+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Alasan Industri Farmasi Perlu Menggunakan Aplikasi CRM

24 September, 2022   |   Ningsih

Alasan Industri Farmasi Perlu Menggunakan Aplikasi CRM

Industri farmasi merupakan sektor yang menjanjikan. Terlebih semenjak pandemi, masyarakat Indonesia menjadi lebih ‘melek’ terhadap obat-obatan berkualitas serta mengutamakan kesehatan. Bahkan pemerintah telah menjadikan industri farmasi sebagai bagian dari sektor prioritas untuk merealisasikan program Making Indonesia 4.0. Tujuan dari program ini untuk meningkatkan daya saing untuk mendorong sektor industri farmasi untuk menuju transformasi digitalisasi. Salah satu perusahaan induk farmasi milik negara sudah mengimplementasikan penerapan teknologi digital yang dimana telah terintegrasi dalam proses operasional industri.

Bagian farmasi selain membuat serta meracik obat-obatan, aktivitas pda bagian industri farmasi juga meliputi kegiatan pendistribusian obat dari PBF (Pedagang Besar Farmasi) kepada apotek. Pendistribusian ini bermanfaat dalam menyalurkan stok obat supaya tersebar secara merata. Mengingat aktivitas ini bukan hanya mendistribusikan kepada satu apotek saja, tetapi juga pada apotek-apotek lainnya, rasanya akan sulit saat melakukannya tanpa bantuan sistem yang bisa mengotomatiskan proses ini.

Farmasi merupakan salah satu pada bidang profesional kesehatan yang merupakan sebuah kombinasi dan perpaduan dari ilmu kesehatan serta ilmu kimia, yang memiliki tanggung-jawab serta memastikan efektivitas dan keamanan dalam penggunaan obat. Aktivitas farmasi biasanya terdapat pada layanan klinik, puskesmas, rumas sakit, laboratorium yang mana mempunya fungsi sebagai evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. Farmasi bisa dikatakan sebagai apoteker yang merupakan suatu gelar profesi yang memiliki keahlian pada bidang farmasi. Farmasis atau apoteker tugasnya pada institusi-institusi baik pemerintahan atau lembaga swasta seperti pada bagian badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri obat tradisional, apotek, industri farmasi, dan di berbagai sarana kesehatan.

Terdapat beberapa alasan mengapa software CRM cukup penting dalam industri farmasi, berikut ini merupakan rinciannya:

Turn Over Karyawan Bidang Penjualan Cukup Tinggi

Tingginya tingkat turn over staf penjualan terkadang membuat aktivitas distribusi obat menjadi terhambat sedangkan pendistribusian bersifat mendesak. Inilah mengapa berlaku pada sistem penjualan seperti bursa, yaitu apotek akan memesan produk untuk PBF yang menawarkan terlebih dahulu dan mempunya stok yang pasti. Apabila PBF tak menerapkan aplikasi CRM pada proses penjualannya, maka akan sangat sulit dalam meningkatkan omset penjualan. Terlebih saat mereka tidak mempunyai staf penjualan, PBF tak bisa menawarkan produk apapun ke apotek.

Inilah sebabnya kenapa omzet tidak dapat meningkat, bahkan mungkin cenderung terus menurun.
Solusinya ialah dengan menerapkan aplikasi CRM. Meskipun tak terdapat staf penjualan, kegiatan penawaran serta penjualan bisa dilakukan dengan online melalui sistem ini. Salah satu fiturnya yakni Email Marketing Management. Fitur ini bisa membuat dan mengirimkan campaign produk untuk klien. Dengan demikian, penawaran produk untuk apotek akan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa rasa takut akan terhambat karena kurangnya tenaga penjual.

Menghindari Distribusi Obat Ilegal

Banyaknya kasus yang beredar pada industri farmasi mengenai pendistribusian obat ilegal membuat khawatir khalayak umum. Kasus ini dapat terjadi karena adanya oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, tetapi ingin mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Dampaknya yang tak sepele dapat menimbulkan kerugian untuk konsumen, mengingat mereka tidak pernah tahu apakah ada penambahan zat kimia lainnya pada obat ilegal tersebut yang dapat mengganggu kesehatan. Akan ada kerugian yang berimbas pada pihak apotek dan PBF dalam segi finansial serta citra industri. 

Dalam mencegah hal tersebut, seluruh pihak di industri farmasi perlu lebih meningkatkan pengawasan distribusi obat. Bukan itu saja, kedua belah pihak perlu menjalin hubungan baik supaya bisa meminimalkan peluang penyusupan obat ilegal atau obat-obatan palsu. Pemantauan secara menyeluruh terkait aktivitas penjualan akan terupdate secara real-time dan otomatis melalui software CRM.

Mengoptimalkan Just in Time Inventory

Dalam penyetokan obat-obatan, penting dalam menjaga serta mengontrol stok pada barang agar tidak kedaluwarsa. Obat yang telah kedaluwarsa, namun masih dijual akan menimbulkan banyak kerugian untuk konsumen dan penjual. Bagi konsumen yang mengonsumsi obat tersebut yang telah kedaluwarsa akan menimbulkan efek samping yang tak seharusnya dan akan berisiko menyebabkan gangguan pada kesehatan, sedangkan bagi penjual akan menimbulkan kerugian finansial sebab produk tak bisa dijual.
Maka dari itu, alangkah baiknya melakukan penyetokan secukupnya dan tak berlebihan. Produk yang telah lama tidak terjual dan hanya mendekam dalam gudang bisa menyebabkan produk tersebut kedaluwarsa dan tak layak di konsumsi. Untuk mencegahnya, sistem CRM bisa mengidentifikasi prospek potensial dalam pengelolaan data. Anda bisa mengetahui obat apa saja yang lebih laku atau tidak, sehingga dapat menyesuaikan jumlah pemesanan
produk. Dengan demikian, stok akan jadai lebih terkendali.

Pelaporan Otomatis 

Apapun pada industri bisnis termasuk industri farmasi sekalipun, laporan penjualan memegang peran yang penting dalam pengambilan keputusan bisnis. Dari laporan penjualan, Anda bisa mengetahui informasi lengkap terkait kegiatan penjualan, keuntungan serta kerugian, kinerja tim penjualan, dan lainnya. Aplikasi CRM dapat membantu Anda dalam pembuatan laporan penjualan secara real-time cukup dengan hitungan menit. Prosesnya terbilang sangat mudah dan cepat sampai tak perlu waktu yang lama dalam penyusunannya.

Laporan penjualan tak hanya sekadar laporan tertulis. Laporan tersebut bisa Anda jadikan sebagai motivasi dan evaluasi, khususnya pada tenaga penjual, untuk meningkatkan produktivitas operasional industri farmasi sampai kualitas produk dan omzet pun akan meningkat pula. Kemudian, laporan tersebut akan memberikan analisis yang cukup mendalam perihal kebutuhan pelanggan sampai pada periode ke depannya bisa memenuhi kebutuhan dan permintaan terhadap konsumen.

Bagian yang terpenting dari CRM merupakan persiapan proses bisnis, tujuan implementasi, sampai sedalam apa CRM mau digunakan, sejauh mana hubungan pada pelanggan akan dibina, data atau sistem apa yang telah digunakan. Masalah terbesar yang mungkin terjadi, seperti aplikasi IT lainnya, adalah terbuangnya feature maupun kelebihan-kelebihan yang ditawarkan IT dengan gratis.

Kesimpulan

Selain mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyelundupan kedaluwarsa, obat ilegal dan penurunan omset, aktivitas penjualan tidak lagi terbatas dengan penjualan secara tatap muka, namun bisa dilakukan dengan online juga melalui perangkat. Sistem pun dapat mempermudah tenaga penjual untuk melakukan tugasnya. Jika Anda membutuhkan konsultasi lebih lanjut terkait aplikasi CRM dari IDMETAFORA atau sistem ERP lainnya, Anda bisa langsung mengunjungi website kami.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda