+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Management Inventory: Pengertian, Fungsi, dan Metodenya

20 September, 2022   |   Inggihpangestu

Mengenal Management Inventory: Pengertian, Fungsi, dan Metodenya

Manajemen persediaan merupakan sistem kritis yang mendukung kegiatan operasional perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan persyaratan pelanggan. Tanpa sistem ini, perusahaan gagal mempertahankan kinerja dan mengalami kerugian.
 

Apa Itu Inventory Management


inventory management adalah proses pemesanan, penyimpanan, penggunaan, dan penjualan persediaan dalam suatu organisasi. Ini termasuk pengelolaan bahan baku, komponen produk, barang jadi ke gudang, dan proses pembuatan komoditas tersebut. Singkatnya, manajemen inventaris membantu bisnis mengidentifikasi produk dan inventaris yang mereka pesan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tentu saja, Anda juga dapat menggunakan inventaris ini untuk mengidentifikasi dan menanggapi tren pembelian produk perusahaan Anda, memastikan bahwa Anda memiliki inventaris produk yang cukup untuk memenuhi kebutuhan atau pesanan pelanggan. Salah satu ukuran manajemen persediaan yang baik adalah perputaran persediaan. Perputaran persediaan adalah metrik akuntansi yang menunjukkan seberapa sering barang persediaan terjual selama periode waktu tertentu. Bisnis tidak ingin memiliki persediaan berlebih. Mereka ingin menjual karena tingkat perputaran persediaan mereka rendah, menghasilkan barang yang tidak terjual atau tidak terjual.
 

Fungsi Management Inventory


Inventory Management merupakan sistem bisnis yang sangat penting bagi kelangsungan bisnis suatu perusahaan. Tanpa manajemen inventaris yang tepat, bisnis berjuang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Salah satu kendala yang dapat dihadapi oleh bisnis tanpa sistem persediaan yang baik adalah kelebihan persediaan, kekurangan persediaan, atau pemesanan persediaan pada waktu yang salah. Hal ini tentunya mempengaruhi kegiatan produksi dan distribusi. Selain waktu dan energi keuangan, bisnis kehilangan kepercayaan dan loyalitas pelanggan karena ketidakmampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat waktu. Oleh karena itu, pengelolaan persediaan ini tidak boleh diabaikan atau diremehkan. Karena ini semua tentang penjualan dan kredibilitas bisnis Anda di mata konsumen.
 

Metode Management Inventory


Membuat dan mengatur proses manajemen inventaris sangat penting untuk bisnis Anda. Padahal, menciptakan sistem manajemen persediaan yang baik membutuhkan banyak modal dan banyak waktu. Namun, jika sistem dengan teknologi yang tepat sudah ada, manfaatnya akan jauh lebih besar di masa depan. Berikut adalah beberapa metode manajemen persediaan yang harus Anda ketahui.

1. Economic Order Quantity (EOQ)

Economic Order Quantity, atau EOQ, adalah formula yang menggunakan variabel seperti total biaya produksi, tingkat permintaan, dan faktor lain untuk menentukan jumlah pesanan ideal yang harus dibeli bisnis untuk inventarisnya. Tujuan dari metode EOQ ini adalah untuk meminimalkan biaya. Rumus ini juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah maksimum unit produk yang dipesan untuk meminimalkan pembelian. Selain itu, formula memperhitungkan jumlah unit pengiriman dan biaya penyimpanan.
Metode EOQ ini sangat membantu bisnis menghindari biaya yang tidak perlu untuk mencapai inventaris ideal mereka.

2.First In, First Out (FIFO) dan Last In, First Out (LIFO)

Metode kedua adalah LIFO dan FIFO, metode yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan. Ini berarti bahwa FIFO, atau first in first out, adalah sistem yang mengidentifikasi persediaan lama untuk dijual terlebih dahulu. Di sisi lain, LIFO adalah sistem masuk terakhir, keluar pertama, yang didasarkan pada asumsi bahwa persediaan baru akan dijual terlebih dahulu untuk mencegah kerusakan persediaan.

3. Minimum Order Quantity (MOQ)

Dari sudut pandang pemasok, Kuantitas Pesanan Minimum atau MOQ adalah jumlah persediaan minimum yang dapat dijual pemasok. Jika pengecer tidak mampu membayar MOQ, pemasok tidak akan menjual barangnya. Misalnya, barang inventaris yang lebih mahal untuk diproduksi dibandingkan dengan barang yang lebih murah biasanya memiliki MOQ lebih kecil, lebih mudah dibuat, dan memiliki biaya produksi yang jauh lebih rendah.

4. Safety Stock Inventory

Safety Stock Inventory adalah persediaan tambahan yang biasanya dalam permintaan lebih tinggi dari yang diharapkan. Metode ini biasanya digunakan untuk menghindari kehabisan stok karena perkiraan persediaan yang salah atau perubahan permintaan yang tidak terduga.

5. Just-In-Time (JIT)

Just-in-time atau JIT adalah metode pengelolaan pesanan bahan baku dari pemasok dalam kaitannya dengan jadwal produksi barang. JIT adalah cara terbaik untuk mengurangi biaya persediaan. Perusahaan biasanya menerima inventaris berdasarkan kebutuhan yang berpengalaman daripada memesan bahan baku secara berlebihan dan berisiko kehabisan stok.

6. Reorder Point Formula

Metode reorder point adalah metode pengelolaan persediaan berdasarkan siklus pembelian dan penjualan yang berbeda untuk setiap produk. Titik pemesanan ulang untuk formula ini biasanya lebih tinggi dari persediaan untuk memperhitungkan waktu tunggu.

7. Batch Tracking

Batch Tracking adalah metode manajemen persediaan yang digunakan untuk mengontrol kualitas barang. Menggunakan metode ini didasarkan pada pengelompokan dan pemantauan satu set inventaris. Metode ini sangat berguna bagi bisnis untuk melacak tanggal kadaluwarsa atau kedaluwarsa persediaan dan melacak barang yang rusak kembali ke batch aslinya.

8. Consignment Inventory

Consignment Inventory adalah pengaturan bisnis di mana pengirim (pemasok) setuju untuk mengirimkan barang kepada penerima (pengecer) tanpa mengharuskan penerima untuk membayar persediaan di muka. Pengirim akan tetap menyediakan barang dalam stok dan penerima hanya akan membayar jika barang berhasil terjual.

9. Perpetual Inventory Management

Perpetual Inventory Management adalah metode yang hanya menghitung persediaan yang masuk. Ini adalah metode manajemen persediaan dasar dan dapat dicatat secara manual menggunakan pena dan kertas atau perangkat lunak spreadsheet.

10. Dropshipping

Dropshipping adalah metode manajemen inventaris yang populer. Anda mungkin sudah tahu tentang metode jual beli online hari ini. Toko membuat penawaran untuk barang yang Anda jual, dan jika penjualan berhasil, alih-alih menerima barang tersebut, toko membelinya dari pihak ketiga dan mengirimkan barang tersebut ke konsumen. Saya tidak pernah melihat atau menyentuhnya.

11. Lean Manufacturing

Lean adalah seperangkat teknik manajemen yang dapat diterapkan pada bisnis apa pun. Tujuan Lean adalah untuk meningkatkan efisiensi dengan menghilangkan atau meminimalkan aktivitas yang sia-sia atau tidak bernilai dari operasi sehari-hari.

12. Demand Forecasting

Demand Forecasting adalah teknik manajemen yang sangat umum untuk pengecer. Peramalan permintaan biasanya didasarkan pada riwayat penjualan dan merumuskan permintaan barang yang diharapkan dari pelanggan. Pada dasarnya, metode ini adalah kutipan untuk produk atau layanan yang diharapkan oleh bisnis untuk menarik pelanggan di masa depan.

13. Cross-Docking

Cross-docking adalah metode manajemen inventaris di mana truk masuk menurunkan bahan atau bahan baku langsung ke truk keluar untuk membuat proses pengiriman JIT.

14. Bulk Shipment

Lalu ada Bulk Shipment atau pengiriman massal yang merupakan metode pengiriman dengan harga yang sangat terjangkau. Biasanya, bisnis sering menggunakan metode ini untuk mengirimkan banyak barang sekaligus untuk menghemat biaya.

15. Six Sigma

Lalu ada Six Sigma. Ini adalah metode pendidikan yang memberi perusahaan alat untuk meningkatkan kinerja dan operasi mereka untuk meningkatkan keuntungan dan mengurangi penumpukan persediaan berlebih.

16. ABC Analysis

Metode ini membagi topik menjadi tiga kategori untuk mengidentifikasi item yang memiliki dampak terbesar pada total biaya persediaan.

17. Lean Six Sigma

Metode terakhir adalah Lean Six Sigma. Ini membantu meningkatkan alat Six Sigma yang berfokus pada standarisasi dan peningkatan proses bisnis.
 

Tujuan Manajemen Inventory


Setelah fungsi, tentu terdapat tujuan berdasarkan dikelolanya manajemen inventiory.
Tujuan utama berdasarkan manajemen inventory merupakan memastikan perusahaan berada pada syarat kondusif. Perusahaan dinyatakan kondusif waktu mempunyai persediaan atau paling aman stock. Apa itu paling aman stock? Maksudnya merupakan persediaan barang atau bahan standar produk yg sengaja disediakan menjadi antisipasi jika terjadi kekurangan. apabila demikian terjadi, maka konsumen mampu saja kabur. Lebih rinci, terdapat 3 tujuan berdasarkan manajemen inventory, pada antaranya merupakan:

1. Mengontrol Persediaan Barang

Sebagai pebisnis, Anda harus memantau dan mengelola inventaris Anda. Tujuannya agar dapat menyediakan persediaan pada saat produk dibutuhkan dan tentunya memenuhi permintaan pelanggan. Dengan perangkat lunak inventaris, Anda dapat dengan mudah mengelola semua pergerakan barang dan memastikan inventaris yang cukup.

2. Memenuhi Pesanan Secara Cepat

Salah satu tujuan penerapan sistem manajemen persediaan adalah untuk merespon pesanan pelanggan dengan cepat. Anda tidak ingin mengecewakan pelanggan Anda karena mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau pembeli mereka. Jadi untuk meminimalkan ini, Anda perlu menyimpan inventaris setiap saat dan sistem inventaris Anda akan membantu Anda melakukannya.

3. Menganalisa Penjualan Produk

Setelah data inventaris, Anda dapat menganalisis pola penjualan produk Anda. Anda dapat menggunakan analisis ini untuk memperkirakan penjualan di masa mendatang. Jika Anda memiliki produk yang tidak laku, Anda dapat melakukan promosi.
 

Pentingnya Manajemen Inventory yang Efisien


Setelah engkau mengetahui apa itu inventory barang, berikutnya engkau wajib paham mengapa manajemen persediaan yg efisien berperan krusial bagi sebuah usaha. Pengelolaan manajemen inventory akan membantu usaha engkau pada jangka ketika panjang. Sebab, tanpa mengelola persediaan barang menggunakan baik sanggup mengakibatkan usaha engkau mengalami kelebihan & kekurangan stok barang (overselling), kesalahan pengiriman, & lainnya. Maka menurut itu engkau harus melakukan inventory control juga pengelolaan sistem manajamen gudang (WMS). Terlebih manajemen inventory pada usaha ritel, sangat diharapkan pada keberlangsungan bisnis lantaran barang yg dikelola banyak. Terdapat dua model manajemen persediaan yg terbagi sebagai persediaan barang dagang misalnya dalam usaha ritel & satu lagi dalam perusahaan manufaktur. Dimana lebih luas pada mengatur stok barang, mulai menurut bahan standar produksi hingga barang jadi.
 

Pentingnya Manajemen Inventory Dalam Bisnis Ritel


Setelah Anda memahami tujuan dari sistem persediaan, Anda juga harus memahami mengapa manajemen persediaan penting di toko ritel Anda. Jadi mengapa sistem manajemen persediaan penting? Karena manajemen persediaan memiliki peran ganda untuk bisnis Anda, dimulai dengan menentukan tahap keseimbangan antara biaya melakukan bisnis dan biaya melakukan bisnis. Selain itu, sistem manajemen komoditas digunakan untuk mengelola persediaan dan digunakan sebagai langkah untuk menentukan perencanaan kebutuhan komoditas bulanan. Pengelolaan inventaris yang tepat membuat bisnis Anda lebih produktif dan efisien karena Anda tidak perlu menghitung inventaris setiap saat. Hanya aplikasi Inventaris yang melacak seluruh inventaris.
 

Kesimpulan


Dengan kata lain, sistem manajemen inventaris adalah sistem yang dirancang untuk membantu bisnis menyimpan barang dan mengotomatisasi manajemen inventory menggunakan sistem inventory. Sistem manajemen inventory digunakan tidak hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh usaha kecil. Perangkat lunak manajemen inventory berbasis cloud biasanya merupakan pilihan yang lebih disukai untuk UKM karena harganya yang murah, kemudahan penerapan, dan fleksibilitas yang tinggi. IDMETAFORA menawarkan Software manajemen inventory terintegrasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap bisnis. IDMETAFORA menyediakan solusi ERP cerdas dengan teknologi terkini yang dapat mengotomatisasi operasional perusahaan Anda sehari-hari.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda