+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Cash Flow: Pengertian, Komponen serta Jenisnya!

19 September, 2022   |   Isaias

Mengenal Cash Flow:  Pengertian, Komponen serta Jenisnya!

Jika Anda merasa gaji setiap bulan cepat habis, sepertinya Anda harus mengevaluasi pengelolaan keuangan Anda. Mungkin cash flow adalah salah satu hal yang harus Anda pelajari. Apa Sih cash flow itu?

Cash flow yaitu laporan arus kas. Karena namanya laporan, tentu saja ini berisi mengenai detail alur keuangan yang masuk dan keluar. Cash flow tidak hanya penting bagi manajemen keuangan pribadi, melainkan juga untuk bisnis atau organisasi. 

Menjalankan sebuah bisnis juga bukan hanya tentang menyediakan stok bahan baku dan juga memikirkan target keuntungan. Anda juga harus paham untuk mempelajari cash flow dari usaha yang sedang anda jalani.

Pentingnya mempelajari cash flow itu sama dengan mempertahankan keuangan bisnis anda agar bisa memiliki perkembangan yang pasti dalam segi finansial. Jika Anda ingin memahami Cash Flow lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini ya!

 

Apa itu cash flow?

Cash flow merupakan laporan masuk dan keluarnya uang tunai sebuah perusahaan atau pribadi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Pengertian cash flow juga sering disebut dengan nama lain yaitu arus kas. Sehingga, arti cash flow juga dapat didefinisikan sebagai aliran keluar dan masuknya kas.

Cash flow atau arus kas akan mencatat pendapatan serta pengeluaran selama periode tertentu, biasanya laporan cash flow tersebut dibuat dalam periode bulanan. Sesuai dengan namanya, cash flow hanya mencatat pendapatan yang sifatnya tunai atau dibayarkan secara langsung. 

Tujuan utama dari laporan cash flow ini adalah sebagai bentuk gambaran keuangan dan juga sebagai proyeksi finansial. Dengan adanya laporan cash flow tersebut, dapat menentukan apakah keuangan pribadi atau personal ini akan menghasilkan arus kas yang negatif atau juga positif.

 

Komponen Cash Flow

Untuk membuat suatu laporan cash flow Anda membutuhkan rincian pendapatan dan pengeluaran. Namun, pendapatan serta pengeluaran tersebut dibedakan dengan menjadi tiga komponen penting. Apa saja komponen cash flow, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Arus kas investasi
Kas ini berasal dari pembelian, penjualan, serta keuntungan investasi.

2. Arus kas aktivitas operasional
Arus kas ini berasal dari transaksi usaha yang akan berbentuk pendapatan tunai atau bisa juga disebut sebagai laba bersih perusahaan. Selain pendapatan, kas aktivitas operasional juga berbentuk pengeluaran usaha seperti hasil penjualan, pelunasan hutang piutang bukan ke bank, beban gaji, beban sewa, beban listrik dan juga air.

3. Arus Kas pendanaan
Arus kas pendanaan berasal dari biaya pengurangan serta penambahan modal usaha, seperti pembelian saham, dana dari investor, pembelian dividen, pelunasan dan juga pinjaman utang di Bank. Ketiga komponen ini digunakan untuk dapat menghitung net cash flow dan juga untuk menganalisis arus kas.
 

Diagram cash flow

Dalam laporan cash flow ada yang disebut sebagai diagram cash flow, yaitu berfungsi untuk dapat memvisualisasikan kas masuk serta kas keluar selama periode tertentu. Menurut Oxford University Press diagram cash flow terdiri dari garis horizontal untuk penanda serangkaian interval periode. Diagram cash flow mempunyai berbagai jenis di antaranya yaitu:

Single cash flow
Equal (uniform) payment series
Linear gradient series
Geometric gradient series
Irregular payment series
 

Apa itu Cash flow sederhana?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bila sebuah laporan cash flow tidak hanya digunakan untuk keperluan sebuah bisnis atau perusahaan saja. Laporan cash flow juga dapat digunakan untuk keperluan personal. 

Mengapa penting membuat laporan cash flow untuk pribadi? Karena dengan adanya cash flow ini, Anda bisa mengatur keuangan Anda. Apalagi jika Anda sudah bekerja dan juga berpenghasilan tentunya perlu membuat laporan arus kas setiap bulannya untuk mengetahui aliran gaji Anda. Sehingga, Anda bisa membuat proyeksi keuangan yang tepat.

Cash flow pribadi juga termasuk dengan cash flow sederhana, karena hanya mencatat penggunaan pendapatan yang Anda terima saja dan Anda yang paling tahu kemana uang tersebut dikeluarkan. Bahkan, template cash flow pribadi bisa Anda temukan di internet secara cuma cuma.Salah satunya adalah software Microsoft Excell yang telah menyediakan berbagai template cash flow siap pakai seperti arus kas pribadi.

 

Cash flow quadrant

Membuat sebuah laporan cash flow sebenarnya gampang-gampang sulit, apalagi bagi Anda yang belum pernah belajar mengenai akuntansi pasti akan kebingungan dengan bahasa-bahasa akuntansi, salah satunya yaitu tentang cash flow quadrant. Padahal istilah ini sangat penting untuk Anda yang tengah membuka usaha bisnis.

Apa sih cash flow quadrant itu? Cash flow quadrant adalah sebuah istilah yang dipelopori oleh Robert T Kiyosaki yang juga seorang investor asal Amerika Serikat (AS). Mungkin bagi Anda yang tertarik dengan dunia bisnis sudah tidak asing lagi dengan buku dengan judul yang ditulis oleh Robert yaitu Cashflow Quadrant.

Selain, digunakan sebagai judul buku, cash flow quadrant adalah sebuah diagram yang membahas tentang bagaimana setiap individu memperoleh pendapatan dan juga penghasilan. Robert membagi cash flow quadrant ke dalam empat jenis, di mana semuanya memiliki cara yang berbeda dalam mengatur keuangan seperti mengatur aset serta hutang pribadi.

Empat jenis cash flow tersebut adalah S / Self-Employee, E / Employee, I / Investor, B / Business. Untuk dapat memahami keempat jenis quadrant tersebut, Anda bisa menyimak penjelasan dari setiap poinnya di bawah ini:
 

Quadrant Self-Employee
Kuadran S ini berisikan mereka yang mempunyai usaha sendiri. Sehingga usaha yang ia miliki tersebut juga dikerjakan secara sendiri. Dalam bukunya tersebut Robert menyebutkan bahwa yang masuk kedalam kuadran S ini adalah pemilik rumah makan, dokter, desainer, dan juga arsitek.

Mereka yang masuk ke dalam kuadran ini akan bekerja lebih ekstra bahkan harus menukar waktunya untuk bekerja lebih giat untuk dapat mengelola bisnisnya sendiri agar bisa mendapatkan pendapatan yang sesuai. 

Berbeda dengan karyawan biasa yang bekerja sesuai dengan jobdesk yang ia miliki dan juga pulang tepat waktu. Kuadran S harus memikirkan semua strategi setiap harinya untuk dapat mempertahankan bisnisnya 
 

Quadrant Employee
Sesuai dengan namanya, kuadran ini berisikan orang-orang yang sedang menjadi karyawan untuk bekerja. Biasanya orang-orang yang masuk kedalam kategori kuadran E memiliki penghasilan atau gaji bulanan yang tetap dari perusahaan milik orang lain. Apapun jabatannya, selama ia bekerja di perusahaan yang bukan miliknya sendiri, maka orang tersebut akan tetap masuk kedalam kuadran E.

Orang-orang yang berada dalam kuadran E ini juga biasanya rela menukar waktunya untuk bekerja agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih. Bahkan mereka tidak berani untuk menempuh resiko besar yang bisa menghancurkan karirnya. Para karyawan juga biasanya memiliki rasa aman dalam dirinya, maksud rasa aman di sini adalah aman untuk mendapatkan penghasilan yang telah ditetapkan perusahaan setiap bulannya.

 

Quadrant Investor
Kuadran investor adalah jenis kuadran yang paling tinggi dalam cash flow quadrant, karena seperti yang kita ketahui jika kehidupan seorang investor memiliki kehidupan yang cukup baik, yaitu dalam hal kebebasan finansial dan juga kebebasan waktu.

Para anggota kuadran investor biasanya mendapatkan pendapatan dari keuntungan penghasilan sebuah investasi yang telah mereka lakukan. Tidak hanya satu investasi, biasanya investor melakukan investasi ke berbagai bisnis yang sekiranya memberikan keuntungan.

Dengan level yang lebih tinggi tentunya kuadran ini adalah kuadran impian karena memiliki kebebasan finansial serta penghasilan dari investasi juga yang tergolong cukup besar. Namun, perlu Anda ketahui untuk mencapai kuadran investor ada usaha dan juga waktu yang harus dikejar sebelumnya, sampai Anda bisa merasakan titik di mana tidak perlu menghabiskan banyak  waktu untuk dapat melakukan sebuah pekerjaan.

 

Quadrant Business
Dari kuadran S atau quadrant Self-Employee , maka kuadran di atasnya ini adalah kuadran bisnis. Jika kuadran S adalah para pekerja yang memiliki usaha sendiri di mana golongan usahanya juga termasuk ke dalam golongan kecil-menengah. Berbeda lagi dengan kuadran B yang merupakan pemilik sebuah perusahaan dengan ratusan karyawan.

Mereka yang masuk kedalam kategori quadrant business harus bisa mengembangkan usahanya dengan cara memiliki sumber daya manusia yang cukup terampil, hingga bahan baku atau bahan pokok perusahaan adalah dari kualitas terbaik.

Untuk mencapai itu semua, kuadran B akan bekerja keras dengan cara merintis usahanya bahkan dari 0 sekalipun. Sebelum ia berhasil mencapai titik ini. Namun, tidak dipungkiri jika banyak juga bisnis yang gagal dalam kurun waktu hingga kurang dari sepuluh tahun. Sehingga, mempertahankan serta mengelola sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. Selain menjelaskan perbedaan dari kuadran dalam cash flow. Robert Kiyosaki juga menyebutkan bahwa quadrant business dan quadrant investor adalah dua jenis kuadran yang bisa mencapai kebebasan finansial.

 

Cash flow statement

Cash flow statement atau laporan arus kas adalah hal yang harus disiapkan bagi Anda yang memiliki sebuah usaha. Laporan arus kas ini nantinya akan mencatat kas masuk dan juga kas keluar dari sebuah bisnis yang Anda jalani. Sehingga, Anda bisa melihat bagaimana transaksi kas berjalan.

Umumnya laporan cash flow atau arus kas dibuat dalam periode bulanan, gunanya adalah untuk mempermudah pelaporan dan proyeksi keuangan bisnis di periode selanjutnya.

Proyeksi keuangan atau perencanaan keuangan bisa dilakukan dengan cara mencari investasi baru, memotong biaya beban, atau juga meningkatkan produksi penjualan dalam sebuah usaha. Hal ini diperlukan untuk dapat menambah pendapatan.

Untuk membuat cash flow statement ada 5 tahapan yang harus Anda ikuti diantaranya yaitu:

Menentukan saldo awal
Menghitung arus kas dari aktivitas kas operasional
Hitung arus kas dari aktivitas kas investasi
Hitung arus kas dari aktivitas kas pendanaan
Menentukan saldo akhir

 

Net cash flow

Setelah membuat laporan arus kas, langkah selanjutnya adalah menghitung laporan cash flow untuk bisa menemukan arus kas bersih atau juga net cash flow. Untuk menghitung arus kas bersih, gunakanlah rumus berikut ini:

Net Cash Flow = Arus Kas Operasi + Arus Kas Investasi + Arus Kas Pendanaan

Rumus tersebut adalah rumus untuk menghitung net cash flow dengan cara menambahkan tiga komponen dari cash flow. Sedangkan, tiga komponen tersebut juga harus melakukan perhitungan terlebih dahulu yaitu dengan cara menjumlahkan semua pendapatan dan juga menguranginya dengan pengeluaran.

 

Nah, itu tadi penjelasan mengenai cash flow yang perlu Anda ketahui. Anda sudah bisa membuat laporan cash flow mulai dari sekarang dengan template yang sudah tersedia di Excel. Atau juga anda bisa membuat sebuah website cash flow untuk anda pribadi atau untuk bisnis anda dengan menghubungi kami IDMETAFORA pada no 0896 6423 0232 atau 0813 9399 3723 dan juga dapat mengunjungi langsung kantor kami yang beralamatkan Jl. Damai No.36, Sleman, Yogyakarta.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda