+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Mengenal Leverage: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

14 September, 2022   |   Inggihpangestu

Mengenal Leverage: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Tentunya dalam menjalankan usaha, modal menjadi salah satu pondasi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Modal usaha ini dapat berasal dari dua sumber yaitu ekuitas dan leverage. Saat ini kebanyakan pebisnis atau perusahaan cenderung menggunakan leverage. Leverage bersifat serbaguna dan sangat menguntungkan, memungkinkan Anda menggunakan saham perusahaan Anda untuk tujuan lain. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan leverage, jenis, manfaat, dan contohnya? Jadi apa rumus leverage? Nah baca artikel di bawah ini sampai habis untuk menemukan penjelasan lengkapnya. OKE!
 

Apa Itu Leverage


Leverage adalah metode lain yang terkait dengan hutang. Dalam dunia bisnis, hutang sering dikaitkan dengan pinjaman untuk membiayai pembelian peralatan dan aset lainnya. Bukan hal yang aneh bagi pengusaha untuk menggunakan utang daripada ekuitas untuk memperoleh aset. Jika Anda seorang pengusaha dan Anda meminjam untuk memenuhi kebutuhan bisnis Anda, kegiatan itu dikenal sebagai 'leveraging'. Leverage adalah istilah yang sering digunakan ketika membahas investasi dan iklim bisnis. Pengertian lain dari leverage adalah peningkatan modal eksternal untuk tujuan pengembangan bisnis. mengapa demikian? Tujuan mengambil pembiayaan modal adalah untuk mendapatkan keuntungan usaha atau ROI (Return of Investment) yang maksimal. Leverage ini digunakan oleh investor untuk meningkatkan daya beli mereka di pasar. Namun, beberapa perusahaan menggunakan leverage untuk mendanai aset yang mereka butuhkan. Dengan demikian, suatu perusahaan dapat menggunakan modal yang dipinjam untuk kebutuhan investasi operasi bisnisnya untuk menambah modal perusahaan.
 

Pengertian Leverage Menurut Beberapa para Ahli


Setelah mengetahui pengertian dari leverage secara umum, kamu juga perlu untuk mengetahui pengertian leverage dari beberapa para ahli, seperti berikut ini:

1. Irawati

Menurut pendapat dari Irawati, leverage adalah suatu peraturan yang dijalankan oleh sebuah perusahaan bisnis dalam keadaan menanamkan dana ataupun mendapatkan sumber dana. Di dalamnya terdapat beban tetap yang harus ditanggung oleh sebuah perusahaan.

2. Sartono

Sartono mengemukakan bahwa leverage adalah pemakaian pada sumber dana dan modal oleh sebuah perusahaan yang mempunyai beban tetap, sehingga laba investor dapat dikembangakan.

3. Sjahrial 

Menurut pendapat dari Sjahrial, leverage adalah pemakaian pada sebuah modal dan sumber dana oleh sebuah perusahaan yang mempunyai beban tetap. Sumber dana ini berasal dari utang. Utang ini memiliki bunga yang dimasukkan ke dalam biaya tetap, sehingga laba potensial dari investor dapat dikembangkan.

4. Fakhrudin

Fakhrudin mengemukakan bahwa leverage adalah sejumlah utang yang dipakai untuk membayar modal pada sebuah perusahaan.

5. Martono dan Harjito

Martono dan Harjito mengatakan bahwa leverage ratio adalah mengacu pada penggunaan sebuah aset dan sumber dana oleh perusahaan dimana dalam penggunaan pada sebuah aset atau dana tersebut perusahaan harus mengeluarkan biaya tetap atau beban yang tetap.

6. Syamsuddin

Syamsuddin berkata bahwa leverage adalah sebuah keahlian pada perusahaan untuk memakai modal yang mempunyai biaya yang tetap untuk memperbesar fase perolehan bagi pemilik pada perusahaan.
 

Apa Itu Leverage Ratio


Leverage Ratio adalah hubungan antara hutang perusahaan dan total aset. Rasio leverage adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dengan jumlah aset yang dimilikinya. Bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa sebuah perusahaan memiliki nilai leverage yang tinggi?Sebuah perusahaan memiliki leverage yang tinggi jika total asetnya lebih kecil dari total aset krediturnya. Jadi menggunakan rasio leverage akan memberi tahu Anda apakah perusahaan itu sehat. Semakin tinggi rasio leverage, semakin tinggi risiko gagal bayar kreditur.
 

Jenis Leverage


1. Leverage Keuangan (Financial Leverage)

Financial leverage adalah aset yang digunakan oleh Mahkamah Konstitusi (Manajer Keuangan) untuk memaksimalkan pengembalian pemegang saham. Saham perusahaan terdiri dari beberapa jenis, antara lain: Contoh: saham, simpanan umum, hak prioritas, surat utang, dan lain lain. Manajer uang diharapkan untuk hati-hati memilih sekuritas di mana mereka mengelola dana ini. Untuk mencapai hasil maksimal, Anda harus memiliki campuran yang tepat antara utang dan ekuitas.

2. Leverage Operasi (Operating Leverage)

Leverage Operasi terjadi setiap kali perusahaan menggunakan aset yang memiliki biaya tetap. Jika sebuah perusahaan tidak menggunakan biaya tetap, yaitu semua biaya variabel, perusahaan tersebut menguntungkan. Ketika perusahaan mengurangi aktivitas mereka, biaya mereka turun secara proporsional. Selama harga jual lebih tinggi dari biaya variabel, perusahaan akan mendapat untung. Tidak seperti ketika perusahaan mengeluarkan biaya tetap, ada batasan minimum yang harus diproduksi (dan dijual) oleh perusahaan untuk menghindari kerugian. Namun, perusahaan memiliki beberapa kendali atas leverage operasional mereka. Secara umum, leverage operasional yang lebih besar meningkatkan risiko bisnis atau proyek, tetapi leverage operasional yang lebih besar juga meningkatkan hasil yang diharapkan.

3. Leverage Gabungan (Combined Leverage)

Leverage gabungan adalah pinjaman modal dengan nilai pengembalian tinggi karena biaya tetap. Modal atau dana yang terlibat di dalamnya adalah biaya pendanaan pasif dan biaya operasional tetap. Semua biaya ini dapat memberikan jumlah manfaat dan risiko leverage yang tepat. Untuk perusahaan yang kompetitif, kami biasanya memilih leverage gabungan tingkat tinggi. Perusahaan konservatif, di sisi lain, lebih memilih leverage minimal.
 

Cara Kerja Leverage


Menurut The Balances MB, jika pemilik bisnis perlu membeli sesuatu dan tidak memiliki uang muka, mereka dapat menggunakan utang atau ekuitas untuk membiayai pembelian tersebut. Ketika mereka memutuskan untuk berutang, mereka menggunakan leverage untuk membiayai pembelian. Leverage bekerja dalam banyak cara seperti bentuk utang lainnya. Bisnis meminjam uang dengan janji pembayaran kembali, mirip dengan menggunakan kartu kredit atau mengajukan pinjaman pribadi. Namun, hutang dapat meningkatkan risiko kebangkrutan suatu perusahaan. Namun, jika digunakan dengan benar, leverage juga dapat meningkatkan keuntungan, terutama return on equity.Dalam pembiayaan utang, pembayaran bunga dapat dikurangkan dari pajak terlepas dari apakah pembayaran bunga dilakukan dengan pinjaman atau dengan jalur kredit.Selain itu, melakukan pembayaran tepat waktu membantu perusahaan menciptakan riwayat pembayaran yang positif dan memiliki nilai kredit bisnis yang baik.
 

Rumus Leverage


Untuk mengukur sebuah leverage, tentunya kamu harus mengetahui rumus dari leverage ratio-nya terlebih dahulu. Terdapat beberapa rumus untuk mengukur rumus pada leverage, yaitu sebagai berikut:

1. Debt to Assets Ratio (DAR) Rasio Utang Terhadap Aset

Rasio ini digunakan untuk menghitung atau mengukur kemampuan perusahaan dalam membiayai aset dengan mengandalkan hutang. Jadi seberapa besar kewajiban perusahaan mempengaruhi bagaimana asetnya dikelola? Cara menghitung total utang dibagi total aset perusahaan dirumuskan sebagai berikut:

Rumus Debt to Total Asset Ratio (DAR)

DAR = Total Utang : Total Aset

Nilai DAR yang rendah berarti tingkat keamanan dana Anda tinggi dan catatan transaksi keuangan Anda aman. Hal ini dikarenakan debt ratio menggambarkan atau menggambarkan sejauh mana aset dapat menutupi hutang.

2. Debt to Equity Ratio (DER) Rasio Utang Terhadap Ekuitas

DER adalah rasio utang terhadap ekuitas. DER ini menunjukkan hubungan antara jumlah hutang jangka panjang dengan jumlah modal yang dimiliki perusahaan. Metrik keuangan menunjukkan keseimbangan relatif dari utang dan ekuitas. Rasio ini juga digunakan untuk modal kerja perusahaan. Sekarang, cara menghitung rasio ini adalah dengan menjumlahkan kewajiban Anda dan membaginya dengan total aset Anda.

Rumus Debt to Equity Ratio (DER)

DER = Total Utang Keseluruhan : Modal sendiri x 100%

Semakin rendah nilai pada DER, maka keamanan keuangan pada suatu perusahaan semakin baik, dan begitu pula sebaliknya.

3. Debt to Capital Ratio (DCR) Rasio Utang Terhadap Modal

Rasio ini merupakan rasio yang menitikberatkan pada kewajiban sebagai bagian fundamental dari total aset suatu perusahaan. Selain utang jangka panjang, utang dalam rasio ini mencakup semua utang jangka pendek seperti ekuitas dan ekuitas pemegang saham yang termasuk dalam utang perusahaan. Sebuah perusahaan dengan leverage yang tinggi relatif terhadap orang lain berarti risiko default yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kewajiban dapat berdampak buruk pada operasi bisnis.

Rumus Debt to Capital Ratio (DCR) Rasio Utang Terhadap Modal

DCR = Total Utang Saat Ini : (Total Utang + Total Ekuitas)

4. Time Interest Earned (TIE) Rasio Cakupan Bunga

Rasio ini membantu Anda menghitung berapa banyak laba operasional yang Anda mampu untuk membayar bunga atas utang Anda. Ketika sebuah perusahaan menghitung Times Interest Earned (TIE), perusahaan mengetahui berapa laba bersihnya. Laba bersih ini dikenal sebagai interest coverage ratio.

Rumus Interest Earned (TIE) Rasio Cakupan Bunga

TIE = Laba Operasi(+Penyusutan) : Bunga Utang Jangka Panjang

5. Tangible Assets Debt Coverage (TAD Coverage) Rasio Solvabilitas

Suatu perusahaan  perlu menghitung jumlah aset tetap yang dapat digunakan untuk menjamin utang jangka panjang atau kewajiban aset berwujud (TAD).

Rumus Tangible Assets Debt Coverage (TAD Coverage) Rasio Solvabilitas

TAD Coverage = (Jumlah Aktiva+Tangible+Utang Lancar) : Utang Jangka Panjang
 

Manfaat Leverage


Perhitungan leverage sangat diperlukan dan harus dilakukan oleh perusahaan. Perhitungan ini memiliki beberapa keuntungan yang dirasakan baik oleh perusahaan maupun kreditur. Menurut Kasmir, menggunakan rasio leverage memberikan beberapa manfaat leverage, antara lain adalah sebagai berikut:

- Dapat menilai dan melihat kemampuan pada sebuah perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang bersifat tetap. Misalnya, membayar angsuran pinjaman dan bunga dari pihak kreditor.
- Mengetahui kedudukan pada perusahaan atas sebuah kewajiban ke pihak kreditor.
- Menilai besarnya pengaruh utang terhadap pengelolaan aset.
- Dapat melihat besaran nilai aset pada perusahaan yang dibiayai oleh utang.
- Melihat dan mengukur seberapa besar pada porsi dari modal yang dijadikan jaminan utang jangka panjang oleh sebuah perusahaan.
- Mengetahui kesetimbangan antara nilai aset seperti aktiva tetap dengan modal.
- Dapat mengetahui total dana atau modal pinjaman yang dalam waktu dekat akan jatuh tempo.
 

Kapan Saat yang Tepat Menggunakan Leverage


Waktu yang tepat untuk menggunakan leverage adalah saat ada valuasi. Oleh karena itu, leverage banyak digunakan di sektor real estat karena harga terus naik. Jika ada industri berisiko tinggi atau industri yang nilai asetnya terus turun, bahkan jika industri itu menggunakan banyak uang pinjaman, itu tidak akan menghasilkan banyak uang.
 

Kesimpulan


Leverage adalah penggunaan pinjaman dana atau modal yang dipinjam untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Pinjaman ini akan digunakan untuk menambah modal guna mengembangkan usaha dan menjalankan usaha. Namun, setiap asumsi kewajiban harus didasarkan pada perhitungan yang cermat. Mengambil pinjaman yang salah tanpa menghitungnya mengarah pada risiko gagal bayar.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda