout belanjaan yang begitu rumit? Nah Anda harus mencari tahu apa penyebabnya dengan upaya optimasi conversion rate. Temukanlah bagaimana cara pengunjung berinteraksi dengan website Anda dan juga apa yang mereka harapkan darinya.

Sebagai contoh, kalau pengunjung batal membeli produk di tahapan check out, bisa saja karena prosesnya yang cukup ribet. Jadi, coba buatlah alur belanja yang lebih sederhana. Kalau perlu, lakukan beberapa uji coba lain untuk dapat lebih memahami kondisi proses tersebut. Ketika alur website bisa lebih baik, funnel marketing website tentunya akan lebih efektif untuk dapat meningkatkan konversi.

Dapat Mengurangi Cost per Acquisition (CPA)
Mendatangkan pengunjung website dengan menerapkan strategi marketing itu sangat penting. Namun, lebih penting lagi untuk bisa membuat mereka mau bertransaksi. Karena, cost per acquisition (CPA) akan menjadi lebih rendah. Kenapa begitu ?
Katakanlah Anda telah mengeluarkan biaya sekitar Rp1.000.000 untuk bisa mendatangkan 10.000 pengunjung ke halaman dari sebuah produk. Ternyata, ada 1.000 orang yang akhirnya membeli produk anda. 
Itu artinya, dengan conversion rate 10%, biaya mendapatkan konsumen atau CPA tersebut sebesar Rp1.000. Misalkan conversion rate-nya ditingkatkan lagi menjadi 15%, CPA-nya akan menjadi Rp1.000.000 : 1.500 = Rp 667.  Lebih rendah dan berkurang bukan?

Berdampak Positif Terhadap SEO
SEO atau search engine optimization adalah upaya untuk dapat mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat teratas di halaman hasil pencarian Google.
Nah, SEO dan CRO ini saling memberikan dampak positif. Penerapan SEO yang baik akan membuat website mendapatkan banyak pengunjung yang sesuai dengan bisnis Anda.
Dengan melakukan Optimasi Conversion rate, pengunjung akan betah karena isi website sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu pengalaman mereka di website pun memuaskan. Kesesuaian isi dan juga kualitas pengalaman pengunjung itu faktor yang Google pertimbangkan dalam menentukan peringkat dari website. Dengan begitu, peringkat website tersebut bisa meningkat.

Dapat Menghasilkan Pelanggan Tetap
Optimasi Conversion rate tidak hanya bisa meningkatkan pembelian, tetapi juga jumlah pelanggan tetapnya. Contohnya, setelah melakukan pembelian yang pertama, konsumen bisa Anda tawarkan promo produk yang relevan ataupun yang saling terkait. Atau, kalau produknya berupa layanan, Anda juga bisa mengirimkan panduan dalam penggunaannya.
Nah, cara “memanjakan” pelanggan seperti itu sangatlah penting. Namun, perlu Anda sesuaikan dengan hasil riset dalam proses Optimasi Conversion rate.
 

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda