+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Pentingnya Financial Analyst Dalam Perusahaan

20 September, 2022   |   AhmadNM

Pentingnya Financial Analyst Dalam Perusahaan

Selain membuat financial report, perusahaan juga dianjurkan untuk melakukan analisa pada financial report secara berkala. Analisa financial report perlu dilakukan karena sangat bermanfaat bagi para penganalisa untuk dapat mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan. Manajemen perusahaan sangat bergantung pada financial report dari perusahaan yang dipimpinnya. Dengan mengadakan analisa financial report dari perusahaan maka akan diketahui hasil-hasil yang dicapai di waktu-waktu yang lalu dan waktu yang sedang berjalan atau hasil diwaktu yang akan datang. Dengan mengadakan analisa data keuangan dari tahun-tahun yang lalu, dapat diketahui kelemahan- kelemahan dari perusahaan serta hasil-hasil yang telah dianggap cukup baik.

Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan dari perusahaan, diusahakan agar dalam penyusunan rencana untuk tahun-tahun yang akan datang, kelemahan- kelemahan tersebut dapat diatasi dan diperbaiki. Hasil-hasil yang dianggap sudah cukup baik di waktu-waktu yang lampau harus dipertahankan untuk waktu-waktu yang mendatang. Bagi investor perlunya analisa financial report dari perusahaan adalah untuk mengetahui rate of return atau tingkat pengembalian dari dana yang akan diinvestasikan dalam surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan. Dengan demikian maka jelaslah bahwa dengan mengadakan analisa financial report suatu perusahaan adalah sangat penting artinya bagi pihak- pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan yang bersangkutan meskipun kepentingan mereka masing-masing berbeda.
 

Apa Itu Financial Analyst?

Secara umum, financial analyst adalah orang yang bertanggung jawab dalam memantau, menganalisa, serta mempelajari data keuangan sebuah perusahaan. Mereka menggunakan ilmu yang dimiliki untuk memprediksi hasil dan dampak dari berbagai pilihan sebelum dibuat secara resmi, serta merekomendasikan pedoman atau panduan keuangan. Karena itu, jasa seorang financial analyst biasanya dibutuhkan oleh perusahaan untuk bisa mendapatkan strategi finansial. Dalam hal ini, analis keuangan akan memainkan peran penting dalam meninjau kinerja bisnis perusahaan tersebut.
 

Pengertian Analisa Keuangan

Analisa keuangan adalah upaya yang dilakukan untuk mengevaluasi kelangsungan bisnis, sub-bisnis, stabilitas hingga profitabilitas perusahaan. Upaya ini dilakukan oleh seorang profesional dengan menggunakan informasi yang didapatkan dari laporan keuangan dalam bentuk rasio. Hasil laporan yang dibuat oleh analis keuangan ini bisa berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya hasil laporan tersebut akan diberikan kepada pimpinan perusahaan yang nantinya digunakan untuk mengambil keputusan.

Sebuah laporan keuangan yang baik harus memiliki tiga karakter utama, yaitu:
1. Fokus Laporan
Laporan keuangan harus dianalisa dengan mencakup beberapa fokus utama, diantaranya laporan laba rugi (gambaran kenaikan dan keuntungan), neraca atau gambaran aset dan kewajiban serta arus kas atau gambaran kas masuk dan keluar. Laporan ini berasal dari akumulasi transaksi dari suatu perusahaan.

2. Prediksi
Analisa keuangan bisnis juga harus mampu mengkaji kejadian di masa lalu yang dapat memberikan dampak pada perkembangan keuangan perusahaan di masa mendatang. Prediksi ini penting untuk mengetahui apakah perusahaan bisa profit di masa depan atau tidak.

3. Penguasaan Akuntansi
Analisa keuangan harus dilakukan oleh orang yang profesional dan menguasai prinsip akuntansi dengan baik. Hal ini karena kualitas analisa keuangan sangat bergantung pada faktor tersebut.
 

Tugas dan Tanggung Jawab Financial Analyst

Secara garis besar, tugas dan tanggung jawab analis keuangan di dalam perusahaan meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Mengumpulkan Informasi dan Data
Pekerjaan seorang analis keuangan dimulai dengan mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan, seperti laporan historis keuangan, akuntansi buku besar, dan harga saham statisik.

2. Mengatur Data Informasi
Setelah mengumpulkan data, data tersebut biasanya dimasukkan ke dalam excel atau database lainnya. Data tersebut kemudian akan diatur, dibersihkan, dan dimasukkan ke dalam format yang lebih mudah dipahami. Cara ini biasanya dilakukan dengan mengurutkan angka berdasarkan data, kategori, penambahan rumus atau fungsi, sekaligus untuk memastikan format laporan dilakukan secara konsisten agar mudah dipahami.

3. Menganalisa Hasil Keuangan
Selanjutnya, tugas financial analyst adalah memulai analisa informasi data historis masa lalu. Contohnya seperti analisa keuangan rasio margin kotor, margin bersih, biaya tetap atau variabel, tingkat pertumbuhan laba atas ekuitas, aset, rasio utang atau ekuitas, dan saham earning per share (EPS).

4. Membuat Prediksi dan Proyeksi
Setelah menganalisa informasi data historis, financial analyst akan membuat prediksi dan proyeksi terkait kinerja perusahaan di masa mendatang. Metode prediksi ini meliputi analisa regresi, tingkat pertumbuhan dari tahun ke tahun, hingga pendekatan bottom-up dan top-down.

5. Memberikan Rekomendasi
Seorang analis keuangan sebaiknya tidak hanya mahir dalam perhitungan angka saja, melainkan juga berwawasan luas serta memiliki solusi untuk meningkatkan perusahaan. Dalam hal ini, tugas lain dari seorang financial analyst adalah memberikan rekomendasi dan melihat peluang agar perusahaan bisa meningkatkan pendapatan, meningkatkan produk di pangsa pasar, hingga menambah efisiensi kepuasan pelanggan.

Analis keuangan juga perlu membuat hasil analisanya menjadi model excel, seperti model perencanaan internal (budget management), diskon analisa arus kas (model DCF), dan model LBO (leveraged buyout) serta model M&A (mergers and acquisitions).

6. Membuat Presentasi dan Laporan
Setelah semua proses di atas, analis keuangan akan memindahkan hasil analisa ke dalam bentuk power point untuk dijadikan grafik yang kemudian akan dipresentasikan kepada manajemen perusahaan.
 

Tujuan Analisa keuangan

Analisa keuangan sering menilai suatu usaha berdasarkan:
1. Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk dapat menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil dari kinerja perseroan.

2. Solvabilitas adalah kemampuan perseroan untuk dapat memenuhi seluruh kewajibannya, diukur dengan membuat perbandingan seluruh kewajiban terhadap seluruh aktiva dan perbandingan seluruh kewajiban terhadap ekuitas perusahaan.

3. Likuiditas adalah kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban, lancarnya pemenuhan kemampuan ini diukur dengan menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar.

4. Stabilitas adalah kemampuan perseroan dalam mempertahankan usahanya dalam jangka waktu yang panjang tanpa harus menderita kerugian. Untuk menilai stabilitas dari perseroan digunakanlah laporan laba rugi dan neraca keuangan (balance sheet) perseroan serta berbagai indikator keuangan dan non keuangan lainnya.


Teknik Analisa Laporan Keuangan

Untuk membuat sebuah laporan analisa keuangan pada perusahaan, ada beberapa macam teknik yang bisa digunakan. Beberapa metode yang sering digunakan untuk membuat laporan analisa keuangan antara lain:
 
1. Comparative Statement
Comparative statement merupakan teknik analisa keuangan dengan cara membandingkan laporan keuangan pada dua periode atau lebih yang dilakukan secara umum. Kegunaan analisa laporan keuangan ini adalah untuk mengetahui selama periode tersebut apakah perusahaan mengalami perkembangan atau tidak.

2. Trend Percentage Analysis
Trend percentage analysis merupakan analisa terhadap kecenderungan kondisi perusahaan yang dinyatakan dalam bentuk persentase untuk menilai kemajuan atau kemunduran perusahaan.

3. Common Size Statement
Common size statement merupakan metode analisa laporan keuangan terhadap presentasi investasi untuk mengetahui persentase di masing-masing aktiva. Cara ini juga digunakan untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi pembiayaan yang terjadi ketika dihubungkan dengan jumlah penjualan perusahaan.

4. Statement of Change in Working Capital
Teknik analisa laporan keuangan ini dilakukan pada sumber dan penggunaan modal kerja perusahaan. Analisa  ini dilakukan untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja. Tidak hanya itu, metode analisa keuangan juga berguna untuk memahami sebab perubahan modal kerja dalam periode atau masa tertentu.

5. Cash Flow Statement
Cash flow statement merupakan teknik analisa keuangan perusahaan terhadap sumber dan penggunaan kas perusahaan. Manfaat analisa laporan keuangan menggunakan metode ini adalah untuk mengetahui sebab adanya perubahan pada jumlah uang kas serta untuk memahami sumber-sumber dan penggunaan uang kas perusahaan dalam periode tertentu.

6. Ratio Analysis
Analisa rasio keuangan biasanya digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu yang ada pada neraca atau laporan laba rugi baik secara individu, maupun kombinasi dari keduanya.

7. Gross Profit Margin
Teknik analisa laporan keuangan jenis ini digunakan untuk mengetahui perubahan laba kotor pada suatu perusahaan dari satu periode ke periode selanjutnya.

8. Break Even Analysis
Analisa break even ini biasanya digunakan untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh perusahaan. Hal ini bertujuan agar perusahaan tidak mengalami kerugian saat perusahaan belum mendapatkan keuntungan.
 

Jenis Analisa Financial report

Secara umum, terdapat 3 jenis analisa financial report yaitu analisa horizontal, vertikal, dan rasio.
1. Analisa Horizontal
Analisa horizontal adalah perbandingan antara laporan perusahaan tahun ini dengan tahun sebelumnya, untuk melihat tren perubahan dalam keuangan sebuah perusahaan. Dalam metode analisa ini, perubahan dijelaskan dalam nominal mata uang atau persentase.

2. Analisa Vertikal
Sementara itu, analisa vertikal adalah mencangkup representasi dari pos-pos standar dalam financial report yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Analisa vertikal bisa diterapkan dalam laporan laba dan rugi perusahaan.
 
3. Analisa Rasio
Seperti namanya, analisa rasio adalah analisa yang melibatkan rasio antara dua metrik yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara berbagai macam aspek dalam neraca keuangan, laporan laba rugi, dan laporan akuntansi lainnya.

Setiap analis keuangan biasanya memiliki teknik dan metodenya sendiri dalam membuat laporan untuk keuangan perusahaan. Akan tetapi secara umum, tujuannya adalah sama untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami perkembangan atau tidak dari periode satu ke periode lainnya. Hal ini sangat berkaitan dengan laba rugi serta langkah perusahaan kedepannya. Maka dari itu, pembuatan analisa keuangan tidak boleh sembarangan dan harus dilakukan oleh seorang profesional.
 

Skill dan Kualifikasi yang Dibutuhkan

Melihat tanggung jawab dan peran yang jauh dari kata sepele, tentunya profesi analis keuangan memerlukan kandidat dengan kriteria tertentu. Berikut ini merupakan kualifikasi dan skill yang harus menyertai seorang financial analyst:

1. Latar Belakang Pendidikan
Memiliki segudang pengetahuan mengenai konsep perekonomian dan strategi manajerial adalah kualifikasi utama untuk menjadi seorang financial analyst. Maka dari itu, umumnya lembaga keuangan hanya menerima kandidat yang memiliki gelar Ekonomi, Manajemen, atau Statistika.

2. Analytical Skills
Mengingat tugas utama analis finansial adalah menganalisa perkembangan ekonomi dan melihat tren risiko, maka salah satu skill penting yang wajib di miliki adalah analisa data. Keahlian ini akan sangat berguna dalam hal mengolah data numerik sebelum memberikan keputusan terbaik bagi perkembangan bisnis.

3. Kemampuan Problem Solving
Sebagai garda utama dalam menghadapi risiko kerugian, seorang analis keuangan juga wajib memiliki keahlian problem solving. Pasalnya, rencana yang telah di bangun dapat berubah sewaktu-waktu karena adanya fluktuasi di pasar ekonomi. Oleh karena itu, bekerja di bidang finance harus cekatan dalam memecahkan segala permasalahan keuangan yang ada.

4. Kemampuan Public Speaking
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, salah satu tugas analis finansial adalah mempresentasikan hasil laporan pada jajaran direktur dan berbagai pihak lainnya yang memiliki kepentingan. Maka, salah satu skill yang wajib di miliki adalah kemampuan berbicara di depan publik. kita harus percaya diri ketika menyampaikan hasil penelitian agar semua detail analisa dapat tersampaikan dengan baik kepada para atasan.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda