+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Apa itu NoSQL? Non Relasional Database Jenis Hingga Kelebihannya

24 September, 2022   |   Hilal

Apa itu NoSQL? Non Relasional Database Jenis Hingga Kelebihannya

Bekerja di bidang industri data memang memiliki prospek karir yang cukup menarik. Nah, bagi kamu yang tertarik untuk mulai berkarir di bidang tersebut maka NoSQL adalah salah satu hal yang harus dipelajari dan dikuasai terlebih dahulu.

Selain SQL database, terdapat juga istilah NoSQL yang tidak kalah pentingnya untuk dipahami bagi orang yang sedang bekerja di bidang data.

Menurut komunitas komputer dunia GeeksforGeeks, NoSQL sendiri sudah muncul sejak akhir tahun 1960 an. Namun, baru mendapatkan perhatian pada awal tahun 2000 an sejak meningkatnya kebutuhan data dalam jumlah yang cukup besar.
 

Apa Itu NoSQL?


NoSQL merupakan singkatan dari Not Only SQL atau non relasional database. Database management system ini bersifat tanpa relasi atau non-relational. Artinya, NoSQL dapat mengelola database dengan skema yang fleksibel dan juga tidak membutuhkan query yang kompleks.

Pasalnya, NoSQL merupakan sebuah sistem manajemen data non-relasional yang tidak memerlukan skema yang tetap. Dengan menggunakan hal yang satu ini maka akan menghindari gabungan antar data sehingga lebih mudah untuk diskalakan.

Dengan pendekatan ini, NoSQL mempunyai skalabilitas yang cukup tinggi untuk dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan data yang ada. Tak heran, jika database management ini dianggap paling cocok untuk mengolah big data yang selalu mengalami perubahan sekalipun. 

Berbagai perusahaan besar seperti Facebook dan juga Google sudah memanfaatkan NoSQL untuk menjalankan bisnis mereka. Alasannya adalah NoSQL memiliki kemampuan untuk mendukung real-time web application yang sedang dikembangkan.

Bagaimana database management NoSQL ini bermanfaat? Hal tersebut karena management database ini sudah ditunjang oleh pilihan berbagai jenis database yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Tujuan utama dari penggunaan database NoSQL ini adalah untuk penyimpanan data yang terdistribusi dengan kebutuhan penyimpanan data yang besar.
 

Jenis Database Nosql


1. Document Database

Jenis Document Database ini menyimpan data dalam bentuk dokumen yang mirip dengan objek JSON (JavaScript Object Notation). Konsep dari document database ini lebih efisien serta fleksibel.

Program akan lebih mudah untuk dikembangkan karena document database akan menyesuaikan dengan penyimpanan data berdasarkan kebutuhan dari program.

Jenis database ini sangat cocok digunakan untuk database yang memiliki tujuan umum. Selain itu, document database ini juga mampu mengakomodasi volume data yang besar.

2. Key-Value Database

Jenis Key-Value Database ini lebih sederhana karena setiap item berisi key dan juga value sebagai tempat akses data. Sebuah value biasanya hanya diambil dengan mereferensikan dari key. Untuk mempelajari cara membuat kueri untuk key-value tertentu bisa lebih sederhana.

Key-value database ini juga lebih sesuai untuk penyimpanan data dalam jumlah besar yang tidak perlu kueri yang rumit untuk mengambilnya.

3. Column-Based Database

Jenis Column-Based Database ini memberikan banyak fleksibilitas daripada database yang relasional karena setiap baris tidak diharuskan memiliki kolom yang sama. Setiap kolom dibuat secara terpisah dan juga nilai dalam database kolom tunggal disimpan secara berdekatan.

Jenis database ini memberikan kinerja lebih tinggi pada aggregation queries seperti SUM, Count, AVG, hingga MIN karena datanya sudah tersedia dalam kolom. Column-based ini sudah banyak digunakan untuk mengelola data warehouse, business intelligence, hingga CRM.

4. Graph Database

Jenis Graph Database ini menyimpan data dalam node serta edge. Node biasanya menyimpan informasi tentang orang, tempat, dan juga benda-benda. Sementara itu, edge akan menyimpan informasi tentang hubungan antar node.

Jenis database yang satu ini lebih unggul dalam penggunaannya di mana pengguna perlu mencari tahu hubungan atau pola.

Contoh penggunaanya adalah untuk social network, deteksi penipuan, logistik hingga rekomendasi.
 

Cara kerja Database NoSQL


Database NoSQL menggunakan beragam model data untuk mengakses serta mengelola datanya. Jenis database ini telah dioptimalkan secara khusus untuk aplikasi yang memerlukan volume data besar (big data), latensi rendah, serta model data fleksibel, yang dicapai dengan cara mengurangi pembatasan konsistensi data dari database lainnya.
 

Kenapa Harus Menggunakan Database NoSQL?


Database NoSQL sangat cocok untuk digunakan dengan berbagai aplikasi modern seperti aplikasi seluler, web, dan juga gaming yang memerlukan database yang fleksibel, dapat juga  diskalakan, berkinerja tinggi, dan memiliki fungsionalitas tinggi untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

1. Fleksibilitas: Database NoSQL umumnya telah menyediakan skema fleksibel yang memungkinkan pengembangan yang lebih cepat serta lebih berulang. Model data fleksibel membuat database NoSQL ideal untuk data yang semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.

2. Skalabilitas: Database NoSQL umumnya didesain untuk meningkatkan skala dengan menggunakan klaster perangkat keras yang terdistribusi dengan alih meningkatkan skala dengan menambah server yang mahal dan juga robust. Beberapa penyedia layanan berbasis cloud menangani aktivitas di balik operasi ini sebagai layanan yang dikelola sepenuhnya.

3. Kinerja Tinggi: Database NoSQL telah dioptimalkan untuk model data spesifik serta pola akses yang memberikan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan jika kamu mencoba mendapatkan fungsionalitas yang mirip dengan database relasional.

4. Fungsionalitas Tinggi: Database NoSQL telah menyediakan API serta jenis data fungsional yang dibuat secara khusus untuk setiap model data yang sesuai.
 

Perbandingan NoSQL dengan SQL


1. NoSQL

- Tipe : RDBMS atau Relational Databases
- Fungsi : Untuk mengolah data pada Online Analytical Processing (OLAP)
- Bahasa Query : Structured query language (SQL)
- Struktur Database : Berbentuk tabel
- Schema : Perlu ditentukan dahulu
- Jenis Skalabilitas : Skala vertikal atau scale up dengan membeli hardware baru
- Performa : Kinerja umumnya merupakan fungsi dari ukuran klaster perangkat keras, latensi jaringan, dan aplikasi panggilan.
- Contoh Database : MySQL, Postgres, MS-SQL

2. SQL

- Tipe : Non-relational database atau distributed database
- Fungsi : Untuk mengolah data terkait aplikasi dan website modern yang semakin kompleks
- Bahasa Query : Tidak membutuhkan bahasa query yang terlalu kompleks
- Struktur Database : Bisa berbentuk key-value, column, dokumen, dan graph
- Schema : Skema dinamis untuk data tak terstruktur
- Jenis Skalabilitas : Skala horizontal atau scale out dengan menambah server.
- Performa : Kinerja umumnya tergantung pada subsistem disk. Pengoptimalan query, indeks, dan struktur tabel seringkali diperlukan untuk mencapai kinerja puncak.
- Contoh Database : Redis, Neo4j, MongoDB
 

Jenis Basis Data NoSQL


1. MongoDB

MongoDB merupakan basis data yang paling populer diantara basis data NoSQL yang lainnya. Hal ini dikarenakan pemasangan maupun penggunaannya, mongoDB tidaklah sulit dan juga merepotkan penggunanya. Selain itu mongoDB juga merupakan salah satu basis data open source sehingga pengembangan mongoDB sendiri cukup pesat karena setiap orang bisa berpartisipasi untuk melakukan pengembangan MongoDB ini.

2. OrientDB

OrientDB merupakan basis data graf terdistribusi gen-2. Basis data ini dibuat dengan bahasa Java oleh Orient Technologies LTD dan dirilis pertama kali pada tahun 2010. OrientDB diklaim sangat cepat serta mampu menyimpan 220.000 record per detik di perangkat stkamur.

3. CouchDB

Apache CouchDB, biasa disebut dengan CouchDB, merupakan basis data NoSQL yang dikembangkan oleh Apache itu sendiri. CouchDB jauh lebih dulu muncul jauh sebelum mongoDB yakni pada tahun 2005. CouchDB juga tidak menyimpan datanya dalam tabel melainkan dalam dokumen seperti halnya pada mongoDB.

4. Redis

Redis merupakan basis data open source berbasis key-value paling populer menurut situs DB-Engines.com. Redis singkatan dari kata REmote DIctionary Server. Basis data ini dikembangkan oleh Salvatore Sanfilippo pada tahun 2009 ditulis dalam bahasa C. Redis juga banyak dipilih karena memiliki fitur in-memory, networked, dan juga durabilitas tinggi.

5. Cassandra

Cassandra merupakan sebuah sistem penyimpanan data terdistribusi dalam menangani jumlah data yang sangat besar dan juga terstruktur. Cassandra juga dikembangkan oleh Apache, pengembang yang sama untuk basis data CouchDB. Kemampuan Cassandra dalam menyimpan data dengan jumlah yang sangat besar tidak perlu diragukan lagi, sebab sudah ada puluhan perusahaan besar telah mempercayakan Cassandra sebagai salah satu penunjang kerja mereka

6. Riak

Riak merupakan basis data NoSQL terdistribusi yang menyimpan datanya dalam bentuk key-value. Riak juga menawarkan fitur high availability, fault tolerance, operational simplicity, serta scalability. Riak memiliki dua versi yakni Open source edition dan juga Enterprise edition. Pada enterprise edition menawarkan dukungan berbayar intensif dari pengembangnya. Pengguna Open source edition dapat bermigrasi kapan saja ke Enterprise edition jika dibutuhkan.

7. Neo4J

Neo4j merupakan basis data NoSQL dengan menggunakan sistem graf. Apabila berurusan dengan basis data yang berbasis graf, maka Neo4j lah yang paling dikenal. Neo4j menyimpan relasi antar objeknya dalam struktur seperti graf, dimana setiap objek merujuk ke objek lainnya secara langsung.
 

Kelebihan NoSQL


1. Skalabilitas yang Lebih Mudah dan Murah

Database NoSQL mempermudah proses “scale out”. Metode skalabilitas ini memungkinkan kamu untuk dapat menambahkan server cloud dan menyambungkannya ke cluster database dengan mudah.

2. Menyimpan Banyak Data tanpa Mengurangi Performa

Tahukah kamu kalau NoSQL bisa menyimpan banyak data sekaligus tanpa harus mengurangi performanya? Hal ini terjadi karena kemudahan untuk melakukan “scale out” kapan saja hal inilah yang menjadi salah satu alasan banyak perusahaan besar telah menggunakannya.

3. Fleksibilitas Tinggi

NoSQL merupakan manajemen database yang sangat fleksibel. Tak hanya mendukung empat jenis database, NoSQL juga mampu menyimpan data unstructured, semi-structured, dan structured.
 

Kekurangan NoSQL


1. Memerlukan Banyak Database

Penggunaan NoSQL sangat terspesialisasi dalam penggunaan tertentu. Hal tersebut berbeda dengan SQL yang lebih umum serta bisa memenuhi berbagai kebutuhan.

Jadi, dengan NoSQL maka diperlukan beberapa jenis database dan juga model data untuk menggunakannya.

Bahkan, mungkin masih diperlukan lagi penggunaan beberapa bentuk SQL untuk membantu mempersingkat prosesnya.

2. Ukuran Database Menjadi Sangat Besar

NoSQL tidak dirancang untuk dapat menghapus duplikasi data sehingga ukuran database bisa menjadi sangat besar akibat dari duplikasi.

Hal tersebutlah yang diharuskan butuh lebih banyak tempat penyimpanan data untuk dipersiapkan jika ingin menggunakan NoSQL.

3. Pengoprasian Yang Tidak Mudah

Mengelola data dengan jumlah yang sangat besar bukanlah perkara yang mudah. Itulah sebabnya pengelolaan data di NoSQL menjadi lebih kompleks.

Meskipun tujuan menggunakan NoSQL adalah untuk mengelola data dengan jumlah besar menjadi lebih sesederhana mungkin, tapi hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Karena itu, dalam mengelola hal yang satu ini dibutuhkan lebih banyak usaha ekstra karena memang cukup sulit tergantung dari tingkat kompleksitasnya.
 

Kesimpulan


Tujuan khusus dibuatnya database NoSQL adalah untuk mengelola model data spesifik dan memiliki skema fleksibel untuk membuat aplikasi modern. Secara luas, database NoSQL dikenal karena kemudahan pengembangan, fungsionalitas, dan kinerjanya dalam berbagai skala. Sudah saatnya bagi perusahaan kamu mempertimbangkan penggunaannya.


Ngomong - ngomong soal management IDMETAFORA sebuah SoftwareHouse siap melayani jasa pembuatan management yang telah terintegrasi yakni ERP, tidak hanya itu Kami juga melayani jasa pembuatan IoT, bagi kamu yang tertarik bisa langsung hubungi kami di 0896 6423 0232 atau 0813 9399 3723. Kamu juga bisa kunjungi kantor kami di Jl. Damai No.36, Sleman, Yogyakarta.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda