+62 896 6423 0232 | info@idmetafora.com
Software ERP Indonesia IDMETAFORA


Memahami Pengertian dan Contoh Remunerasi Untuk Pegawai

12 September, 2022   |   Dwi

Memahami Pengertian dan Contoh Remunerasi Untuk Pegawai

Istilah remunerasi memang terdengar kurang familier di telunga masyarakat umum. Tidak banyak masyarakat yang tahu apa arti kata tersebut. Istilah tersebut secara khusus mengacu pada kegiatan kerja pegawai instansi pemerintah dan swasta. Pasalnya, ini adalah hak yang diberikan kepada pekerja dan perusahaan wajib membayarnya.
Sebelum menandatangani kontrak kerja, kalian dapat menanyakan ke bagian HR (Human Resource) perusahaan terkait benefit remunerasi yang akan kalian dapat selama bekerja. Nah, untuk lebih memahami remunerasi lebih dalam, berikut ini penjelasan lengkapnya!

Pengertian Remunerasi Secara Umum

Remunerasi adalah pemberian bonus atau atas kontribusi yang dilakukan karyawan setiap hari dari tempat kerja. Penghargaan atau bonus tersebut berkaitan dengan sistem penggajian karyawan. Kompensasi dapat berupa uang atau bentuk kompensasi lainnya yang diartikan sebagai pujian atas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.
Setiap perusahaan akan menawerkan besaran nominal remunerasi yang berbeda-beda. Terdapat bebrapa faktor yang mempengaruhi perbedaan nilai nominal remunerasi ini, seperti kemampuan finansial perusahaan, kebijakan internal perusahaan, durasi dan masa kerja, peraturan dan kebijakan pemerintah, dan permintaan dan penawaran dari pegawai.

Pengertian Remunerasi Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah penjelasan tentang definisi remunerasi menurut para ahli, antara lain:
1. Mochamad Surya (2004)
Mochamad Surya berpendapat bahwa remunerasi adalah sesuatu yang diterima oleh pegawai dalam bentuk imbalan yang mana pegawai sudah berkontribusi terhadap perusahaan atau tempat ia bekerja.
2. Rosenberg (1983)
Sedangkan Rosenberg mengungkapkan kalau remunerasi merupakan upah dan beragam bentuk manfaat finansial lain yang diterima tenaga kerja sebagai hasil dari suatu pekerjaan tertentu.
3. Komaruddin (1983)
Sementara Komaruddin menjelaskan bahwa remunerasi adalah bentuk pemberian prestasi atas jasa yang sudah dicapai oleh pegawai dalam meraih tujuan perusahaan.
4. Business Dictionary
Jika menurut Business Dictionary remunerasi merupakan hadiah untuk pegawai dalam bentuk pembayaran gaji atau upah, termasuk tunjangan, seperti mobil perusahaan, rencana medis, program pensiun, bonus, insentif tunai, dan nilai moneter dari insentif nontunai.
5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI remunerasi adalah pemberian imbalan atau penghargaan kepada seorang tenaga kerja atas kontribusinya pada sebuah organisasi atau perusahaan.

Faktor Yang Mempengaruhi Besaran Remunerasi

Terdapat bermacam-macam faktor yang dapat mempengaruhi besaran remunerasi yang akan diterima oleh seorang pegawai di dalam perusahaan. Berikut adalah beberapa faktor tersebut antara lain:
1. Standar Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki standar yang berbeda-beda dalam memberikan remunerasi kepada para karyawannya. Standar ini akan berbanding lurus dengan kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Jika pendapatan perusahaan semakin besar, standar remunerasi yang akan diberikan pegawai juga akan semakin tinggi.
2. Kinerja dan Kontribusi yang Sesuai
Semakin baik kinerja dan kontribusi yang diberikan oleh pegawai tersebut akan mempengaruhi remunerasi yang didapatkan.
3. Kemampuan dan Prestasi
Adanya kemampuan seorang pegawai yang mempunyai nilai lebih membuat perusahaan akan memberikan remunerasi atas kinerjanya.
4. Golongan Pekerja
Terdapat perusahaan yang mengklasifikasikan tingkat pekerjanya. Hal ini tergantung pada kontribusi, seperti masa kerja dan kemampuan karyawan untuk bekerja.

Jenis Remunerasi Yang Penting Untuk Diketahui

Setelah kalian mengetahui pengertian, manfaat dan faktor pemberian remunerasi. Berikut ini adalah jenis remunerasi yang diberikan oleh perusahaan ke karyawannya, yaitu:
1. Gaji
Gaji merupakan salah satu contoh remunerasi dalam bentuk pembayaran tetap. Pembayaran gaji diberikan secara teratur setiap bulannya. Penghitungan besaran gaji yang didapatkan pegawai juga berbeda-beda seperti upah per jam atau upah harian dan lain-lain.
Gaji yang diberikan kepada pegawai disesuaikan dengan pembayaran pegawai lain di wilayah dan sektor yang sama. Pemberian gaji disesuaikan dengan rentang, jangka waktu, dan skill yang dimiliki karyawan.
2. Komisi
Komisi merupakan uang yang dibayarkan ke pegawai ketika ada suatu tugas tertentu sudah selesai dikerjakan. Komisi adalah jenis remunerasi yang sering dijumpai dalam bisnis, seperti retail, asuransi, real estate, dan berbagai jenis bisnis yang berbasis pada penjualan produk.
3. Bonus dan Insentif
Bonus dan insentif adalah jenis remunerasi yang diberikan perusahaan ke pegawainya hanya kepada karyawannya untuk jangka waktu atau kondisi tertentu.
Bonus dan insentif tidak dibayarkan kepada karyawan pada saat yang bersamaan, melainkan pembayaran yang jumlahnya tidak tetap, dan pada prinsipnya diberikan selain gaji untuk kinerja tertentu karyawan.
Insentif adalah uang yang diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Insentif ini diberikan setelah karyawan melakukan dan menyelesaikan tugas di luar tempat kerja.
4. Upah
Upah adalah contoh remunerasi untuk pekerjaan yang dibayar per jam atau per hari. Semakin banyak jam kerja yang dihabiskan pekerja di tempat kerja, semakin banyak pula upah yang mereka terima. Pengupahan juga diatur dalam undang-Undang yaitu PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.
5. Jenis Remunerasi Lainnya
Terdapat beberapa jenis remunerasi lain yang diberikan perusahaan kepada karyawannya seperti uang untuk perjalanan dinas ke luar kota. Sebagai aturan umum, karyawan yang digunakan untuk pekerjaan sehari-hari dibayar tunjangan perjalanan. Jenis remunerasi ini dihitung dengan perbandingan antara biaya hidup di kota dinas, uang makan, tempat tinggal, serta uang saku.Remunerasi ini biasanya dipakai di sektor industri swasta dan sektor pemerintahan.

Benefit Remunerasi

Benefit remunerasi adalah imbalan yang secara tidak langsung atau tambahan dalam bentuk uang atau barang yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya. Pada umumnya benefit remunerasi disebut dengan istilah tunjangan. Berikut ini adalah macam benefit remunerasi.
1. Tunjangan Hari Raya (THR)
THR adalah benefit yang umumnya diberikan di Indonesia oleh perusahaan kepada kwryawannya. Umumnya besaran jumlah THR yang didapat yaitu 1 kali gaji pokok. THR maksimal diberikan kepada karyawan 14 hari sebelum hari raya Idul Fitri.
2. Lembur
Benefit remunerasi yang satu ini harus diperhitungkan dengan cermat dan tepat. Pasalnya, lembur dihitung menurut undang-undang dan memiliki syarat dan batasan. Perusahaan tidak boleh memerintahkan karyawan untuk melampaui batas dan melanggar prosedur. Jika sebuah perusahaan menginginkan seorang karyawan untuk bekerja lembur, kami sarankan untuk meminta persetujuan karyawan tersebut terlebih dahulu.
3. Asuransi Kesehatan
Sebagai bentuk antisipasi perusahaan terhadap risiko kecelakaan kerja, perusahaan wajib mengasuransikan karyawannya. Besaran tunjangan berbanding lurus dengan risiko pekerjaan pekerja. Misalnya, pekerjaan seorang karyawan memiliki risiko yang sangat tinggi, dan jumlah pertanggungan karyawan tersebut juga tinggi.
4. Pesangon
Pesangon ini akan diberikan ke karyawan tersebut pada akhir masa kerja atau sewaktu resign. Besaran pesangon yang diterima tergantung dari lamanya masa kerja.
5. Cuti Kerja
Benefit remunerasi ini tidak selalu tentang memberikan uang kepada karyawan. Namun benefit remunerasi ini dapat berupa cuti atau liburan. Uang cuti tidak dalam bentuk uang, tetapi cuti memiliki nilai yang lebih tinggi bagi pekerja.

Unsur-unsur Remunerasi

Terdapat indikator yang dapat mempengaruhi remunerasi. Hal ini akan berpengaruh terhadap remunerasi yang akan diberikan kepada karyawan atau tenaga kerja. Indikator atau unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut ini:
- Remunerasi berupa bonus yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan harus sesuai dengan kontribusinya terhadap perkembangan bisnis perusahaan.
- Besarnya pemberian remunerasi bergantung dari pendapatan yang diperoleh perusahaan.
- Remunerasi ini hanya akan diberikan kepada pekerja yang memiliki keahlian khusus untuk lebih mengembangkan bisnis perusahaan.

Contoh Remunerasi Pegawai

Contoh remunerasi yang baik adalah bagaimana gaji dilaporkan di perusahaan yang sistem penggajiannya terstruktur dengan cara ini. Ada dua hal yang perlu diperhatikan perusahaan saat memberikan tingkat gaji kepada karyawannya.
1. Perolehan Gaji Karyawan Sesuai Kinerja
Untuk mempertahankan tenaga kerja yang bertanggung jawab dan mencapai kesuksesan, perusahaan menawarkan kompensasi dalam bentuk upah yang wajar. Hal ini untuk mencegah calon karyawan meninggalkan perusahaan.
Perusahaan harus menegosiasikan gaji yang dibayarkan kepada karyawan agar tujuan perusahaan tercapai dan karyawan merasa dihargai oleh perusahaan atas kerja kerasnya.
2. Memberikan Kenaikan Gaji
Salah satu cara untuk menjaga kinerja dan loyalitas karyawan adalah perusahaan menawarkan kenaikan gaji kepada karyawan yang layak mendapatkannya. Kenaikan gaji ini dapat didasarkan pada masa kerja karyawan atau kinerja karyawan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Tentunya setiap sistem kenaikan gaji ini memiliki pertimbangan yang berbeda-beda.

Manfaat Remunerasi

Suatu perusahaan, baik pemerintah atau swasta tentu memiliki tujuan yang harus dicapai. Oleh karena itu, perusahaan akan memberikan remunerasi kepada karyawannya jika mampu melakukannya. Hal ini karena keryawan sudah memberikan waktu, tenaga dan pikirannya demi tercapainya tujuan. Remunerasi memiliki beberapa manfaat, antara lain:
1. Meningkatnya Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Aset perusahaan yang paling berharga adalah karyawannya. Adanya personel yang mumpuni dapat mengoperasikan sistem kerja yang bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan. Dari kompensasi ini, kami akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kami dan mencapai tujuan perusahaan.
2. Terjaganya Sumber Daya Manusia yang Produktif
Karyawan adalah aset berharga bagi perusahaan mana pun yang perlu dipelihara dan dirawat. Kehadiran sumber daya manusia yang kompeten dan produktif dapat mendukung kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pemberian kompensasi suatu perusahaan kepada karyawannya penting untuk mencegah terjadinya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di dalam perusahaan.
3. Terciptanya Persaingan yang Positif
Tentu saja, karyawan harus bekerja sama untuk membentuk tim yang kuat guna mencapai tujuan perusahaan. Namun dalam kerjasama ini akan terjadi perlombaan antar karyawan untuk menjadi yang terbaik. Adanya penghargaan ini mendorong persaingan aktif di antara karyawan dari siapa perusahaan memilih karyawan secara individual. Penghargaan ini memotivasi karyawan untuk terus berkembang di tempat kerja.
4. Meningkatnya Kesejahteraan Sumber Daya Manusia (SDM)
Ukuran produktivitas SDM dalam suatu perusahaan dapat dilihat dari kompensasi. Karena Anda dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan menawarkan penghargaan. Tingkat kesejahteraan karyawan yang semakin lama semakin baik, yang berdampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja.
5. Terciptanya Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Pemberian remunerasi ini berpotensi untuk menguntungkan perusahaan, walaupun memang sangat menyita kas. Pengeluaran kas perusahaan untuk memberikan remunerasi ini merupakan modal bagi perusahaan untuk menghasilkan profit yang lebih banyak. Terciptanya tata kelola perusahaan yang baik dapat dilihat dari karyawan yang kompeten, berkualitas, dan produktif. Hal ini dapat diartikan bahwa mengubah karyawan tidak mudah dan mempekerjakan karyawan baru membutuhkan lebih banyak usaha.

Peraturan Remunerasi

Cakupan remunerasi sebenarnya cukup luas. Akan tetapi istilah remunerasi ini kerap digunakan dalam sistem penggajian di instansi pemerintahan. Kebijakan remunerasi di dalam instansi pemerintahan memiliki tujuan untuk menata sistem penggajian para PNS (Pegawai Negeri Sipil). Hal ini agar para PNS mempunyai kinerja dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang lebih baik serta serta tidak mudah tergiur untuk melakukan korupsi. Adapun peraturan remunerasi yang digunakan sebagai landasan hukum, yaitu:
1. Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dan Bersih dari KKN.
2. Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.
3. Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
4. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang Tahun 2005 – 2025.
5. Konvensi ILO No. 100 yang diratifikasi pada tahun 1999 yang bunyinya adalah pekerjaan yang sama nilai atau bobotnya harus mendapatkan bayaran yang sama pula.

Kesimpulan

Remunerasi adalah pemberian penghargaan atau bonus kepada karyawan atas kontribusi yang bersifat rutin dari tempat kerja. Dengan perusahaan memberikan remunerasi kepada karyawan terbaik, maka sangat diharapkan untuk menciptakan hubungan baik di antara karyawan perusahaan. Manfaat remunerasi ini akan meningkatkan loyalitas dan secara tidak langsung meningkatkan kualitas karyawan menjadi lebih baik serta berkembang.
Jika kalian pemilik bisnis, penting untuk mencatat setiap pos pengeluaran yang terjadi, termasuk bonus dan gaji karyawan pada pembukuan. Untuk memudahkan hal tersebut, kalian dapat menggunakan salah satu produk dari IDMETAFORA yang berupa Purchasing System, Warehouse Management System, Point of Sales System, Finance & Budgeting System, Accounting System, Legal & Administration System, Audit System, Tax System, Business Intelligence, Pharmacy Management System, Architect Management System, Project Management System, dan Frequently Answer & Questions yang dapat mengoptimalkan kegiatan produksi serta penggajuan para karyawan.

Liputan Software ERP IDMETAFORA Indonesia!

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke pengikut anda melalui tombol dibawah ini:



Software ERP Indonesia

Artikel rekomendasi untuk Anda