+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Apa Itu Microtransaction Dalam Suatu Game Dan Dampak Yang Ditimbulkan

1 October, 2022   |   Hilal

Mengenal Apa Itu Microtransaction Dalam Suatu Game Dan Dampak Yang Ditimbulkan

Bagi para gamers kata microtransaction tidak begitu asing untuk didengar, apalagi bagi para gamers yang suka main game online seperti Dota, LOL, CS:GO, Fortnite, Valorant dan masih banyak yang lainnya.

Pada dasarnya, microtransaction merupakan sebuah fitur yang dibuat oleh suatu developer atau publisher yang memungkinkan para pemainnya untuk membeli item virtual dalam suatu game.

Fitur ini juga menawarkan bagaimana cara agar karakter yang dimainkan player bisa menjadi lebih kuat dibanding dengan player lain. Pembelian Item, Exp ini menuai kontroversi, terlebih lagi untuk game - game yang bersifat kompetitif. 

Beberapa tahun lalu, game first person shooter bernama Point Blank memanfaatkan fitur ini. Karena pemanfaatan microtransaction yang kurang tepat membuat karakter suatu pemain menjadi lebih kuat atau overpower dibanding dengan karakter yang lain, maka terjadilah ketidak seimbangan antara satu pemain dengan pemain yang lainnya. Banyak yang mengkritik fitur tersebut dengan sebutan “Game Pay-to-Win”.
 

Definisi Microtransaction


Secara definisi, microtransaction atau yang disingkat menjadi MTX merupakan suatu model bisnis dimana pengguna dapat membeli item atau barang virtual dengan pembayaran yang bernama micropayments.

Biasanya, fitur ini sering digunakan pada game “free-to-play” untuk memberikan sebuah penghasilan bagi para pengembang game. Fitur pembayaran online ini tidak hanya dijumpai pada game mobile saja, namun juga bisa kamu jumpai di PC.

Game “free-to-play” yang menyertakan fitur ini sering disebut sebagai freemium. Adapun istilah lainnya yakni “pay-to-win”. Kasus ini seperti yang penulis sebutkan pada kasus sebelumnya yakni game Point Blank. Hal ini memancing ketidaksetaraan antar pemain. Selain itu, ada bentuk lain dari microtransaction yakni Loot Box. Dengan membeli sebuah loot box pemain akan mendapatkan item secara random atau acak.

Loot Box ini dapat kamu jumpai pada banyak game PC dan juga game konsol. Konsep Loot Box ini dinyatakan sebagai bentuk dari judi dibawah umur, karena pemain akan mendapatkan berbagai barang secara random yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan serta keinginan mereka.
 

Beberapa Ciri Game Yang Kedapatan Microtransaction


Penulis sudah merangkum dari beberapa sumber mengenai ciri umum microtransaction yang sering dijumpai dalam game free to play. Baik bersifat offline atau online pada PC, Konsol game, dan juga mobile.

1. Gamenya bersifat gratis ketika didownload serta dimainkan (free-to-play).
2. Tersedianya konten dlc atau item premium yang bisa dibeli dalam game.
3. Harga beli item cukup bervariasi mulai dari ekonomis atau murah sampai tingkat sultan atau mahal.
 

Yang Melatarbelakangi Microtransaction Dalam Sebuah Games


1. Membantu Meningkatkan Popularitas Game Gratis

Saat ini, game gratis tersedia di mana-mana, dan sebagian besarnya berada di pasar game mobile. Suatu game yang dapat diunduh serta dimainkan secara gratis. Namun dalam game gratis tersebutlah yang menghadirkan dan juga menawarkan berbagai macam pembelian dalam gamenya.

2. Meningkatkan Peluang Menang Dalam Game

Seperti yang sudah disebutkan penulis di awal, microtransaction memang bisa membantu memenangkan suatu pertarungan dalam game tertentu. Namun perlu dicatat fitur peningkatan itu hanya membantu dalam permainan bukan membuat player menjadi istimewa.

3. Berubahnya Microtransaction Menjadi Loot Box

Seiring dengan perkembangan zaman, microtransaction sekarang tidak seperti microtransaction sebelumnya dimana sekarang pemain bisa memilih apa yang ingin dibeli. Biasanya seperti bundel dalam kotak jarahan yang dapat mereka pilih dan pilih berdasarkan keinginan mereka. Loot box memiliki daya tarik tersendiri dimana pemain berharap mendapatkan keuntungan darinya.

4. Season Pass dan Battle Pass Adalah Cara Baru Microtransaction

Season Passes dan Battle Passes adalah paket yang berisi kebutuhan pemain masa kini, atau bisa dibilang sederet bonus jika pemain ingin berpartisipasi. Tentu saja para developer masih meminta pemain untuk mengeluarkan uang lebih untuk hal - hal yang bahkan tidak mereka ketahui di kemudian hari, atau bisa dikatakan masih misterius.

5. Microtransaction Sudah Mendapatkan Peraturan Pemerintah

Komisi Perjudian Belgia sebelumnya telah meluncurkan penyelidikan resmi terhadap beberapa permainan di Belgia, yang semuanya dilakukan untuk melihat apakah itu melibatkan praktik perjudian atau tidak. Hal ini dilakukan karena transaksi mikro sering digunakan sebagai sarana untuk berjudi, sehingga tidak heran jika negara atau mungkin Pemerintah Indonesia menerapkan peraturan tentang transaksi mikro.
 

Keuntungan yang Hadir dari Microtransaction


Keuntungan yang muncul lewat fitur microtransaction hampir tidak pernah dibahas. Padahal tanpa kita sadari dengan adanya fitur ini juga membawa keuntungan bagi para pemain loh diantaranya:

1. Memperpanjang Umur Suatu Game

Tanpa kita sadari dengan adanya fitur microtransaction sukses membuat umur sebuah game menjadi lebih panjang. Hal ini terlihat dari para pemain yang tertarik untuk menamatkan kembali sebuah game karena game tersebut menambahkan DLC baru dengan konten yang menarik dan juga fresh.

Dengan mengeluarkan uang yang biasanya tidak lebih dari harga asli game tersebut, dengan adanya DLC kamu bisa merasakan pengalaman bermain game yang terasa baru.

Monster Hunter World: Iceborne dan Skyrim Anniversary Edition merupakan contoh game yang sukses memperpanjang umur game utamanya.

2. Tidak Adanya Sifat Paksaan

Fitur microtransaction yang baik tidak pernah memaksa para pemainnya untuk mengeluarkan uang lebih. Hal ini bisa terlihat dalam beberapa game seperti Fortnite ataupun Dota 2. Transaksi mikro dalam game ini hanya bersifat kosmetik serta keputusan kamu untuk membeli items skin dalam game ini tidak akan mempengaruhi pengalaman bermain game kamu.

3. Mensubsidi Harga Dari Game

Faktor satu ini merupakan faktor yang paling sering dilewatkan ketika membicarakan masalah transaksi mikro padahal pada dasarnya merupakan hal yang terpenting.

Tanpa kita sadari, biaya untuk memproduksi sebuah game tiap tahunnya selalu meningkat. Untuk mengakali biaya produksi tanpa harus menaikan harga jual game para publisher memutuskan untuk memasukkan fitur microtransaction dalam gamenya.

Keuntungan yang didapatkan para publisher dalam fitur ini bisa digunakkan agar harga jual game tidak terlalu tinggi. Dalam kasus game mobile para publisher bahkan bisa membagikan gamenya secara gratis serta mengharapkan keuntungan dari adsense dan juga transaksi dalam gamenya.
 

Kerugian yang Hadir dari Microtransaction


Membahas kerugian akibat adanya fitur microtransaction merupakan hal yang mudah karena hampir semua pemain mengeluhkan hal yang sama.

1. Mengurangi Isi Konten Game

Adanya fitur ini dianggap “memeras” para pemain untuk mengeluarkan uang lebih agar bisa menikmati suatu game dengan seutuhnya.

Sebagai contoh, dalam seri game FIFA para pemain akan kesulitan mendapatkan Pesepak Bola yang bagus tanpa mengeluarkan uang lebih.

2. Pay to Win

Fitur Microtransaction ini juga dianggap telah merusak sebuah game yang bersifat kompetitif. Hal ini disebabkan oleh berbagai keuntungan yang didapatkan oleh para pemain jika mereka melakukan transaksi dalam game entah peningkatan stats hingga mendapatkan Item Legendaris dengan cara yang instan.

Hal ini jelas memancing persaingan antar pemain yang tidak sehat. Faktor inilah yang memicu istilah “Pay-to-Win” bagi para pemain yang mengandalkan uang untuk lebih unggul dalam suatu game.

3. Loot Box Yang Tidak Masuk Akal

Alasan utama kenapa para pemain kesal karena fitur microtransaction yang berbentuk Loot Box adalah hasil yang didapatkan bersifat tidak berguna atau para pemain menyebutnya sampah.

Contoh kasus yang sempat membuat geger dunia karena fitur microtransactionnya adalah game Genshin Impact, yang membuat seorang ayah harus mengeluarkan uang yang cukup banyak karena ulah anaknya yang melakukan top-up berkali - kali karena tidak mendapatkan hasil yang diinginkannya

Oleh karenanya Microtransaction dianggap memiliki efek candu yang hampir sama dengan kegiatan berjudi.
 

Microtransaction yang baik


Microtransaction yang baik adalah microtransaction yang dibuat benar - benar terlihat optional, atau hanya harus dibeli jika para pemain tertarik. Keberadaan microtransaction ini tak akan mempengaruhi gameplay sama sekali dan para pemain selalu bisa memainkan game tersebut tanpa harus mengeluarkan sepeser pun.

Contoh terbaik dari fitur ini adalah beberapa game yang dirilis oleh Valve mulai dari Team Fortress 2, CS : GO dan Dota 2. Microtransaction dari ketiga game tersebut hanyalah sekedar skin atau tampilan yang tidak akan memberikan pemain kelebihan atribut selain membuat penampilan suatu senjata atau karakter menjadi berbeda. Dan jika suatu saat ada skin terbaru yang kamu inginkan tapi tidak mempunyai uang untuk membelinya, kamu bisa mencoba untuk menukarkan skin yang dimiliki dengan orang lain, atau bahkan menjualnya ke community store dengan harga tertentu. 

Belum lagi kesempatan dimana seluruh pemain bisa saja mendapatkan random drop setelah match selesai yang membuat para pemain tidak harus mengeluarkan sepeserpun untuk item kosmetik. Skin ini juga kebanyakan dibuat oleh kommunity, jadi para artist pembuat skin tersebut bisa mendapatkan sepeser keuntungan juga dari kerja keras mereka.

Fitur ini sangatlah jenius serta dieksekusi dengan baik oleh Valve. karena tidak hanya publisher yang untung tanpa harus berbuat banyak, namun juga pembeli serta artist pembuat skin tersebut mendapatkan keuntungan sendiri dari fitur ini.
 

Microtransaction Yang Buruk


Microtransaction yang buruk adalah microtransaction yang melakukan kebalikan dari yang sebelumnya dimana dengan adanya fitur ini dapat mempengaruhi gameplay dari game tersebut. Mulai dari senjata yang bersifat premium, item dengan atribut lebih besar dibandingkan dengan yang gratis, stamina recharge, XP boost, dan yang lainnya. Hal seperti inilah yang sering terjadi pada game mobile yang terkesan memaksa para pemainnya untuk membayar item – item premium untuk membuat karakter mereka jauh lebih kuat dibanding yang lain.

Pada sebuah game, semakin lama kamu memainkan game tersebut, semakin besar pula tantangan yang akan diterima dan kamu dipaksa bermain dengan item - item gratisanmu yang tak sekuat item premium.

Hal terburuk selanjutnya yang sering terjadi akibat adanya fitur microtransaction ini adalah Expirable Item. Dimana item premium tersebut ternyata tak selamanya bisa dipakai pemain dan harus dibeli lagi agar diperpanjang masa aktifnya kalau masih ingin menggunakan item tersebut. Fitur seperti inilah yang membuat para pemain merasa kesal karena dipaksa untuk membayar kembali item yang sudah dibayar. Itulah alasan bermain terasa tidak menyenangkan sama sekali.
 

Microtransaction Yang Salah Tempat


Jenis microtransaction yang paling dibenci dan juga dikhawatirkan pemain adalah pada game dengan harga penuh namun dibuat seolah - olah seperti game gratisan.

Sayangnya hal ini makin lama makin menjadi trend bagi para perusahaan besar Game seperti EA, Activision dan juga Square Enix. Disaat setiap game membuat season pass yang harganya bisa mencapai setengah dari harga game

Microtransaction yang saya ingin bahas disini adalah microtransaction pada game AAA yang akan memberikanmu akses senjata, mobil, atau item penting lainnya yang membuat game menjadi lebih mudah bagi mereka yang membayar.

Sekian Pembahasan tentang "Mengenal Apa Itu Microtransaction Dalam Suatu Game Dan Dampak Yang Ditimbulkan". Penulis hanya ingin angkat suara mengenai Microtransaction ini "Gunakanlah Uangmu Sebaik dan Seefektif Mungkin", Oyah kamu yang lagi nyari jasa pembuatan website IDMETAFORA siap melayani, bukan hanya website biasa namun sudah yang terintegrasi loh!

Bagi yang ingin menghubungi bisa ke 0896 6423 0232 atau 0813 9399 3723. Bisa juga kunjungi langsung ke Jl. Damai No.36, Sleman, Yogyakarta.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda